MILLION% Mafia Dan Gadis Panah

MILLION% Mafia Dan Gadis Panah
sakit Kimmy


__ADS_3

Bab 6


Di ruangan VVIP


Milo dan sekretarisnya sedang duduk di sofa dengan auranya masing-masing. Pandangan mereka begitu serius yang tertuju pada tempat tidur yang dikelilingi oleh dua orang dokter dan beberapa perawat yang sedang melakukan pemeriksaan terhadap Kimmy dari ujung kepala hingga ujung kaki.


Milo dan Ben benar-benar memperhatikan semua gerakan dan suara yang keluar dari mulut dokter kepada para perawat. Dan saat sesi tanya jawab dengan pasien pun tak luput dari perhatian Milo dan sekretarisnya. Apalagi Ben, dia benar-benar memperhatikan Kimmy yang menjawab dengan lambat.


"Nona, siapa nama anda?"


"Kimmy."


"Apakah anda pernah sakit sebelumnya?"


Kimmy menggeleng pelan.


"Apakah anda sering mengalami sakit kepala?" Kimmy mengangguk. "Sejak kapan?"


"Sejak bangun dari tidur."


Dokter menautkan kedua alisnya. "Kapan "itu?


Kimmy menggeleng pelan.


"Lalu apakah anda pernah kecelakaan atau jatuh?"


"Ibu bilang aku pernah jatuh ke sungai."


"Kapan anda jatuh ke sungai?"


"Sebelum aku bangun."


Dokter mulai mengangguk. Dari ekspresinya sang dokter seperti sudah mengerti kondisi Kimmy.


"Baiklah nona, terimakasih atas waktunya. Beristirahatlah, semoga anda lekas sembuh."


Sang dokter pamit kemudian memasuki ruangannya yang di susul oleh Milo dan Ben.


Namun saat dokter hendak mempersilahkan duduk, tiba-tiba saja Ben mendapatkan sebuah notifikasi di ponselnya dan langsung memberikannya kepada Milo.

__ADS_1


Sontak saja Milo langsung meninggalkan ruangan dokter itu dan dengan cepat pulang ke mansion.


Setelah sampai di mansion, dia langsung memasuki kamarnya dengan terburu-buru; dan yang ia cari hanyalah sebuah laptop.


Dikamarnya, Milo duduk dengan serius saat membuka sebuah email dari Zee.


Ya, notifikasi yang masuk ke ponsel Ben adalah sebuah notifikasi email dari Zee dimana jika Zee mengirimkan email, maka Milo harus segera membukanya karena email tersebut adalah email darurat yang akan hilang setelah 3 jam pengiriman.


"Sial. Ternyata orang itu cepat juga." Geramnya "Tapi tak apa, karena ini aku bisa menemukan keberadaan kalian, Moon Fire." Milo menyeringai.


Keesokan harinya Milo melajukan mobilnya ke pegunungan setelah menukarkan mobilnya dengan orang yang di percaya.


Setelah sampai di tujuan, Milo langsung memasuki sebuah villa besar dengan di sambut penuh rasa hormat dari ribuan orang di dalamnya.


Selamat datang ketua. Ucap mereka serentak.


Ya, villa besar ini adalah markas utama yang asli yang di rahasiakan selama ini. Banyak markas besar Milo di beberapa negara tersebut, tapi itu hanyalah markas imitasi untuk mengecoh musuh.


Terdapat beberapa villa dengan jenis yang berbeda di pegunungan tersebut dengan fungsinya masing-masing. Tentu semua itu telah di rancang oleh Milo sedemikian rupa agar tidak tercium keberadaannya seperti jarak antara villa satu dengan yang lainnya, latihan dan kegiatan lainnya, hingga keseharian penghuni villa tersebut.


Tak ingin membuang waktu, Milo langsung memerintahkan orang orang terbaik kepercayaannya untuk melakukan rapat.


Tidak ada yang luput dari pengawasan Ben tentang Kimmy di ruangan VVIP itu sehingga Kimmy merasa aneh terhadap Ben. Dan tentunya ini yang Ben harapkan. Dengan tekanan dari kendalinya di ruangan itu, Ben bisa melihat apa saja reaksi yang terselip di wajah Kimmy mengingat ekspresi Kimmy yang selalu berubah-ubah dengan natural nya.


Malam harinya, Ben memasuki kamar utama yang sangat terlarang di mana sang pemilik kamar sedang menunggunya dengan kondisi yang segar setelah mandi.


"Apa kata dokter?" Ucap Milo dengan membuka tutup botol wine lalu menuangkannya di gelas.


"Dokter mengatakan jika nona Kimmy saat ini sedang mengalami amnesia." Gerakan Milo seketika terhenti kemudian Milo malah menyenderkan punggungnya di sofa mewah tersebut. "Sakit kepala yang sering di alaminya adalah gejala pembekuan darah di otaknya setelah melihat hasil CT scan."


Milo masih menyimak dengan serius.


"Kemungkinan besar kepalanya mengalami cidera otak karena benturan keras saat terjatuh ke sungai menurut pengakuan nona Kimmy sendiri."


Deg.


Amnesia? Cidera otak? Mungkinkah ini alasannya mengapa dia bisa ada di hutan dan tidak mempunyai identitas? Tapi bukan pertanyaan ini yang ada di dada Milo saat ini. Melainkan, mengapa dadanya terasa sesak saat mendengar sakit yang di alami Kimmy? Rasanya Milo sangat tidak tega mendengarnya.


"Untung saja nona Kimmy mengalami pendarahan yang ringan sehingga bisa di tangani dengan perawatan medis dan pemberian obat-obatan sehingga nona Kimmy tidak perlu melakukan operasi yang cukup beresiko."

__ADS_1


Fiuhh, syukurlah. Batin Milo yang entah mengapa perasaannya menjadi sedikit lega mendengarnya.


Setelah hening Beberapa saat.


"Ben, apa kau tidak bisa mencari tahu siapa Kimmy tanpa harus melihat namanya?"


"Saya sudah mencoba mencarinya dengan sistem pengenalan wajah. Namun hasilnya tidak akurat karena yang muncul hanyalah wajah yang mirip dengan nona Kimmy. Saya juga telah menyelidiki orang orang yang mempunyai kemiripan tersebut, tapi mereka sedang beraktivitas dengan dunianya masing-masing yang artinya orang orang itu hanya kebetulan mirip dengan nona Kimmy."


Milo memijit pelipisnya sejenak. "Ssshh.. kenapa mencari identitas seorang gadis saja begitu sulit."


"Hanya ada dua kemungkinan tuan. Nona Kimmy memang lahir dan besar di hutan tanpa identitas, atau identitasnya memang di hapus."


"Jika dia memang lahir dan besar di hutan, harusnya dia kaget saat keluar dari hutan saat bertemu dengan peradaban modern, apalagi ini kota besar. Aku yakin dia bukan Tarzan yang lahir di hutan karena dia seperti sudah terbiasa hidup di kota seperti ini."


"jika begitu, itu artinya kemungkinan yang kedua yang terjadi pada nona Kimmy saat ini tuan."


Milo terdiam sejenak, kemudian dia teringat akan sebuah kelompok IT miliknya.


"Kelompok Bird. Apa mereka tidak bisa memulihkan data yang di hapus?"


"Mereka sedang berusaha karena itu membutuhkan waktu tuan."


"Ck, mereka adalah ahli IT, mengapa seperti susah sekali hanya untuk memulihkan data."


"Tuan, mereka memulihkan data yang di hapus itu tidak hanya satu. Dari sekian data tersebut kita masih harus memilah mana saja yang mempunyai kemiripan dengan wajah nona Kimmy dari identitas tersebut. Dan itu butuh waktu tuan, mohon bersabar."


Milo menghela nafasnya kemudian mengambil gelas wine yang sedari tadi di diamkan nya. Namun gelas itu hanya menggantung di depan bibir Milo saat Ben mulai berbicara kembali.


"Tuan, jika ingin mendapatkan identitas nona Kimmy dengan cepat, mungkin nona Zee bisa mencobanya."


Zee? Ya, mungkin Zee bisa mencari identitas Kimmy dengan cepat atas kemampuannya, tapi masalahnya sekarang Zee sudah memulai pertempurannya dengan penghianat keluarganya. Zee harus fokus untuk merebut haknya, bahkan Milo pun harus menyiapkan penjagaan ekstra untuk Zee mulai dari sekarang.


"Zee? Dia memang bisa di harapkan untuk ini. Tapi untuk sekarang aku tidak bisa mengganggunya Ben." Milo pun menyesap wine tersebut kemudian meletakkannya kembali di meja karena rasanya dia sudah tidak berselera untuk meminumnya.


"Sudahlah, kita tunggu saja hasil dari Bird. Mungkin untuk beberapa hari kedepan aku akan sibuk bersama Zee."


Beberapa menit kemudian, Ben keluar dari kamar Milo setelah di berikan beberapa perintah olehnya.


***

__ADS_1


__ADS_2