MILLION% Mafia Dan Gadis Panah

MILLION% Mafia Dan Gadis Panah
bab 27


__ADS_3

Bab 27


Setelah beberapa hari. 


"Pulanglah ke tempat kerja mu nak. Nikmati masa mudamu dengan apa yang kamu mau, bukan merawat ibu yang sudah ada dokternya."


"Tidak ibu, aku memang berencana ingin menginap di rumah selama beberapa minggu."


"Untuk apa? Bukankah itu dilarang Milo."


"Mulai sekarang Milo sudah mengizinkan ku melakukan apapun, termasuk bertemu ibu setiap hari. Itu adalah permintaan ku untuk mengatasi trauma ku nanti."


"Trauma? Milo mengetahuinya?"


Kristal mengangguk. "Iya, aku yang memberitahunya jika aku mempunyai trauma dengan panah. Habisnya dia memberiku syarat memanah supaya bisa berkencan dengannya."


"Apa…? Bagaimana bisa Milo memberikan syarat itu. Apa kau mengujinya?"


"Tidak ibu, aku mana berani mengujinya."


Kristal pun menceritakan percakapannya dengan Milo yang memintanya untuk menikahi dirinya dan berakhir pada kencan yang di setujui dengan syarat.


"Karena itu aku datang menemui ibu untuk mendampingi ku di saat melawan trauma nanti. Tapi ternyata kondisi ibu malah seperti ini." Kristal menunduk sedih.


Sivia memejamkan mata merasa pusing mendengarnya. Putrinya itu akan berperang lagi melawan traumanya yang seakan tidak mempunyai masa depan. Sungguh membuatnya kesal. Meski begitu Sivia akan terus mengurus putrinya. 


Sivia mengambil tangan putrinya untuk di genggam.


"Baiklah mau bagaimana lagi jika sudah seperti ini. Ibu akan mendampingi mu sepenuhnya sampai kamu sampai trauma itu hilang. Ibu yakin kita bisa mengatasi masalah ini sekali lagi." 


Kristal tersenyum dan memeluk ibunya dengan hati-hati.


'Terimakasih ibu, aku tidak tahu harus kemana lagi selain ibu."


Sedangkan di sebuah restoran.


Kimmy hanya mengaduk makanannya dengan mood yang kurang baik.


"Aku merindukan Kristal."


Roma hanya menghela nafasnya. Dia pun merindukan Kristal juga. Tidak ada Kristal rasanya tidak asyik saat bermain, dan tentunya membosankan. Itu karena Kimmy tidak mau di ajak bermain lantaran tidak ada Kristal. 


"Andaikan dia bisa di hubungi, aku tidak akan kehilangan seperti ini."


"Sudahlah, mungkin saja Kristal sedang fokus merawat ibunya. Kita harus mendoakan agar ibunya cepat sehat dan Kristal cepat kembali."


Sedangkan gadis yang tengah di rindukan oleh dua temannya itu kini sedang menangis ketakutan dalam pelukan ibunya bersama dokter yang tengah mencatat semua reaksi Kristal. 


"Ibu.. itu bukan a…"


"Sstttt,,, jangan mengatakan sepatah katapun nak. Ibu mohon." Bisik Sivia yang langsung memotong ucapan Kristal.


Hari demi hari Kristal masih bergelut dengan traumanya. Hanya dengan memegang busur nya saja dia langsung meringkuk tak berdaya. Tangisannya selalu melantunkan ketakutan.


Namun setelah berminggu-minggu lamanya, akhirnya Kristal berhasil melawan traumanya. Ibu dan ayahnya tentu ikut andil dalam kesembuhan ini. Berkat cinta, dukungan, serta motivasi dan berbagai nasehat dari mereka lah Kristal berhasil bangkit dari belenggu trauma. Bahkan kini gangguan kecemasannya telah terkikis. 


Semuanya demi masa depan nya, termasuk Milo yang dia inginkan untuk masa depannya. 


Ya, rekaman suara Milo berhasil membangkitkan semangat hidupnya lagi untuk melawan trauma.


_

__ADS_1


_


Hari ini adalah hari baru untuk Kristal. Senyuman dibibir nya menghiasi langkahnya menuju ruangan CEO. Ya, orang pertama yang dia temui setelah pengobatan adalah Milo.


"Hai Milo, satu bulan ini apa kau merindukanku?"


"Lima menit."


Senyuman manis itu seketika luntur. "Ishhh kau ini. Harus nya kau senang karena aku berhasil melawan trauma ku dengan cepat."


"Aku sudah tahu."


Kristal cemberut di buatnya. Milo benar-benar seperti kutub Utara.


Tiba-tiba dari pintu masuk terdengar suara orang yang dikenal nya.


"Kristal."


Kimmy langsung menghampirinya dan memeluknya. 


"Kenapa kamu agak kurusan sekarang."


"Mungkin karena akhir-akhir ini aku sangat lelah."


"Uhh, kau sangat berbakti. Sudah makan siang?"


"Sudah. Ayo kita shopping."


"Tapi ini waktunya bekerja."


"Tidak ada yang melarang kita, benarkan tuan tampan." Kristal mengedipkan sebelah matanya.


Milo hanya berdecak. 


Keesokan harinya


Kimmy dan Kristal tiba di komplek olahraga dimana sudah ada Roma yang sedang menunggu.


"Bagus ya, tidak ada yang memberitahuku jika kemarin seseorang sudah pulang." 


"Justru ini yang aku mau. Lihat wajah jelek kamu yang lagi ngambek."


Cekrek.


Kimmy berhasil memotret wajah Roma.


"Hei apa kalian kurang kerjaan?"


Kedua gadis itu semakin menggoda Roma. 


Setelah beberapa saat, mereka sudah ada di pintu masuk lapangan tenis.


"Serius kamu ingin bermain tenis lagi? Jika kalian memar lagi bagaimana?." Ucap Roma.


Roma takut jika kedua gadis itu memar lagi karena bola tenis, bahkan bibir Kristal sempat sobek dibuatnya. Itu menyebabkan mereka bertiga di hukum oleh Milo dengan membersihkan toilet karyawan selama tiga hari. Kedua gadis itu sejatinya memang belum pernah bermain tenis bola.


"Jika tidak dicoba lagi aku tidak akan pernah bisa. Jangan khawatir, aku ini cepat belajar."


Mendengar kata terakhir Kimmy, Kristal pun tersadar jika dia pun juga harus secepatnya belajar memanah. Tidak ada waktu untuk menunda-nunda jika ingin secepatnya berkencan dengan Milo.


"Kalian main berdua saja. Aku ada janji di arena lain."

__ADS_1


"Hah mengapa tiba-tiba."


"Aku lupa mengatakannya." Kristal sedikit nyengir. "Ya sudah nanti kita bertemu setelah permainan berakhir. Daahhh."


"Dia ini,, semakin seenaknya saja meninggalkan kita."


"Sudah, biarkan saja dia selagi masih bahagia."


Kimmy dan Roma pun memasuki lapangan. 


Namun baru set pertama, Roma tiba-tiba mendapat panggilan mendesak dari orang tuanya.


"Maaf Kimmy, ini darurat. Tidak apa kan jika aku tinggal di sini?"


"Tidak apa, pergilah. Aku akan mencari Kristal sendiri nanti."


Roma tersenyum kemudian bergegas pergi. 


Setelah kepergian Roma Kimmy malah keluar dari lapangan meskipun masih ada lawan mainnya. Dia merasa kurang menyenangkan jika tidak bermain bersama temannya.


Tuutt..


Kimmy sangat gemas saat mencoba menelpon Kristal berkali-kali. Dia terus melakukan itu setiap sepuluh menit sekali.


"Ya Tuhan Kristal.. aku tahu jika kamu sedang sibuk di arena lain, tapi kenapa kamu tidak mengatakan kamu ada di arena mana tadi.. errrggg."


Kimmy melanjutkan langkahnya mengelilingi komplek tersebut berharap bisa segera menemukan Kristal.


Sampai akhirnya dia berada di lapangan panahan. Entah kenapa dia begitu tertarik saat melihat kata "panahan" yang tersemat di pintu masuk. 


Kimmy pun segera masuk untuk mendaftar. 


Di sisi lain, Milo beserta para pengawalnya telah sampai di arena panahan. 


Ketika pengawal membukakan pintu mobil untuk tuannya, tiba-tiba pengawal itu dan yang lainnya  jatuh satu persatu.


Ben melihat ada sebuah peluru di kepala salah satu pengawal nya. 


"Siaall, mereka memakai peredam suara."


Ben dan Milo bergegas menutup pintu mobil dan langsung menancap gas ke sebuah mobil yang tak jauh darinya. 


Benar saja, dari dalam mobil itu seketika melepaskan tembakannya. 


Kejadian ini membuat suasana menjadi kacau dengan teriakan para pengunjung dan orang di sekitarnya. Mereka masing-masing berlari dan bersembunyi untuk menyelamatkan diri sebisanya.


Banyak peluru memantul ketika menembaki mobil Milo yang sedang menyisir satu persatu tempat persembunyian musuh. Ben memang sangat ahli dalam mengendalikan gas. Sedangkan Milo berperan melepaskan tembakan dari kaca jendela yang sedikit terbuka.


Hening. 


Artinya Milo dan Ben menang. 


Para pengawal bayangan yang tersisa langsung bergerak untuk membersihkan semuanya. 


Tiba-tiba ada suara teriakkan dari salah satu pengunjung. "Menjauh! Ada bom disini."


Ben segera berlari untuk menjinakkan bom tersebut. Ben memang manusia multifungsi.


Milo hanya melihat sekilas dan masih mengamati sekitarnya. Seketika penglihatannya menangkap sosok wanita dengan gerak gerik mencurigakan di sebuah gerai kecil tak jauh dari tempat kejadian. 


Milo pun perlahan mendekati dengan pistol yang masih digenggamnya. 

__ADS_1


Namun dalam langkahnya, Milo benar-benar dikagetkan oleh sebuah anak panah yang melesat di depan dadanya.


Syuutt..


__ADS_2