MILLION% Mafia Dan Gadis Panah

MILLION% Mafia Dan Gadis Panah
bab 24


__ADS_3

Bab 24


Setelah selesai bermain basket, Roma dan kedua gadis itu berkeliling area bazar. Mereka mencari jajanan atau apapun yang mereka inginkan.


Leuwi yang berada agak jauh dari bazar masih tetap memperhatikan Kimmy melalui anak buahnya. Setelah cukup berbincang, dia pun segera mendekati Kimmy untuk melepas rindunya ketika bertemu kembali.


Kebetulan Kimmy baru saja keluar dari toilet. Ini adalah waktu yang pas untuknya. 


"Gadis nakal." 


Kimmy menoleh ke sumber suara. 


Leuwi pun tersenyum senang menunggu suara dari Kimmy.


"Ya tuan, ada apa?"


Seketika senyuman Leuwi luntur tak tersisa mendengarnya. 


"Ah, tuan yang tadi terkena bola kan? Maafkan saya, saya memang sedikit nakal. Apa sekarang terasa sakit? Mari saya akan mengantarkan ke rumah sakit."


Leuwi sedari tadi hanya berkedip kedip melihat Kimmy yang mengoceh.


"Tidak, aku tidak apa-apa. Hanya saja,,, aku seperti familiar dengan mu. Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?"


Kimmy mencoba mengingat.


"Entahlah. Tapi, aku juga merasa pernah melihat anda. Tapi dimana ya?" Ucap Kimmy dengan melihat lebih jeli wajah Leuwi. 


Tiba-tiba Kimmy di kagetkan oleh suara Kristal yang memanggilnya.


"Kimmy cepatlah, kita akan segera pulang." 


"Ya, tunggu aku." Kimmy pun segera berlari kecil agar tak ketinggalan.


'Kau melupakanku atau tidak ingat?' Batin Leuwi terus menatap Kimmy yang mendatangi Kristal hingga tak sadar jika ada seorang gadis cantik yang berusia 15 tahun melambaikan tangan di depan wajah nya.


"Kak Lew. Haloo."


Lew mengedipkan mata tersadar lalu tersenyum. "Halo tuan putri, apa semua baik baik saja?"


Gadis itu mengangguk.


Menjelang malam.


Mobil telah sampai di rumah baru. Kimmy dan Kristal pun turun dari mobil Roma.


"Kimmy," gadis yang di sebut namanya pun menoleh. "Jangan lupa gosok gigi sebelum tidur."


Kimmy tersenyum tipis dan mengangguk. 


Roma pun melajukan mobilnya. 


Hening beberapa saat setelah mobil Roma sudah tak terlihat. Kimmy yang akan berjalan memasuki rumah pun seketika merasa aneh karena Kristal sedari tadi melihatnya dengan senyum gemas.


"Kenapa?"


"Apa kalian ada hubungan spesial?"


Kening Kimmy berkerut.


"Kau, dan Roma." Tambah Kristal.


"Tidak." Jawab Kimmy yang berjalan masuk kedalam rumah.


"Jangan lupa gosok gigi sebelum tidur. Oh ayolah… Kalian seperti sepasang kekasih yang baru jadian."

__ADS_1


"Omong kosong apa yang kau ucapkan." 


"Kalian saling menyukai kan?"


"Tidak."


"Oh ya? Sebentar lagi pipimu akan merah loh."


"Ayo,, katakan padaku."


"Ya ampun Kristaaalll, kau sungguh berisik."


"Roma tampan bukan?"


Kristal terus menggoda Kimmy hingga Kimmy kesal. 


Sedangkan di seberang jalan, ada sebuah mobil yang sedang berhenti sejenak.


"Jadi disini dia tinggal?"


"Benar, mereka baru tinggal di sana 5 hari." Lalu asisten itu segera mengemudikan mobilnya.


"Mengapa kau buru-buru?"


"Hanya untuk berjaga-jaga. Rumah itu penuh dengan penjagaan meskipun tidak seketat di rumah anda."


"Oh rupanya begitu. Aku ingin tahu siapa orang besar di balik gadis itu."


***


Fajar mulai menyingsing. 


Leuwi memulai harinya dengan melihat sebuah berkas yang berisi data Kimmy.


Matanya menyipit ketika melihat data Kimmy yang kosong melompong selain aktifitasnya bersama Roma dan Kristal yang baru beberapa minggu ini.


"Maaf tuan, memang hanya itu yang kami dapatkan. Gadis yang bernama Kimmy itu bahkan tidak ada identitasnya."


Leuwi menghela nafasnya kasar. Dia baru ingat jika identitas asli Kimmy sudah tidak ada sedari dia bertemu. Itulah mengapa Leuwi kesulitan mencari Kimmy saat dia sudah kembali lagi ke kota besar ini.


Meski begitu, dia tahu jika Kimmy berasal dari keluarga Frey. Kimmy pernah menyebutkan nama lengkapnya disaat berkenalan dengan Leuwi saat itu. 


Namun Leuwi belum sempat menggali lebih dalam lagi soal Kimmy lantaran dia begitu sibuk bolak-balik ke luar negeri. 


Yang menjadi pertanyaan, sejak kapan namanya menjadi Kimmy Dalton? Apakah dia pernah diadopsi oleh keluarga Dalton? 


Leuwi pun memainkan jemarinya di komputernya yang sudah menyala sedari tadi. 


Sialll.


Dalton adalah kepala desa Rimb yang dimana desa tersebut sudah mati lebih dari 20 tahun yang lalu.


Sebenarnya apa yang terjadi pada Kimberly selama ini. Mungkinkah terjadi sesuatu padanya lalu dia—


Tik. Tik. (Waktu terus berdetik.)


Amnesia. 


Ya.


Sepertinya itulah jawaban dari pertanyaan Leuwi di pagi hari ini. 


Sedangkan gadis yang di pikirannya itu saat ini baru turun dari mobil Roma bersama Kristal tentunya. 


Mereka memang anak anak muda yang aktif dalam hal apapun. Kerja pun mereka tidak pernah telat.

__ADS_1


Tak lama kemudian, sebuah mobil melewati ketiganya begitu saja. 


Didalam mobil tersebut ada seseorang yang sedang berdecih tak suka melihat pemandangan yang di lewatinya.


"Cihh, semakin hari pria itu benar-benar seperti perangko yang terus menempel dengan gadis gadis."


"Anda tidak suka melihatnya?" Ben tentu sudah tahu jika Milo menyukai Kimmy. Sedari awal mereka bertemu memang sudah terasa aneh jika Kimmy harus tinggal di mansion bersamanya. Alasan menolongnya bukanlah alasan yang masuk akal untuk sebuah mansion Milo yang sangat terlarang. Contohnya Kristal dan beberapa orang lainnya yang pernah menolongnya hanya diberikan fasilitas saja.


Milo terdiam


"Jika begitu, mengapa tidak anda saja yang berada di tengah-tengah kedua nona itu?"


Milo menoleh kepada Ben. 


"Anda yang akan menghabiskan waktu sehari-harinya seperti bermain contohnya."


"Kau pikir aku anak kecil yang harus bermain."


"Bermain bersama gadis tidak harus bermain seperti anak kecil tuan. Anda bisa bermain sesuai hobi mereka atau mungkin hobi anda."


Milo mendengar masukan dari asistennya yang ada benarnya juga menurutnya.


Dan mulai dari hari itu, setiap dua atau tiga kali dalam seminggu Milo terus mengundang Kimmy dan Kristal untuk bermain bersama. Tentunya mereka bermain di tempat yang privasi mengingat siapa itu Milo. 


Hari ini acara mereka berkuda. 


Kristal begitu kesusahan untuk belajar sehingga dia terjatuh dan sedikit cidera di pergelangan kaki. 


Milo berdecak dalam hatinya. Apa yang bisa di lakukan oleh seorang Kristal selain cantik? Pikirnya. 


Sebenarnya Milo tidak suka ada Kristal di acaranya. Namun karena Kimmy harus selalu bersama Kristal tentu saja mau tidak mau Milo harus membawanya juga.


Karena sebenarnya selama menghabiskan waktu bersama Milo, Kristal tidak semenyenangkan Kimmy yang asik di ajak bermain apa saja, terlebih lagi sebagian besar kesukaan Milo adalah aktivitas yang berbau olahraga. Tentu Kimmy begitu klop jika bermain dengan Milo. 


"Kalau begitu kau istirahatlah. Nanti akan ada dokter yang merawatmu."


Milo kemudian beralih melihat Kimmy yang sedang memberi makan apel. Kuda berwarna golden brown itu merasa nyaman bersama Kimmy yang terus mengajaknya mengobrol sembari mengelus kepalanya.


"Sudah siap naik kuda?"


Kimmy mengangguk. 


Kimmy sudah ada di atas punggung kuda dibantu oleh Milo. Disusul Milo sendiri yang naik di belakang Kimmy.


"Eehh kamu ngapain? Tuntun saja kudanya dari bawah."


"Aku juga ingin naik kuda."


"Tapi kuda kan ada satu lagi." Ucap Kimmy menunjuk kuda yang lainnya. Sejujurnya Kimmy tidak merasa tidak nyaman jika seperti ini. 


"Diam!"


Kimmy mencebikkan bibirnya kesal. Namun bibirnya perlahan tersenyum ketika kuda sudah berjalan. Dia menghirup udara sembari merentangkan tangannya.


Milo ikut tersenyum melihat nya. 


"Ingin yang lebih seru?"


"Apa itu?"


"Berpegangan."


Woooo


Kuda pun berlari dengan kecepatan sedang kemudian kecepatan tinggi dan sedang lagi. Begitu seterusnya yang membuat mereka tertawa lepas.

__ADS_1


Dari kejauhan, Kristal melihat tawa itu dengan wajah murung.


__ADS_2