MILLION% Mafia Dan Gadis Panah

MILLION% Mafia Dan Gadis Panah
bab 25


__ADS_3

Bab 25


Kristal telah berada di sebuah butik beberapa jam setelah pulang dari lapangan berkuda. 


Ruangan khusus yang kedap suara milik ibunya itu membuatnya leluasa untuk mengadu semua permasalahan yang ada di hatinya.


"Baik Kimmy dan Milo ternyata mereka saling menyukai. Bagaimana ini ibu."


Sivia menghela nafas ketika mendengarkan cerita putrinya. Baginya ini cukup rumit karena pria itu adalah Milo. 


"Dengar sayang,  membuat Kimmy bersatu dengan Roma itu masih kurang. Karena Milo yang mempunyai kekuasaan bisa saja mengambil Kimmy dari tangan Roma."


"Lalu aku harus apa ibu."


Sivia mengusap wajah putrinya yang sangat cantik. "Kau harus berusaha membuat Milo jatuh cinta secepat mungkin. Masalah Kimmy, biarkan Roma terus mendekatinya. Mengerti?"


"Aku mengerti. Tapi,, bagaimana caranya. Milo itu susah sekali bahkan hanya untuk menelpon saja aku tidak mempunyai nomornya."


Ibunya terdiam sejenak memikirkan cara. Setelah beberapa saat, Sivia tersenyum kepada Kristal karena telah berhasil mendapatkan ide.


Di dalam mobil, seorang pria sedang cengengesan ketika mendengar sebuah kabar.


"Jadi bocah itu sedang mencari tuan L?" 


Bibirnya terus tersenyum. Dia seperti sedang mendapatkan lotre hari ini. 


"Kalau begitu biarkan dia menemukan kita. Tentunya di dalam perangkap kita." Sudut bibirnya menyeringai.   


Ya, berhasil. Milo kini berhasil menemukan tempat tuan L yang berada di sebuah villa di perbukitan. Sangat pas dengan posisinya yang sekarang sedang perjalanan pulang dari bisnisnya.


"Tuan, anda baru turun dari pesawat, istirahat saja di mansion. Biar kami yang menangkap tuan L itu." Ucap Ben 


"Ben.. kau tahu kan tanganku sudah sangat gatal ingin sekali mencekik manusia yang bernama tuan L itu."


Ya Ben sangat tahu itu. Manusia itu terus mengganggu hidup Milo sampai saat ini.


Strategi telah di atur, Milo dan yang lainnya pun perlahan masuk ke area villa secara senyap lantaran liciknya tuan L itu. 


Jika dia menyerangnya secara kesatria, maka tuan L itu yang merupakan ketua Moon Fire akan kabur lagi. Dan seterusnya yang akan terjadi adalah mendirikan Moon Fire kembali, lagi dan lagi.


Namun strategi hanyalah strategi. Tuan L itu kini sedang tersenyum lebar di balik topengnya setelah mendengar sebuah kabar melalui headset yang menempel di telinganya. 


"Bagus, masuklah ke sini. Pintu terbuka lebar untuk mu Milo."


Milo dan yang lainnya telah berada di posisi masing-masing. Bahkan kini Milo berada tak jauh dari orang yang memakai topeng.

__ADS_1


"Benar tuan, beberapa hari yang lalu kami melihat Milo dengan seorang gadis. Namun sayangnya lagi-lagi kami belum bisa melihat wajahnya karena penyamarannya."


"Hmm, rupanya dia benar-benar mempunyai seorang gadis. Hmm, aku jadi penasaran akan kecantikan gadis itu. Apakah dia seperti seleraku?" 


" Tenang saja tuanku, bagaimana pun kecantikannya kami akan membawanya untuk anda."


"Hahaha"


Mendengarnya, kepalan tangan Milo sangat kuat hingga jarinya memutih. Mereka sengaja mengucapkan kata kata itu untuk memancing Milo.


Setelah beberapa saat, Milo mengkode pasukannya untuk menyerang. Namun tuan L terlebih dahulu menembak dan menendang meja kepada Milo.


Milo yang menghindari tembakan dan meja tersebut kemudian langsung mengambil kain penutup meja dan melilitkannya ke leher tuan L agar tidak bisa kabur. Namun tuan L dengan sekuat tenaganya menyikut perut Milo hingga lilitan itu terlepas dari lehernya. 


Dengan sempoyongan, tuan L mengambil pisau kecil dari sakunya. Namun Ben dengan cepat menendang pisau itu dan menginjak dadanya berkali-kali hingga muntah darah. 


Saat topeng itu di buka, seorang pria berkumis itu menunjukkan seringai mengejeknya kepada Milo dan Ben. 


"Kalian salah." Ucap tuan L palsu itu yang kemudian tergeletak begitu saja.


Sekelebat Milo melihat seorang bertopeng melarikan diri. Dia pun langsung mengejar nya. Itu adalah tuan L yang asli. Auranya memang berbeda dari pria bertopeng tadi. 


Milo langsung menendang punggungnya ketika sudah dekat dengan ketua L. Orang itu langsung menghajar Milo sangat brutal. Namun Milo masih bisa mengimbangi dan menghindari serangan brutal tersebut. 


Hanya satu lawan satu bisa bertahan sampai sejauh ini. Hingga tiba di pinggiran tebing. 


Danau ini sangat jernih sehingga Milo bisa jelas melihat apapun di sekitarnya.


Namun Milo harus menerima kenyataan bahwa tuan L itu pergi menjauh ke permukaan saat dua orang berbadan kekar berenang menujunya dengan belati di tangannya. 


Milo pun langsung menghindarinya dan mengambil sebuah belati kecil di sakunya. 


Seakan tidak diijinkan untuk menghirup oksigen ke permukaan, mereka saling mengejar dan menghajar dengan senjata masing-masing di tangannya. 


Sedangkan tuan L yang basah kuyup tersebut malah duduk santai di pinggiran danau menonton pertempuran air tersebut. 


Sampai sejauh ini, baik di darat ataupun di air, Milo masih bisa bertahan. Ini membuat kilatan mata tuan L semakin menyala.


'Si tua Bangka itu menjadikannya sangat kuat sehingga pantas dijadikan ketua. Walaupun demikian, dia tetap tidak pantas di posisi itu.' Gumam dalam hati tuan L.


Sudut bibir tuan L tersungging saat Milo terkena sayatan di pundaknya.


Namun senyuman itu seketika sirna saat tiba-tiba saja ada sebuah helikopter dan melepaskan jaring ke danau sehingga pertempuran itu terhenti seketika lantaran Milo dan dua orang lainnya terjerat jaring.


Dengan tatapan kesal, tuan L pun segera pergi dari tempat tersebut untuk memikirkan rencana lain.

__ADS_1


Sore hari


Setelah pulang dari pekerjaannya, Kimmy dan Roma menjemput Kristal di sebuah kafe yang berada tak jauh dari butik Sivia. 


"Haiss, kau ini, betah sekali di butik."


"Yaaa bagaimana ya, hobi sih." Padahal selama beberapa hari ini dia menginap di rumah bersama orang tuanya.


Ucapan menginap di butik itu hanyalah sebuah alibi belaka.


Setelah sedikit berbincang dan menyantap makanan, mereka pun segera pulang karena matahari sudah terbenam.


Namun saat perjalanan, tiba-tiba mobil Roma di cegat oleh sekelompok bandit. 


Kimmy dan Roma tentunya melawan para bandit itu. Bantuan datang dari pengawal bayangan. Namun ternyata salah satu dari mereka malah membawa Kristal.


"Lepaskan. Lepaskan aku.."


Bugh. Kristal pingsan setelah di pukul tengkuknya. Kemudian orang itu membawa pergi Kristal.


"Heiii lepaskan Kristal." Teriak Kimmy yang berlari mengejar Kristal.


Kimmy sangat berusaha berlari mengejar penjahat itu meskipun hanya disinari cahaya bulan. 


Namun, tiba-tiba ada suara keras dari segerombolan orang.


"Itu dia. Cepat lenyapkan dia."


Kimmy tercengang melihat gerombolan itu yang kini menargetkannya. Meskipun cahaya begitu minim, tapi Kimmy bisa melihat berbagai senjata tajam yang di bawa gerombolan itu. 


Sontak saja Kimmy langsung berlari dan terus berlari. Dia tidak bisa melawan karena gelapnya malam dan kedalaman hutan. Ya, tanpa sadar dia masuk kedalam hutan.


"Jangan sampai lolos. Dia harus mati sekarang juga."


Mendengar itu, entah mengapa kepalanya terasa sakit. Dia merasa Dejavu dengan kejadian ini.


Tiba-tiba kejadian serupa muncul di ingatannya. 


Dia berlari di gelapnya malam tanpa arah dengan rasa takut yang amat sangat lantaran sekelompok orang ingin membunuhnya. Orang orang yang membawa beberapa senjata tajam itu terus mengejarnya meskipun gelap gulita di dalam hutan. 


Ketakutan yang amat sangat itu membuatnya putus asa lantaran ada rasa kecewa yang sangat besar. 


Ya, saat itu dia kecewa karena para pembunuh itu adalah orang orang ayahnya sendiri. Dia mengenalinya.


Di tengah putus asa nya itu, yang bisa dia lakukan adalah berlari dan terus berlari ke dalam gelapnya hutan dan berharap tidak ingin bertemu lagi dengan ayahnya. 

__ADS_1


Di tengah ingatan yang terus bermunculan itu, Kimmy terus berteriak kesakitan. Tubuhnya tiba-tiba seperti jelly yang langsung ambruk seketika. Air matanya mengalir deras dengan rasa sakit di hati dan kepalanya. Sampai akhirnya kesadarannya berangsur menghilang. 


Samar-samar dia mendengar suara tembakan beruntun sebelum benar-benar menutup mata.


__ADS_2