MILLION% Mafia Dan Gadis Panah

MILLION% Mafia Dan Gadis Panah
bermain senyap


__ADS_3

Bab 7 


Beberapa hari kemudian


"Tuan, anda tidak apa-apa?" Tanya Ben yang langsung menghampiri Milo dengan membawa kotak p3k.


"Aku bukan anak kecil Ben." Milo memutar bola matanya saat sekretarisnya itu memeriksa seluruh tubuhnya seperti seorang ibu yang sangat khawatir terhadap anaknya. 


"Saya hanya khawatir tuan. Beruntung yang ringsek hanya mobil itu bukan anda." Ucapnya sambil memberikan obat merah di beberapa luka Milo.


"Untuk apa kau mengobati luka kecil ini?" Goda Milo.  


"Agar musuh tahu jika anda sedang terluka." Ucap Ben dengan ketus.


Ben menunjukkan wajah kesalnya lantaran Milo malah menikmati dramanya. 


Dari awal Milo sudah tahu jika mobil yang ia bawa saat ini telah di sabotase. Sehingga di tengah perjalanan saat mobilnya oleng, sebuah truk langsung menghantam mobil Milo ke pepohonan besar berkali-kali hingga mobil tersebut ringsek parah. Beruntung Milo langsung melompat di beberapa detik sebelum truk itu menghantam mobilnya.


Milo tersenyum tipis melihat wajah Ben karena dia tahu bahwa Ben amat menyayanginya seperti adik sendiri.


"Apakah Redy sudah memberikan pesan?"


"Ya, Redy Stave melaporkan jika klan itu saat ini sedang menuju markas besar setelah mereka membumihanguskan markas persenjataan yang ada di kawasan A."


Milo tersenyum licik.


"Baiklah, mari bersenang-senang sebelum pergi ke negara M."


Milo yang diikuti Ben langsung ke markas besarnya yang ada di dalam hutan dimana pasukan Moon Fire baru saja mengepung markas tersebut.


Pertempuran itu di mulai oleh Milo yang langsung menebas puluhan orang secara membabi buta dengan pedangnya yang diikuti oleh para anggotanya tanpa aba-aba.


Namun saat sedang asyik, tiba-tiba Milo mendapatkan sebuah luka tembak di lengannya.


Argh..


"Tuan."


"Cepat, bawa pergi tuan dari sini!" Teriak Redy yang terlihat menghalau serangan untuk Milo.


Setelah mobil yang membawa Milo pergi, Redy memberikan kode kepada pasukannya untuk segera mundur menyelamatkan diri. 


Boom!

__ADS_1


Boom!


Redy dan para pasukannya tersenyum puas saat mendengar beberapa ledakan bom ketika meninggalkan hutan tersebut.


Ya, Redy lah yang menekan tombol untuk meledakkan bom yang telah di kubur di dalam tanah di sekitaran markas itu. 


Mungkin beberapa bom itu tidak akan membunuh semua pasukan Moon Fire, tapi lagi-lagi ini hanya sebuah drama yang telah di atur oleh Milo. 


Ya, Milo memang sengaja tidak menghabisi semua pasukan Moon Fire karena dia ingin ada saksi mata yang melaporkan kepada ketuanya jika Milo sempat tertembak. Padahal, Milo sendiri memang sengaja bersikap lengah seperti itu karena dia sudah tahu jika ada sang penembak jitu yang sedang bersembunyi.


Drama ini sengaja di rancang oleh Milo agar sang ketua Moon Fire muncul ke permukaan sehingga klan tersebut bisa benar-benar lenyap.


Beberapa hari ini Milo membiarkan beberapa markasnya di hancurkan (tentunya itu markas imitasi) dan mengorbankan sebagian anggotanya menjadi korban moon Fire (karena memang mereka bukan anggota yang bersih di klan Milo setelah di selidiki), bahkan dirinya sengaja lengah agar terluka. Setelah melihat betapa kacaunya klan black fire saat ini, tidak di pungkiri jika ketua Moon Fire akan muncul untuk menghabisi Milo bukan?


Keesokan harinya


Di pulau M


Sebuah helikopter mendarat di depan bangunan besar sekaligus satu satunya bangunan yang berdiri di pulau tersebut.


Pulau ini adalah pulau pribadi Milo yang kerap di jadikan sebagai tempat liburan para konglomerat dengan fasilitas lengkap sesuai kebutuhan para orang kaya tersebut.


Di Sisi lain, Zee sedang tersenyum menatap layar komputer yang sedang menampilkan kedatangan Milo. Sebab, dari arah jam 11 Milo, ada sebuah drone yang sedang melayang bebas dan pergi ketika Milo telah memasuki villa tersebut. 


Boom !


Beruntung Milo, Zee dan para pengawalnya sedang berada di sebelah timur villa sehingga mereka langsung menyelamatkan diri dengan berlari ke dalam hutan. 


Di dalam hutan tersebut, Milo, Zee dan para pengawal langsung di berikan kacamata khusus agar bisa melihat dalam kegelapan. 


Ya, sebelum Zee dan dirinya menginjakkan kaki di pulau tersebut, Milo telah mengatur segala rencana dan kemungkinannya sehingga semua pasukan Milo telah siaga yang di bagi menjadi beberapa bagian seperti luar, tengah, inti dan pelindung. Tak lupa pasukan rescue juga terbagi menjadi darat, air, dan udara. 


Milo sudah memprediksi jika musuh akan menyerang di malam hari. Sebab musuh akan berfikir jika Milo ada di dalam pulau, maka Milo tidak akan bisa melarikan diri saat mereka mengepungnya. 


Setelah memakai kacamata dan alat komunikasi, Milo dan Zee segera berpencar ke arah selatan dan utara dimana masing-masing mempunyai perlindungan berlapis di sana.


Kini, posisi Milo dan puluhan pengawalnya telah di kepung oleh klan Moon Fire yang terlihat berbaris rapi dengan pakaian khususnya. 


Mata Milo melihat sekelilingnya dengan wajah antusias. Kemudian dia sengaja berbasa basi di awal untuk memancing emosi lawan. 


"Hai. Ternyata kalian masih ada. Ku pikir kalian benar-benar lenyap saat aku lenyapkan 8 bulan yang lalu."


Hening.

__ADS_1


Milo melihat satu orang di tengah yang memakai topeng dengan aura yang berbeda. Bisa di tebak jika itu adalah ketuanya.


"Aku ingin tahu, siapa kau sebenarnya. Mengapa kau satu-satunya yang memakai topeng. Apa wajahmu sangat jelek?"


"Persetan dengan bualan mu."


"Serang!!!" Titahnya dengan suara yang menggelegar.


Namun saat ketua Moon Fire baru selesai dengan teriakannya, dia sangat tercengang dengan apa yang di lihatnya. 


Anggota Moon Fire yang mengelilingi Milo dan pengawalnya seketika banyak yang tumbang dengan tiba-tiba. Padahal, Milo dan pengawalnya belum melakukan pergerakan apapun.


Ada apa ini? Batin ketua bertopeng yang melihat sekelilingnya. Kemudian dia melihat Milo yang sedang menyeringai melihatnya. Oh aku tahu, pantas saja di situasi seperti ini dia hanya bersama pengawalnya. Rupanya pasukannya yang asli telah berada pada posisinya masing-masing. Kurang ajar kau Milo. 


Ketua bertopeng itu berusaha tenang dengan mengepalkan tangannya.


"Cuih. Pecundang macam apa kau yang bermain senyap seperti ini."


"Jika aku tidak bermain senyap, aku khawatir kau akan ketakutan melihat ku yang begitu brutal." Ucap Milo dengan seringainya.


Ya, kali ini Milo sengaja bermain senyap karena ada beberapa pertimbangan. Saat ini ada Zee yang sedang bertarung dengan musuhnya di pulau ini. Milo sangat memikirkan keselamatan Zee yang seorang pewaris. Selain itu, dia juga ingin menghabisi Moon Fire sekali tebas tanpa ada darah yang tumpah dari pasukannya, karena pada dasarnya klan itu sudah lenyap. Dan juga, musuhnya yang lebih besar masih menunggunya dengan segudang misteri yang belum terpecahkan hingga kini.


Sedetik kemudian, satu persatu anggota yang ada di dekatnya tumbang.


Milo kembali menyeringai saat melihat bola mata kaget dari balik topeng itu.


Rupanya, team pelindung yang melakukannya. Tembakan mereka tidak akan terdengar karena senapan mereka telah di lengkapi alat peredam suara.  


Keberadaan mereka yang sebagian besar ada di atas pohon membuatnya mudah untuk menembaki lawan. Tidak ada yang tahu di pohon mana atau tempat mana saja team pelindung berada, sebab mereka sudah di latih sedemikian rupa untuk berkamuflase dengan alam.


Merasa sedang terdesak, Ketua moon Fire yang bisa cepat membaca situasi pun melemparkan sebuah granat pada gerombolan Milo dan dengan cepat berlari dari tempat itu. 


"Semuanya cepat lari!!" Teriak Milo.


Boom! 


Dor.


Dor.


Dor.


***

__ADS_1


__ADS_2