
Bab 17
"Kimby.. Kimberly adikmu?"
Kristal mengangguk.
'Pantas saja aku merasa familiar melihatnya.' Batin Roma.
"Dan aku lihat kau terus memandanginya. Bukan begitu?"
Seketika Roma mematung; berkedip-kedip salah tingkah tercetak di wajahnya karena ketahuan memandangi Kimby.
Jika itu bukan Kimby maka dia tidak akan salah tingkah seperti ini meskipun sedang ketahuan memandangi gadis lain.
Kristal terkekeh melihat ekspresi Roma. Dia sangat tahu jika Roma menyukai adiknya sedari kecil. Mereka adalah tetangga dan sering bermain bersama. Dan Kimby paling sering bermain dengannya.
Seketika matanya menangkap benda yang menggantung di leher Roma. Kristal semakin gencar menggoda pria di depannya itu.
"Cincin mainan itu masih menggantung di lehermu." Roma refleks memegang cincin mainan yang di kalungkan di lehernya itu di balik baju. Pandangannya berpaling dari Kristal sejenak. "Aku hanya ingin tahu, setelah beberapa tahun tidak bertemu, apakah perasaan mu pada Kimby berkurang atau bertambah setelah melihatnya tumbuh semakin cantik."
Kali ini wajah pria itu langsung berpaling ke samping dengan rona kemerahan yang terlihat samar. Tangannya bergerak gerak membenarkan posisi kalungnya.
"Aaa,, jadi benar kau masih sangat menyukainya."
Tidak ingin rona di wajahnya semakin memerah, Roma sedikit membentak Kristal.
"Diam! Bukan urusanmu."
Kristal tertawa kecil.
Namun setelahnya, ekspresi wajah Roma berubah menjadi gelap saat Kristal kembali bersuara.
"Bagaimana dengan Rosa. Bukankah kalian sudah pacaran?"
"Aku tidak ingin membahasnya."
"Ayolah, aku hanya ingin memastikan keadaan." Ucap Kristal manja sembari melipat tangannya di dada.
Roma mendengus kesal. "Setelah ini aku tidak ingin mendengar namanya lagi. Dia mendekati ku hanya untuk memeras ku."
"Jadi kau sudah putus dengannya?"
"CK, Memangnya kau pikir aku sudi di peras terus menerus."
"Jadi kau jomblo dong?" Mata Kristal berbinar. Sedangkan mata Roma mendeliknya konyol.
"Pertanyaan macam apa itu."
Kristal lega mendengarnya. Dia hanya ingin memastikan pria yang akan mendekati adiknya bukanlah seorang playboy, meskipun dia tahu bagaimana seorang Roma.
Untuk itulah Kristal memanfaatkan hari ulangtahunnya untuk mendekatkan kembali Roma dan Kimmy.
Sebut saja Roma adalah kandidat pertama yang akan di comblangkan ya guys 🤭.
"Kalau begitu aku memberikan restuku jika kau bersungguh sungguh pada Kimby. Lagipula dia belum pernah berpacaran."
Roma kembali merona mendengarnya.
"Tapi, apa kau masih ingin mengejarnya? Walaupun dia melihat mu asing?"
__ADS_1
Seketika wajah Roma berubah menjadi serius bertanya tanya. Pasalnya Roma memang sudah tidak tahu kabar Kimmy lantaran pindah rumah ke kota besar ini saat memasuki sekolah SMP. Dia bertemu lagi dengan Kristal karena kuliah di universitas yang sama di kota itu.
"Aku hanya ingin memberitahu mu jika adikku sedang hilang ingatan sekarang. Namanya adalah Kimmy."
"Apa? Sejak kapan?" Roma cukup terkejut dan tak percaya mendengarnya.
"Aku tidak tahu, karena kami terpisah selama tiga tahun dan baru bertemu sekitar satu bulan. Hilang ingatan membuat kepalanya selalu sakit seperti tadi. Aku harap kau tidak memaksanya mengingat apapun karena kondisinya belum stabil."
Langit telah menunjukkan warna jingga.
Kristal memasuki kamar Kimmy.
"Bagaimana keadaan mu?"
"Jauh lebih baik."
"Syukurlah." Kristal tersenyum lega dan dia melihat piyama yang di kenakan Kimmy.
"Ayo ganti bajumu, kita akan menikmati sunset sebelum menikmati barbeque."
Kimmy menggeleng pelan.
"Aku. Sebaiknya aku tidak ikut. Aku satu satunya bukan anggota di acara itu."
"Kau ini bicara apa. Aku memperkenalkan mu sebagai adikku. Mereka tidak akan berbuat macam-macam padamu."
Kimmy membeku sejenak.
Adik.
Satu kata itu membuatnya teringat kembali akan ingatan yang menyerbunya saat di depan kue ulangtahun tadi.
"Kristal, ada yang ingin ku tanyakan."
"Apa,, kita saling mengenal sebelumnya?"
Kristal membeku.
"M-maksudmu?"
"Aku hanya merasa kita saling terikat di dunia ini. Dan… kau tahu, saat kita bersama pasti akan selalu ada beberapa momen yang selalu melintas di kepalaku, seperti sebuah ingatan, termasuk ulang tahun mu."
Deg.
'Dia mulai mengingatnya. Tidak jangan sekarang.' Batin Kristal yang berusaha mengendalikan diri.
"Kristal, kenapa wajahmu tiba-tiba menjadi pucat?"
Kristal gelagapan. "Ah aku, aku hanya sedikit lelah. Apa tadi? K-kau mengingat sesuatu?"
Kimmy mengangguk. "Ingatan itu selalu menampilkan dua gadis kecil yang wajahnya mirip kau dan aku. Dan kalau dipikir-pikir, wajah kita seperti ada kemiripan."
"Iyakah..? Mungkin ini hanya kebetulan." Kristal mencoba mengalihkan perhatian.
"Cepat Kimmy, aku ingin berfoto di waktu sunset. Aku harus mengirim foto tersebut kepada ibuku."
"Baiklah, baiklah. Tunggu sebentar."
Cekrek.
__ADS_1
Cekrek.
Banyak sekali foto foto cantik yang di ambil di waktu sunset. Waktu yang pas dengan latar pantai dan lautan di belakangnya.
"Kimmy tolong foto kan aku."
Cekrek.
Cekrek.
Kristal pun melihat Roma.
"Roma, tolong foto kan kami ya."
Setelah beberapa kali pengambilan gambar, Kristal pun mengambil kamera yang ada ditangan Roma.
"Kalian tidak ingin berfoto bersama?"
Baru saja mulut Kimmy terbuka, Roma sudah bersuara dengan cepat.
"Boleh."
Kimmy pun hanya bisa tersenyum ketika kamera memotretnya.
Cekrek.
_
_
_
Api unggun telah menyala, suara nyaring nyanyian terdengar sangat ceria diiringi petikan gitar.
Beberapa saat kemudian, kepulan asap dari pemanggangan menerbangkan harum kelezatan yang membuat cacing cacing di perut meronta-ronta.
Satu persatu semua orang telah menikmati barbeque dengan cemilan lainnya.
Seperti hukum alam, setelah ada kebersamaan pasti ada menyendiri dan perpecahan. Eits, perpecahan di sini adalah berpecahnya yang dari satu kelompok besar menjadi beberapa kelompok kecil.
Gelak tawa dan celotehan terdengar dari masing masing kelompok kecil yang terdiri dua orang atau beberapa orang saja. Bahkan ada yang menyendiri dengan dunianya sendiri.
Meski begitu, mereka akan berkumpul kembali menjadi satu kelompok yang selalu kompak dan saling menjaga satu sama lain setelah selesai dengan kelompok pribadinya.
Seorang wanita yang tidak jauh dari Kimmy terlihat sedang melakukan panggilan video.
"Yes, mom. Tenang saja kami tidak ada alcohol dan yang lainnya."
"Benar ya, tidak bohong."
"Ya Tuhan,, lihatlah hanya ini yang kami makan dan minum. Lagipula ini acara Kristal, tahu sendiri ayahnya Kristal itu super ketat."
"Sudahlah mah, dia sudah dewasa. Biarkan dia bersenang-senang dengan teman-temannya."
"Ya sudah ya, teman teman Ale sudah nungguin. Dah mommy. Daddy,, harus sering sering ceramahin mommy ya."
"Dasar anak ini….." Tut. Tut.
Kimmy menghela nafasnya kemudian pikirannya mengingat bagaimana hubungannya dengan sang ibu sewaktu di desa.
__ADS_1
Tidak ada yang istimewa.
Yang dia ingat hanyalah kesepian yang hakiki. Ibunya hanya akan muncul ketika membawakan makanan, setelah itu dia akan makan seorang diri. Kapanpun waktunya dia hanya sendiri di rumah, bahkan mungkin dia sendirian di desa itu lantaran sangat sepi hingga suara binatang kecil pun terdengar nyaring di siang hari.