
Aldera menarik selimut untuk membuat Clarissa merasa nyaman, setelah sejam yang lalu ia menjadi pundak untuknya menangis---mendengar banyak keluh resah sang kekasih. Bhkan kedua matanya sampai sembab merah akibatnya, ia hanya mampu menenangkan dan mendekap erat dirinya agar tak terlalu memikirkan nya.
Dengan sangat khawatir, Aldera sendiri langsung memberi pertintah kepada Demian untuk mencari tahu mengenai Clarissa lebih jauh melalui mindlink. Kini ia menatap gundah semangkuk sup meat dengan beberapa sajian buah apel yang telah teriris sebagai Dissert tambahan. Karena terlalu fokus padanya, Aldera juga sampai lupa mengingatkan nya untuk sarapan. Sebaiknya dia membawa yang baru lagi, ketika Clarissa sudah bangun nanti.
Dengan penuh kasih ia mencium lembut kelopak mata sang putri tidur, kemudian beranjak pergi untuk mencari kebenaran dari sosok kekasihnya. Karena ia sendiri pun gelisah bahwa Clarissa bukanlah Werewolf biasa, itu karena ucapan nya, di tambah lagi ada banyak hal yang mengganjal mengenai sosoknya.
"Aldera, apa rencana mu?"
"Pertama, aku harus tahu terlebih dahulu mengenai Mate ku dan juga siapa Albram sendiri, setelah itu akan ku buat semua Gladea Pack membayarnya."
"Tapi bagaimana jika Rissa marah? Bukankah Gladea Pack adalah tanah kelahirannya?"
"Dia sudah di peringatkan untuk tidak kembali dan lari seperti seorang pengkhianat---maka sudah tidak ada lagi hak bagi Gladea Pack untuk bisa ia sebut rumah. Kau lupa jika kedudukan Alpha berganti maka Pack nya akan berubah!"
"Aku setuju, jika bisa aku ingin sekarang juga menuju Pack tersebut dan menghabisinya!"
"Tapi sebelum itu, aku juga perlu laporan mengenai wilayah Vampir, ini sudah hampir seminggu sejak kematian Edward dan Raja pengecut itu masih belum mengirim dekrit kemarahan nya."
"Aku rasa, Raja Vampir itu lebih mementingkan cara memperkuat diri daripada menangisi putra nya."
"Kau benar."
...--༺🌛🌟🌜༻--...
*Wilayah Vampir
- Kerajaan Dextram
King Hexornt duduk dengan penuh pikiran jenuh, ini adalah hari keempat setelah Putra Mahkota---Putra nya resmi di makamkan, setelah kabar kematian nya di tangan Alpha Werewolf terkuat tersebar dengan sangat heboh di kalangan bangsa Vampir.
Bukan karena ia merasa iba dan sedih tapi Raja yang telah memasuki usia tak lagi semi itu, merutuki kebodohan Putranya karena mencemari nama baik keluarga kerajaan. Jika dia ingin menyebrang, lakukanlah dengan pintar! Tapi ini, dia malah berpapasan dengan Aldera langsung dan mati dengan sangat memalukan. Begitulah yang ada di benaknya.
Hexornt tidak perduli mengenai kematian putranya, lagipula ia punya banyak anak yang bisa ia tunjuk sebagai kandidat selajutnya, tapi selama dia hidup---kursi Raja itu tidak akan pernah di berikan nya dengan dalih kasih sayang seorang Ayah. Hexornt harus menelan rasa sakit dan umpatan kekesalan nya karena tangkapan Manusia untuk nya kini berkurang, bahkan hanya ada 5 anak untuk persembahan nya, semua karena Edward tak berguna itu!
Sekarang bagaimana caranya dia mendapatkan persediaan lagi, jika gerbang perbatasan dimensi harus tertutup selama 5 tahun ke depan. Jika saja Albram tidak memutus pengiriman manusia secara sepihak, ia tidak perlu berburu sendiri.
"Argh! Kepar*t! Aku sangat haus tapi jika ku habisi anak-anak itu, bagaimana dengan persembahan nya?!" Hexornt memukul meja makan di hadapannya----yang kini sudah terbelah dua menghamburkan semua sajian makanan untuknya.
Barisan pelayan hanya dapat menunduk menahan takut, bagaimana tidak jika selama ini dia di kenal sebagai Raja tamak dan juga begitu sangat tergila-gila untuk menjadi kuat. Tak hanya itu, sangking gila kehormatan ia sampai memutuskan untuk tidak memiliki Ratu resmi.
Karena menurutnya hanya ada satu kuri penguasa di sini, jika dia sampai punya ratu, itu artinya ia harus berbagi kekuasaan bukan? Meski begitu, ia masih mentoleransi untuk memiliki keturunan untuk jenjang masa depan penerus kerajaan. Dan solusinya adalah mengumpulkan wanita lalu menjadikan mereka sebagai budak pemuas nafsu dan keturunan---walau ia sendiri masih sangat tidak sudi memberikan tahtanya begitu saja.
__ADS_1
Hexornt melirik ke barisan penari yang sebelumnya mencoba menghiburnya sebelum ia mendadak berubah karena tak sanggup lagi menahan dahaga kerap darah di tenggorokan nya. Para penari wanita yang kini sudah berlutut ketakutan, khawatir satu diantara mereka di pilih oleh Raja.
"Kau----isi penuh gelas ini dengan darah mu!" Ujarnya sembari melempar belati kearah salah satu penari dari bangsa Dark Elf yang di jual sebagai salah satu budaknya.
Wanita itu terlihat ragu, ia takut melukai diri tapi ia juga tidak berai menolak kehendak Raja apalagi sampai membuat Raja Vampir itu sampai marah.
"Kenap diam?! Bangsa Dark Elf adalah pengikut setia leluhur Demon, kalian menerima sumpah berkat kekuatan kegelapan bukan?"
"Ampun Raja, tapi sa--saya bukan keturunan keluarga Kerajaan Halfyar----"
"Aku tidak perduli! Segera isi atau aku yang mengisinya dengan darah di jantung mu, Jal*ng!!" Hexornt menarik kuat rambut penari tersebut.
Dengan rasa takut serta tangisan yang memecah kesunyian, wanita tersebut meraih belati tadi dan menggores dalam tangan nya membiarkan darah jatuh hampir memenuhi cawan berlapis emas tersebut. Sang Raja menatap takjub dengan warna ungu kehitaman selayaknya galaxy yang selalu menjadi ciri khas darah Dark Elf pada gelas tersebut.
Dari pandangan memuji Hexornt meneguk minuman tersebut namun tak lama ia membanting gelas tersebut dengan penuh rasa kecewa. "Bukan darah ini! Kau tidak di berkati, leluhur Demon!"
"Kyaa!!" Wanita itu kembali meringis kesakitan ketika ia di tampar dan di pukul kasar Oleh Hexornt. "Yang Mulia, saya hanyalah rakyat biasa---Hanya keturunan Keluarga Kerajaan Halfyar yang mendapat berkat sebagai bawahan setia bangsa Demon, tolong maafkan saya...,"
Hexornt menggeram banyak kekesalan! Ia ingin menjadi kuat, dia ingin melampaui kekuatan terbesar yang di miliki kaum Dragon sebagai Legenda terkuat dalam manna sihir, tapi Dragon tidak pernah menitikkan kekuatannya kepada kaum manapun apalagi hewan itu telah lama hilang entah kemana, sejak perang besar yang menyeret kepunahan Bangsa Demon 1000 tahun lalu. Bahkan ada kabar yang tersebar juga, bahwa hewa legenda itu juga turut punah karena peperangan prasejarah dahulu.
Jika darah Dragon tid bisa di dapat, masih ada solusi lain-----Karena Vampir lebih dekat dengan kegelapan, maka jika dia memiliki kekuatan setara dengan bangsa Demon itu jauh lebih menguntungkan, karena masih ada bangsa Dark Elf yang memiliki kekuatan mereka sebagai pengikut setia.
Tapi Dark Elf dengan Vampir juga memiliki catatan sejarah yang buruk sehingga tidak mungkin baginya memiliki kekuatan cukup besar dari titisan Demon, dan parahnya ia masih harus mengalahkan keluarga kerajaan terlebih dulu jika menginginkan darahnya. Di saat ia tersiksa dengan banyaknya opsi, ada satu mahluk yang paling beruntung di Immortal yang terlahir mewarisi kekutan besar dan dia adalah Aldera!
Sekarang darah Noblesess tak lagi terwarisi kedala keturunan Kerajaan Vampir.Semua karena Raja ke-50 memutuskan untuk menikah dengan mate berbeda ras, dan seiring waktu kemurnian Vampir Noblesess pun telah hilang. Padahal telah terdapat peraturan keras bagi Seorang Raja Vampir untuk memiliki keturunan dengan saudaranya sendiri demi menjaga kelestarian darah murni tersebut.
Tapi karena telah di butakan oleh cinta, Raja ke-50 bangsa Vampir atau kakeknya dulu melanggarnya dan tetap menikahi wanita pilihan nya, sehingga yang terjadi mereka hanya mewarisi rambut keemasan sebagai ciri khasnya tanpa memiliki kekuatan pengendali yang sangat besar seperti leluhur Noblesess sebelumnya.
Jika dia ingin sekuat leluhur Vampir Noblesess terdahulu lagi, ia harus mengulang kembali pembangkitan ritual Noblesess untuk memiliki kekuatan nya. Dan itu harus memakan sedikitnya 10jt darah anak-anak manusia sebagai persembahannya untuk bisa membuka sihir hitam pada Kristal stone pandora----hanya tinggal sedikit lagi, tapi sayang semua semakin rumit sejak Aldera yang berkuasa untuk menjaga perbatasan!
"Aldera, Aldera---ALDERA!!"
"Aku bisa mewujudkan keinginan mu, Ayah."
Suara lantang dan penuh percaya diri dari seorang Pemuda yang kini duduk di sebuah jendela tak berkaca pada ruangan tersebut. Ia melirik Raja Hexornt yang tak lain adalah Ayah nya sendiri.
"Kali ini apa mau mu, Devan?"
"Aku hanya ingin menunjukkan rasa bakti ku kepada orang tua. Bukankah, perlu ada yang menggantikan posisi Kakak untuk menunjukkan empatik kasih dari orang tua dan rakyat, Ayah?"
Hexornt mengerti dengan ucapan Putra ketiganya, dia ingin menggantikan posisi Putra Mahkota untuk kepuasan nya. Dari kelima belas Putranya, yang paling berambisius dan sangat bersaing dengan Edward adalah Devan, meski ia sendiri tidak punya niat untuk memikirkan masalah penerusnya---tapi dia bisa memanfaatkan Putra nya sendiri bukan?
__ADS_1
"Kau sungguh mencerminkan sosok ku Devan. Daripada Edward, kau lebih memuaskan ku sejak dulu." Ujar Hexornt mencoba mengendalikan perasaan bangga terhadap nya.
"Aku memang sudah berpikir untuk menjadikan mu sebagai pengganti ku, tapi Ayah sangat tak berdaya di hadapan Edward. Kau tahu bukan, karena tuntutan Tetua, Edward harus duduk di kursi mahkota sebagai Putra sulung Raja. Tapi sebenarnya Ayah lebih menyukai mu. Apalagi Ibu mu adalah Putri dari Duke Eckrat, kekuatan pengendali pikiran mu sangatlah membanggakan seperti keturunan Eckrat sejati."
"Saya sangat senang, selama ini Ayah memperhatikan perkembangan ku. Demi memuaskan rasa bangga mu, aku akan menghabisi Alpha Werewolf itu sebelum menjadi Raja Vampir, Ayah."
Hexornt sempat berpikir untuk tertawa geli dengan ucapan Putranya. Tapi dia masih harus mengambil hati Devan agar bisa memanipulasi dirinya menjadi tamengnya setelah Edward.
"Kalau begitu cari tahu kelemahan Aldera dan kirim mata mata saat acra malam perjamuan kesetiaan seminggu lagi."
"Ayah tidak perlu khawatir."
Devan memberi kehormatan kepada sang Ayah lalu meninggalkan ruangan, dengan Ashka---Pangeran kedua kerajaan Vampir bertemu tatap dengannya saat hendak memasuki ruangan. Devan menatap penuh kemenangan saat ia lebih dulu berhasil meminta kursi putra mahkota setelah kematian kakak pertamanya.
"Aku harap kau tidak gegabah dalam berurusan dengan Alpha, Devan."
Devan menghentikan jalan nya dan menatap kesal dengan nasehat kakak keduanya. "Kenapa? Kau takut aku akan berakhir seperti Edward? Dengar, aku tidak akan kalah."
"Tidak kah cukup bagi kita melihat kematian Edward sebagai peringatan nya?"
"Apa kau iri karena aku yang akan menjadi kandidat penerus tahta?"
"Devan, ayah tidak pernah berniat untuk memberikan tahtanya."
"Tutup mulut mu pecundang!"
"Apa yang kalian bicarakan di sana?" Hexornt mendelik penuh menyelidik dengan sikap kedua putranya yang terlihat saling berbisik---seakan membicarakan sesuatu yang tidak boleh ia dengar.
Menyadari Hexornt masih mengamati, Devan lekas memberikan senyuman terhadap Kakaknya. "Kakak memberiku beberapa nasehat untuk menyelinap ke Darkmoon Pack, Ayah tidak perlu khawatir."
"Ashka memberi masukan?" Hexornt sedikit curiga, pasalnya Putra keduanya itu tidak pernah menunjukkan rasa ketertarikannya terhadap musuh ia lebih menyukai kedamaian, dan memilih tak bersinghungan dengan Aldera. "Apa itu benar, Ashka?"
Devan melirik Ashka, memintanya untuk mengikuti alurnya "Benar, Ayah."
"Hem, baguslah jika kau membantu adik mu. Jadi, apa keperluan mu datang kemari?"
"Ah, maaf Ayahanda. Saya datang ubtuk menemui Devan, maaf atas sikap kurang sopan diriku."
"Baiklah, kalian bisa pergi. Aku harap ada kabar baik dari diskusi kalian mengenai wilayah Werewolf."
Ashka dan Devanemberi hormat dan meninggalkan ruangan tersebut. Tentu saja Ashka meminta Devan untuk mengikutinya, karena masalah ini tidak bisa di abaikan lagi.
__ADS_1
...«••--༺🌛🌟🌜༻--••»...