
Immortal
Darkmoon Pack
Sekelompok Serigala berjumlah 18 ekor berlari dengan sangat kencang di tengah hutan musim dingin. tumpukan salju yang menebal tinggi tidak akan mampu menghalau tekad para hewan buas tersebut untuk terus mengincar target buruan mereka. Jauh di depan mereka, berjarak sekitar 15 meter---terlihat lima orang kaum Vampir berusaha melarikan diri dari terkaman hewan serigala di belakang sana.
SIAL! Kenap harus sekarang?! Salah satu Vampir mengumpat kasar pada sekawanan serigala itu.
Seakan sejarah terus mengukir peristiwa mengenai dua bangsa malam yang saling bermusuhan sejak dahulu, tidak pernah berhenti---Kelima Vampir itu akan bernasib malang, begitu lah yang ada di pikiran para Werewolf petarung yang hanya menonton hal konyol dari tindakan bodoh mereka, yang terus saja memasuki wilayah teritorial Alpha Werewolf hanya untuk bisa memasuki dunia manusia.
Benar, bangsa Werewolf ada di pegunungan tepi dunia hanya untuk menjalankan perintah Moon Goddes untuk menjaga pintu portal antara bumi dengan Immortal, dan bangsa Vampir selalu memburu Manusia untuk memenuhi rasa lapar akan sebuah darah.
Sedangkan Werewolf memang tidak akan membunuh kaum Manusia karena Moon Goddes melarang anak-anak Wolfy nya memburu kaum lemah berbeda dunia.
Lagipula pintu dimensi itu di kuasai oleh seorang pimpinan dari kekaisaran Werewolf yaitu Darkmoon Pack. Sebuah teritorial wilayah Werewolf terbesar yang hampir menguasai Pack di Immortal maupun separuh Pack kecil di benua Eropa--Bumi.
Aldera Mahenziv Herrostica, siapa yang tidak mengenal sosok nya. Seorang Hewolf yang memiliki kekuatan sangat luar biasa, bahkan wujud serigalanya saja berukuran jauh lebih besar daripada Werewolf pada umumnya.
Menandakan sang Alpha adalah pemimpin yang mampu melampaui langit kegelapan Immortal. Benar, Aldera ataupun sosok Wolf nya Zack yang menerima anugrah besar dari Moon Goddes membuat keberadaan nya sangat-sangat disegani.
Bahkan hal gilanya adalah masa kejayaan nya--- karena selama ia menduduki tahta Alpha, dalam waktu singkat, ia mampu melebarkan teritorial kekuasaan nya di daratan mahluk malam tersebut.
Jika kalian berpikir dia adalah sosok Alpha yang sangat baik dan penuh kasih sayang karena memperluas kekuasaan demi kaum Werewolf yang sering di pandang rendah oleh bangsa Vampir serta Dark Elf----KALIAN SALAH BESAR!!
Aldera memang pemimpin yang bijak, dalam megambil keputusan terbaik untuk pack serta kaum nya. Tapi di samping itu bukan rahasia lagi jika Alpha tersebut adalah penggila perang!
Aldera sangat menyukai tantangan. Bahkan sangking arogantnya ia selalu menantang perang dengan mempertaruhkan kepalanya untuk menukar sebuah kekuasaan suatu wilayah beserta kekayaan mereka.
Pria brengs*k, mahluk keji, serta monster penggila darah melebihi kaum naga yang melegenda akan kekuatan nya. Tapi sepertinya Aldera jauh lebih bengis serta perkasa daripada mereka----entah sudah berapa julukan yang ia terima dari para musuh dan seluruh mahluk Immortal, hanya untuk mendeskripsikan sosoknya. Lalu bagaimana dengan peperangan yang ia sulut? Ada pepatah yang bilang tidak selamanya yang kuat akan tetap menjadi kuat.
Sayangnya ideologi itu tidak akan pernah terjadi bagi Aldera---Seakan langit menjadi tidak adil, peperangan yang di ciptakan Aldera selalu berujung kemenangan! Hingga pada akhirnya, seluruh mahluk Immortal harus mengakui betapa kuatnya sosok Alpha Aldera dalam berkuasa, jika diteruskan ia bisa saja menjadi seorang Lord!
Aldera yang dulu hanyalah seorang Werewolf liar, kini berhasil menjadi terbaik di antara yang terbaik. Ia tumbuh dengan menanamkan ideologi hidup dengan sangat keji ke dalam otak nya----Bahwa yang terkuat berhak memerintah, baik langit ataupun seluruh mahluk.
"Aaauuuuu......"
Kembali pada situasi, dimana para Vampir yang berhasil tertangkap basah karena menyebrangi perbatasan saat kembali dari Bumi. terlihat mereka sangat kewalahan memghadapi situasi yang menentukan hidup mereka ke pinggir jurang kematian.
Ini gila!! mereka bukan Werewolf. melainkan, hanya seekor serigala biasa---tapi mengapa memiliki nafsu memburu yang sama gilanya dengan bangsa Werewolf. Hanya ada satu orang yamg mampu merubah & mengendalikan hewan-hewan tersebut, siapa lagi jika bukan si Alpha brengs*k itu.
"Apa yang harus kita lakukan,Ted?"
"Kau masih bertanya? tentu saja berlari lah sampai kau bisa keluar dari wilayah ini hidup-hidup." Ujar Ted.
"Tidak, sepertinya mustahil---Oh aku tahu, apa kita membuat alibi saja kalau kita sebenarnya di jebak kaum Dark Elf yang mencoba manfaatkan situasi. Jadi kita akan di pandang korban da-----"
"Dasar bodoh! Apa kau pikir Aldera akan menatap iba mendengar cerita mu? Cih, jangan membuat lelucon kawan. dia itu lebih buruk daripada kaum Demon." Ujar Ted yang begitu kesal dengan teman-teman nya.
"Argh sialan!" Geordan melihat Ted dengan mendelik benci. "Kau! Ini semua salah kau. Jika saja kau tidak memaksa untuk kembali malam ini, kita tidak akan tertangkap, sudah kubilang untuk menunggu dua hari lagi."
"Geordan benar. Kau adalah alasan yang bagus untuk menyelamatkan nyawa kami, karena yang salah adalah dirimu maka kau harus---"
"Ahahaha!! Tutup mulut mu, sampah! Apa sekarang kau mau menumbalkan ku? jangan menjadi paling suci kita semua telah meminum darah manusia, jadi jangan merasa paling benar."
__ADS_1
Kelima vampir itu saling berdebat di tengah larinya, hingga mereka mendelik---menajamkan penglihatan mereka saat 500 meter di ujung jalan mereka pada hamparan padang salju, menarik banyak opini, Apa yang ada di depan sana?
Tentu mereka bertanya tanya---tidak di pungkiri jika Vampir punya penglihatan tajam. Di sana berdiri sebuah pondok kecil yang cukup terbuka dengan terdapat sebuah kolam berukuran besar yang mengepulkan uap hangat, benar itu adalah pemandian air panas. Tapi orag gila mana yang mau berendam di tengah musim dingin dengan suhu hampir menyentuh 15°C apalagi pada malam hari.
Dan jangan di pikirkan terlalu dalam, karena orang gila itu adalah Aldera sendiri! 10 jam yang lalu ia memerintahkan Demian Beta Darkmoon Pack setia nya, untuk mengarahkan warrior werewolf menggali sebuah lubang dan mengisinya dengan air hangat.
Tapi karena ini adalah wilayah musim dingin terdingin di Immortal Demian harus menjambak rambutnya frustasi untuk membujuk rekan Witch yang berada di sebelah utara untuk mau membantunya menjaga kadar suhu hangat pada kolam pemandian air panas mahakarya mereka.
Habis mereka masih sayang nyawa jika tidak di turuti sang Alpha bisa mengganti air nya dengan darah mereka. Yaa mau bagaimana lagi, bukan hal yang heran jika Aldera suka sesuatu hal yang berbeda bahkan sangat tak masuk diakal untuk di tiru.
"Salam Alpha. Musuh mulai terlihat." Demian menyampaikan kabar dai lokasi musuh yang sudah sangat di tunggu Aldera.
Aldera menunjukan senyum sinisnya. Ia membuka kedua matanya menampilkan sorot mata arogan dengan ciri khas mata merahnya yang pekat melebihi mata bangsa Vampir. Rambut hitam bermodel revan sedikit panjang menambah ketampanan nya.
Belum lagi tinggi badan yang melampaui 182cm dengan kulit coklat exotic, bahu lebarnya yang menampakan otot sixpack yang begitu sempurna di tubuhnya menambah kesan sexy dan sangat candu bagi kaum wanita. Bukan karena untuk menyanjungnya dengan melebihkan gosip mengenai sosoknya, tetapi ketampanan Aldera memang tidak bisa di ragukan.
"Mereka terlalu lama. Apa sekarang Vampir sudah sangat lambat?" Gimik nya sembari bangun dari posisi berendam nya.
Ia melangkah keluar tanpa berniat memperbaiki jubah mandi tipis nya berwarna merah---sehingga beberapa luka bekas pertarungan terlihat jelas di punggung nya. Uap yang mengepul di sekitaran tubuh berototnya menjadi lebih jelas ketika udara dingin menerpanya, tapi sekali lagi bangsa Wolf tidak akan mempermasalahkan suhu dingin biar berapapun kadar suhu di sanan memburuk.
Aldera terlihat merenggangkan ototnya sebelum akhirnya tersenyum keji--berlari dan melompat tinggi sembari mengepalkan kedua tangan nya, lalu mendarat dengan sangat kasar bersamaan dengan hantaman kuat dari tinjunya yang berhasil membuat retakan di sekitar daratan bahkan sampai membuat gempa bumi yang dapat di rasakan hingga ke ibukota Houspack yang memang sangat jauh dari hutan perbatasan ini.
"Alpha saya sudah memperingati anda berkali-kali. Tolong kontrol tenaga anda saat berada di wilayah Darkmoon Pack karena para werewolf di ibukota tidak lah sedikit." Ucap Demian sudah sangat lelah mengatakan hal yang sama setiap harinya.
"Ouh ****, sepertinya Zack terlalu bersemangat. Lain kali akan ku marahi Zack untuk tidak kelewatan batas." Ujarnya acuh.
Semua anak buahnya yang mendengar tuturan sang Alpha hanya menghela nafas karena setiap tindakan yang ia lakukan pasti akan menyeret sosok wolf nya untuk berdalih. Aldera berjalan mendekati kelima Vampir yang kini sudah meringis sakit karena terhempas dengan menghantam bebatuan dari tanah yang retak akibat ulah Aldera.
Ia menekan tubuh Ted dengan kakinya, indra penciuman nya yang sangat sensitif menghirup aroma amis yang selalu menjadi keseharian nya. Ted menahan rasa sakit pada dadanya akibat tekanan kaki yang semakin kuat.
"Jadi berapa banyak yang kau bunuh selama 2 hari ini?"
"Ugh! Alpha ka..., kami hanya mem--membunuh satu manu---Argh!"
"Aku tidak bodoh, Ted. Kau minum cukup banyak darah dan sepertinya teman mu juga---dua, emm, sepertiya tiga." Lirik Aldera membuat Vampir di sana merinding ketakutan.
"Bawa semua mayat yang di habisi mereka."
Tak lama setelah Aldera berkata seekor serigala besar berwarna coklat gelap berlari dari arah hutan kemudian berhenti sembari meletakan tiga tubuh manusia di hadapan Aldera. Serigala coklat itu merubah dirinya menjadi wujud manusia lalu berlutut di hadapan sang Alpha, dia adalah Jay Barseccla ia adalah Gemma Aldera di Darkmoon Pack.
" Saya menghadap anda, Alpha---"
"Apa-apaan ini? Apa kau sedang bermain-main dengan ku Jay?"
"Maaf---Alpha?" Jay dan semua yang mendengar itu menatap bingung.
"Kau mengawasi mereka selama 2 hari dan hanya ada 3 manusia yang mati dari lima Vampir?" Aldera berdecak tidak suka melihat hal itu.
Mereka yang ada di sana saling melirik bertukar pikiran---kenapa Alpha terlihat kecewa dengan korban yang mereka bunuh? Bukankah harusnya mereka harus lega karena manusia yang mati tidak terlalu banyak.
Aldera kembali menginjak Ted tapi di bagian luka parah yang ada di perutnya, kemudian dengan santainya ia berjongkok membiarkan Ted meraung kesakitan di bawah kakinya. Ia memukul pelan wajah pucat pasi vampir itu dengan sangat kecewa.
__ADS_1
"Hei, harusnya kau memanfaatkan kesempatan ini--aku membiarkan mu selama dua hari bermain di sebrang, bukan untuk melihat hal konyol ini bahkan----" Aldera melirik muak dengan hasil buruan mereka. "---lihatlah harusnya kau memburu remaja, anak kecil atau manusia yang lebih banyak dari ini. Tapi ini hanya tiga pria tua yang sudah sangat berumur dan di bagi lima Vampir? Selama dua hari?"
Mereka merinding mendengar tuturan Alpha yang sangat berani meminta kematian manusia lebih banyak di bawah Vampir. Demin mencoba memperingati Aldera tapi besar kekuatan Alpha jauh lebih kuat daripada dirinya.
Aldera meraih kerah Ted mencekik lehernya sembari mengangkat tubuhnya. "Jika kau membunuh manusia sekitar 6 orang atau hanya satu saja manusia dari kalangan anak-anak itu sudah cukup bagiku untuk menyatakan perang dengan kaum pembangkang seperti kalian!" Aldera menggeram marah.
"Jika saja jumlah nya pas itu akan menjadi angka genap 1jt nyawa manusia yang kalian bunuh dalam 2 tahun ini! Tapi karena hanya tiga orang tua yang bahkan sudah hampir merenggang nyawa di rumah sakit---ini menjadi nilai minus untuk angkanya. Setidaknya kematian mereka harus di bayar satu kaum kalian bukan kalian berlima saja!! Pasti Edward---bocah itu sedang tertawa saat ini jika mendengar hal ini."
Semua werewolf dan vampir diam melongo saat penuturan Alpha kembali berucap tak masuk akal. Jadi ia ingin menyulut perang dengan bangsa Vampir menggunakan kejadian ini. Huft! Memang Aldera begitu obsesi ingin berperang dengan bangsa Vampir tapi karena mahluk licik itu punya banyak siasat dan suka melempar tanggung jawab mereka kepada kaum Dark Elf membuat Aldera geram tak bisa menghabisi mereka.
Jika dia menyerang tanpa dalih sebenarnya bisa saja. Hanya saja selama 20 tahun terakhir ini King Vampir sepertinya memiliki sosok bantuan di belakang mereka yang belum di ketahui identitasnya, jika itu bangsa Demon itu tidak mungkin, karena menurut catatan sejarah sudah lebih dari 10 abad kaum mereka punah dan tak tersisa akibat perang melawan bangsa Dragon---kecuali dirinya, karena separuh darah yang mengalir pada tubuhnya adalah milik bangsa Demon.
"Pertunjukan yg menarik, Aldera." Zack terlihat menertawakan sikap Aldera yang kecolongan dari perkiraannya.
"Diam lah!" Balas Aldera kesal. Sekarang apa yang harus ia lakukan. Membunuh mereka berlima saja tidak cukup membalaskan dendam ketiga orang tua itu.
"Ahahaha!! Kau bertingkah seperti penguasa yang bijak tapi nyatanya kau tak jauh berbeda dengan kami yang selalu memburu manusia maupun mahluk lain. Lihatlah, bangsa Werewolf yang begitu menjunjung Moon Goddes---memiliki pikiran keji seperti itu. Dan kau kepar*t! Kau hanya memanfaatkan kami untuk menemukan sosok di balik King Vampir bukan?!"
"Setidaknya kau cukup pintar Geordan."
"Dasar mahluk hina---kau tak pantas dipuja brengs*k."
Aldera melempar tubuh Ted hingga ia terhempas cukup jauh lalu menghampiri Geordan. Aura yang di bawanya berhasil membuat sekumpulan hewan serigala di belakang vampir berjalan mundur ketakutan. Aldera menghunuskan tangan dengan kuku tajamnya memperdalam luka baret akibat batu yang menancap di bagian ulu hatinya.
"Yang membunuh mereka kau atau aku? Yang melewati perbatasan kau atau aku? Yang mengincar manusia kau atau aku?" Bisik Aldera. Ia menusuk lebih dalam membuat luka Geordan kian semakin parah bahkan ia sampai memuntahkan darah yang naik dari tenggorokan nya.
"Dengar, aku hanya menjaga perbatasan. Jika kau ingin pergi maka pergilah aku tidak akan melarang---tapi aku akan menghabisi vampir ataupun ras lain yang membunuh manusia karena sebuah nabsu! Jika kau sadar, gunakan otak mu, menyebrang lah dengan tenang dan nikmati suasana bumi tanpa berpikir untuk menyakiti mereka. Jika kalian kembali dengan darah manusia di perut kalian, maka bukan salah ku untuk menghabisi dan menghakimi kalian."
"Lagipula, jika kalian menyebrang sudah jadi takdir manusia itu pasti akan mati. Kematian datang dengan cara tak terduga dan penuh kejutan, jadi jika aku ingin mencegah kemalangan itu---aku lebih suka menyingkirkan hama hingga ke akarnya sehingga mereka tak akan bertunas kembali." Aldera melanjutkan kalimatnya di sela ia menghabisi Geordan hingga bisa di rasa kuku tajamnya telah menembus punggung nya.
"Ugh!! Kau---pasti.., akan merasakan hal--argh! Hal ini juga, Aldera!! Aku yakin, kau akan menjadi selemah kami, Ugh!"
"Aku? Tidak selemah kalian."
Gerdan tertawa "Kau pasti akan tahu saat hadirnya Mate dalam hidupmu, karena bangsa werewolf terlalu mencintai pendamping rembula---ARGH!!" Geordan berteriak saat nyawanya tak akan lagi abadi. Dan saat itu juga Aldera menarik kembali tangan nya.
"Sayangnya, mate ku masih ingin melihat ku berjaya! Meski pun ia muncul pun. Tidak akan ada yang bisa membuatku bersimpuh di hadapan kalian!"
Aldera melirik dingin kearah bawahan nya. Demian dan Jay sangat tahu kalau Aldera tersinggung dengan ucapan Geordan. Karena meski sekejam apa Aldera menjalani hidup---ia pun berharap belahan jiwa nya cepat datang karena hidup dalam kesepian dan melihat banyak kematian di hadapan nya sangat memuakkan baginya. Siapa sangka sosok bengis nya tak mampu menutup perasaan kecewa bahwa lagi dan lagi selama 50 tahun hidup tak ada sedikitpun tanda kehadiran Mate dalam hidup Aldera.
Seakan Moon Goddess tengah menghukumnya---bahwa ia harus hidup seorang diri, menyiksa jiwa dan mentalnya untuk terus berada di medan perang!
"Gantung mereka di tebing, matahari hari ini pasti akan sangat bagus merobek kulit mereka. Jika sudah petang penggal mereka dan berikan kepada peliharaan serigala ku di hutan!"
"Baik Alpha!"
"Dan untuk mu Jay. Kuburkan manusia itu dengan layak." Ujarnya tanpa melirik. "Pastikan, mereka mendapatkan peristirahatan dengan tenang di kuil Moonlight Holy." Aldera pergi---menghilang begitu saja.
Sedangkan Jay menunduk hormat, ia dan seluruh bangsa warrior serigala terpercaya pun tahu. Semua kekejaman yang ia perlihatkan hanya untuk menciptakan sebuah tempat aman tanpa harus membuat anak-anak generasi alam merasakan hidup pahit di era kegelapan yang jauh lebih buruk daripada era saat ini.
...«••--༺🌛🌟🌜༻--••»...
__ADS_1