MINE! The Alpha'S Lover

MINE! The Alpha'S Lover
Pemilik Aroma Anggrek Hitam ; Mate?


__ADS_3


Clarissa sangat takjub dengan desa yang terbilang modern dan struktur bangunan kayu khas eropa yang memiliki kesan berbeda dan hal baru bagi Clarissa. Ia berjalan dan beraktivitas selayaknya manusia yang memiliki kehidupan normal tanpa harus merasa khawatir atau menatap waspada pada lingkungan nya. Oh kehidupan yang seperti ini yang Clarissa inginkan.


Dari toko satu menuju toko lain nya lalu mulai menjelajahi hampir semua toko yang terlihat menarik di mata Clarissa, tak lupa Selena yang selalu berteriak membuat Clarissa menggelengkan kepalanya merasakan jiwa wolf nya sangat antusias----tidak saat mereka masih di Indonesia. Yah mungkin karena mereka bisa benar-benar merasa aman sekarang.


Clarissa menghitung semua barang dan belanjaan yang sudah ia beli. sekarang yang kurang adalah pesanan yang Bobby minta saja. Diy yang terus berada di pundak Clarissa menjadi pemandu jalan tanpa harus membuatnya tersesat, seakan Diy sudah sering terbang berkeliaran di sekitaran desa.


Clarissa masuki kedai permen, ia memilih dan sesekali mencoba beberapa permen yang terdapat tester pada etalase toko. Dengan di bantu oleh anak kecil yang merupakan putri pemilik kedai----Clarissa telah memutuskan untuk membeli lima macam permen yang menurut nya sangat manis, lalu meminta kasir untuk segera membungkus permen pilihannya dan dengan sangat cekatan wanita tersebut mempackingnya dalam kotak yang terbungkus rapih seperti sebuah kotak hadiah.


"Grazie mille. (Terimakasih)" Ujar Clarissa sembari tersenyum hangat pada pemilik toko yang terlihat sangat senang dengan kedatangan Clarissa. Oh, dia akan jadikan kedai permen Nenek Ros ini sebagai tempat favorit nya nanti.


" Buona giornata, (Ya, semoga harimu menyenangkan.) " Balasnya dengan ceria.


Clarissa melihat gadis kecil di sebelahnya. "Terimakasih juga telah membantu ku memilihkan nya."


Dengan wajah malu-malu gadis kecil yang bersembunyi di balik tubuh ibu nya tersenyum membalas ucapan Clarissa. "Bukan hal yang susah untuk Mia, silahkan berkunjung kembali kakak."


"Oh, aku menyukai gadis kecil ini. Dia juga sangat menggemaskan." Ujar Selena di dalam diri Clarissa.


"Baiklah, besok aku akan berkunjung lagi. Sampai nanti, Mia." Clarissa berjalan keluar kedai sembari melambaikan tangan nya yang di balas dengan semangat oleh gadis kecil itu.


"Sepertinya dia sangat senang kita berkunjung."


"Besok kau harus ke kedai ini lagi Rissa."


"Baiklah, aku juga sudah berjanji akan kembali---sekarang, waktunya kembali."


Ia menatap barang belanjaan nya yang sangat banyak dan sedikit menghela nafas karena harus menaiki jalan menuju rumahnya yang letaknya cukup tinggi. Kalau menggunakan kekuatan nya, tapi di sini masih terlalu ramai---mengingat ada begitu banyak turis juga. tahu begitu, harusnya dia membeli separuh dulu dan sisanya dilakukan besok.


Clarissa sedikit menggaruk kepalanya kemudian memutuskan membawa semua kantung belanjaan nya, tetapi sekali lagi manik mata purnama nya menatap kagum pada salah satu jenis bunga yang baru pertama kali ia lihat. Kebetulan memang terdapat toko bunga dan buah berada di sebelah kedai permen tadi, sehingga Clarissa bisa melihat dengan jelas pajangan bunga segar yang sengaja di letakan di luar toko, padahal saat ini sedang musim dingin.


Ia mendekat, menyentuh secara kagum pada bunga berwarna merah dengan memiliki kelopak bunga lebih banyak daripada mawar serta terbentuk dengan sangat cantik.


"Apakah ini sejenis mawar?"


"Itu adalah bunga Kamelia, Nona." Ujar penjaga toko menyambut Clarissa.


"Kamelia? Ini pertama kalinya aku melihatnya."


"Sepertinya anda pendatang baru, apa anda adalah turis yang berkunjung?"


"Ah, saya pendatang baru dan baru pindah rumah untuk menetap di Grindelwald." Ujar Clarissa dengan ramah tanpa mengalihkan pandangannya.

__ADS_1


Penjaga toko tersebut bergerak membuat sesuatu dari berbagai jenis bunga Kamelia, lalu di satukan menjadi serangkai yang cantik. Tidak lupa ia mengambil parsel buah yang turut di tata rapih bersama karangan bunga Kamelia dalam satu hiasan keranjang.


"Baiklah ini---aku memberikan mu satu bucket kamelia dan beberapa buah sebagai ucapan selamat datang ku di Grindelwald."



"Oh! kau tidak perlu sampai seperti itu, aku akan membayarnya. Lagipula ini terlalu berlebihan, buah dan bunganya terlalu indah untuk di berikan secara percuma kepadaku."


"Ayolah Nona, kau bisa bersikap santai dengan ku. Kuharap kita bisa menjadi teman, oya, nama ku Mega Fressya." Ucapnya sembari memberikan parsel itu kepada Clarissa.


Dengan perasaan tidak enak, Clarissa menerima hadiah manis dari wanita tersebut. "Aku Clarissa Mour Wintermoon, terimakasih untuk hadiahnya. Lain kali, aku pasti akan membeli rangkaian bunga Kamelia mu setiap hari"


Mendengar ucapan polos dari mulut manis wanita muda di depan nya membuat Mega tertawa seakan ia menyukai perbincangan ini.


"Baiklah, aku menanti kedatangan mu Clarissa. Wajah mu juga sangat cantik---oh! Mungkin saja kau berjodoh dengan Kamelia. Apa kau tahu, di Swiss bunga Kamelia dilambang kan sebagai keberuntungan dan--" Wanita yang terpaut 5 tahun lebih tua daripada Clarissa mendekati Clarissa dengan ekspresi menggoda.


"---musim semi untuk seseorang. Biasanya para anak muda sekarang suka merangkai bunga Kamelia untuk hari pernikahan mereka. Kau juga, semoga Kamelia membawa mu kepada seorang pria yang baik."


"Benarkah?"


"Tentu saja, atau kau memang sudah punya kekasih?"


"Em..., sayangnya aku belum menemukan pria yang nyaman untuk ku."


"Tidak-tidak, satu saja sudah cukup untuk ku. Tolong jangan lakukan itu, aku merasa tidak enak dengan mu, Mega."


Mega yang mendengar kepanikan Clarissa yang terlihat imut itu membuatnya tertawa renyah dan menghentikan aksinya menggoda Clarissa. "Baiklah. Kalau begitu semoga hari mu menyenangkan, aku akan menjamu mu saat kau berkunjung lagi di lain waktu."


"Sekali lagi terimakasih."


"Ouh, aku akan kembali ke dalam untuk melayani konsumen ku. Kau berhati-hatilah di jalan, ini kartu nama dan kontak ku. Jika berkenan, silahkan menghubungi ku Clarissa." Setelah Clarissa menerimanya, ia kembali memasuki tokonya.


Sedangkan Clarissa menurunkan keranjang buah tadi dan hanya mengambil parsel bunga Kamelia yang benar-benar sangat indah. Ia memeluk bunga itu seakan menunjukkan bahwa Clarissa sangat tertarik dengan Kamelia.


"Entah mengapa saat melihat bunga ini aku seperti merasa kita akan seger bertemu dengan mate kita----atau jangan jangan ucapan wanita itu ada benarnya?"


"Entah lah, tapi aku harap itu memang kabar baik untuk kita." Ujar Clarissa


"Tuan Putri, sebaiknya kita kembali. Raja peri bulan pasti mengkhawatirkan mu."


"Kau benar, kita sudah terlalu lama berbelanja. Tapi-----" Clarissa kembali melihat barang bawaan nya semakin bertambah, ia terlihat memikirkan caranya membawa ini semua.


"Apa mau saya panggilkan Merlyn?"

__ADS_1


"Siapa itu?"


"Mereka adalah bangsa witch yang berkerja sebagai pegawai toko Merlyn. Toko khusus jasa antar barang untuk bangsa Immortal yang tinggal di bumi, kebetulan dekat dengan tempat ini. Karena Putri adalah werewolf, akan sulit menggunakan sihir. Tapi jika memakai jasa mereka itu akan lebih mudah, terlebih tidak akan di curigai oleh manusia."


"Wah, aku baru tahu hal seperti itu. Baiklah, tolong bantuan nya ya Diy."


"Kalau begitu, tunggu sebentar. Saya memanggi-----"


"Aw!" Rintih Clarissa, saat dirasa jantungnya berdetak sakit dan mulai mengalun cepat seakan ia tengah berdebar menanti seuatu yang telah lama di nanti---tapi apa?


"Putri apa yang terjadi dengan mu?" Diy yang tadi ingin bersiap pergi, kembali terbang merendah---menghapiri Clarissa.


Clarissa mencengkram kuat pakaian nya dan secara samar namun jelas tercium aroma yang membuatnya terbungkam merasakan kehadiran seseorang yang sangat ia rindukan, aroma nya yang seperti embun di tengah hutan pinus dan juga terasa begitu sangat merindukan---Seperti wangi bunga anggrek hitam yang pernah ia temui di hutan papua sewaktu berkunjung ke tempat Gama.


Perasaan sejuk serta menenangkan, membuat Clarissa nyaman hingga manik matanya mencoba mencari sumber dari perasaan yang terasa gelisah seakan hatinya tergelitik setiap aroma itu tercium harum hingga begitu candu.


Clarissa memperhatikan keramaian pengunjung tapi tidak ada satupun yang bisa ia curigai hingga. Dan beberapa saat setelah nya, secara tiba-tiba perasaan gejolak dan aroma manis itu hilang begitu saja, dan tanpa sadar membuat Clarissa kecewa.


Tidak hanya Clarissa, Selena yang merasakan hal itu juga sudah berteriak histeris hingga melolong di benak Clarissa. "Clarissa, aroma ini dan perasaan ini, ini----aku bisa pastikan, bahwa pemilik aroma menyenangkan ini adalah dia! Oh, sungguh, dia adalah Mate kita Clarissa."


Clarissa terlihat sedang berpikir sejenak. "Rissa, apa yang kau ragukan? Ayo cari mate kita, siapa tahu dia masih di sekitar sini."


Seakan ada sesuatu dalam dirinya yang mendorong keyakinan Clarissa untuk bergerak----Clarissa pun akhirnya berlari begitu saja dan meninggalkan Diy dengan semua barang belanjaan nya, masih berada di halaman toko Mega.


"Putri, kau mau pergi kemana?" Diy berkicau namun ia tidak bisa mengejar Clarissa karena barang-barangnya masih di sini.


"Sebaiknya aku memanggil Merlyn terlebih dahulu. Lalu memberitahukan Raja peri bulan." Diy terbang berlawan arah dengan Clarissa menuju toko Merlyn dengan sangat cepat.


...«••--༺🌛🌟🌜༻--••»...



...INFO NOVEL :...



...Bunga Anggrek Hitam khas Papua. tumbuh di hutan papua dan telah menjadi salah satu bunga yang di lindungi negara karena sudah terancam punah. ...


.... ...


.... ...


.... ...

__ADS_1


...--'•🌟•'--...


__ADS_2