
Setibanya Darren di kantor, Darren langsung menyuruh Deny untuk memanggil Naura sekretarisnya.
"Deny suruh Naura untuk ke ruangan saya sekarang juga." ucap Darren sambil memasuki ruangannya.
Deny pun langsung menelepon Naura menyuruh untuk pergi ke ruangan direktur sekarang aja. Di perjalanan untuk ke ruangan direktur, Naura merasa takut dan deg-degan padahal sesuai jadwal Darren hari ini tidak ada acara apapun di kantor mau pun di luar kantor.
"Pak Deny," panggil Naura.
"Langsung masuk aja Pak direktur lagi nungguin," ucap Deny.
"Pak saya ngga ada salah kan ya? Sumpah saya takut banget," ucap Naura yang sudah ketakutan.
"Tenang saja Pak direktur sedang dalam suasana baik."
"Oke deh," ucap Naura lalu langsung mengetuk pintu dan terdengar suara dingin Darren dari dalam ruangan.
"Awas aja kalo Pak Deny bohong." ucap Naura lalu langsung masuk ke dalam.
"Maaf Pak ada apa Pak direktur memanggil saya?" tanya Naura.
Darren yang tadinya sedang sibuk dengan hp nya langsung menatap Naura tajam seperti biasanya.
"Cih katanya dalam suasana baik, tapi apaan tuh natep aja masih tajem." batin Naura yang ingin menangis.
"Apa yang cocok untuk memberikan sesuatu ke Wanita?" tanya Darren dan Naura yang di tanya langsung kaget dan langsung menjawab.
"Setau saya, wanita itu suka di kasih bunga, coklat, tas, make up, skincare, ba-"
"Cukup." ucap Darren memotong ucapan Naura.
"Baik Pak," ucap Naura yang sekarang sudah panas dingin.
"Pesan semuanya dan kirim ke toko kue Yunfan's segera." perintah Darren dan Naura pun langsung melaksanakan perintah itu.
Saat Naura keluar ternyata Deny masih ada di depan ruangan direktur.
"Gimana?" tanya Deny.
"Saya di suruh untuk beli semua yang wanita suka abis itu di kirim ke toko kue Yunfan's, memang Pak direktur sedang mendekati siapa?" tanya Naura yang kepo.
"Nah itu untuk dia, dan dia juga istri Pak direktur." bisik Deny dan Naura yang mendengarkan itu langsung kaget.
"Serius?! Jadi selama ini Pak direktur bukan duren dong?"
"Duren?" ucap Deny bingung.
"Iya duren, duda keren."
"Ck, ada-ada aja kamu."
"Tapi kok mereka kayanya baru pertama kali ketemu ya?" ucap Naura.
"Gosipnya nanti aja, sekarang kamu pesen semua yang di perintah Pak direktur cepet!"
"Yah masa gitu sih," ucap Naura dengan lesunya.
"Cepet Naura!"
"Iya-iya ini mau pesen, tapi nanti lanjut lagi ya gosipnya." ucap Naura sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Huh kenapa modelan Naura yang biang gosip itu harus menjadi sekretaris Pak direktur," ucap Deny yang sudah cape melihat tingkah Naura yang seperti itu.
...~~~...
__ADS_1
"Deny suruh Naura untuk ke ruangan saya sekarang juga." ucap Darren sambil memasuki ruangannya.
Deny pun langsung menelepon Naura menyuruh untuk pergi ke ruangan direktur sekarang aja. Di perjalanan untuk ke ruangan direktur, Naura merasa takut dan deg-degan padahal sesuai jadwal Darren hari ini tidak ada acara apapun di kantor mau pun di luar kantor.
"Pak Deny," panggil Naura.
"Langsung masuk aja Pak direktur lagi nungguin," ucap Deny.
"Pak saya ngga ada salah kan ya? Sumpah saya takut banget," ucap Naura yang sudah ketakutan.
"Tenang saja Pak direktur sedang dalam suasana baik."
"Oke deh," ucap Naura lalu langsung mengetuk pintu dan terdengar suara dingin Darren dari dalam ruangan.
"Awas aja kalo Pak Deny bohong." ucap Naura lalu langsung masuk ke dalam.
"Maaf Pak ada apa Pak direktur memanggil saya?" tanya Naura.
Darren yang tadinya sedang sibuk dengan hp nya langsung menatap Naura tajam seperti biasanya.
"Cih katanya dalam suasana baik, tapi apaan tuh natep aja masih tajem." batin Naura yang ingin menangis.
"Apa yang cocok untuk memberikan sesuatu ke Wanita?" tanya Darren dan Naura yang di tanya langsung kaget dan langsung menjawab.
"Setau saya, wanita itu suka di kasih bunga, coklat, tas, make up, skincare, ba-"
"Cukup." ucap Darren memotong ucapan Naura.
"Baik Pak," ucap Naura yang sekarang sudah panas dingin.
"Pesan semuanya dan kirim ke toko kue Yunfan's segera." perintah Darren dan Naura pun langsung melaksanakan perintah itu.
Saat Naura keluar ternyata Deny masih ada di depan ruangan direktur.
"Gimana?" tanya Deny.
"Saya di suruh untuk beli semua yang wanita suka abis itu di kirim ke toko kue Yunfan's, memang Pak direktur sedang mendekati siapa?" tanya Naura yang kepo.
"Ternyata dia istri Pak direktur." bisik Deny dan Naura yang mendengarkan itu langsung kaget.
"Serius?! Jadi selama Pak direktur bukan duren dong?"
"Duren?" ucap Deny bingung.
"Iya duren, duda keren."
"Ck, ada-ada aja kamu."
"Tapi kok mereka kayanya baru pertama kali ketemu ya?" ucap Naura.
"Gosipnya nanti aja, sekarang kamu pesen semua yang di perintah Pak direktur cepet!"
"Yah masa gitu sih," ucap Naura dengan lesunya.
"Cepet Naura!"
"Iya-iya ini mau pesen, tapi nanti lanjut lagi ya gosipnya." ucap Naura sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Huh kenapa modelan Naura yang biang gosip itu harus menjadi sekretaris Pak direktur," ucap Deny yang sudah cape melihat tingkah Naura yang seperti itu.
...~~~...
Suasana di toko milik Yuna tidak terlalu ramai pengunjung seperti biasanya, dan saat ini Yuna sedang berada di ruangannya.
__ADS_1
Tok...Tok...Tok...
"Masuk," ucap Yuna dari dalam.
Pintu pun di buka dan nampaklah Silla.
"Ada apa Sil?"
"Ada kiriman barang buat kak Yuna," ucap Silla.
"Kiriman barang? Perasaan aku ngga pesen barang online deh," ucap Yuna yang bingung.
"Kurirnya udah pergi belum?" tanya Yuna lagi dan Silla menggelengkan kepalanya.
"Belum kak." jawab Silla.
Yuna pun langsung berdiri dan berjalan keluar dari ruangannya, Silla pun juga ikut keluar dari ruangan Yuna. Setibanya di luar Yuna kaget karena di dalam tokonya sangat banyak barang-barang dan juga bunga.
"Nona Yuna?" tanya kurir itu dan Yuna pun mengangguk.
"Iya saya,"
"Ini ada paket kiriman untuk Nana." ucap kurir itu.
"Maaf Pak tapi ini dari siapa ya?" tanya Yuna yang masih penasaran.
"Maaf Nona tapi saya tidak boleh memberitahu, kalau begitu saya permisi." ucap kurir itu sambil memberikan sebuket bunga lalu langsung pergi.
"Sill, Fa ini kalian tau dari siapa?" tanya Yuna ke Silla dan Syifa yang berada di sampingnya.
"Engga Kak," jawab mereka bersamaan.
"Terus siapa dong?" gumam Yuna.
"Apa jangan-jangan..."
Yuna langsung mengambil hp nya dari kantong dan langsung menelepon Darren.
"Halo Yun,"
"Kamu kan yang udah kirim semua?"
"Iya, kenapa? Kamu ngga suka ya, atau mau aku ganti semua barangnya?"
Yuna yang mendengarkan langsung kaget.
"Kamu tuh apaan sih Ren, ini juga kenapa barang-barangnya banyak banget!"
"Hadiah buat kamu,"
"Hadiah? pokoknya aku mau barang-barang yang kamu kirim ke aku udah ngga ada di toko sekarang."
"*Tap-"
Tut*.
Panggilan pun langsung di tutup sepihak oleh Yuna dan Yuna pun langsung masuk kembali ke ruangannya.
"Kak Yuna telepon siapa ya?" bisik Syifa ke Silla.
"Jangan-jangan suaminya, kan secara Kak Yuna udah punya anak."
"Suaminya gimana ya pasti ganteng banget deh," ucap Syifa yang membayangkan suami Yuna.
__ADS_1
"Heh dia suami Kak Yuna! Ngga usah genit deh." ucap Silla sambil menepuk lengan Syifa.
"Siapa yang genit sih," ucap Syifa sambil cemberut.