Mistake

Mistake
19. Hal tidak terduga


__ADS_3

Setelah tadi malam Yuna melancarkan misinya dan berhasil, hari ini Yuna dan Dan Lutfi ingin bertemu dengan orang yang menyuruh misi ini.


"Kita ketemuan dimana Fi?" tanya Yuna.


mereka sedang berada di perjalan untuk bertemu dengan orang yang menyuruh misi itu dengan membawa Fano dan Frisca.


"di cafe xx dia udah kasih alamatnya juga sih," jawab Lutfi yang fokus mengendarai mobil.


"Di cafe? Apa ngga takut kan itu tempat umum?" tanya Yuna yang bingung mengapa ketemuannya harus di cafe.


"Awalnya aku juga mikir gitu, cuman dia bilang cafenya dia sewa cuman buat ketemuan sama kita." ucap Lutfi menjelaskan.


"Wow, sekaya apa ya dia sampe di sewa cuman karena mau ketemu kita doang." ucap Yuna yang tidak menyangka jika orang yang memberi misi kali ini sepertinya sangat kaya karena sampai menyewa cafe itu, padahal cafe itu terbilang sangat mahal di kota ini.


Selang beberapa menit mereka pun sudah tiba di cafe itu.


"Mama itu bukannya mobil Papa?" ucap Frisca ketika mereka sudah berada di depan cafe.


Yuna pun langsung meneliti mobil itu lalu menatap plat nomernya dan ternyata benar itu adalah mobil milik Darren.


"Kok bisa ada Darren? Katanya cafenya udah di sewa," ucap Yuna yang kaget melihat mobil itu ternyata milik Darren.


"Jangan-jangan orang yang kasih misi ini Papa?" ucap Fano.


"Masa sih? Tapi di data Tante liat bukan nama Pak direktur." ucap Lutfi meyakinkan mereka.


"Apa jangan-jangan pake nama samaran?" ucap Yuna.


"Mending kita pastiin aja, kita ke sana dulu dan liat ap itu beneran Pak direktur atau bukan." ucap Lutfi dan mereka pun mengangguk.


Mereka pun keluar dari dalam mobil dan berjalan memasuki cafe, namun sebelum memasuki cafe ada waiters yang menghadang mereka.


"Maaf Nona-nona cafe ini sudah di sewa oleh seseorang." ucap waiters itu.


"Kalo boleh tau yang sewa cafe ini siapa ya?" tanya Yuna yang penasaran.


"Yang menyewa cafe ini adalah Tuan Darren sekaligus pemilik cafe ini." jawab waiters itu membuat mereka kaget lagi.


"Hah Papa punya cafe? Kok Flisca balu tau sih," ucap Frisca yang juga ikutan kaget.


"Nyonya, Tuan muda, Nona muda? Kalian sedang apa di sini?" tanya Deny yang sudah menghampiri mereka.

__ADS_1


"Paman Deny Papa ada di dalem?" tanya Fano.


"Ada Tuan muda."


"Tunggu, Deny kamu di sini sama Darren ngapain?" tanya Yuna menatap curiga Deny.


"Maaf Nyonya saya dan Pak direktur di sini karena pekerjaan." jawab Deny.


"Confidentiel." ucap Yuna sambil menatap lekat Deny.


Deny yang mendengarkan itu langsung tersentak kaget, karena itu adalah kata kunci untuk misi yang Deny kirim ke seorang pencuri bayaran.


"Mari Nyonya saya antar ke Pak direktur." ucap Deny mempersilakan Yuna berjalan duluan.


Yuna pun langsung berjalan di ikutin dengan Fano, Frisca, dan Lutfi di belakangnya.


Setibanya di tempat yang Deny kasih tahu, di sana sudah ada Darren yang sepertinya sedang membaca sesuatu di map.


"Pak direktur saya sudah membawa orangnya." ucap Deny yang sedikit agak khawatir jika Darren mengetahui jika Nyonyanya ini adalah pencuri yang sangat handal dan terkenal.


Darren pun mengangkat kepalanya dan dia sedikit kaget sambil mengerutkan keningnya bingung.


"Sayang? kamu ngapain ada di sini, terus kenapa ada anak-anak juga?" tanya Darren yang masih bingung.


Darren yang di berikan kotak itu pun langsung membukanya dan Darren kaget melihat isinya.


"Jadi kamu?" ucap Darren yang kaget dan Yuna pun hanya mengangguk sambil tersenyum.


"Kalian keluar." usir Darren ke mereka semua yang berada di dalam.


Mereka pun langsung menurut saja begitu pun Yuna yang juga ingin keluar namun langsung di tahan oleh Darren.


"Kamu di sini aja." ucap Darren sambil menarik Yuna agar duduk di sebelahnya.


"Sejak kapan?" tanya Darren.


"Kira-kira 4 tahun yang lalu," jawab Yuna.


"Kamu tau kan ini bahaya banget? Kenapa kamu mau jadi kaya gini? Mulai sekarang aku ngga akan izinin kamu kaya gini lagi." ucap Darren dengan tegas tanpa mau ada bantahan.


"Apaan sih Ren! Lagian ini pekerjaan aku yang sebenernya kali." ucap Yuna yang tidak terima kalau dirinya tidak di izinkan mengerjakan pekerjaannya itu.

__ADS_1


"Sayang ini tuh bahaya banget, kalo aku tau ternyata itu kamu ngga akan jadi aku suruh curi berlian ini." ucap Darren.


"Kamu tuh ngga berhak buat atur aku Ren!" ucap Yuna.


Darren yang mendengarkan itu langsung menatap tajam Yuna tidak seperti biasanya, sepertinya dirinya benar-benar sangat marah akibat ucapan Yuna.


"Kamu bilang aku ngga berhak buat atur kamu? Aku suami kamu Na, Suami kamu!" ucap Darren dengan sedikit membentak membuat Yuna agak kaget.


"Walau pun kamu suami aku, tapi kamu ngga ada hak ganggu pekerjaan aku!" ucap Yuna yang juga sedikit membentak melawan Darren.


Darren langsung menarik kasar lengan Yuna dan membawanya keluar dari cafe dan memaksa Yuna masuk ke dalam mobil dengan kasar membuat Fano, Frisca, Deny, dan Lutfi yang melihat itu kaget sekaligus bingung.


Darren pun menjalankan mobilnya dengan sangat cepat tanpa memperdulikan mereka berempat yang sedari tadi menonton.


"Paman Papa kenapa? Kok tarik Mama kasar kaya gitu?" tanya Fano yang tidak terima karena Mamanya di perlakukan kasar oleh orang lain.


"Paman juga ngga tau, untuk sekarang Tuan muda dan Nona muda jangan mengganggu Tuan dan Nyonya dulu ya karena sepertinya Tuan sedang dalam kondisi yang tidak stabil." ucap Dany memberitahu Fano dan Frisca.


"Tapi Paman Fano ngga suka Mama di kasarin kaya gitu!" ucap Fano kesal.


"BETUL! Flisca juga ngga suka Mama di kasalin begitu." ucap Frisca yang juga ikut kesal karena melihat Papanya yang kasar, bagaimana jika Mamanya pergi lagi meninggalkan dirinya.


"Tuan muda, Nona muda tapi ini juga untuk kebaikan kalian berdua."


"Ngga perduli! Tante anter aku sama Adik pulang ke rumah, pasti Papa bawa Mama ke rumah." ucap Fano.


"Ponakan-ponakan tante yang cantik dan ganteng dengerin tante ya, ucapan Paman Deny itu bener kalian lebih baik jangan ganggu mereka berdua dulu ya, karena kalian tadi liat kan? Papa kalian tuh kaya lagi marah banget sama Mama," ucap Lutfi sambil mensejajarkan dirinya dengan Fano dan Frisca.


"Tapi tante Mama nanti kenapa-napa gimana? Fano ngga terima kalo ada orang lain yang kasarin Mama sekali pun itu Papa!" ucap Fano dengan tegas.


"Tante paham kok sayang, tapi nurut aja ya sama paman Deny." ucap Lutfi yang masih sabar menghadapi sifat keras kepalanya Fano itu, untung saja Frisca hanya diam jika ikutan membantah sepertinya dirinya harus gantung diri.


Dilain sisi yaitu Darren dan Yuna.


Darren membawa Yuna ke arah rumah dengan membawa mobilnya sangat kencang membuat Yuna ketakutan dan rasanya ingin menangis sedari tadi.


"Darren stop! Kamu mau mati ya?" ucap Yuna yang masih memejamkan matanya.


"Diem!" ucap Darren dingin.


"KALO KAMU KAYA GINI TERUS AKU BAKALAN BENCI SAMA KAMU DAN AKU BAKALAN MINTA CERAI SAMA KAMU!" teriak Yuna membuat Darren langsung ngerem dadakan, untung saja di jalanan itu sedikit sepi jadi tidak akan terjadinya kecelakaan akibat Darren yang ngerem dadakan.

__ADS_1


"Kamu bilang apa barusan?"


__ADS_2