Mistake

Mistake
15. Cemburu


__ADS_3

Suasana cafe yang tadinya tidak begitu ribut tiba-tiba saja ribut di karena kedatangan seorang Darren dengan setelah jasnya dan dasi berwarna navy itu membuat ketampanannya berkali-kali lipat.


"Hai sayang," sapa Darren ke Yuna sambil mengecup pucuk rambut Yuna dan duduk di sebelahnya.


"Da-Darren? Kok kamu tau aku ada di sini sama anak-anak?" tanya Yuna yang kaget karena Darren tiba-tiba saja datang.


"Aku harus tau dong di mana istri aku berada buat jaga-jaga ada buaya yang deketin kamu." ucap Darren sambil melirik Damar.


"Papa!" panggil Fano dan Frisca bersamaan dengan semangat.


"Halo anak-anak Papa," ucap Darren sambil tersenyum.


"Yuna! Jadi kamu nikah sama Pak direktur?!" ucap Lutfi yang kaget.


"Halo Pak direktur saya Lutfi, saya salah satu aktris yang bergabung di Stars entertainment." ucap Lutfi memberi salam dan Darren pun hanya mengangguk.


"Kamu kenal suami aku Fi?" tanya Yuna.


"Kenal dong, kan Pak direktur itu yang punya Stars entertainment," jawab Lutfi.


"Hah kamu juga punya agensi buat artis? Aku kira kamu cuman punya WM GRUP." ucap Yuna yang masih kaget, dirinya harus tau seberapa kaya suaminya ini.


"Ngga dong sayang, Stars entertainment itu punya sedangkan WM GRUP itu punya Kakek aku." ucap Darren dan Yuna pun mengangguk paham.


"Oh iya Darren ini aku kenalin, namanya Kak Damar dia senior aku waktu di SMA dan Kak Damar ini suami aku namanya Darren." ucap Yuna memperkenalkan Damar ke Darren dan sebaliknya.


"Halo salam kenal ya." ucap Damar dengan ramahnya sambil menyodorkan tangannya dan Darren pun hanya mengangguk sambil menerima jabatan tangan Damar.


"Na kalo gitu aku pergi duluan ya ada urusan lagi soalnya," ucap Damar sambil bangkit dari duduk.


"Oh gitu Kak? Yaudah hati-hati di jalan ya kak," ucap Yuna dan Damar pun mengangguk.


Setelah perginya Damar, Darren langsung menarik Yuna membuat Yuna kaget.


"Lutfi saya titip anak-anak sebentar." ucap Darren dan Lutfi pun langsung mengangguk.


"Siap Pak."


Yuna pun di tarik oleh Damar ke arah mobilnya yang sedang terparkir lalu menyuruh Deny untuk keluar dari mobil sebentar.


"Kamu tuh apa-apaan sih Ren tarik-tarik aku kaya gini!" ucap Yuna kesal.


"Aku ngga suka ya kamu deket-deket sama Laki-laki lain." ucap Darren yang sangat possesive.


"Siapa yang deket-deket sama Laki-laki lain yaampun Darren, lagian tadi ada Kak Damar karena itu kebetulan." ucap Yuna menjelaskan kesalah pahaman ini.


"Itu tuh dia sengaja sayang," ucap Darren yang masih di landa kecemburuan.


"Sengaja dari mananya si Darren, udah ah lepas aku mau ke Lutfi sama anak-anak." ucap Yuna sambil ingin membuka pintu mobil namun langsung di tarik oleh Darren.

__ADS_1


Tanpa aba-aba Darren langsung mengecup bibir Yuna membuat Yuna kaget dan langsung mendorong Darren dengan kencang, lalu Yuna buru-buru keluar dari mobil untuk menghindari Darren dengan wajah yang sudah merah padam itu karena blushing.


"Loh Mama kenapa mukanya merah gitu?" tanya Fano ketika Yuna yang sudah kembali.


"I-ini Mama kena alergi jadi merah muka Mama," jawab Yuna yang masih agak gugup.


Lutfi yang tau mengapa Yuna seperti itu langsung menatap Yuna.


"Lipsticknya belepotan tuh," ucap Lutfi menggoda Yuna.


Yuna yang mendengarkan itu langsung mengambil kaca di dalam tasnya dan ternyata Lutfi bohong.


"Ck, mana ngga ada tuh bohong banget kamu." ucap Yuna kesal dan Lutfi pun hanya tertawa karena berhasil menjahili Yuna.


"Mama, Papa mana? Kok ngga baleng Mama lagi," tanya Frisca.


"Papa udah pulang duluan sayang," jawab Yuna dan Frisca pun hanya menganggukan kepalanya.


"Loh itu Papa, kata Mama Papa pulang duluan." ucap Fano ketika melihat Darren yang masuk ke cafe sambil berjalan ke arah mereka.


"Ekhm, Na kayanya aku harus pergi duluan deh nanti aku telepon ya bye-bye," ucap Lutfi yang langsung pergi meninggalkan mereka.


"Kamu mau pulang sekarang atau nanti?" tanya Darren yang sudah duduk di sebelah Yuna.


"Sekarang aja." jawab Yuna sambil bangkit dari duduknya dan menarik kedua anaknya itu meninggalkan Darren.


"Nanti Papa nyusul kok," jawab Yuna dan Frisca pun mengangguk paham.


...~~~...


Setelah dari cafe Yuna langsung masuk ke dalam kamar karena dirinya agak lelah walaupun keluar sebentar.


"Sayang kamu ngga mandi dulu?" tanya Darren ketika melihat Yuna yang sudah berbaring di ranjang dengan matanya yang tertutup.


"Ren bisa ngga sih kamu tuh jangan panggil aku sayang terus." ucap Yuna dengan mata yang masih tertutup.


"Emang kenapa?" tanya Darren yang sudah berbaring di sambil Yuna dengan memeluk pinggang Yuna.


"Ya nggapapa cuman aneh aja di dengernya," ucap Yuna.


"Aneh atau malu karena aku panggil sayang?" bisik Darren membuat sekujur tubuh Yuna merinding.


"A-apaan sih Ren, sana ih jauhan aku mau tidur ngantuk." ucap Yuna sambil berusaha mendorong Darren agar menjauh namun Darren tidak mau melepas pelukannya itu malah makin mempererat.


"Darren awas ih!" ucap Yuna kesal.


"Anak-anak minta punya Adik." ucap Darren yang terus mendusel-dusel di leher Yuna.


"Ngga usah ngaco, udah awas minggir deh!"

__ADS_1


Darren tidak minggir malah langsung merubah posisinya menjadi dirinya di atas dan Yuna di bawah.


"Ma-mau ngapain kamu!" ucap Yuna gugup.


"Menurut kamu?" ucap Darren dengan wajah yang semakin dekat dengan wajah Yuna.


Drt...Drt...Drt...


Tiba-tiba bunyi nada dering telepon dari hp milik Yuna, Yuna pun langsung mendorong Darren dan buru-buru merubah posisinya menjadi duduk sambil mengambil hp nya di nakas.


"Halo Fi,"


"Na ada Pak direktur?"


"Ada, emang kenapa?" tanya Yuna sambil melirik Darren dan Darren langsung menaikan sebelah alisnya.


"Bisa ngejauh dulu ngga? Aku mau paham tentang itu."


"Oke sebentar ya,"


Yuna yang paham langsung berdiri dan membuat Darren bingung.


"Mau kemana?"


"Kamu di sini aja ngga usah ikutin aku, awas aja ikutin." ucap Yuna sambil menatap tajam Darren dan Darren pun langsung patuh.


Yuna keluar dari kamar dan berjalan menuju ke taman belakang rumah karena di sana sepi.


"Halo Fi, gimana?"


"Udah aman?"


"Udah."


Lutfi pun langsung menjelaskan misi yang mereka dapat dan misi itu harus di kerjakan besok malam, mereka di perintahkan untuk mencuri berlian di suatu acara yang besar besok dan misi ini tidak begitu sulit karena mereka sudah biasa menjalankan misi seperti ini.


"Jadi besok kita ngejalaninnya di jam 9 malem karena acara di mulai jam segitu dan kita bisa diem-diem ambil berlian itu, paham Na?"


"Paham."


"Yaudah kalo gitu teleponnya aku matiin ya, sama sekalian nitip ya ponakan satu lagi heheh."


"LUTFI!"


tut.


Panggilan pun langsung di putuskan sepihak oleh Lutfi.


"Heran Ngga Darren, ngga Lutfi, ngga anak-anak bahasnya kaya gitu mulu." ucap Yuna kesal.

__ADS_1


__ADS_2