Mistake

Mistake
16. Bingung


__ADS_3

Hari ini Darren benar-benar sangat sibuk dengan berkas-berkas di kantornya yang sangat menumpuk itu, tadi pagi Darren pun datang lebih awal di karenakan ada jadwal meeting.


Tok...Tok...Tok...


"Masuk." ucap Darren dan pintu pun di buka nampaklah Naura dengan di tangannya ada seperti udangan.


"Maaf Pak direktur ada undangan untuk Bapak," ucap Naura sambil memberikan undangan itu.


Darren pun langsung membaca udangan itu dan ternyata acaranya nanti malam.


"Kamu boleh keluar." ucap Darren dan Naura pun mengangguk.


"Baik Pak direktur saya permisi."


Selepas kepergian Naura, Darren langsung menghubungi Deny untuk datang keruangannya.


"Deny antara saya ke toko kue Yuna sekarang." perintah Darren.


"Siap Pak." ucap Deny.


Darren dan Deny pun berjalan keluar dari ruangan direktur menuju ke parkiran.


Selang beberapa menit, Darren pun sudah tiba di depan toko kue milik Yuna. Darren pun langsung masuk dan melihat Yuna sedang fokus menata kue-kue di etalasenya.


Darren pun menghampiri Yuna dengan wajah tersenyum membuat Silla dan Syifa terpanah.


"Kak," bisik Syifa sambil menyenggol lengan Yuna.


"Iya?" ucap Yuna yang masih fokus menata kue.


"Itu liat kak." ucap Syifa dan Yuna pun langsung mengalihkan pandangannya.


"Darren?" gumam Yuna.


"Hai," sapa Darren sambil tersenyum ke arah Yuna.


"Kamu ngapain ke sini?" tanya Yuna yang bingung tiba-tiba Darren ke tokonya.


"Ikut aku," ucap Darren.


"Kemana?"


"Ngga usah banyak tanya, aku tunggu di mobil ya." ucap Darren lalu langsung pergi keluar.


"Suami kak?" tanya Silla dan Yuna pun mengangguk.


"Tolong jaga toko ya Sil, Fa." ucap Yuna yang sudah ingin pergi.


"Siap kak!"


Yuna pun segera pergi menyusul Darren yang sudah menunggunya di dalam mobil.


"Suaminya Kak Yuna beneran ganteng banget ya," ucap Silla saat Yuna sudah keluar.


"Kok aku kaya ngga asing ya sama muka suaminya kak Yuna." ucap Syifa.


"Oh! Itu bukannya Darren Argantara William pemilik perusahaan WM GRUP sama agensi start?!" ucap Silla yang baru ingat.


"What?! Serius Sil yaampun berarti kak Yuna kaya banget dong ya," ucap Syifa yang kaget akan fakta itu.

__ADS_1


"Tapi yang aku denger tuh Pak Darren belum ada istri tapi punyanya anak perempuan."


"Ih kamu gimana si Sil, kalo Pak Darren udah punya anak berarti Pak Darren juga punya istri lah gimana sih!" ucap Syifa sambil menyentil kening Silla.


"Eh iya juga ya hehehe," ucap Silla sambil terkekeh.


...~~~...


Darren ternyata mengajak Yuna ke sebuah butik yang terkenal di kota itu.


"Kita ngapain ke sini?" tanya Yuna ketika memasuki butik.


"Nanti malem kamu temenin aku." jawab Darren.


"Hah kemana? Aku udah ada janji sama Lutfi nanti malem," ucap Yuna.


"Kemana?" tanya Darren.


"Ini masalah perempuan kamu ngga boleh tau." jawab Yuna.


"Batalin." ucap Darren membuat Yuna kaget.


"Apaan sih kamu Darren seenaknya suruh aku batalin aja." ucap Yuna kesal.


"Kamu harus temenin aku ke acara itu sayang oke," ucap Darren dengan sidikit suara yang melunak.


"Aku udah ada janji sama Lutfi Ren please deh,"


"Hp kamu mana?" ucap Darren.


"Buat apa?" tanya Yuna.


"Siniin dulu hp nya," ucap Darren dan Yuna pun langsung memberikan hp nya tanpa ada rasa curiga.


"Kamu abis ngapain?" tanya Yuna curiga.


"Bilang ke sahabat kamu kalo janjiannya di batalin." ucap Darren enteng.


Yuna yang mendengarkan itu kaget dan buru-buru memberi pesan lagi ke Lutfi, bisa gawat jika Lutfi mengira Yuna yang sudah membatalkannya apa lagi ini adalah misi besar.


"Kamu tuh apa-apaan sih Ren!" ucap Yuna kesal.


Yuna benar-benar kesal, mengapa Darren itu sangat amat menyebalkan ingin rasanya Yuna membunuh Darren karena sifatnya yang seenaknya ini.


"Udah kamu nurut aja sama aku." ucap Darren membuat Yuna semakin kesal.


Darren pun memanggil pegawai di situ untuk memberikan dress yang cocok untuk Yuna.


"Mari Nyonya saya antar untuk memilih dressnya," ucap pegawai itu dan Yuna pun akhirnya mengalah karena dirinya tidak bisa menang jika sudah seperti ini.


Yuna di beri beberapa dress dan di suruh untuk memakainya dan memperlihatkan ke Darren satu persatu.


Dress pertama Darren tidak menyukainya karena belahan dadanya terlalu rendah, dress kedua Darren pun tidak menyukainya karena di belakang punggungnya bolong, hingga Yuna sudah berganti dress sampai beberapa kali dan ini adalah dress terakhir yang sangat di rekomendasikan di butik ini.


"Darren," panggil Yuna.


Darren yang sibuk dengan hp nya langsung mengalihkan pandangannya dan seketika Darren terpanah karena kecantikan dan kecocokan Yuna dengan dress itu.


__ADS_1


...(pict dari pinterest)...


Namun ekspresi Darren langsung berubah menjadi dingin lagi dan ingin menyuruh Yuna untuk ganti tapi Yuna langsung berlari ke arah Darren dan menutup mulut.


"Diem! Kamu tuh ngga tau ya aku cape banget dari tadi di suruh gonta ganti dress mulu, aku pokoknya mau yang ini paham." ucap Yuna menatap tajam Darren dan Darren pun langsung mengalah.


Yuna pun melepas bekapan tangannya lalu berdiri di depan Darren yang duduk.


"Mba saya ambil yang ini ya," ucap Yuna dan pegawai itu.


Darren sangat tidak setuju dengan keputusan Yuna yang mengambil dress itu, Darren pun langsung bangkit dan menghampiri Yuna.


"Sayang jangan ini ya," ucap Darren memohon.


"Diem!" ucap Yuna dengan memandang sinis Darren.


"Sayang liat deh itu tuh dressnya pendek banget terus bahu kamu keliatan dan itu aku ngga suka, cari yang lain."


"Terus kamu maunya yang kaya gimana Darren," ucap Yuna yang sudah lelah.


"Pokoknya yang tertutup." jawab Darren dengan tegas.


"Kalo gitu aku ngga udah ikut kamu deh," ucap Yuna yang sudah semakin kesal


"Ngga kamu harus ikut!"


"Ya makannya udah sih ini aja ribet deh kamu tuh." ucap Yuna yang benar-benar sudah lelah dengan perdebatan ini.


"Mba carikan dress yang lain pokoknya harus tertutup." ucap Darren dan pegawai itu pun langsung mengangguk dan menyuruh Yuna untuk mengikutinya kembali.


beberapa menit pun sudah berlalu dan Yuna pun juga sudah mamakai dress barunya itu.


"Darren," panggil Yuna.


Darren yang tadi menghadap kebelakang langsung berbalik dan menatap Yuna dengan senyum yang langsung mengembang.


"Nah ini baru bagus walaupun aku rada ngga suka karena kaki kamu keliatan gitu." ucap Darren.



...(pict dari pinterest)...


Yuna yang mendengarkan itu langsung menatap tajam Darren.


"Mba saya ambil yang ini ya." ucap Yuna.


"Oke Nyonya."


Selang beberapa menit Yuna pun sudah memakai baju yang seperti semula dengan di tangannya ada totebag yang isinya dress tadi.


"Sayang kamu mau makan di rumah atau kita mampir ke restoran?" tanya Darren ketika mereka berdua sudah berada di dalam mobil.


"Di rumah aja biar makan bareng sama anak-anak," jawab Yuna dan Darren pun hanya mengangguk.


"Kamu tidur aja keliatannya kamu cape banget," ucap Darren.


"Aku cape juga gara-gara kamu yang dari tadi suruh aku buat gonta ganti dress." ucap Yuna menatap sinis Darren.


"Iya-iya maaf ya sayang, aku tuh ngga mau sampe aset-aset punya kamu di lirik sama orang lain." ucap Darren sambil membawa Yuna ke dalam pelukannya.

__ADS_1


"Ini punya aku bukan kamu."


"Iya-iya punya kamu, udah kamu tidur aja sampe ke rumah juga lumayan lama." ucap Darren dan Yuna pun hanya mengangguk sambil menyenderkan kepalanya di dada bidang Darren.


__ADS_2