Mistake

Mistake
25. Ada yang ganggu


__ADS_3

Yuna dan anak-anak sudah masuk ke dalam mobil dengan cepat dan meninggalkan perusahaan Darren, sedangkan Darren yang melihat Yuna sudah pergi buru-buru mengambil mobil dan menyusulnya.


Darren takut jika Yuna meninggalkan dirinya sendiri dan membawa anak-anak pergi dari dirinya.


Setibanya di rumah Darren langsung buru-buru masuk dan melihat Yuna yang sedang duduk di ruang keluarga sambil menonton TV.


"SAYANG!" teriak Darren dan langsung memeluk Yuna dari samping membuat Yuna kaget.


"Darren kebiasaan deh Ngagetin!" ucap Yuna sebal.


"Sayang jangan marah ya itu cuman salah paham aja, aku bisa jelasin semuanya..." ucap Darren dengan memelas.


"Tau," jawab Yuna enteng membuat Darren kaget.


"Kamu tau kalo ini salah paham?"


"Kamu maunya aku salah paham?" tanya Yuna balik membuat Darren ketar ketir.


"Engga lah! Lagian kalo aku berbuat yang ngga-ngga sama dia berarti selera aku jatoh banget dong," ucap Darren dengan kepalanya yang di senderkan ke Yuna.


"Kenapa gitu? Dia cantik loh, malah lebih cantikan dia dari aku." ucap Yuna membuat Darren berdengus sebal.


"Siapa bilang dia cantik, cuman yang matanya buta doang yang bilang dia cantik. Di liat dari ujung sedotan juga ngga ada cantik-cantiknya." ucap Darren dengan omongan pedasnya dan mendapatkan pukulan di bibirnya.


"Kalo ngomong tuh yang sopan dikit," ucap Yuna.


"Abisnya kamu bilang dia cantik, jelas-jelas kamu yang lebih cantik dari siapa pun." ucap Darren sambil cemberut.


Yuna yang mendengarkan itu terkekeh, saat ini Darren benar-benar sangat mirip dengan Fano. Ya wajar saya si kan Fano anak kandung Darren pasti sifatnya 11 12.


Tapi Yuna heran, mengapa Darren bisa melupakan dirinya? Jelas-jelas waktu itu Darren seperti tidak terlalu mabuk.


"Oh iya Darren tadi Fano bilang mau ngomong sama kamu, katanya si urusan Laki-laki." ucap Yuna sambil mengelus-elus rambut Darren dan Darren seperti sangat nyaman sekali hingga menutup matanya.


"Mau ngomong apa?" tanya Darren sambil menutup matanya.


"Hm...Ngga tau deh soalnya aku sama Frisca ngga boleh tau sama sekali soal ini," ucap Yuna dan membuat Darren pun langsung menegakkan tubuhnya.


"Kenapa ya?" tanya Darren yang bingung dan Yuna pun hanya menggelengkan kepalanya.


"Yaudah aku ke kamar anak-anak dulu ya," ucap Darren lalu mengecup kening Yuna.


Darren pun berjalan menaiki tangga menuju ke kamar anak-anaknya itu.


Tok...Tok...Tok...


"Papa masuk ya?" ucap Darren lalu langsung masuk ke dalam.

__ADS_1


Baru membuka pintu tiba-tiba ada bantal yang melayang membuat Darren yang belum siap terkena dan bantal itu mengenai wajahnya.


"Ngapain Papa ke sini! Sana sama tante badut itu aja." ucap Fano dengan penuh emosi.


"Iya sana sama tante badut aja! Ngga usah dateng ke sini, kalo bisa Papa kelual dari lumah ini." ucap Frisca mengusir Darren.


Darren yang mendengarkan itu langsung menghampiri Fano dan Frisca dengan wajah sedikit tersenyum tipis.


"Ngapain malah jalan ke sini?" tanya Fano dengan menatap sinis Darren.


"Dengerin ya, Papa itu cinta banget sama Mama dan ngga mungkin Papa berpaling dari Mama dan satu lagi kalo kalian liat tante badut lagi di kantor jambak aja atau ngga pukul aja oke?" ucap Darren yang agak sedikit ngawur.


"Emang boleh?" tanya Frisca dan Darren pun mengangguk.


"Boleh, soalnya itu hama jadi harus di basmi paham?"


"Paham!" ucap Fano dan Frisca dengan semangat.


"Nah Fano tadi Papa di kasih tau Mama, katanya kamu mau ngomong sama Papa? Emang mau ngomongin soal apa?" tanya Darren.


"Hm...Tapi Fano malu Pa," ucap Fano sambil menunduk membuat Darren nambah kebingungan.


"Kenapa? Coba sini cerita sama Papa," ucap Darren yang sudah duduk di samping Fano.


"Adik keluar dulu, Kakak mau ngomong penting sama Papa." usir Fano.


"Ini masalah Laki-laki Adik, udah sana kamu keluar temenin Mama aja." ucap Fano sambil menarik Frisca agar keluar dari kamar.


"Iya-iya nih Flisca kelual, awas aja Flisca bakalan malah sama Kakak!" ucap Frisca sambil menutup pintu dengan kencang.


Setelah Frisca keluar, Fano pun langsung mulai menceritakan kejadian tadi di sekolahnya.


"Jadi tuh tadi banyak banget Cewek yang deketin Fano di sekolahan buat Fano risih, dan Fano juga sebel sama salah satu Cewek itu namanya Salsa dia selalu mepet-mepet ke Fano mulu, terus parahnya lagi Salsa malah jadi temen Adik!" ucap Fano sebal jika mengingat kejadian tadi di sekolahnya.


Darren yang mendengarkan itu hampir ingin tertawa namun dirinya langsung tahan.


"Oh, namanya Salsa? Terus Salsa deketin Fano kaya gimana?" tanya Darren.


"Dia rebut bangku Frisca dan duduk di sebelah Fano dan Papa tau ngga ini yang bikin Fano sebel!"


"Apa?"


"DIA CIUM PIPI FANO PA!" ucap Fano dengan wajah yang sudah merah padam antara malu dan kesal juga.


Darren yang mendengarkan itu langsung tertawa membuat wajah Fano semakin merah.


"Papa jangan ketawa ih!" ucap Fano sebal.

__ADS_1


"Maaf boy maaf," ucap Darren yang sudah sedikit mereda ketawa.


"Terus abis kejadian itu kamu apain Salsa?"


"Fano langsung dorong dan marahin Salsa lah Pa tapi malah Fano juga kena dorong sama Frisca dan di marahin Frisca karena udah kasar sama temen barunya." ucap Fano.


Darren sebenarnya agak bingung ingin menanggapi apa tentang cerita Fano ini.


"Papa paham kok Fano risih, tapi jangan sampe Fano berlaku kasar banget sama Salsa ya kecuali kalo Salsa udah bener-bener kelewat batas dan Fano cuekin aja Salsa biar dia nyerah sendiri, paham?" ucap Darren dan Fano pun mengangguk.


"Nah masih ada yang mau di omongin?" tanya Darren dan Fano pun mengangguk.


"Kata Salsa hari ini dia mau dateng ke rumah." ucap Fano.


"Yaudah nggapapa, inget pesan Papa aja yang tadi oke?" ucap Darren dan Fano pun mengangguk.


Ceklek.


"FANO!" teriak suara Cewek yang asing itu sambil berlari ke arah Fano.


Fano yang melihat siapa itu langsung menghindar dan menatap datar Cewek itu.


"Fano kok kamu jahat banget sih sama pacar kamu!" ucap Cewek itu.


"Pergi." usir Fano Cewek itu malah menggeleng.


"Jadi ini orangnya boy?" tanya Darren dan Fano pun mengangguk.


Ternyata Cewek yang datang itu adalah Salsa, Cewek yang barusan di ceritakan itu. Salsa yang melihat Darren matanya langsung berbinar.


"Wah Om ganteng banget kaya Fano," ucap Salsa tanpa malu membuat Fano berdengus kesal.


"Kamu pergi! Ngapain si ke sini." ucap Fano sebal sambil menatap tajam Fano.


"Fano kamu tuh kayanya sama aku sensian banget deh, aku kan tadi di sekolahan udah bilang mau ke sini." ucap Salsa sambil menarik lengan Fano membuat dirinya berdekatan.


"Halo Om kenalin aku Salsa pacarnya Fano heheh," ucap Salsa memperkenalkan dirinya sambil menggandeng Fano.


Darren yang mendengarkan itu langsung terkekeh.


"Yaudah kalo gitu Pap keluar dulu ya boy," ucap Fano sambil mengacak-acak rambut Fano lalu pergi keluar.


Fano yang di tinggal berdua saja dengan Salsa langsung menghela nafasnya kasar.


"Lepas!" ucap Fano menghentakan tangan Salsa lalu langsung pergi keluar dari kamarnya meninggalkan Salsa sendiri.


" Yah di tinggal lagi," ucap Salsa sambil menghentak-hentakan kakinya sebal.

__ADS_1


__ADS_2