Mistake

Mistake
18. Misi berjalan


__ADS_3

Acara pun sebentar lagi akan mulai dan Yuna juga tadi sudah memberi tahu jika dirinya di tempat yang sama untuk menjalan misinya.


Drt...Drt...Drt...


Bunyi suara telepon dari hp milik Yuna membuat Darren yang sedang mengobrol langsung melirik ke arah Yuna.


"Siapa?" tanya Darren penasaran.


"Lutfi," jawab Yuna.


Yuna pun sedikit menjauh dari mereka karena takut mengganggu dan Darren pun juga mengikuti Yuna.


"Halo Fi?"


"Yuna tolong huaaaa!"


Lutfi sudah mulai berakting menangis.


"Fi kamu kenapa?" tanya Yuna yang pura-pura panik.


Darren yang melihat wajah Yuna panik langsung mengerutkan keningnya.


"Tolong Na hiks..."


"Iya kamu kenapa?" tanya Yuna lagi yang semakin panik membuat Darren menjadi penasaran dan mendekatkan kupingnya ke hp Yuna agar dirinya bisa mendengar.


"Perut aku hiks perut aku sakit banget huaaa!"


Ucal Lutfi dengan sidikit berteriak membuat kuping Yuna dan Darren sedikit berdengung sakit.


"Udah minum obat?"


"Udah tapi belum sembuh-sembuh malah nambah sakit Na hiks."


"Yaudah kalo gitu aku kesana ya, aku izin dulu sama Darren."


"Makasih ya Na hiks hiks,"


"Iya sama-sama, kamu istirahat dulu biar aku nanti langsung ke sana bawain obat sama makanan oke,"


"Oke,"


tut.


Panggilan pun berakhir.


"Darren aku ke Lutfi dulu ya kasian dia sendirian," ucap Yuna.


"Aku ikut."


"Ngga usah, kamu di sini aja entar kalo Tuan Tara nyariin kamu gimana?" ucap Darren mencegah agar Darren tidak ikut dengannya, bisa gawat kalau dia ikut.


"Ngga penting, yang penting kamu selalu bareng aku." ucap Darren tegas.


"Jangan gitu lah Ren, udah ya kamu di sini aja oke." ucap Yuna dengan wajah memelas.


"Aku ikut atau kamu ngga boleh ke sana." ucap Darren tegas tanpa bantahan.


"Aduh ini Darren kenapa maksa banget mau ikut sih!" batin Yuna kesal.


"Darren please," ucap Yuna dengan memohon namun Darren tidak menggubrisnya.


"Sa-sayang please ya boleh aku pergi sendiri ke Lutfi," ucap Yuna memanggil Darren dengan kata sayang.


Darren yang mendengarkan itu sedikit terkecoh hanya karena Yuna memanggilnya sayang.


"Ngga." ucap Darren yang sedikit agak melunak namun terdengar sedikit tegas.


"Sayang please ya," ucap Yuna memohon dengan wajah yang di imut-imutkan.


Darren langsung memalingkan wajahnya agar hatinya tidak terkecoh dan membolehkan Yuna pergi sendiri tanpanya.


"Kalo kamu izinin aku nanti aku bakalan turutin semua yang kamu mau janji." ucap Yuna dengan sungguh-sungguh.


Darren yang mendengarkan itu langsung tersenyum licik.

__ADS_1


"Salah ngomong aku kayanya," batin Yuna.


"Oke aku bakalan izinin kamu," ucap Darren membuat Yuna langsung merekahkan senyumnya.


"Tapi besok seharian kamu harus sama aku terus." bisik Darren di kuping Yuna.


Yuna yang paham apa maksud Darren langsung mendorong Darren agar menjauh.


"Mesum banget sih kamu!" ucap Yuna kesal.


"Terserah kamu sih, kalo mau aku izinin kalo ngga kamu harus tetep di sini." ucap Darren dengan wajah tengilnya.


Yuna pun tidak bisa apa-apa lagi dan akhirnya pasrah.


"Oke-oke aku mau."


"Mau apa tuh sayang?" tanya Darren dengan nada jailnya.


Yuna yang di tanya seperti langsung mencubit lengan Darren dengan kencang.


"Darren ih!" ucap Yuna sebal.


"Kenapa sih sayang?" tanya Darren yang merasa tidak punya salah.


"Tau ah, udah aku mau pergi sekarang kasian Lutfi pasti lagi nungguin." ucap Yuna yang ingin pergi namun langsung di tahan oleh Darren.


"Biar Deny yang anter." ucap Darren.


"Ngga usah ih, udah deh kamu jangan bikin aku lama kasian Lutfinya nungguin!" ucap Yuna yang sudah kesal karena Darren mengulur-ngulut waktunya terus.


"Tapi sa-"


"Diem! Aku mau pergi sekarang." ucap Yuna sambil mengecup pipi Darren dengan cepat lalu langsung kabur.


Darren yang tiba-tiba di kecup pipinya tidak bisa menahan senyum.


"Udah mulai nakal ya," ucao Darren sambil terua memperhatikan Yuna yang sudah semakin jauh.


...~~~...


"Oke kamu udah tau aku harus lewat mana biar ngga ketauan kan?" ucap Yuna.


"Udah." jawab Lutfi dan Yuna pun menganggukan kepalanya paham.


Yuna pun langsung memasang earpiece dan menghubungi Fano.


"Halo boy kamu denger Mama kan?"


"Halo Mama ini aku Flisca."


Yuna yang mendengar suara Frisca langsung kaget.


"Loh Frisca? Kakak mana?"


Lutfi yang mendengar Yuna menyebut nama Frisca langsung kaget.


"Kakak lagi di kamar mandi Ma,"


"Sayang bisa panggil Kakak dulu?"


"Ngga usah Ma, aku tau kok Mama sama Kakak lagi mau ngapain dan aku udah belesin semuanya Ma heheheheh,"


"Kamu tau dari mana sayang?" tanya Yuna yang kaget karena Frisca tau.


"Dari Kakak Ma, tapi tenang Ma Flisca ngga akan kasih tau siapa-siapa."


"Oke Mama percaya kok sama kamu sayang."


"Oh iya Ma, Mama halus hati-hati ya soalnya di luang penyimpanan itu di kasih pengaman Flisca sama Kakak lagi belusaha bial pengaman itu ngga akan aktif pas Mama ambil balang itu."


Yuna yang mendengarkan itu paham namun dirinya juga bingung, mengapa Fano bisa-bisanya bilang-bilang ke Frisca. Yuna tau Fano tidak akan pernah menyebar tentang ini ke siapa pun itu.


"Oh iya Ma satu lagi, di sana ada cctv tapi tenang Ma Flisca udah atul semuanya dan akan aman."


"Wah anak Mama pinter banget sih, makasih ya sayang besok Mama bikinin kue anak Mama yang pinter ini,"

__ADS_1


"YEYYYY MAKASIH MA!"


"Sama-sama sayang, yaudah kalo gitu Mama jalanin misi dulu ya."


"Oke Ma!"


"Na Frisca tau?" tanya Lutfi dan Yuna pun mengangguk.


"Tapi tenang aja, ternyata Yuna bisa juga kaya Fano."


"Maksudnya ngeretas gitu?"


"Iya." jawab Yuna dan Lutfi pun bertambah kaget.


"Keren-keren, kalah aku sama anak kecil." ucap Lutfi kagum.


"Yaudah Fi sekarang aku bakalan masuk ke dalem lewat belakang kan?" ucap Yuna dan Lutfi pun mengangguk.


"Goodluck!" ucap Lutfi dan Yuna pun mengangguk.


Yuna pun langsung menjalankan misinya berjalan mengendap-endap dan hati-hati.


Setibanya di tempat penempatan berlian itu, Yuna sangat berhati-hati ketika membuka pintu. Dan di dalam sana ada sebuah kotak yang Yuna yakin di dalam itu ada berliannya.


Dengan hati-hati Yuna berjalan hingga sudah berada di depan kotak itu lalu langsung menghubingi Fano lagi.


"Halo Fano, Frisca?"


"Halo Ma ini Fano."


"Gimana sayang? Apa udah aman Mama buat buka kotak itu?"


"Sebentar lagi Ma Adik lagi beresin itu,"


"Oke Mama tunggu ya."


"Ma udah selesai Ma udah selesai,"


"Sip makasih sayang-sayangnya Mama,"


Yuna pun langsung membuka kotak itu dan benar itu adalah berlian yang Yuna cari. Yuna pun mengambil dengan sarung tangannya dan menaruh di sebuah kotak yang ukurannya sedikit kecil yang Lutfi bawakan tadi.


Yuna pun langsung keluar dengan hati-hati lagi. Untung saja di sini tidak ada penjaga jadi Yuna aman.


Setibanya di luar Yuna langsung masuk ke dalam mobil yang di dalamnya sudah ada Lutfi.


"Huft cape banget," ucap Yuna yang sudah masuk ke dalam mobil.


"Wih mantap emang kamu Yun selalu berhasil," ucap Lutfi sambil menjalankan mobilnya.


"Harus berhasil dong, kalo ngga berhasil bukan Yuna namanya." ucap Yuna dengan percaya dirinya.


"Oh iya Pak direktur tadi telepon aku," ucap Lutfi.


"Terus dia ngomong apa?" tanya Yuna penasaran.


"Ya biasa cuman nanyain kamu lagi sama aku kan, terus dia bilang nanti mau jemput kamu."


"Hah jemput? Terus-terus gimana? Ini aja kita masih di mobil dan acaranya juga sebentar lagi selesai emang ke buru sampe apart nanti?" ucap Yuna yang panik.


"Tenang aja," ucap Lutfi dengan senyum tercetak di wajahnya.


Lutfi langsung menancapkan dengan kecepatan yang sangat tidak wajah membuat Yuna langsung berpegangan dengan kencang.


"LUTFI AKU MASIH MAU HIDUP LUTFI! AKU MASIH MAU LIAT ANAK-ANAK MULAI SEKOLAH BULAN BESOK LUTFI!" teriak Yuna yang sudah ketakutan.


"Tenang aja Na," ucap Lutfi sambil terkekeh.


Yuna hanya bisa menutup matanya karena tidak sanggup jika harus membuka matanya.


Selang beberapa menit mereka pun sudah tiba di parkiran apartment.


"Huh, Fi sumpah kayanya aku mau muntah," ucap Yuna lemas.


"Lebay kamu Na, udah yuk turun." ucap Lutri sambil terkekeh.

__ADS_1


Mereka berdua pun keluar dari mobil dan langsung berjalan masuk ke dalam apartment dengan Yuna yang di papah oleh Lutfi karena masih lemas akibat tadi.


__ADS_2