
" Woii bang... lepasin tu cewek" Tiba-tiba Kendra datang dan langsung narik gue ke sampingnya.
" Kenapa sih nih bocah... heii lo jangan ikut campur ya urusan kami!! "
" Siapa yang ikut campur bang?... saya cuman mau bilang ke abang, jangan ganggu cewek ini, galak soalnya." Perkataan yang begitu membuat gue kesal.
" Ini, mendingan abang pergi beli rokok aja ya... gak usah gangguin cewek ini lagi. Saya takut nanti abang di aniaya lagi sama dia" Ujarnya kembali seraya memberi uang 100 ribu ke tukang ojek yang dari tadi gangguin gue.
Dan akhirnya gue bisa bebas dari tukang ojek tadi, walaupun gue kesal sama si Kendra yang dari tadi tuh ngomongin gue galak terus ke abang itu... gue pengen banget nabok dia tadi, tapi setidaknya gue pengen bermurah hati sama dia karena sudah nolongin gue tadi. Gue sama Kendra lagi nungguin bus di halte, gak ada sama sekali perbincangan antara gue sama dia, rumah gue sama Kendra emang searah kalau pulang naik bus. Meskipun gue gak tau pasti dimana rumahnya dia. Gue masuk kedalam bus duluan, lalu Kendra ikut dibelakang gue. Gue lebih milih duduk di dekat jendela biar bisa ngerasain angin. Saat gue sudah duduk, gue kira Kendra bakalan duduk disamping gue, tapi ternyata dia malah terus kearah kursi yang ada di paling belakang.
" Ken, sini... duduk di samping gue"
" Gak mau ah, banyak kuman "
' apaan sih, gue manggil dengan bermurah hati, dia malah jutek banget ke gue. dasar cowok aneh. '
" Yaudah kalau gak mau " Kata gue dengan nadah yang super Jutek karena kesal sama tuh cowok.
__ADS_1
Bus pun sudah berhenti di halte dekat rumah gue Tapi di sepanjang perjalanan, gue heran sama tuh cowok kenapa gak turun dari tadi? seharusnya kan dia udah turun di halte sebelumnya. Gue gak tau kenapa sih Kendra gak turun-turun dari bus sejak tadi, seharusnya dia sudah turun saat bus berhenti di halte pertama. Gue turun dari bus, dan benar saja gue tau kalau Kendra ikutin gue.
" Kok lo ikutin gue sih? Lo kan seharusnya turun di halte pertama, kenapa malah turun bareng gue? "
" Apaan sih, siapa juga yang ikutin lo... orang gue mau ke warnet kok "
" Emang kompleks sini ada warrnet? "
" Ya ada lah, masa gak sih. Makanya lo itu jangan cuman ngurung diri aja dikamar, kayak anak bayi. "
" Iihhhh apaan sih, gue bukan anak bayi ya. "
" Gak!! "
" Mirip! "
" Gak!!! "
__ADS_1
" Mirip! "
" Iiihhh gak Kendra, gue bukan bayi!!! "
" Yaudah kalau gak mau "
Dengan kesal gue berjalan menuju ke rumah. Kendra tetap saja ikutin gue dari belakang, gue gak tau kenapa, yang gue tau dia cuman mau ke warnet doang. Sesampainya gue di depan pagar rumah, gue coba lihat di belakang gue, tapi saat gue liat kebelakang, Kendra sudah gak ada, entah hilang kemana tapi itu juga bukan urusan gue, toh dia juga bilang tadi katanya mau ke warnet. Gue masuk kedalam rumah dan langsung menuju kamar, kebetulan di rumah gue lagi sepi, Papa sama Mama mungkin masih di kantor. Gue pun mandi dan membersihkan diri, kemudian lanjut rebahan di atas kasur. Baru 5 menit gue tutup mata, tiba-tiba Hp gue bunyi tanda ada pesan.
" Hai Aira, apa kabar... "
.
.
.
.
__ADS_1
.