
Setelah laporan Deny yang mengatakan bahwa Yuna di ganggu oleh orang lain, tanpa membutuhkan waktu lama Deny sudah menemukan informasi si pelaku.
"Dari data yang saya temukan, dia bernama Diana anak tiri dari Tuan Daffa pemilik perusahaan IB GRUP dan juga saudara tiri Nyonya." ucap Deny membacakan data yang dirinya dapatkan tadi.
"Saudara tiri Yuna?" tanya Darren dan Deny pun mengangguk.
"Dan saya juga baru mendapatkan informasi yang sangat penting, 6 tahun yang lalu Nyonya pernah di jebak oleh saudara tirinya di sebuah hotel." ucap Deny lagi.
"Bilang Naura agar mengatur pertemuan saya dengan direktur IB GRUP sekarang juga dan secepatnya." ucap Darren.
"Baik Pak direktur." ucap Deny lalu langsung keluar dari ruangan.
"Lihat saja, keluarga kalian akan hancur sehancur-hancurnya karena sudah mengganggu Nyonya Darren."
Di lain tempat.
"Dasar anak tidak tahu diri itu! Berani-beraninya menampakkan wajahnya lagi di kota ini, dasar tidak tahu malu." ucap seorang pria paruh baya itu.
"Ayah hiks...Dia udah tampar dan permaluin aku di depan umum, padahal aku cuman mau ajak dia balik lagi ke keluarga kita hiks..." ucap Diana yang terus menangis di pelukan Ibu nya itu.
"Ngga bisa di biarin ini." ucap pria paruh baya itu yang ternyata adalah Daffa.
"BAS!" teriak Daffa memanggil asistenya.
Asistennya yang sedang berada di luar langsung buru-buru masuk karena dirinya di panggil.
"Iya Pak direktur," ucap Bas.
"Cari Yuna sampai dapat dan bawa dia ke sini cepat!" perintah Daffa.
"Baik Pak direktur." ucap Bas lalu langsung keluar.
Belum lama Bas keluar, Bas masuk lagi dan memberitahu sesuatu ke Daffa.
"Maaf Pak direktur saya di kabarkan dari sekretaris Pak direktur jika direktur perusahaan WM GRUP ingin bertemu Pak direktur sekarang juga di perusahaannya." ucap Bas.
Daffa yang mendengarkan nama WM GRUP di sebut langsung tersenyum cerah.
"Urusan Yuna nanti saja, sekarang siapkan mobil untuk pergi ke sana." ucap Daffa dan Bas pun langsung menurut.
"Yah kok urusan cari Yuna di tunda sih!" ucap Diana kesal.
"Sabar ya sayang, ini orang penting yang ngga bisa di tunda." ucap Daffa lalu langsung pergi meninggalkan Diana dengan Ibunya.
"Ck! Lagian siapa sih direktur WM GRUP tuh kaya penting banget," ucap Diana kesal.
"Diana jaga omongan kamu, dia itu pewaris WM GRUP dan punya agensi start." ucap Ibu nya Diana yang bernama Lexa.
"Hah sekaya itu?" ucap Diana.
"Iya, dan dia juga pengusaha termuda karena umurnya masih 27 tahun."
"Masih muda dong Bu?" tanya Diana dan Lexa pun mengangguk.
"Harusnya kamu tadi ikut, siapa tau direktur itu suka sama kamu kan secara kamu itu cantik banyak yang suka," ucap Lexa dengan percaya dirinya.
"Kalo gitu aku harus susul Ayah," ucap Diana yang langsung berlari keluar dari rumah menyusul Daffi.
...~~~...
Setibanya Daffa di perusahaan WM GRUP, Daffa langsung di sambut oleh Deny dan membawa ke ruangan direktur dimana Darren yang sudah menunggunya sedari tadi.
"Pak direktur, Tuan Daffa sudah tiba." ucap Deny.
"Kamu boleh keluar." ucap Darren ke Deny.
__ADS_1
Deny pun langsung keluar dari ruangan Darren meninggalkan Darren bersama Daffa di dalam berdua.
Darren menghampiri Daffa dan menjabat tangannya.
"Terima kasih karena sudah mau datang ke sini Tuan Daffa." ucap Darren.
"Saya yang harusnya berterima kasih karena Tuan Darren mau mengundang saya ke sini." ucap Daffa sambil terkekeh.
"Silakan duduk Tuan Daffa," ucap Darren mempersilakan Daffa untuk duduk di sofa.
"Terima kasih Tuan Darren,"
Mereka berdua pun langsung duduk.
"Sebelumnya saya ingin bertanya, apa Tuan Darren ingin menyetujui kerjasama yang saya berikan?" ucap Daffa.
"Sepertinya kita jangan terlalu formalnya Tuan Daffa, oh atau mungkin Ayah mertua?" ucap Darren dengan sedikit senyum.
Daffa yang mendengar dirinya di panggil Ayah mertua langsung kaget dan setalahnya tercetak jelas senyum di wajah Daffa.
"Ayah mertua? Apakah Tuan Darren berpacaran dengan anak saya?" tanya Daffa dengan semangat.
"Lebih tepatnya adalah saya suami dari anak Ayah mertua." jawab Darren membuat Daffa langsung kaget.
"Su-suami?" tanya Daffa memastikan dan Darren pun mengangguk.
"Tapi anak saya ngga cerita apa-apa ke saya Tuan Darren" ucap Daffa.
"Kita berdua menikah secara diam-diam karena ini ke inginan dia Ayah mertua," ucap Darren dan Daffa pun langsung mengangguk.
Tiba-tiba saja di depan ruangan direktur sangat ribut sekali hingga suaranya terdengar sampai masuk ke dalam.
"Nona maaf Pak direktur tidak bisa di ganggu oleh orang lain karena ada tamu!" ucap Deny dari luar ruangan.
"Maaf Nona jaga sikap dan sopan Nona." ucap Naura.
"Ck! Berisik." ucap Diana langsung mendorong Naura dan Deny dengan keras membuat Naura terjatuh dan Deny hanya sedikit bergeser.
Diana pun langsung nemerobos masuk ke dalam, Daffa yang melihat Diana kaget dan langsung berdiri.
"Diana, ngapain kamu di sini?" tanya Daffa.
"Aku mau ikut Ayah." jawab Diana.
"Halo Pak direktur perkenalkan nama saya Diana, saya anak dari Taun Daffa pemilik Perusahaan IB GRUP." ucap Diana memperkenalkan dirinya ke Darren dengan suara yang di sok manja-manjakan membuat Darren ingin muntah.
"Loh kok kamu perkenalin diri ke Tuan Darren? Bukannya kamu itu udah nikah sama Tuan Darren ya?" ucap Daffa yang bingung.
"Maaf Ayah mertua sepertinya Ayah mertua ralat, saya menikahi Yuna anak anda bukan Diana anak tiri anda." ucap Darren.
Daffa dan Diana langsung kaget atas ucapan Darren itu.
"Jadi Tuan menikahi Wanita rendahan itu?!" ucap Diana kaget.
"Siapa yang kamu sebut Wanita rendahan? Dia istri saya." ucap Darren menatap tajam Diana.
"Apa Tuan tau, jika dia sudah punya anak dan anak itu adalah anak haram Tuan!" ucap Diana memberikan satu fakta ke Darren.
Pyar.
Darren melempar vas dengan kencang mengakibatkan vas itu pecah. Daffa dan Diana yang melihat itu langsung kaget.
"Siapa yang kamu bilang anak itu anak haram! Jangan sesekali kamu menghina anak dan istri saya lagi." ucap Darren yang sudah emosi.
"Sepertinya kerja sama kita akan batal Tuan Daffa yang terhormat, jadi silakan keluar." ucap Darren membuat Daffa kaget.
__ADS_1
"Tuan Darren tolong maafkan kelancangan anak saya," ucap Daffa.
"Cepat minta maaf!" ucap Daffa lagi menyuruh Diana untuk meminta maaf.
"Ma-maaf Tuan Darren saya, saya sudah lancang bilang seperti itu kepada Tuan." ucap Dian yang masih ketakutan.
"Saya harapan kalian berdua cepat keluar dari ruangan saya." ucap Darren tanpa menanggapi ucapan Diana.
"Tuan tap-"
Ceklek.
"PAPA!" teriak Fano dan Frisca yang tiba-tiba saja masuk ke dalam.
Darren yang melihat anak-anaknya langsung tersenyum dan menghampiri mereka.
"Abis dari mana kalian?" tanya Darren ke Fano dan Frisca.
"Kita abis ke mall Pa di sana asik banget ya Kak," ucap Frisca dengan semangatnya.
"Terus Mama mana?" tanya Darren yang hanya melihat kedua anaknya saja.
"Lagi ngobrol sama tante Naura Pa," jawab Fano.
Ceklek.
Pintu di buka dan nampaklah Yuna, saat Yuna masuk dirinya kaget karena di dalam ternyata ada Ayahnya dan juga Diana.
"Darren maaf ya aku sama anak-anak dateng tanpa ngabarin kamu," ucap Yuna yang tidak enak karena sepertinya dirinya dan anak-anak mengganggu nya.
"Nggapapa sayang, lagian kan kamu istri aku jadi bebas keluar masuk di perusahaan ini." ucap Darren sambil mengecup kening Yuna lembut.
Daffa dan Diana sedari tadi hanya diam menatap keluarga kecil Darren yang sepertinya harmonis.
"Cih awas kamu Yuna aku bakalan rebut Tuan Darren dari kamu." batin Diana yang merasa iri dengan Yuna.
"Yuna, kapan kamu ke sini nak? Kenapa kamu ngga ngabarin Ayah?" tanya Daffa dengan lembut.
Yuna yang mendengarkan itu menatap sinis dan tajam, rasanya ingin memuntah karena mendengar ucapan Daffa yang sok perhatian.
"Maaf ya Tuan Daffa yang terhormat sepertinya saya tidak perlu memberitahu Tuan, karena saya juga sudah bukan bagian dari keluarga anda lagi." ucap Yuna tegas.
"Keterlaluan kamu Yuna sama Ayah!" ucap Daffa marah.
"Keterlaluan? Saya sudah berusaha sopan ke pada Tuan, dan satu lagi tolong bilang ke pada anak kesayangan Tuan itu jangan pernah menghina anak-anak saya lagi." ucap Yuna.
"Menghina? Dia hina anak-anak apa sayang?" tanya Darren.
"Tante badut itu bilang kalo Fano sama Frisca itu anak haram," ucap Fano.
Darren yang mendengarkan itu langsung marah dan tidak terima.
"DENY!" teriak Darren dengan kencang.
Deny pun langsung masuk ke dalam ruangan dengan cepat.
"Iya Pak direktur,"
"Usir mereka berdua! Dan batalkan kerja sama dengan perusahaan IB GRUP." ucap Darren memerintahkan Deny.
Deny pun langsung menarik Daffa dan Diana untuk cepat keluar dari ruangan.
"Saya bisa sendiri." ucap Daffa ketika sudah berada di luar ruangan direktur.
"Dasar anak tidak tahu diri!" batin Daffa kesal.
__ADS_1