Mistake

Mistake
Ch.30


__ADS_3

Dalam perjalanan pulang pun Kirana masih seperti orang gila. Apa dia benar-benar menyukai Chris pada pandangan pertamanya?


Memangnya apa yamg dia sukai dari pria cerewet itu. Aku memutar bola mataku malas mengingat kejadian beberapa hari lalu saat bersamanya.


"Na, kamu lihat kan waktu dia nolongin aku? keren banget~" seru Kirana membuatku menutup telinga.


Aku hanya mengangguk sambil tersenyum paksa. Mengingat sifatnya dia pasti akan ngambek kalau aku berkata tidak.


Dia semakin senang saat melihat reaksi ku. Dia berjalan mendahului ku untuk masuk ke dalam lift dengan melompat-lompat kecil seperti bocah.


Aku hanya bisa menggelengkan kepalaku melihat kelakuannya. Lalu menyusulnya setelah dia memanggilku.


Setelah keluar lift kami berjalan sedikit lagi untuk mencapai kamar kami. Aku melirik jam tanganku yang sudah menunjukkan pukul 2 siang.


"Kamu lapar gak, Na?" tanya Kirana.


"Gak seberapa sih," jawabku.


"Gimana kalo sekalian makan malem aja? nanti kita keluar jam 4-an?" tanya Kirana.


"Boleh,"


"Luna.."


Sebuah suara memotong pembicaraan kami berdua dan sontak membuatku dan Kirana menoleh ke sumber suara itu.


"Dara?"


"Hai.." ucapnya.


Aku melirik Kirana yang menatapku dengan tatapan 'siapa dia?'. Aku pun mulai memperkenalkannya pada Dara.


"Dia teman yang ku bicarakan semalam," ujar ku pada Dara.

__ADS_1


"Oh. Dia terlihat imut sekali," ujar Dara dengan senyum ramahnya.


"Kau juga cantik," sahut Kirana.


"Aku Dara," ucapnya pada Kirana sambil mengulurkan tangannya.


Kirana pun menerima uluran tangannya dan menjabatnya.


"Kirana," ucapnya.


Aku menatap Kirana sekilas, lalu tersenyum tipis. Kirana bukan tipe anak yang mudah bergaul. Melihatnya dengan percaya diri memperkenalkan dirinya membuatku merasa lega.


Semua ide pun tiba-tiba muncul di kepalaku. Makan bersama. Acara santai itu pasti membuat kami menjadi lebih dekat.


"Bagaimana kalo kita makan malam bareng?" tanyaku.


"Boleh,"


Dara langsung menjawabnya dengan senang hati. Sedangkan Kirana terlihat ragu untuk menjawab. Senyumku pun mulai memudar. Bagaimana kalau Kirana menolak? Pasti suasana akan berubah menjadi canggung.


"Kalo kam~"


"Sepertinya bukan ide yang buruk," ucap Kirana memotong ucapan ku.


Aku menatap Kirana penuh curiga. Apa dia benar-benar yakin dengan jawabannya, atau mungkin dia terpaksa?


"Kita ketemu disini jam 4 ya?" ucap Kirana dengan senyum cerah nya.


Syukurlah, kini aku dapat bernapas lega setelah mendengar ucapannya.


...****************...


Sepertinya aku terlalu antusias dengan acara makan malam ini. Namun dugaan ku itu berubah setelah aku melihat jam di layar ponselku. Bukan aku yang terlalu awal, tapi merekalah yang terlambat.

__ADS_1


Ini sudah jam 4 lebih 15 menit, tapi belum ada tanda-tanda akan kehadiran mereka berdua. Entah sudah yang ke berapa kalinya aku menghela napas panjang.


Belum berangkat saja kakiku sudah dibuat pegal dengan menunggu kedatangan Kirana dan Dara.


"Luna~"


Ah, akhirnya dia muncul juga. Dara berjalan ke arahku. Dari cara berpakaiannya terlihat jelas kalau dia mempunyai kepribadian yang dewasa dan tegas.


"Maaf, membuatmu menunggu lama,"


"Gak apa, aku juga baru keluar kok,"


Tak lama kemudian Kirana juga keluar dari kamarnya sambil menyisir rambutnya dengan jemarinya. Dia terlalu tenang untuk menjadi orang yang paling terlambat datang.


"Yuk~" ujarnya seraya mendahului kami berdua.


Aku dan Dara saling menatap, kemudian tertawa pelan sambil menggelengkan kepala merasa heran dengan sifat Kirana.


"Dia memang seperti itu, mohon dimaklumi ya.." ucapku pada Dara yang hanya di tanggapi dengan tawa kecil.


Tidak jauh-jauh, kami makan di kedai yang berada di dekat apartemen. Satu yang ku khawatirkan. Chris. Tempat ini dekat dengan taman yang ku datangi semalam. Bagaimana jika tempat tinggalnya juga berada di dekat sini?


"Sepertinya kamu lebih muda dari kami, berapa umurmu?" tanya Kirana ceplas-ceplos.


"25 tahun," jawab Dara setelah menelan makanannya.


Jawabannya membuatku hampir tersedak minuman ku. Ku kira dia lebih muda dariku karena wajahnya yang terlihat masih muda.


"Ku kira aku lebih tua, ternyata tidak.." ujar ku sambil tersenyum kikuk dan menggaruk tengkuk.


"Memangnya kalian umur berapa?" tanya Dara kemudian.


"Kami seumuran, 23 tahun," jawab Kirana.

__ADS_1


"Tidak terlalu jauh juga. Kalian bisa berbicara senyaman nya, anggap saja kita ini seumuran," ujar Dara.


Syukurlah, makan malam hari ini berjalan dengan sempurna.


__ADS_2