
"setelah aku menelusuri tentangmu, aku terkejut, kau salah satu orang terpecaya dari kaum Kania." Ujar Yuzao.
"Lalu apa maumu sekarang, kau ingin membunuhku?, Silahkan saja tapi jangan sampai kau berhadapan dengan kami, karena aku kasihan padamu, pasti tidak akan selamat" Ujar Diankov sambil tersenyum smirk.
"Kita belum tau jika belum mencobanya, bahkan jika itu memamg benar, kau tak perlu repot-repot kesini."
"Aku kesini menghentikanmu bukan karena takut"
"Karena Gavinstar ya"
"Kau mengetahuinya?"
"Mekanisme yang sangat mudah do tebak dalam sistem persekutuan kalian, apalagi kematian Dhoamot adalah sebuah ancaman dimana kerja sama kalian dalam menciptakan sebuah mahluk pembunuh ada."
"Kerja sama katamu?, Jangan bercanda, kami menyuruhnya melakukan yang seharusnya di lakukan, membunuh mereka yang berjiwa jahat."
"Setelah Dhoamot mati, sebuah simbol yang membuatku geram kepada kalian langsung muncul, sebuah simbol pengintai yang bisa melihat apapun yang di lakukan bagi meraka yang sudah tertanda."
"Jadi kau juga bisa melihatnya,"
"Tak sulit karena kalian menciptakan tanda itu sesuai apa yang di perintahkan oleh pencipta kekuatan gagak merah" ujar Yuzao dan Diankov terkejut setengah mati mendengarnya.
"Jadi mau yang telah menculik kekuatan itu dari kami?"
"Jadi begitu ya aku kira kalian mengetahui rahasia dari kaum Kania sendiri"
"Apa maksudmu?"
"Tidak ada dunia yang tidak memiliki masa lalu yang buruk, kalau saja pasukan malaikat memilih sekutu dengan melihat masa lalu, aku yakin tidak akan ada satupun yang bisa mereka rekrut, satu-satunya cara adalah menerima tanpa memandang apa masa lalunya, itu karena mereka takut akan ancaman kejahatan dari ras iblis."
"Pengetahuanmu luas, tapi kau tidak menjawab inti dari pertanyaanku."
__ADS_1
"Peminpin umatmu tidak mempercayaimu, itu saja yang harus aku katakan, sekarang selamat tingg, kekuatanmu benar-benar mengagumkan, hiduplah layaknya mahluk biasa." Ujar Yuzao dan menempelkan tangannya ke wajah Diankov, muncul sebuah kilatan cahaya yang menyerap semua kekuatan yang dimiliki oleh Diankov.
Yuzao tak menyangka jika Diankov memiliki banyak variasi kekuatan tetapi ketergantungannyalah yang melemahkannya, setelah semua kekuatannya di ambil, segel yang mengikat Diankov pun terlepas, Diankov merasakan perbedaannyang besar pada tubuhnya, tubuhnya begitu berat, dan saat hendak meyerang Yuzao dia tak bisa menggunakan kekuatannya dan serangan fisik dari Diankov hanya berakhir dengan pentalan serangan yang sama dari Yuzao. Tak hayal pasukan boneka pun datang mereka membawa Diankov paksa, bahkan hanya satu boneka saja sudah cukup untuk membawa Diankov.
"Kumpulkan semua pasukan"
*******
Sekelompok orang berdiri di sebuah kawasan yang penuh dengan rimbunan rumput yang panjang, mereka memeriksa keadaan sekitar mereka, bagi mereka peperangan yang menentukan nasib mereka, menang atau mati di medan perang yang berujung kekalahan, mereka sadar jika mereka akan melawan kaum yang begitu kuat, tetapi mereka pergi bukan hanya sekedar membawa nyawa melainkan mereka ingin menunjukkan sebuah tekad yang di tinggalkan oleh para leluhur, mereka menginginkan sebuah keadilan dari sosok yang mengatakan dirinya peminpin Kania. Saat mereka memberi aba-aba untuk penyerangan di distrik 304 pasukan Kania yang berjumlah 20 ribu pasukan, tiba-tiba saja sebuah cahaya menyoroti mereka.
"Itu adalah lasengger semuanya memghindar!!" Kerumunan manusia yang hanya berjumlah 200 itu langsung terpecah belah menghindari cahaya lasengger yang bisa meledakkan apapaun yang di sinarinya.
"Apa-apaan seharusnya jumlah kita yang segini tidak bisa terdeteksi okeh mereka." Ujar Lekzana peminpin umat manusia di dunia Bahesa, dunia yang dipenuhi material ajaib dan mengundang siapapun untuk memilikinya.
Akhirnya sinar lasengger berpindah tempat.
"Apa kenapa?"
"Dari depan? Mereka bergerak sangat banyak kah?"
"Bukan ini dari belakang kita, tempat tinggal kita" ujar prajurit pendeteksi.
"Apa?" Leksana cepat-cepat menoleh kebelakang, dia terkejut, habya berapa langkah saja, ratusan, ribuan, dia tidak bisa memprediksinya, sebuah pasukan yang sangat banyak, bukan pasukan dari Kania.
"DUAARRRRRRR DUAARRRRRR"
Sosok raksasa yang melayang di udara terkena ledakan dari lasengger bertubi-tubi tapi tubuhnya tetap utuh, padahal lasengger bisa menghancurkan 10 gunung yang berbaris, bahkan para hewan raksasa di dunia itu pun sudah musnah karena bangsa Kania hanya menggunakan lasengger saja.
Setelah raksasa itu mendarat di tempat wilayah Kania, dalam sekejap timbul sebuah ledakan dahsyat yang menghempaskan sekitarnya. Butuh waktu 20 detik hingga efek getarannya menghilang.
"Tidak mungkin, tidak mungkin, mahluk apa itu?" Tanya prajurit pendeteksi tersebut. Tubuhnya bergetar bukan main, tekadnya yang tadi penuh seperti api yang membara hilang dalam sekejap setelah melihat aksi barusan.
__ADS_1
"Ada apa shinjo?" Tanya leksana.
"20 ribu pasukan yang tadi hendak kita lawan m_musnah, hanya tinggal 1 mahluk itu dan sebuah kawah besar."
Semua orang pun terkejut mendengarnya.
Lalu di saat yang bersamaan, pula raksasa tadi pun terangkat teratas, dia hendak melawan tetapi tubuh raksasa itu terbanting-banting ke tanah spai beberapa kali hingga akhirnya dia terpental ke arah pasukan manusia dengan sangat cepat.
"Ruqiu" ujar Yuzao.
"Aku tau," Ruqiu pun mrmbuat sebuah perisai yang sangat besar dari kumpulan akarnya hingga mencapai ketebalan 50 meter, lalu dia merekatkan akarnya dengan kuat ke bagian-bagian tanah, dan akhirnya pun raksasa bernama Vesilestas terlempar keras menghantam perisai Ruqiu, saat terhantam tanah begetar dengan keras, dan hingga akhirnya tanah di depan pasukan Yuzao terbelah membentuk sebuah jurang.
Bentuk Ruqiu sudah acak-acakan, tetapi dia manpu memperbaiki dirinya sendiri.
"Sial kuat sekali dia, terima kasih pohon, telah menyelamatkanku,tetapi lain kali kau tidak perlu menyelamatkanku karena serangan seperti itu tidak akan membunuhku," ujar Vesilestas, tubuhnya seperti kinkong yang besar. Tetapi sorot matanya merah dan terdapat taring runcing di gigi.
"Aku hanya mematuhi perintahnya saja," ujar Ruqiu.
Disisi lain Yuzao terus memandang ke arah leksana yang merupakan seorang wanita yang kuat dan gagah.
Melihat situasi ini semua pasukan leksana pun memasang kuda-kuda menyerang, walau keringat mereka mengucur tetapi puluhan orang melindungi leksana dengan mengelilinginnya.
"Kami akan melindungimu, kau adalah juru kunci kita dalam perang ini."
"Jika kita kalah aku akan melontarkan kau leksana, kau adalah pemimpin kami dan kau akan terus hidup kedepannya untuk membangkitkan semangat juang gerenasi selanjutnya dari umat manusia" ujar para prajurit tersebut.
"Untuk apa aku harus hidup dengan meninggalkan teman-temanku, itu akan sangat menyakitkan, aku lebih baik aku mati bersama kalian dari pada harus hidup dengan penderitaan!" Ujar leksaba lantang dan dengan kata-katanya mampu membuat para pasukannya tidak memiliki rasa takut lagi kepada pasukan Yuzao.
"Yuzao apa yang harus kita lakukan pada manusia ini, terlebih kau lihatkan, manusia yang di tengah-tengah itu, jika tidak ada kau, DIA SUDAH KUBUNUH DULUAN, KU REMUKKAN TUBUHNYA DAN MENIKMATINYA," ujar Vesilestas
Bersambung
__ADS_1