Musuh Seluruh Mahluk

Musuh Seluruh Mahluk
part 28


__ADS_3

Tak berselang lama akhirnya mereka berhasil keluar dari dunia kehampaan lalu berada di dunia kegelapan.


Berbagai monster yang melihat lansung datang menyerang, tak hayal pasukan malaikat mengeluarkan berbagai kemampuan mereka menghalau dan menjatuhkan berbagai mahluk yang datang, tak Hayal beberapa iblis pun datang menyerang dengan berbagai cara dari serangan jarak dekat dan juga jarak jauh.


Tetapi pasukan Gavin mampu menghadapi semuanya hingga mereka keluar dari 3 dunia ya.g di kuasai oleh kejahatan.


Seluruh pasukan merasakan kelelahan.


Kali ini mereka akan menuju dunia Minorse, dunia dimana akan di tetap kan sebagai tempat yabg akan di tuju oleh musuh si seluruh mahluk.


Sudah beberapa hari menuju dunia Minorse akhirnya pasukan Gavin di hubungi.


"Di dunia Kania langit ketiga tepatnya di kordinat dunia Bahesa pasukan malaikat tengah bertarung melawan si musuh seluruh mahluk, kami telah menyediakan portal teleport untuk kapal besarmu itu!" Ujar malaikat pemberi informasi.


"Kami akan segera menuju kesana," ujar Xiongbi.


"Buka portal teleport yang telah di kirim dari pusat, kita akan menuju langit ketiga di dunia bahesa untuk menghadapi sang musuh seluruh mahluk" ujar Xiongbi.


"Dunia Bahesa? Apa itu dunia yang dimiliki oleh Rasselof" Tanya Gavin dan Xiongbi lansung mengiyakannya.


********


Keadaan begitu hening bahkan bintang Zora berhenti menembak.


Yuzao dan Gavin saling memandang.


Keadaan keduanya penuh dengan babak belur, Yuzao yang sedari tadi menghadaoi berbagai macam serangan dari pasukan malaikat serta para sekutu, dan Gavinstar yang juga baru keluar dari 3 dunia yang di kuasai kejahatan.


Kali ini Gavin pun berdiri di atas kepala burung elang di kapalnya.


"Aku akan menghentikanmu dengan menggunakan kapal ini!!!" Teriak Gavin.


******

__ADS_1


"Apa nama kapal ini?"


"Aku akan menamakan kapal ini GOW"


"GOW apa itu?"


"Artinya adalah dewa perang karena kau pasti akan membasmi segala orang jahat yang ada!!" Ujarnya sambil tersenyum ceria


********


"NAMA KAPAL INI ADALAH GOW KAPAL SANG PEMBAWA DEWA PERANG!!" Teriak gavin.


"Jadi begitu ya, aku tak menyangka kau masih mau menggunakan sebuah benda yang berasal dari impian menyedihkan, lagi oula itu sudah sangat lama. Dimana diriku di oenuhi dengan ekspektasi kebodohan" ujar Yuzao.


Tak berselang lama Fate datang, dia mengeluarkan seluruh kekuatan yang ada dan menghasil kan sebuah kekuatan berupa petir beruang yang dengan cepat mengigit tubuh Yuzao.


"Tak akan ku biarkan Gavin yang turun tangan, cukup aku sendiri saja, Yuzao." Ujar Fate.


Tak berselang lama Yuzao membalas serangan Fate dengan cepat. Hingga Fate melayang cukup jauh.


"Kau seharusnya tau kan Gavin mereka hanyalah ikan teri bagi kita, hanya kau... Datanglah kepadaku, HANCURKAN DIRIKU SEPERTI YANG DULU KAU LAKUKAN..." Ujar Yuzao dan kali ini dia bertingkah aneh dengan membungkukkan badannya dan keluar kekuatan yang hitam nan mengerikan.


Gavin yang melihat sontak batinnya lansung terserang.


Tak hanya itu tiba-tiba seluruh yabg ada melihat suatu kenangan dari masa lalu.


Di sana terdapat sosok Gavin yang masih berusia 10 tahun, dan seorang anak lagi yang seusia dengannya. Lalu seorang nenek dan wanita muda.


"Siapa dia?" Tanya nenek tersebut.


"Aku mengenalnya tapi kami tidak memiliki tali persaudaraan, dia seeing mengikuti orang yang ada." Jawab Gavin dengan berat hati dan wanita muda yang merupakan kakak angkatnya merasa tenang.


Tetapi itu tidak dengan anak tersebut.

__ADS_1


Dia tau jika Gavin adalah orang yang mau bekorban demi orang lain, dia tau Gavin menolong seseorang tanpa memandang suatu apapun karena Gavin sudah banyak menolong orang sehingga dia dikenal luas di desa itu.


Dia juga mengerti jika Gavin menghadapi dua pilihan yang sulit.


Sang nenek tersebut langsung percaya dan lansung pergi.


Disanalah semua hal yang terjadi bermula. Untuk pertama kalinya Yuzao melihat semua impiannya seperti berjalan di bara api yang panas dan akan mati di tengah perjalanan, tidak ada cara apapun untuk mencapainya.


Dia berharap jantungnya untuk segera berhenti, dan menarik rambutnya kuat kuat, jika putus dia akan menarik lagi, menyakitkan tetapi rasa sakit di hatinya lebih menyakitkan.


"Apa karena aku seperti ini aku tidak pantas untuk di tolong, aku memang menyedihkan, aku memang sangat menyedihkan, benarkan, benarkan!!!KENAPA!!! KAU TIDAK MENJAWAB HAHHH, SAAT ITU AKU MELIHAT SEBUAH CAHAYA, TAPI SEKARANG CAHAYA ITU HILANG, HILANG ENTAH KEMANA, KEMANAPUN AKU MENCARINYA AKU TIDAK AKAN MENDAPATINYA ARGHHHHHHHHHHHHHH" Yuzao mengeluarkan semuanya, dia menyesal.


"Kalau memang kehidupanmu seperti ini kenapa kau bisa terlahir di alam semesta ini" ujar seseorang.


"Entahlah!! Dan lebih baik kau diam saja, aku akan mati aku akan bunuh diri agar semuanya puas akan kematianku" jawab Yuzao sambil meregam wajahnya hingga berdarah.


"Lakukanlah apa yang bisa kau lakukan, itulah tujuan kau di lahirkan, jika kau melihat sebuah jalan buntu maka pilihlah jalan yang lain, jika tidak ada maka galilah tanahnya, walau berbau busuk teruslah menggali, walaupun di penuhi tulang belulang teruslah menyusuri lubang yang kau gali, teruslah menggali walau tubuhmu lemah hingga tulangmu patah, teruslah menggali walau tubuhmu kurus kering karena lapar dan haus. Tanamkan kemarahan dan kebencian semuanya adalah semangat untukmu."


Yuzao melihat sosok itu, sosok gelap tak berupa.


"Kau siapa?" Tanya Yuzao tanpa rasa takut.


"Aku tidak mempunyai nama, karena saat diriku hidup kami tidak tau apa itu nama, yang kami tau adalah saling menghancurkan satu sama lainnya, seusatu yang sangat berbeda dari berbagai kehidupan yang ada, melihat dirimu seperti sebuah cerminan diriku. Sosok yang terbuang, yang terpinggirkan, yang terbelakang dari yang lainnya. Tak di anggap dan tak ingin di beri pertolongan, dulu sekali aku merasakan hal yang sama hingga aku hidup dengan menyimpan berbagai dendam kesumat dan terus berlatih tanpa henti memaksakan tubuh yang tak berguna hingga mencapai titik paling tinggi, saat aku mencapai kekuatan terbesarku, aku menghancurkan segala yang ada membuat kekacauan dimana-mana dan membuang semua belas kasihan."


Kata tersebut membuat Yuzao berpikir sesuatu.


"Apa aku bisa, diriku yang tidak berguna ini"


"Tentu saja, jika kau melakukannya dengan membawa semua penderitaanmu, jadilah kuat, dan tunjukkan hasil dari apa yang telah mereka lakukan padamu, SEBUAH DENDAM YANG HARUS TERBALASKAN!!"


Lalu semuanya kembali seperti semula, hingga seluruh pasukan malaikat bertanya-tanya, apakah yang terjadi barusan adalah ilusi semata, tetapi tidak, semuanya menandang ke arah Gavin.


"Aku merasa ini bukanlah sebuah ilusi yang menipu. Tetapi aku seperti melihat sebuah petunjuk dari akar permasalahan ini" ujar seorang malaikat. Mereka akhirnya menyadari jika Yuzao yang melakukan hal tersebut.

__ADS_1


Gavin berdiri dengan tubuh yang gemetaran.


"SAAT AKU MELIHATMU, AKU SELALU MELIHAT KENANGAN ITU, KENANGAN YANG SANGAT MENYAKITKAN, AWAL MULA DARI SEGALANYA." ujar Yuzao.


__ADS_2