
Setelah semua yang terjadi Yuzao, kembali ke dunia yang dimilikinya, seluruhnya telah menunggunya.
"Setelah menyuruh semuanya kembali kau malah bertarung sendirian melawan mereka semua, apa yang ingin kau lakukan" ujar seseorang bernama Ghaida.
"Tidak ada ada-apa" jawab Yuzao dan terus berlalu.
"Kami semua telah melihat sesuatu yang sangat memukau"
"Apa maksudmu?" Tanya Yuzao.
"Matamu terhubung dengan suatu benda semacam proyeksi, dengan itu apa yang kau lihat juga terlihat di layar yang ada, dan layar itu muncul di semua tempat di area dunia ini. Kami tidak bisa melihat dengan jelas apa yang terjadi tetapi kami menyadari jika ternyata lawan yang kau lawan begitu kuat, dengan begitu jangan sampai melupakan kami disini yang siap untuk membantu semua yang ingin kau capai"
"Terima kasih Ghaida"
"Kita memang sekumpulan penjahat, tetapi bukankah tujuan kita sama dan sebagai rekanmu"
Yuzao sedikit tersenyum.
Beberapa orang lansung menawarkan pengobatan kepada Yuzao.
Tetapi tubuhnya tidak memiliki luka sedikitpun karena regenerasi yang dimilikinya.
Setelah selesai membersihkan dirinya lalu beberapa orang datang termasuk Ghaida.
"Untuk sementara kita akan meninggalkan rencana terkait dunia Minorse, bagaimana informasi dari pasukan penjelajah?" Tanya Yuzao.
"Selama ini pasukan penjelajah yang di kirim semakin banyak, kabar dari pulau batu raksasa yang mengambang di langit ke enam, di sana terdapat raksasa tinggi sekitar 400 meter, itu adalah tinggi paling kecil sedangkan mahluk pribumi yang tinggal di sana adalah mahluk Jussions, tubuh mereka tinggi sekitar 4 meter saja. Tetapi mereka sanggup menyaingi para raksasa yang mengincar mereka" ujar Slantia
"Lalu bagaimana bagaimana dengan para raksasa apakah mereka berakal?" Tanya Yuzao.
"Iya mereka berakal dan juga memiliki berbagai persenjataan hebat tetapi raksasa hebat yang memakai senjata adalah raksasa inti yang berjumlah sekitar 30 saja"
"Lalu dari mana mereka berasal?"
"Satu juta tahun yang lalu sebuah asteroid yang menampung benih bayi raksasa menghamtam dunia tersebut dan beberapa di antaranya jatuh menuju air laut mereka yang mengandung zat yang bisa membuat para raksasa tumbuh dewasa dan akhirnya setelah dewasa mereka pun melakukan perkembang biakkan dengan memanfaat air laut tersebut. Para raksasa itu disebut Gultom"
"Bagaimana para pribumi melawannya"
"Di dalam dunia ini terdapat berbagai sihir dari nenek moyang para pribuni Jussions mereka memanfaat sihir tersebut untuk berhadapan dengan para raksasa Gultom, seiring berjalannya waktu para pribumi hanya bisa melakukan pertahanan karena pasukan raksasa yang semakin brutal dalam kurung waktu 5 ribu tahun terakhir"
"5 ribu tahun, mereka saling berperang, benar-benar tidak masuk akal, apa pasukan penjelajah memang bisa di andalkan dalam menggali informasi tentang hal ini, terlebih bukanya di sana mereka memakai pasukan sihir, jika itu adalah sihir tingkat rendah aku bisa menerimanya tetapi sebagai orang yang telah melihat perkembangan berbagai mahluk hidup kita tahu akan evolusi dari setiap yang ada terutama di jenis teknologi, dan juga kekuatan yang semakin di modifikasi, apakah di sana tidak berlaku evolusi terhadap sihir?"tanya Ghaida.
__ADS_1
"Tentu saja berlaku hanya saja pasukan pribumi mengandalkan sebuah sihir yang membangkitkan pohon kayu lalu berbentuk kotak dan memiliki kaki dan di lengkapi dengan senjata yang bisa mengalahkan para raksasa, ukuran kotak kayu tersebut bisa mencapai 800 meter." Jawab Slantia
"Jika memang seperti itu berarti pulau tersebut sangat besar" ujar Yuzao.
"Benar, tetapi hanya disini yang bisa di gali oleh pasukan penjelajah di pulau tersebut karena saking besarnya, mereka mengungkapkan banyak wilayah yang masih terlibat konflik" jawab Slantia
"Baiklah, apa nama dunia tersebut" tanya Yuzao
"Distriktar" jawab Slantia lagi.
"Kita akan kesana"
*******
Gavin baru saja keluar dari ruang penyembuh disana Fate, Farera dan juga Xiongbi juga telah menunggunya.
Tanpa basa basi, pembicaraan Gavin lansung mengarah saat mereka semua melihat sebuah kenangan dari Yuzao.
Gavin menjelaskan kisah pilu yang di alami Yuzao sehingga Gavin semakin membuat kondisi Yuzao memburuk.
Sebagai manusia yang telah terhubung darahnya dengan malaikat, dan mengetahui asal usul kehidupan. Para malaikat baru harus fokus dalam mendalami kekuatan dalam dirinya untuk menghadapi kejahatan yang lebih besar seperti yang telah diketahui yaitu adalah ancaman besar dari 10 dewa iblis dimana kebangkitan mereka akan mendongkrak seluruh kekuatan jahat yang bersembunyi dibalik kegelapan.
"Lalu puncaknya adalah dimana kau tidak mengakuinya sebagai saudara, karena ini demi kakak angkatmu" ujar Farera.
"Iya itu adalah puncak dimana dia merasa keputus asaan yang besar"ujar Gavin
"Itu bukanlah salahmu, dia saja yang tidak bisa bertahan dari kerasnya hidup, dia hanya bisa menyalahkanmu" sambung Xiongbi.
"Tetapi, tetap saja. Semuanya adalah tanggung jawabku sebagai seorang saudara" jawab Gavin.
Akhirnya sampai di kapal GOW pun mereka di sambut hangat para prajurit. Mereka berangkat menuju kota suci dimana tempat yang luas ini di khususkan untuk orang-orang yang berhubungan dengan pasukan malaikat. Tak hanya itu manusia suci juga ada disana, manusia yang penuh dengan kebaikan, mereka akan terlahir di dunia yang penuh dengan penderitaan dan bertugas sebagai penyebar kebaikan. Hal inilah yang membuat para iblis dan orang-orang jahat memburu mereka karena bagi siapapun yang bisa memakan jantung mereka maka akan meperoleh kekuatan yang meningkat berlipat ganda.
Gavin sampai disana dia melihat beberapa anak sedang bermain, dia juga ikut bergabung tetapi anak-anak itu mempertanyakan perihal wajah Gavin yang penuh sobekan.
"Ini karena aku melawan mosnter yang kuat, tetapi semuanya tidak apa-apa" jawab Gavin.
Mereka pun memeluk Gavin.
"Kami selalu berdoa yang terbaik untuk kakak" ujar salah satu dari anak-anak tersebut.
Gavin pun ikut memeluk mereka sembari mengajarkan nilai-nilai kehidupan.
__ADS_1
Lalu seorang wanita paruh baya datang, Gavin lansung melihat oe arah Fate mengisyaratkan jangan memberi tahu apapun perihal apa yang terjadi dalam kurung waktu terakhir.
"Ibu" ucap Gavin.
Ibu yang bernama Yunxi lansung memeluk Gavin, dia sudah sangat rindu dengan anak angkatnya, dia adalah ibu kandung dari Yuzao.
Tak berselang lama Yunxi lansung memegang wajah Gavin menatao dengan mata binar bentuk goresan di wajah anak angkat yang sudah di anggap sebagai anak kandungnya.
Gavin menjawab itu hanyalah akibat dari pertarungannya dalam menghadapi monster dan mengatakan semuanya telah selesai, semuanya akhirnya datang melihay kondisi Gavin.
Lalu ada seorang wanita, dia menatap Gavin dengan wajah lirih, hingga akhirnya mereka tinggal berdua.
"Namira, terima kasih telah mau menjaga rahasia ini" ujar Gavin.
"Jadi dugaanku benar jika luka itu berasal darinya" jawab Namira dimana orang yang dimaksudnya adalah Yuzao, Namira juga salah satu orang yang dekat dengan Yuzao, dia juga orang yang berarti dalam hidup Yuzao, dialah yang membuat Yuzao untuk membuat Vesilestas untuk tidak membunuh Leksana, manusia suci dari dunia Bahesa, ya Namira juga merupakan manusia suci.
"Iya, aku sudah tidak tau lagi harus bertukar pikiran dengan siapa, mereka semua sama bahkan Fate, mereka menginginkan aku untuk membunuh Yuzao" ujar Gavin.
"Apa kau yakin mampu mengalahkannya" tanya Namira.
"Aku juga tidak tau pasti, tetapi dalam bertarung kami mengandalkan kerja sama dan strategi, hanya saja aku tidak yakin"
"Kenapa, kalau begitu biarkan aku ikut bersamamu"
"Tidak, itu sangat berbahaya, aku yakin dia tidak akan membunuhmu tetapi, doa tidak sendirian"
"Apa maksudmu, dia bekerja sama dengan orang lain?"
"Saat aku menuju kemari, aku mendapatkan nama-nama penjajat besar yang berada di bawah kepeminpinanya hal inilah yang membuat pasukan malaikat kesulitan menangkap para penjahat itu karena semua ini adalah ulah Yuzao, aku pun ragu jika membandingkan kekuatan pasukanku dengan pasukannya"
"Apa kau sudah mencoba semua caramu"
"Belum"
"Aku yakin dia tidak sejahat yang seperti mereka pikirkan dari dulu aku mengenalnya sampai detik-detik terakhir aku melihatnya, dia tetap masih orang baik yang di penuhi kegelapan di hatinya."
"Lalu aku harus bagaimana?"
"Tentu saja pasti ada cara selain membunuhnya, aku yakin jika kau membunuhnya tekad kegelapannya pasti akan turun ke seseorang, selagi dengannya kita bisa mengatasinya, tetapi tentu dengan pikiran yang jernih dan penuh kesabaran, kau harus meluluhkan hatinya, peganglah tanganku, kemampuan ini tidak seberapa dan aku baru mempelajarinya, aku harap semua ini berguna untukmu Gavin. Jika tetap tak bisa maka bawalah aku bersamamu sebagai pendampingmu dalam menyelamatkannya" ujar Namira dan Gavin pun memegang tangannya, semua pandangan Gavin menjadi kilatatan cahaya terang benderang.
Bersambung
__ADS_1