
~40 pasukan malaikat mengincar Musuh Seluruh Mahluk~
Gavin dan beberapa orang lainnya akhirnya berselisih pendapat dalam melanjutkan kasus tersebut hingga akhirnya.
"Aku tidak akan mengizinkanmu untuk memburu musuh seluruh mahluk sendirian lagi, aku tidak akan menerima ego sedikitpun disini, aku akan berpihak ke pilihan yang paling benar dimana dapat mengurangi korban jiwannya, memang baru beberapa bulan tapi lihatlah hasil dari pengejarannmu selama ini, aku menghargai segala informasimu tetapi jumlah korban terus berjatuhan" ujar Jevan mengakhiri segala perdebatan.
Tetapi Gavin ingin sekali mengatakan jika pilihan Jevan sangatlah berisiko menambah lebih banyak korban.
Dari hasil keputusan akhirnya gox Armata, Milady, Gowthang, Gavin serta Slijaor dan masih banyak pemimpin lainnya akannbersatu memburu Yuzao.
Total ada 40 pemimpin yang akan bersatu mereka akan mengincar Yuzao dimana di ketuai oleh Jevan sendiri, sedangkan ronjhin yang sempat membantu sebelumnya tidak ikut serta.
Tentu saja ini sangat jauh dari rencana awal Gavin dimana dia berencana untuk menyudutkan Yuzao ke wilayah tanpa penghuni dan tentu ingin membuatnya menjadi seperti dulu, tetapi harapan itu akan semakin sulit, tetapi dia yakin bahwa itu tidak akan sirna.
__ADS_1
*****
Di hamparan yang luas, terdapat banyak orang-orang yang sedang mengembankan tugasnya, dari beberapa mereka bekerja sebagai pasukan suplai perlengkapan kesebuah kotak besi yang di beri nama Sirius. Lalu pasukan yang bertugas memperbaiki Sirius uang telah pulang dari medan perang dan sebagainya lagi.
Yuzao dan yang lainnya di temani oleh Goeon menuju tempat yang suci bagi para kaum Jussions, mereka menapaki sebuah jembatan yang panjangnya 100 km.
"Hah kau menyuruh kami berjalan sebanyak itu, ayolah kita terbang saja, untuk apa kita mempunya kemampuan jika tidak di pakai" dengus Ghaida kesal.
"Tenang saja sebentar lagi kita tidak perlu berjalan lagi" ujar Goeon sambil tersenyum, dan benar saja tiba-tiba jalan di jembatan itu berjalan sendiri menyeret Yuzao dan yang lainnya seperti sebuah lift.
Beberapa saat kemudian dari tempat yang jauh, tampak sosok yang sangat besar di selimuti oleh kabut yang tebal, yang tampak darinya hanyalah sorot mata raksasanya.
"Dulu sekali, sebelum para raksasa bernama Guoltom datang dan berbuat ulah di dunia ini. dunia ini di huni oleh sosok mahluk yang sangat besar, bahwa tingginya mampu mencapai langit-langit dunia ini. Namanya adalah Eyra, kami percaya jika dia adalah sosok mahluk yang pertama kali ada didunia ini, dari cerita nenek moyang kami dulu. Dunia ini terselimuti oleh rimbunan pohon raksasa nan lebat, bahkan di dalam lautan yang dalampun tumbuh pepohonan yang luas, setiap pohon itu menumbuhkan buah-buahan yang segar nan lebat, bahkan akar-akarnya pun terus mengeluarkan air, sehingga terciptalah lautan yang di bawahanya terdapat pohon-pohon. Dunia ini kami namakan dunia kesuburan. Sehingga akhirnya lautanpun semakin bertambah luasnya, ternyata itu semua berasal dari pohon-pohon tersebut, jika pohon itu di tebang dan mati maka air yang berasal dari akarnya pun akan berhenti, nenek moyang kami pun menebangnya karena membakarnya pun tidak ada gunanya karena api tak sanggup untuk membakar pohon-pohon tersebut. Festival demi festival pun di adakan secara besar-besaran oleh nenek moyang kami, yakni ingin mencari penenebang pohon terhebat tanpa menggunakan sihir tetapi menggunakan benda-benda yang diciptakan oleh mereka. Pada suatu saat akhirnya kami mengetahui ternyata pohon-pohon tersebut tumbuh dari keempat kaki Eyra, mahluk raksasa dimana tubuhnya pun tercipta dari kayu. Pohon itu tumbuh dalam sekejap dan meluas beberapa meter. Diameter kakinya saja berukuran 100 meter, berarti jika kakinya menyentuh tanah maka pohonn tersebut akan tumbuh dalam jumlah besar mengikuti kaki Eyra. Akhirnya festival itu di adakan sesering mungkin hingga turun temurun ke generasi kami selanjutnya. Kami tidak marah kepada Eyra karena dia adalah sumber kehidupan bagi kami" ucap Goeon panjang lebar.
__ADS_1
"Lalu apa yang terjadi padanya" tanya Yuzao.
"Para Guoltom datang, mereka menyebabkan kehancuran dimana-mana, sehingga membuat seluruh penghuni dunia ini ketakutan, bahkan hari demi hari kami mendengar kabar kemusnahan dari berbagai mahluk dari peserikatan antar mahluk yang di bangun dulu untuk saling menjaga satu sama lainnya, akhirnya mereka pun sampai di tempat kami, dimana saat itu Eyra juga sedang melintasi tempat kami, dan saat itulah nenek moyang kami menyadari jika itu adalah akhir dari kedamaian yang ada, demi menyelamatkan Eyra, 300 mahluk dari perserikatan musnah dalam satu hari, kami juga di pukul mundur dan mengalami kekalahan kelak sehingga kaum kami mengalami pengurangan yang sangat besar, tapi hasil dari itu tidaklah sia-sia, walau tubuh Eyra hancur lebur tetapi kami dapat melindungi dan hidup sampai sekarang, imbasnya adalah perserikatan antar mahluk pun telah bubar karena tidak memiliki jumlah mahluk yang banyak, wajar saja sejak dulu nenek moyang kami tidak pernah menciptakan senjata, karena senjata hanya akan membawa penderitaan bagi siapapun walaupun hanya di gunakan sebagai pajangan semata, dan hasilnya seperti yang kau lihat kami pun juga berada di ambang kepunahan karena Gultuom terus menyerang" jawab Goeon sambil menahan tangisnya, siapa yang bisa menahan rasa sakit serta sedihnya jika hal seperti ini menimpa siapapun. Sebagai seorang raja sekaligus pemimpin dari kaumnya, Goeon berusaha menyemangati kaumnya dari terpurukan kepunahan mereka, hal hasil pasukan Jussions semakin bangkit secara perlahan-lahan, walaupun senjata mereka masih dalam tahap pengembangan tetapi tetap saja waktu akan memgalahkan segalanya.
Alasan dirinya menerima ajakan Yuzao adalah untuk memperlama kepunahan mereka sebelum senjata-senajata mereka mencapai tahap sempurna.
Tak berselang lama setelah percakapan itu akhirnya Yuzao melihat sosok yang di ceritakan tadi oleh Goeon.
"Gruuuuu" suaranya begitu menggema seolah menunggu kedatangan orang-orang yang melihatnya, sorot mata besarnya menandakan kesedihan, kepalanya berbentuk rusa tetapi mempunyai paruh yang pendek, tanduknya berupa pohon-pohon raksasa yang menjulang tetapi yanya tinggal 1 karena yang satunya telah patah. Tubuhnya begitu gempal karena di selimuti oleh akar-akar halus yang di penuhi dedauanan, pada dasarnya tubuhnya kecil dan kurus seperti tubuh kambing, kakinya bagaikan kaki gajah, dan mempunyai ekor kuda, walaupun di selimuti oleh bulu yang lebat tetapi bekas luka miliaran tahun lalu akibat salah satu dari 30 raksasa inti masih terlihat, dan di bekas luka itu juga bulu-bulunya tidak tumbuh lagi.
Eyra terus memandangi mereka seolah memberi sebuah harapan besar dalam hidupnya.
Slantia yang memandangnya, akhirnya tumbuh rasa iba, memunculkan sebuah tekad untuk menghabisi para raksasa Guoltom, ya memang mereka akan binasa juga nanti karena tujuan mereka adalah membantu sambil berperang.
__ADS_1
"Lalu apakah senjata andalan kalian adalah kotak bernama Sirius itu?" Tanya Slantia karena dia ingin memastikan apa yang di katakan pasukan penjelajah.
Bersambung.