
Fate berdiri melihat pemandangan indah dari kota suci yang tidak memiliki kejahatan ataupun kegelapan di baliknya, benar benar murni kebaikan.
Namira pun datang, dia berbicara dengan Fate panjang lebar, Namira mencoba menasehati Fate agar memberi semangat kepada Gavin sebagai seorang teman. Memang Fate tidak sejalan dengan Gavin dalam masalah kasus Yuzao ini.
Hingga akhirnya Fate berlalu dari hadapan Namira.
"Kaulah yang telah membuat Gavin menjadi terlalu naif, kau hanya orang jauh yang tidak tau apa-apa mengenainya, kau bilang kau dekat dengannya kan, aku saja yang jauh darinya dulu saja telah tau, dari sorot matanya menandakan kebencian yang dalam sehingga seluruh pikirannya kosong dan di kendalikan oleh kebenciannya sendiri, dia bukan manusia, dia adalah IBLIS, apapun yang terjadi aku akan membunuhnya untuk mengakhiri penderitaan sahabatku, bukan membebaninya" ujar Fate.
"Kau bilang sahabat, tetapi kau bahkan tidak bisa mengerti isi hati Gavin, jalan yang kau ambil terlalu beresiko" ujar Namira tetapi Fate terus berlalu.
********
Sebuah portal terbuka di dunia Dirsiktar, saat Yuzao dan yang lainnya memasuki area tersebut wajah mereka telah disinari oleh terang benderangnya dari tembakan senjata yang mengarah ke arah lainnya.
Sebuah benda berbentuk persegi kotak persegi yang berukuran 500 meter akhirnya datang, tak berselang lama tercipta sebuah pelontar di belakangnya dan melesat jauh dengan kecepatan 300 kilometer per/jam.
Namun, dari depannya terdapat sebuah raksasa berukuran 400 meter dan menahan kotak tersebut dengan tubuhnya hingga terseret-seret kebelakang. Hingga akhirnya pijakan raksasa tersebut tertahan oleh sebuah bukit raksasa, dalam sekejap ototnya tangan dan kaki bertambah besar, lalu melemparkan kotak besi ke udara, suara kotak yang melayang di udara bagaikan deru petir.
"Daerah ini disebut dengan Drantis, ini adalah jalur perang yang di pakai oleh kedua kubu karena itu tampak seperti tidak ada kehidupan" ujar Slantia.
"Lihat, apa daratannya seperti bergelombang?" Tanya Ghaida.
"Ini adalah daratan paling rendah, karena itu kita bisa melihat retakannya sudah menghasilkan kawah" jawab Slantia
Kotak raksasa tadi pun jatuh tetap 100 meter di belakang mereka, tanah bergoncang menghasilkan semburan lava panas yang menjulang tinggi ke langit, disambut dengan iringan petir yang saling bersahutan. Kondisi semakin mencekam dari arah lain kilatan tembakan terus terjadi menhatam para raksasa tetapi tembakan bak meriam tersebut hanyalah seperti sengatan serangg pengisap darah bagi para raksasa yang terus berdatangan.
Yuzao dan yang lainnya menoleh ke arah tempat jatuhnya kotak raksasa tersebut, kaum Jussions yang selamat pun keluar dengan sepoyongan. Mereka terkejut melihat Yuzao dan yang lainnya karena di belakang mereka sekarang tampak para raksasa yang sangat dekat, salah satu dari mereka melihat ke arah Yuzao.
"Mahluk apa ini, dasar mahluk hina dan rendahan tidak ada habis-habisnya, kami adalah penguasa di dunia ini, aku kesal sangat kesal matilah kalian!" Raksasa itu mengangkat kedua tangannya dan siap menghantam ke arah Yuzao.
Para Jussions yang melihat pun menembak para raksasa agar para pasukan Yuzao selamat tetapi tindakan mereka sia-sia.
"Kaulah yang pantas untuk mati" ujar ghaida.
Sosok mahluk yang berasal dari batu di campurin dengan lelehan panas pun menahan serangan dari raksasa tersebut, sontak semua yang melihat kecuali pasukan yuzao terkejut.
__ADS_1
Tanah-tanah bergetar, keduanya beradu kekuatan.
"Jika kau bisa maka kalahkan salah satu ciptaanku" ujar Ghaida.
Lalu tak berselang lama otot dari raksasa itu bertambah besar.
"Gumpalan otot yang ada di tubuh mereka sepertinya sangat berpengaruh pada seberapa kuatnya"ujar Yuzao.
"Tetapi percuma saja" ujar Ghaida.
Raksasa tersebut bingun karena sosok yang di hadapinya benar-benar kuat dan keras.
Raksasa lainnya mencoba membantu mereka mulai mendorong untuk menjatuhkan mahluk yang di sebut golem oleh Ghaida.
Tetapi mereka hanya mampu mendorong sedikit demi sedikit tubuh golem yang sangat berat.
"Ayo kita pindah dari sini" ujar Slantia dalam sekejap mereka pun berpindah ke tempat yang lebih aman.
Tak lama akhirnya golem pun bergerak dan mendorong mereka semua. Seluruh raksasa yang ada mencoba mengalahkan golem mulai dari memukul dan juga menjatuhkan tapi semua usaha mereka sia-sia.
Golem pun nemeluk 5 raksasa erat-erat, lalu berputar-putar. Hempasan angin tercipta seperti badai, lalu golem menghempaskan 5 raksasa tersebut ke arah raksasa lainnya.
"Lalu siapa yang akan kau pilih?" Tanya Slantia kepada Yuzao.
"Tentu saja aku kita akan memilih pasukan yang tertindas, aku tidak butuh kekuatan, yang aku butuhkan lebih dari itu" ujar Yuzao.
"Baiklah kita akan bertemu dengan pasukan penjelajah" ujar Slantia.
"Tunggu apa Golem ini ku ledakkan saja agar mereka semua mati?" Tanya Ghaida.
"Daya ledaknya pasti akan membunuh para Jussions disana, terus kendalikan dia untuk bergerak lurus dan obrak abrik semua yang ada didepan jangan buang-buang waktu untuk mengalahkan musuh kelas teri" ujar Slantia mengibaskan rambutnya.
"Aku mencintaimu sayang" ujar Ghaida kepada Slantia sayangnya Slantia tak peduli sedikitpun tentang semua gombalan Ghaida.
"Tunggu sebentar apa semua orang yang terhubung di duniaku akan melihat semua yang aku lakukan?" Tanya Yuzao
__ADS_1
"Iya, beberapa mahluk bahkan sangat ingin sesuatu yang seperti ini, bahkan mereka bisa mendengar kata-katamu" ujar Ghaida.
Yuzao pun melanjutkan perjalanannya.
Akhirnya mereka sampai pada sebuah kemah sederhana dari pasukan petualang.
Terdapat 30 orang, bahkan 5 di antaranya adalah para manusia.
"Selamat datang tuan di dunia Dirsiktar namaku xalio" ujar seorang manusia yang menjadi ketua di tim penjelajah tersebut
"Bagaimana dengan situasi kalian dan juga pasukan penjelajah di wilayah lainnya selama ini?" Yanya Slantia.
"Pada awalnya pasukan oenjelajah yang terjun ke dunia ini berjumkah 300 orang dan kami bertahan sekama 40 hari, setelah 40 hari jumlah dari kami berkurang menjadi 23 orang yang selamat, setelah kami mendalami lebih jauh sebagian dari kami tewas karena sebab dari pasukan raksasa, lalu sebagian karena terjebak oleh jebakan yang di ciptakan beberapa mahluk lainnya" ujar xalio.
"Mahluk lain, ada beberapa mahluk yang kalian tau selama ini?"
"Terdapat 2000 mahluk di dunia ini, dan jumlah itu masih bisa bertambah, 1500 mahluk telah berpihak dengan kami wajar sih mereka tidak kuat dalam segi kekuatan tetapi aku berani bertaruh kemampuan unik mereka sangat berguna, jika kita berhasil menyatukan mereka dan bekerja sama maka akan menjadi kombinasi yang menyulitkan para lawan. Sejauh ini ada 3 yang paling dominan sebagai yang terkuat para raksasa yang di sebut oleh sluandor dimana mereka menguasai sebagian dunia ini, lalu demikra, para mahluk hidup yang hidup di balik kegelapan hutan, dan yang ketiga adalah para Jussions."
"Apa kaum demikra dan para raksasa saling bertentangan?"
"Tidak mereka saling mengenal dan membuat perjanjian damai"
"Lalu bagaimana dengan 500 mahluk yang tidak bersekutu dengan kita?"
"Itu sulit di jelaskan beberapa dari mereka bisa di katakan rival dari mahluk yang sudah mau bersekutu dengan kita"
"Kerja kalian sudah bagus, sudah berapa pasukan penjelaha yang tewas sekarang?" Tanya Yuzao memotong pembicaraan.
"400 orang, dunia ini semakin kacau hampir semua tempat yang kami jelajahi sudah menjadi medan pertarungan" jawab xialo
"Baiklah jangan sampai menambah korban jiwa lagi, tugas kalian hanya menjelajah bukan bertarung, padahal tugas ini seharsunya di serahkan kepada pasukan boneka, tetapi seperti yang kalian tau, mereka tidak seefektif mahluk lainnya dalam menjelajah" ujar Yuzao
"Tidak usah sungkan kami semua sudah mengetahuinya, lagi pula apa yang kami lakukan tidak ada apa-apanya di bandingkan dirimu yang sudah membebaskan kami" ujar xialo
"Lalu bagaimana dengan pasukan Jussions apa kalian sudah mendapatkan jalur yang tepat untuk komunikasi persekutuan"
__ADS_1
"Kami sudah mendapatkan orang yang tepat dari kaum Jussions, yah tingkat kerja sama mereka memang mencapai 90 persen jika di urutkan dari Elegron" ujar xialo
Elegron adalah alat untuk mengukur seseorang kepada kaumnya sendiri bisa juga untuk sebagainya misalnya seperti prajurit kepada seorang raja, dan bisa melihat apa yang di inginkannya, tingkat berkhianatnya dan tingkat kejahatannya, alat ini murni di ciptakan oleh mahluk bernama Vilandor yang berpihak kepada pasukan Yuzao.