
******
"Apa kau telah mendengarnya, Dhoamot baru saja di kalahkan olehnya."
"Aku cukup terkejut, dugaan sementaraku Dhoamot bunuh diri karena tugas yang kita berikan begitu berat"
"Apa menurtmu dia akan ke kita"
"Aku tak bisa menjaminnya tetapi jika dia datang berarti dia bunuh diri, tetapi kita tak boleh ceroboh, kita sendiri butuh 6 tahun untuk mendapatkan Dhoamot, dia hanya butuh waktu tidak lebih dari 5 hari setelah Dhoamot menantangnya."
"Berarti dia adalah masalah kita sekarang ya"
"Begitulah, Diankov, ini sepertinya akan menjadi masalah besar, karena yang mengejarnya adalah pasukan Gavinstar si pedang malaikat, kita tidak bisa membiarkan mereka tau tentang kerja sama kita dengan bangsa iblis, bagaimanapun juga ini demi keadilan yang harus kita tegakkan."
"Aku mengerti, akan ku tunjukkan kalau dia salah jika mencoba mencari keributan dengan kita, karena kita adalah kaum unggul SANG PENEGAK KEADILAN"
Diankov pun pergi, hanya sedetik saja dia sudah menghilang hingga tak terlihat lagi oleh mata Rasselof yang sangat tajam.
*******
__ADS_1
Yuzao duduk di singgasananya, ada ribuan pelayannya dari berbagai kaum yang ada.
"Tuan sepertinya pasukan malaikat tengah menyelidiki kode manipulasi yang kita ciptakan, apa kita rubah agar mereka semakin sulit dalam memecahkan kodenya?" tanya salah satu pelayannya.
"Biarkan aku yang mengurusnya," ujar Yuzao.
"Dunia kaum kania atau Minorse, yang mana yang akan kita invansi dahulu?"
"Tentu saja, kita akan menuju dunia Kania, setauku semenjak kita sudah membereskan iblis yang ada di Trundoltan seharusnya sudah ada pasukan boneka yang pergi menuju kesana" ujar Yuzao.
"Mereka mendapatkan masalah di perjalanan, ternyata mereka berada di langit ke 4, tepatnya di dunia Mzuri, tentu saja banyak pasukan malaikat yang berada disana."
"Kami mempercepat dunia 100 kali lebih cepat dari biasanya, kita mendapatkan serangan yang sangat brutal,"
"Brutal? Siapa yang telah berhasil menemukan kita?"
"Tidak tau, tetapi pasti dia adalah orang yang luar biasa"
*******
__ADS_1
"Jadi begitu, kecil tetapi begitu luas tak terbendung aku mampu melihatnya walau hanya dari luar saja, baiklah aku akan kedalam dan langsung wajah dari musuh si seluruh mahluk" ujar Diankov dengan sombongnya.
Tubuh Diankov pun seolah terserap oleh dunia yang di ciptakan Yuzao.
Saat Diankov telah berada di sana, dia begitu terkagum melihat sudah banyak senjata-senjata jarak jauh yang mengarah kepadanya.
"Benda jelek seperti itu tidak pantas di arahkan kepadaku."
"Bruuuukkkkkkfff" seketika semuanya menghilang, hanya menyisakan Diankov seorang di wilayah itu.
"Jadi pemimpinnya ada di depan, hmmm jaraknya begitu jauh, ratusan kilometer walau cma satu kaki untuk bergerak kesana sangat malas, lagi pula sama saja aku yang akan menang" ujar Diankov malas.
Namun tiba-tiba dia begitu terkejut dengan suatu hal.
"Tak perlu sungkan jauh-jauh kesana, lagi pula aku tidak yakin kau bisa sampai kesana," Ujar Yuzao yang telah berdiri di depan Diankov.
Diankov yang refleks lamgsung melancarkan serangan yang sama dia keluarkan sebelumnya, tetapi serangan itu tidak berpengaruh kepada Yuzao sama sekali.
"Jika aku menjadi dirimu, aku akan meninggalkan pasukan yang menghalangiku lalu pergi langsung menuju pemimpinnya, sekarang salah satu jurus andalanmu tidak lain adalah hal yang sia-sia, sekarang apa yang harus kau lakukan."
__ADS_1