
"lalu bagaimana dengan persentasi pengkhianat di kaum tersebut?" Tanya Yuzao.
"0 persen" jawab xialo
"Jadi karena mereka terdesak, sehingga mereka tidak berkhianat dan saling membantu satu sama lainnya" ujar Slantia.
"Lalu apa itu yang 10 persen tingkat kerja sama mereka apa itu?" Tabya Ghaida.
"Mereka adalah penduduk biasa, sama seperti di kebanyakan dunia mereka hanya penyedia barang, seperti perdagangan dan semacamnya, bahkan persentasi pengkhianatan ini masih kalah kalah kecilnya karena 1500 mahluk yang bekerja sama dengan kita 0 persen tingkat berkhianat dan 100 persen tingkat kerja sama sesamanya, ini berbanding terbalik dengan para raksasa yang memiliki persentase pengkhianatan 40 persen" ujar xalio panjang lebar.
"Penyebab mereka berkhianat apa?"tamya Slantia.
"Kita tidak perlu tau akan hal itu, tunjukkan padaku data tentang para pemimpin Jussions kita akan kesana" ujar Yuzao.
Tetapi tak berselang lama akhirnya mereka bertemu para Jussions yang dimana mereka terjatuh dari kendaraan kotak tadi.
Para Jussions ini sangat waspada melihat Yuzao dan lainnya.
"Siapa kalian?" Tanya salah satu dari Jussions.
"Kami adalah penjelajah disini, perkenalkan namaku adalah xialo dan ini adalah pemimpin kami yang bernama Yuzao, lalu ada Ghaida dan juga Slantia yang merupakan bawahnya" ujar xialo
"Tujuan kalian kemari untuk apa?" Tanya dari kaum Jussions.
"Sebelum bertanya, perkenalkan dulu dirimu" ujar Ghaida.
"Namaku adalah Vullando, aku adalah pemimpin dari pasukan penyerang kaum Jussions" jawab Vullando.
"Aku kesini untuk merekrut pasukan dari mahluk lain untuk bergabung dengan kami dan aku tertarik dengan kalian" ujar Yuzao.
"Jika kami menerimanya?" Tanya Vullando.
"Maka aku meminta bantuan kalian termasuk persenjataan kalian dalam menghadapi musuh kami"
"Siapa?"
"Pasukan malaikat serta para sekutunya"
"Malaikat? Itu hanyalah dongen, tetapi jika iblis aku percaya yaitu para raksasa mereka adalah iblis"
"Malaikat memang benar adanya, karena waktu yang berlalu begitu panjang, sebuah fakta menjadi legenda, dari legenda menjadi sebuah dongen belaka."
"Lalu bukankah malaikat itu baik kenapa mereka tidak datang menyelamatkan kami?"
"Karena itu adalah sebuah peraturan yang tidak bisa dielakkan oleh mereka, bahkan walau kau melihat orang tercintamu mati pun mereka akan membiarkannya, walau ada sebagian dari mereka yang tidak akan melakukan demikian, tetapi ketakutan mereka akan sebuah bencana yang akan datang mereka merekrut mahluk-mahluk yang buas akan kekuatan dan akhirnya mahluk buas itu mendapatkan kebebasan dimana semua tindakan mereka akan di bersihkan dari segala hukum kejahatan asalkan tidak keluar dari batas wajar menurut mereka"
__ADS_1
"Batas wajar?"
"Memusnahkan suatu kaum, dan bekerja sama dengan para iblis, hanya itu peraturannya"
"Aku sulit mempercayakan hal itu, tetapi apa kau berniat membantu kami?"
"Ya. Aku akan membantu karena itu aku berniat akan membantu kalian dengan timbal balik keuntungan sesama"
"Baik aku akan membawamu ke tempat ayahku" jawab Vullando menyetujui tawaran Yuzao
"Ayah?" Kali ini Ghaida bertanya karena kebingunan.
"Ayahku adalah pemimpin di kaum kami, sebagai anaknya, aku mewakili dirinya untuk bertarung melawan para raksasa" jawab Vullando.
Akhirnya mereka pun sampai di tempat pemukiman para Jussions tinggal, sebuah ladang luas yang tidak ada apa-apa, tetapi akhirnya mereka berada di sebuah pintu kecil dan saat terbuka mereka mendapatkan sebuah kota yang di penuhi asap dan padat.
Iringan suara menyertai para pasukan Jussions yang pulang.
"Kalian tidak apa-apa, astaga jumlah mereka berkurang, sialan para raksasa mereka benar-benar biadab"
"Tetap semangat kami akan mendukung kalian selamanya, beristirahat lah makanan terbaik akan menuju ke penginapan kalian!"
"Hei liat mahluk apa itu?"
"Ibu lihat itu seperti yang ada di dongen-dongen bentuk mereka berbeda dari kita!"
Itulah suara para penduduk Jussions, yang selalu menanti para pasukan mereka yang pulang tak peduli berhasil atau kalah mereka selalu menyemangati pasukan yabg akan terus menerus berperang.
"Apa tadi itu ilusi?" Tanya Ghaida.
"Iya kami menyamarkan sebuah kota dengan ladang yang luas, dulu sekali pasukan raksasa pernah mencapai wilayah ini. Dimata mereka, ini hanyalah sebuah tanah yang bisa amblas kapanpun mereka injak. Padahal kami telah membuat sebuah perangkat kepada mereka" Jawab Vullando.
"Berarti kalian unggul dalam masalah kekuatan" ujar Slantia.
"Tidak, semakin mereka menbuat keturunan. Maka keturunan selanjutnya akan lebih kuat dari keturunan sebelumnya" Jawab Vullando.
Akhirnya mereka pun sampai di sebuah istana yang besar tetapi tidak begitu megah.
"Ayah mereka adalah mahluk asing yang datang kesini dengan tujuan menawarkan bantuan kepada kita"
Sekarang Yuzao berhadapan dengan Jussions yang sedikit tua.
"Kalian ini apa?" Tanya pemimpin Jussions bernama Goeon.
"Aku adalah manusia bernama Yuzao, aku kesini menawarkan kesepakatan"
__ADS_1
"Kesepakatan seperti apa?"
"Kami akan membantu kalian melawan pasukan raksasa dan memperoleh kemenangan sehingga kalian hidup aman dan sebagai gantinya aku pinjamkan kekuatan mahluk Jussions dalam menghadapi musuh yang akan kami hadapi"
"Siapa musuh kalian?"
"Pasukan malaikat dan sekutunya"
"Rasanya seperti aku berbicara dengan anak-anak yang terbawa arus dongen turun temurun"
"Terserah padamu, jika kau menyetujuinya, kau akan melihatnya nanti."
"Masalahnya, jika memang itu benar berarti kami adalah para pendosa bukan, bayangkan mereka adalah penegak keadilan yang menbasmi kejahatan dan tidak ada yang bisa mengalahkan mereka"
"Keadilan yang mereka bawa hanya untuk diri mereka sendiri bukan untuk kita orang-orang yang tertindas, lagi pula untuk menghadapi lawan yang tangguh di butuhkan strategi."
"Inti dari permusuhanmu dengan para malaikat itu apa?"
"Aku ingin pergi ke sebuah tempat yang sulit intuk di jangkau, tetapi dengan bebagai ekspetasi akhirnya aku akan bisa mencapat ke sana, tetapi jika aku kesana sekarang maka akan sia-sia karena itu aku menbutuhkan bantuan seluruh pasukanku"
"Tempat yang kau maksud"
"Kota suci"
"Aku memilih jawaban ini bukan berarti aku menerima tawaran kalian secara lansung, aku tidak tau apakah kalian mampu mengalahkan para raksasa yang begitu kuat itu, apalagi jika kita berhasil melawan mereka, para raksasa inti akan berdatangan, dengan segala kekuatan kami saat ini kami pun yakin belum mampu menghadapi mereka, selama itu adalah bantuan dan kerja sama aku menyetujui. Tetapi aku meminta maaf jika ras Jussions tidak akan bisa memenuhi harapan kalian" ujar Goeon.
"Baiklah, kalau begitu aku akan membantu kalian dalam menghadapi para pasukan raksasa." Jawab Yuzao.
Disisi lain Ghaida mengatakan sesuatu kepada Slantia.
"Golemku sudah meledak"
"Apa peduliku" jawab Slantia acuh.
*******
Di tempat pertarungan dimana Yuzao pertama kali muncul di dunia Dirsiktar, dua sosok raksasa inti pun berdiri mereka adalah raksasa inti oe 29 dan ke 28.
"Senjata ini, ini adalah milik raksasa ke 30, kenapa hanya senjata ini yang terlihat kemana perginya dia?" Tanya raksasa inti ke 29.
"Tidak salah lagi, raksasa inti ke 30 telah mati" jawab raksasa inti ke 29.
"Siapa, yang membunuhnya?"
"Entahlah, kita harus memberi tahukan yang lainnya, ini pasti akan sangat menarik."
__ADS_1
"Benar"
Mereka berdua pun berlalu dari tempat kejadian itu.