
"tujuan utamaku hanyalah mencari hal yang baru, aku hanya bosan dengan kehidupan di dunia bawah, karena itulah aku memutuskan untuk mengikuti bocah itu."
"Begitu ya, aku ingin sekali berterimakasih kepada Rasselof, tetapi sepertinya itu sudah tidak bisa lagi." Ujar Drago dan pada akhirnya Vesilestas melompat ke arahnya dan menghajar Drago secara membabi buta, hingga brutal.
"Asal kau tau, orang yang sedang di hadapi oleh pemimpinmu itu, dia adalah SANG RAJA KEGELAPAN SEKALIGUS PENGUASA DUNIA BAWAH." Ujar Vesilestas terus menghajar tubuh Drago yang tak berdaya, walau serangan terpusat pada Vesilestas, tapi dia tidak berhenti dan terus menyerang walau tubuhnya terkoyak di sana sini.
Mendengar hal itu tentu saja hal yang mengejutkan bagi Drago, sampai matanya tetap terbelalak wakau sudah mati. Tak lama kemudian Vesilestas pun berhenti.
"Maaf Yuzao, sepertinya aku hanya sampai disini untuk perang kali ini." Ujar Vesilestas lemah.
"Ya tak apa, aku akan memanggil pasukan untuk membawamu ke luar peperangan ini" ujar Yuzao dari jauh dan tentu saja mereka menggunakan telepati.
Peperangan pun terus berlanjut, pasukan kania dan pasukan Yuzao saling mendesak satu sama lainnya, mereka bertarung bagaikan sebuah ritme lagu, dan tentu saja keduanya belum mengeluarkan pasukan andalan mereka.
Di sisi lain, tempat yang jauh dari medan perang, dua sosok bertubuh besar sedang bertarung dengan saling menghempaskan area sekitarnya. Bebatuan, pohon, bukit, gunung, awan, semuanya porak porandakan, mereka berdua mewakili nama sebagai eksekutif dari kedua belah pihak, Luxor dari pasukan Yuzao dan Destane dari pasukan Kania.
"Sial apa itu, udara dari mana dia mendapatkannya, itu sangat berbahaya, pusaran itu bisa membuatku merasakan rasa sakit, kurang ajar!!!" Guman geram Destane.
"Pertarungan ini akan segera aku akhiri, seperti kesombonganmu" ujar Luxor.
"Percaya diri sekali dia, baiklah, aku memang sukit menyerangmu, tetapi bagaimana dengan ini!!" Bentak Destane.
Dia membuat sebuah kuda-kuda lalu mengumpulkan tenaga yang luar biasa.
"Raaaaaaaaghhhhhhhhhhhh"
Destane pun membuat sebuah angin tornado yang begitu dahsyat bahkan menarik apapun yang ada.
__ADS_1
"Sudah lama aku tidak bertarung dengan lawan seperti dia, bagaimanapun aku harus mencari agar bisa mengalahkannya,"
Tetapi hal itu sia-sia, Luxor tetap beridiri tanpa sedikitpun masalah, dan tetap bersiap melakukan serangan besar terhadap Destane.
"Duarrrrrrhh"
Luxor menciptakan hempasan dahsyat yang mampu membuat tornado Destane hilang dalam sekejap, dan lalu dia pun menciptakan pusaran besar yang menyerap tubuh Destane ke dalamnya, namun tubuh Destane tidaklah di serap untuk di segel melainkan untuk di urai kembali hingga dia musnah.
"Ini adalah salah satu udara yang terdapat di suatu wilayah di dunia bawah, hanya segelintir mahluk yang mampu mengendalikannya, bahkan walau diriku terlihat tenang menghadapimu, tetap saja, aku rasanya sudah mencapai ambang batas mengendalikan pusaran yang merupakan kelemahan bagi para pengguna kekuatan udara seperti dirimu" ujar Luxor.
"Sialllllll!!!!!!! Aarrgghhhhhhhh" bentak Destane dan dia pun menghilang.
"Lawan yang merepotkan sudah berhasil aku kalahkan." Ujar Luxor.
********
"Iya tuan"
"Lalu bagaimana dengan Klimanjer"
"Dia sedang bertarung, melawan sosok seperti pohon"
"Suruh Klimanjer mundur, aku tau dia pasti bisa bertarung seimbang dengan musuh ber akar itu, tapi kemampuannya di butuhkan untuk bertahan, kirim Klirendo untuk bertarung dengannya."
"Klirendo, si pengendali rantai,?"
"Ya biarkan dia yang melakukannya"
__ADS_1
*******
Di medan perang pun keadaan semakin kacau karena Ruqiu berhadapan Klirendo yang sama sama mempunyai serangan jarak jauh, tentu saja hal ini berdampak pada aera sekitarnya, sudah tak tau lagi berapa prajurit yang telah mati akibat dari pertarungan mereka berdua, klirendo dengan rantainya yang kuat, dan Ruqiu yang mempunyai kekuatan melalui akar pohon.
Ruqiu menggunakan dua tehnik bertarung, yaitu menyerang dan bertahan, dia menyerang dengan membuat ujungnya akarnya yang berbentuk runcing, dan mode bertahan yang membentuk akar-akar tebal dan menahan hempasan dari rantai yang tebal milik klirendo.
Tetapi rencana Ruqiu tak itu saja, akarnya tetap terus menjalar dari bawah tanah dan mengarah ke klirendo, tapi saat sesaat akar itu akan sampai, klirendo menyadarinya dan menghindar. Setelah berada di udara klirendo mengeluarkan rantai yang begitu banyak dan membalutnya menjadi sebuah bola hitam untuk melindungi dari serangan Ruqiu. Tentu saja akhirnya serangan tusukan dari akar Ruqiu tak mempan terhadap rantai itu. Tetapi Ruqiu akhirnya menggunakan cara lain. Ruqiu menghempaskan bola rantai yang melindungi klirendo dengan kuat ke arah pasukan Kania yang bertugas sebagai penembak lassengger, 18 lasengger akhirnya rusak.
"Pasukan lassengger tembaki akar-akar itu."
"Duarrrrrrr" semua akar Ruqiu yang ada di bawah tanah akhirnya hancur.
"Benda yang mereka namakan lassengger itu benar-benar kuat, bahkan mampu menghancurkan akarku sekaligus, dan juga pengendali rantai itu tetap bisa mengendalikan rantainya yang lain untuk menyerang walau matanya terhalang karena bulatan rantai yang melindunginya. Apa mungkin dia memiliki tubuh lain, atau dia bisa memandang dari arah lain?" Ruqiu mulai menganalisa tentang klirendo.
"Sepertinya pohon berakar itu tidak punya batasan jarak dalam menyerang, dan juga padahal kakak bisa mengalahkannya dengan mudah, tapi kenapa harus aku yang berhadapan dengan dia. Ahhhh, nasib prajurit tingkat bawah memang menyedihkan, tapi jika dia pohon, maka aku hanya harus memotongnya dengan benda tajam bukan?" Guman klirendo.
Klirendo meminta bantuan untuk mengumpulkan benda tajam seperti pisau raksasa untuk mengalahkan Ruqiu, dan setelah mendapatkannya, klirendo memundurkan semua rantainya dan membentuk sebuah raksasa dari gabungan rantainya.
Panjang raksasa rantai itu adalah 100 meter, sangat besar hingga semua orang mampu melihatnya, dan panjang pedang yang di gunakannya adalah 50 meter.
"Akan ku perkenalkan padamu, akar pohon, dia adalah Sasugari, dia adalah kekuatan andalanku dalam bertarung. SEKARANG MARI KITA MULAI PERTARUNGAN YANG SEBENARNYA DARI KITA!!" Ujar klirendo menyiapkan kuda-kuda dalam serangannya, gerakannya saja sudah membuat Ruqiu terkejut karena begitu cepatnya seolah tidak ada hambatan dalam bergerak.
Dengan sekali hempasan, sudah membuat semua pasukan boneka yang berada di darat terhempas. Sontak prajurit kania pun maju untuk memukul mundur pasukan Yuzao.
"Jadi begitu, kau tau pohon adalah yang menahan sebuah tanah agar tidak ambruk atau longsor, saat pertama kali aku keluar dari duniaku, aku sedikit ragu apakah aku masih bisa menggunakan kekuatan yang sama seperti yang ada di duniaku yang telah hancur, tetapi ternyata semua pohon yang ada di alam semesta juga sama, yang membedakan mereka hanyalah bentuk, warna, ukuran, dan nama, tetapi pohon juga berada di luar konteks kehidupan kita, yaitu FUNGSINYA!!!!" Ujar Ruqiu.
Tiba-tiba saja, tanah yang di pijaki oleh Sasugari amblas, ukurannya benar-benar dalam hingga membuat hampir seluruh tubuh Sasugari masuk ke dalam tanah. Tentu saja ribuan pasukan Kania terperosok ke dalam lubang itu, Muntahan lava sampai muncrat keluar dari rllubang raksasa itu.
__ADS_1
Bersambung