Musuh Seluruh Mahluk

Musuh Seluruh Mahluk
part 16


__ADS_3

Seluruh pasukan Kania yang terjetuh ke dalam itu pun terbakar habis oleh lava.


Tak lama kemudian dengan kekuatan dari akar Ruqiu, dia sanggup memdempetkan tanah yang berlubang, dan akhirnya menghimpit tubuh Sasugari dengan keras, dan melayangkan serangan keras ke kepala Sasugari dimana disana adalah tempat klirendo berada sebagai pengendalinya.


Serangan tebasan dari akar Ruqiu bagaikan cambuk yang begitu cepat, keras tetapi lentur hingga membuat kepala Sasugari hancur lebur, terlihat jelas bagaimana klirendo berdarah-darah terkapar di tanah, tetapi kemenangan tidak lansung berpihak kepada Ruqiu. Karena tiba-tiba saja sebuah rantai dam jumlah banyak lansung membulit tubuh klirendo lagi, Ruqiu yang tidak bisa membiarkan hal itupun lansung menyerang klirendo. Namun, serangan Ruqiu berhasil digagalkan oleh benteng rantai dari klirendo, kali ini besar Sasugari mencapai 300 meter benar-benar besar, dan tiba-tiba saja sebuah pejang besar melayang dari arah belakangnya.


       Melihat hal itu, pasukan Kania pun lansung bergegas untuk mundur, sekali tebasan dari Sasugari, menghmepaskan semua pasukan Yuzao, hingga menciptakan badai abu yang besar. Setelah beberapa menit, badai abu itupun hilang dan yang tersisa hanyalah Yuzao dan para eksekutif nya, tetapi sebuah benteng raksasa dari akar pohon juga banyak menyelamatkan prajurit.


"AKU SIAP UNTUK BERTARUNG MATI-MATIAN,"ujar Ruqiu lantang.


"Kalau begitu buktikan ucapanmu padaku" ujar Sasugari pada Ruqiu.


Sebuah cahaya bola kilat menghampiri Ruqiu.


"Wahai tuan agung Slamondar, kau adalah pemberian kehidupan kepada semua pohon yang ada di alam semesta, aku meminta izin kepadamu berikan aku kekuatan besar untuk mengalahkan jiwa-jiwa tamak yang ingin menghancurkan keindahan, berikan aku kekuatan."


Tiba-tiba bola cahaya itu berubah menjadi sosok wanita cantik yang menggunakan gaun putih, kepangan rambutnya begitu indah, sorot matanya membuat Ruqiu bersujud di hadapannya. Walau tak memiliki sayap tetapi dia bisa terbang dengan tenang di langit.


"Kau memanggilku di saat yang tidak tepat, kau tau kan aku tidak suka tempat seperti ini," ujar wanita itu penuh dengan kesedihan.


Rentetan suara ledakan terdengar jelas di depan mereka.


"Ratu?, Aku memohon pertolongan kepada tuan agung, kenapa?, Kenapa kau?, Maafkan aku" ujar Ruqiu ketatukan.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, aku memaafkan untuk saat ini, baru saja aku merasakan sebuah kesedihan mendalam di ujung suatu wilayah, tangisan dari manusia yang membutuhkan sebuah harapan kebaikan, sedangkan di ujung wilayah satunya, para pemilik asli dari dunia ini terus di pinggirkan hingga keluar dari wilayah mereka sendiri, tanah yang penuh dengan keberkahan nagi mahluk hidup, di rusak demi sebuah kekuatan perang yang bisa memperbesar kebencian serta dendam kesumat bagi mereka yang terkena dampaknya, Ruqiu lihatlah, tanah-tanah yang sudah hancur penuh darah ini, semuanya adalah milik dunia ini, dunia ini hidup dan dia sedang menangis tersedu-sedu di surga sana, memohon belas kasihan. Aku bisa merasakannya, aku mohon setelah perang yang kubenci ini berakhir, berkahi dunia ini dengan tumbuhan tumbuhan yang bermanfaat bagi manusia yang menderita di sana," ujar wanita itu dengan pejaman mata yang penuh pengharapan terhadap Ruqiu.


"Aku akan melakukan semuanya yang kau minta, akan aku lakukan" ujar Ruqiu lirih.


"Aku memang tidak suka ini, tapi jika kau menang, maka secuil kekuatan ini akan permanen untukmu"


"Apa? Kenapa, aku hanya meminjam kekuatan dari bangsa para dewi gunung berkah, kenapa secuil kekuatan yang hebat dari kalian harus menjadi milik diriku yang tidak pantas ini"


"Kau berjuang bukan untuk membunuh, kau berjuang ikut bersamanya, karena kau ingin menyaksikan berbagai penderitaan banyak orang, dan kau ingin menyelamatkan dunia lain semampumu, dari jauh kami selalu memantau mereka yang berbuat kebaikan"


"Terima kasih!!! Terima kasih!!!"


"Berjuanglah Ruqiu, aku akan pergi menuju tempatnya sesaat, sudah lama aku tidak pernah bicara dengannya, manusia yang unik tetapi penuh dengan penyakit masalalunya"


Hanya dalam sekejap Ruqiu mengerti apa saja kekuatan yang di miliki, dan segera dia melompat menggunakan akarnya ke udara mengarah ke Sasugari, dan berputar dengan kencang seperti baling-baling, tentu saja akar-akarnya membuat Sasugari tak seimbang dalam berdiri.


Dari bawah tanah, akar-akar dalam jumlah besar menjalar ke angkasa, menyerang Sasugari, tetapi Sasugari tetap terus bertahan dengan memotong akar itu dengan pedangnya, tak lama kemudian akhirnya Sasugari tak bisa menghadapi jumlah akar dari Ruqiu yang terlalu banyak hinga rantai-rantai di tubuhnya hancur karena tebasan dahsyat dari rantai tersebut. Tentu serangan telak mengarah ke bagian kepala berkali-kali hingga kepala Sasugari terkoyak, tetapi tak di temukan sama sekali sosok klirendo di sana.


Menyadari akan hal itu, Ruqiu lansung menyerang Sasugari habis-habisan, hingga bongkahan rantai itu pun jatuh ke arah pasukan Yuzao dan tepat kepala Sasugari berada di depan Yuzao.


"Sekuat apapun rantai itu, pengendalinya tetaplah manusia, aku mengerti bagaimana kontruksi di bagian kepalanya yang melindungi wanita itu, sepertinya dia terlalu sering menang terhadap lawan-lawannya jadi pengaman di bagian kepalanya sangat minim dan rentan, dia tidak memperhitungkan jika seandainya dia kalah nantinya, debgab ukuran rantai yang lebih besar dari tubuhnya, semuanya pasti beranggapan tubuhnya sudah hancur tertimpa, tetapi tidak denganku. Aku akan nelihatnya." Yuzao pun mennggunakan kemampuan matanya untuk menerawan tubuh Sasugari.


"kenapa kau menerawangnya? Apa dia belum mati?" Tanya Luxor yang telah kembali dari medan pertarungan.

__ADS_1


"Terkadang keberuntungan selalu berpihak kepada mereka yang tidak berhak mendapatkannya, dan ternyata sesuai dengan apa yabg tidak kita inginkan, si pengendali rantai itu terselamatkan," ujar Yuzao.


"Apa, mustahil apa dia menyimpan kekuatannya,"


"Dia di selamatkan"


"Kenapa mereka yang kuat selalu bertempur di akhir?" Suara lembut itu ternyata adalah ratu gunung berkah, sontak semua prajurit Yuzao lansung mengarahkan senjata merrka ke arah ratu, tetapi tangan Yuzao segera mengisyaratkan mereka untuk menahan.


"Sederhana saja, aku hanya ingin mereka yang berguna di sampingku untuk perang selanjutnya."


"Sangat enteng kau mengeluarkan kata-katamu itu, padahal kau sedang menyaksikan ribuan nyawa bergemlimpangan dengan kondisi tubuh yang bahkan tak bisa di kenali lagi,"


"Karena itulah aku menginginkan mereka yang siap mati untukku"


"Apa kau bersedia mati demi seseorang"


"Untuk apa aku harus menjawab pertanyaanmu, jika kau sudah selesai pergilah dari hadapanku, apa kau mau menjadi target dari pasukan malaikat."


"Aku sedikit ragu akan hal itu, sudah lama rasanya tidak berbicara denganmu Yuzao. Kau tampak lebih rapi sekarang, tetapi di dalam dirimu masih sama seperti dulu. Entah apapun yang kau kejar, jika itu adalah kejahatan maka kau tidak akan pernah bisa menggapainya karena selalu ada hal yang menyakitkan saat seseorang berjalan di jalan kejahatan." Keberadaan ratu gunung berkah pun hilang seketika dari permukaannya.


"Aku ragu apakah masih ada hal yang bisa menyakitiku ini," ujar Yuzao.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2