
Kali ini Gavin berubah drastis, tubuhanya bersinar cerah seolah kekuatan besar benar-benar terisi hingga keluar tubuhnya.
Kecepatannya bertambah, monster tersebut hendak menyerang Gavin dengan tangannya yang besar. Tetapi dia kalah cepatnya.
Gavin terus menuju membelah tangannya lalu ke menembus dada.
Sang monster pun berteriak tanda kemarahannya yang meluap-luap hingga menghempaskan segala yang ada, bahkan kapal pengangkut pasukan Gavin sampai terhempas puluhan kilometer hingga menabrak berbagai benda keras yang ada, sehingga kapal tersebut jatuh ke sebuah monster lainnnya. Tetapi mereka kembali terhempas karena serangan dari monster yang terganggu.
Beruntung kapal tidak mengalami kerusakan apa-apa karena pelindung yang si gunakan oleh Gavin. Tetapi seisi kapal berhamburan, sehingga banyak prajurit yang tertimpa satu sama lainnya.
Disisi lain Gavin masih terus bertarung, dia menghindar dari serangan tongkat yang di pegang oleh sang monster, termasuk serangan jarak jauh.
Monster tersebut begitu lincah dengan tubuhnya yang begitu lincah, tetapi itu bukanlah masalah bagi si pedang malaikat.
Gavin kembali berada di bagian betis mosnter lalu menebas kakinya hingga putus sehingga monster tersebut kehilangan kendali, dengan beberapa detik saja. Gavin langsung menuju bagian perutnya menembus secara bolak balik sebanyak 100 kali, lalu kebagian wajah menebas satu bola matanya dan segera menuju ke tangan kiri yang memegang tongkat menebas berbagai sisi sehingga tongkat yang dipegang terlepas, dan lanjut ke bagian kedua kakinya.
Gavin akhirnya berada di udara, dia mengeluarkan kekuatan pelindungnya tadi tapi kali ini dia membuat sebuah bentuk runcing dengan ukuran yang sangat besar.
"Dia membuat sebuah kekuatan menjadi sebuah serangan?" Ujar Xiongbi terkejut.
Benar saja, benda runcing tersebut menusuk kedua lengan mosnter tersebut sehingga menancap ke tanah.
Sang monster juga tak bisa beregenerasi kembali, dan kondisinya begitu lemah, dia hanya bisa melihat sosok cerah di hadapannya dengan sorot mata yang tak bisa di gambarkan, apakah penuh dengan kemarahan? Itulah yang ada di pikiran mosnter tersebut.
"Katakan semuanya apa yang kau ketahui tentang YUZAO SI MUSUH SELURUH MAHLUK" uhar Yuzao
"Apa yang ingin kau ketahui dari si raja kegelapan yang baru?" Tanya sang Monster
"Karena akulah yang akan menghentikannya."
"Sesuatu yang sangat tepat karena kau tidak membunuhku, karena kau harus tau, walau kau bisa mengalahkanku dengan mudah kau sudah menggunakan kekuatan terpendammu untuk mengalahkanku" ujar sang monster yang mengetahui jika kekuatan besar yang di keluarkan oleh Gavinstar adalah sebagian kecil dari kekuatan miliknya.
__ADS_1
"Maksudmu?" Gavin tampak tidak paham.
"Dia juga pernah mengalahkanku tetapi dia tidak menggunakan kekuatan terpendamnya, dan menbuat diriku untuk mengeluarkan kekuatan yang hanya bisa ku keluarkan sekali dalam jangka waktu yang sangat lama, sekarang aku harus menunggu 50 tahun lagi untuk bisa mengisi kembali kekuatan dahsyat dari kaum kami."
"Apa yang kau tau tentang kekuatan terpendamnya."
"Aku tidak tau karena itu sangatlah misterius, kekuatan yang ada di dalamnya juga merupakan penghuni dari dunia kehampaan dulunya, dalam jangka waktu yang sangat lama hingga melewatkan berbagai generasi yang ada, dia hanya menatap ke atas sehingga aku terkejut melihat sosok tersebut berada di dalam tubuh seorang bocah."
"Sesuatu yang seperti itu ada di dirinya! kau tau apa yang dia inginkan?"
"Aku tidak tau, tetapi gelar raja dunia bawah dan kegelapan yang dimilikinya bukanlah tanpa alasan, dia telah menaklukan berbagai mahluk yang ada di dunia bawah serta dunia kegelapan, sehingga banyak yang mendedikasikannya sebagai sosok terkuat di dua dunia ini."
"Apa dia pernah kalah melawan seseorang di dunia kehampaan"
"Tidak pernah tetapi kami tidak tunduk begitu saja dengan dirinya, walau kami mati, lagian kami berada di daratan paling tinggi, dan dia hanya pertualang di daratan paling tinggi dari dunia kehampaan. Jika terus ke dalam dia akan mati, aku rasa alasan banyak yang tidak akan tunduk didunia kehampaan adalah hal yang membuatnya tidak bertarung lagi dengan mahluk disini,"
"Berarti dia menundukkan kalian dengan suatu tujuan"
"Benar sekali, aku rasa dia ingin menuntaskan sesuatu di dunia atas, dengan membawa mahluk-mahluk dari dunia bawah, sebagai pendukung kekuatannya. Lagi pula saat dewa iblis akan bangkit maka dia akan kehilangan gelar sianggasana yang telah dia curi dari pemilik sebebarnya, SALAH SATU DARI DEWA IBLIS SANG PENYABIT." Kata-kata sang monster membuat Gavin menelan ludahnya sendiri, bayangan di kepalanya begitu mengerikan walau dia tau akan terjadi hal yang lebih mengerikan lagi.
"Tidak ada yang tau tentang keajaiban AHAHAHAHAHHAHA"
"Urusanku denganmu sudah selesai sebagai tanda terima kasih aku tidak akan membunuhmu,"
"AHAHAHAHAHAHA, terima kasih, sebaiknya kau segera mundur saja. Karena dia selangkah lebih maju di bandingkan dirimu, tetapi KEAJAIBAN AKAN SELALU TERJADI KAN!!!" Teriak sang monster sedangkan Gavin terus berlalu.
"keajaiban akan selalu ada, dulu dia sangat jauh di belakangku, dan sekarang kami akan saling mengejar satu sama lain," kegundahan kembali terjadi pada diri Gavin hingga dia sampai ke kapal.
"Terus bergerak ke langit ketujuh" perintah Gavin dan kapal pun naik ke atas dengan cepat, menghindari berbagai pertempuran dengan mahluk apapun
"Monster yang di lawan tadi adalah mokovar, itu adalah mahluk yang berbahaya. Tuan Gavin kenapa kau tidak membunuhya" tanya bawahnnya.
__ADS_1
"Yang sedang ku hadapi lebih mengerikan dari yang, aku tidak akan bisa bertarung sendiri aku butuh bantuan kalian, kemungkinan besar kita kan menghadapi mahluk dari dunia bawah" ujar Gavin menunduk seolah dia tidak tau apa yang harus di lakukan lagi.
"Tenang saja, kami mengikutimu karena kami sudah siap mati apapun demi tujuanmu, kami disini memiliki hutang budi" ujar Farera
"Iya benar, dulu ku kira diriku akan segera mati tapi karena kau menyelamatkan kami aku ingin ikut bergabung denganmu dan akan mati demimu" ujar salah satu prajurit.
"RAGHHGGGGGHHHH"
teriak semua prajurit malaikat, seolah membangkitkan semangat dari Gavin. Disisi lain, Xiongbi dan Fate juga merasa senang.
"Kami melihat bahwa dari arah depan terdapat sebuah api raksasa, itu mungkin gunung yang berjatuhan dari dunia bawah menuju kedunia kegelapan!"
Semua para prajurit malaikat melihat keadaan tersebut. Mereka memiringkan arah gerak kapal, tetapi mereka tidak menyia-nyiakan pemandangan menakjubkan dari gunung yang berjatuhan tersebut.
"Seburuk apapun suatu tempat pasti akan ada keindahan yang terdapat, seperti seseorang yang melakukan berbagai tindak kejahatan, pasti dia pernah melakukan seusatu yang sangat baik dan mulia" ujar Gavin.
Semua para prajurit begitu terfana dengan pemandangan tersebut.
"Kalian semuanya, apa yang kalian lakukan ini adalah dunia kehampaan jangan lengah!!" Teriak Farera tetapi Xiongbi lansung menghentikannya sembari menunjuk ke arah Gavin.
Farera terkejut karena Gavin tersenyum.
"Dia akan merasa nyaman jika orang-orang di sampingnya tenang dan damai" ujar Xiongbi.
Tak berselang lama Gavin menuju ke arah Xiongbi lalu terus melaluinya hingga akhirnya dia bediri di ujung kapal dimana disana terdapat sebuah pahatan berbentuk burung elang.
Gavin berdiri di atasnya, dengan dia menikmati pemandangan menakjubkan yang ada di dunia kehampaan.
"Untung saja kontruksi kendaraan kita seperti ini, jadi kita bisa melihat dengan luas" ujar salah satu prajurit malaikat.
Iya, kalau di tempat lainnya pasti jendelanya sangat sedikit atau kadang kita hanya bisa melihat dari monitor" balas yang lainnya.
__ADS_1
"Tuan Gavin memang hebat, dia mau memilih kendaaran terbang berbentuk kapal dengan banyak ruang yang terbuka." Gavin yang mendengar kata tersebut lansung melihat ke arah kepala burung elang yang sedang jadi tempatnya berpijak.
"Suatu saat nanti aku inginĀ menciptakan sebuah kapal yang bisa bergerak di udara dan di ujungnya terdapat kepala burung elang yang artinya bisa bebas terbang kemanapun. Aku ingin kau membawa yang lainnya juga berjalan-jalan menjelajahi berbagai tempat indah yang ada didunia ini." Kata tersebut berhasil membuat Gavin tersadar dari kenangan masa lalunya.