Musuh Seluruh Mahluk

Musuh Seluruh Mahluk
part 38


__ADS_3

~Perang terakhir selama 5000 tahun tanpa henti di daratan Drantis~


"sebenarnya kami memiliki 3 senjata andalan yakni Sirius" berbentuk kotak persegi dan memiliki persenjataan lengkap.


"Xullur" benteng meriam yang memiliki 400 meriam raksasa, dan menembakkan berbagai peluru yang terbuat dari batu, lava, dan sebagainya, dan senjata terkuatnya adalah petir yang mampu menghentikan para raksasa sejenak.


"Jlinjor" senjata ini mirip seperti Sirius hanya saja mereka terbuat dari bahan baku kayu dimana senjata utamanya adalah air dan petir.


"Sedangkan 100 senjata lainnya tidak sefektif dalam menghentikan para raksasa tersebut, tetapi sesuai yang kalianntau 3 senjata andalan kami tidak lebih hanyalah sebuah debu jika melawan 30 raksasa inti dari Guoltom" ujar Goeon


"Apa yang kau ketahui dari mereka?"Tanya slantia.


"Mereka kuat, setiap anggotanya mempunyai senjata berbahaya yang mampu memusnahkan suatu kaum, tetapi yang paling terkenal adalah kekuatan dari pemimpin mereka, memang hanya sebuah rumor karena belum ada yang melihatnya tetapi senjatanya berupa sebuah palu raksasa yang bahkan diri mereka yang tingginya ratusan meter akan terlihat kecil dari senjata tersebut, dan dia menjuluki namanya sebagai dewa penghancur" jawab Goeon membuat ghaida dan slantia terkejut sambil menatap Yuzao.


"Tentu saja tidak mungkin, palingan dia hanya mengaku-ngaku saja, para dewa iblis tidak akan pernah melakukan hal seperti ini, tujuan mereka adalah penguasaan alam semesta" jawab Yuzao membuat Ghaida dan Slantia bernapas lega.


"Kami akan berjuang keras agar dirimu bisa berkeliaran dengan bebas lagi dimana setiap orang yang melihatmu nanti akan menyambut dengan kebahagiaan" ujar Goeon.


*********


Di sebuah tempat yang gelap, terdapat sebuah istana raksasa yang terselimuti oleh batu batu tajam.


"Sudah berapa lama kira-kira dirinya hidup?"


"700 tahun, 900 tahun, 2000 tahun, entahlah, aku sudah melihatnya selama itu pokoknya"


"Apapun yang terjadi, jika perundingan ini mengandung kepada kehancuran skala besar maka terima saja, aku sudah bosan, aku ingin menjamu orang-orangnyang telah membunuhnya"


"Jadi yang meninggal adalah cholodo, sialan, apa-apaan dirinya. Menjadi aib saja, sudah kukatakan pilih orang itu harus hati-hati jangan membuat diri kita seolah lemah"

__ADS_1


"Akan aku katakan pada kalian, sebenarnya yang membunuh cholodo, raksasa inti ke 30 bukanlah dari kaum rendahan Jussions" ujar raksasa inti ke 1.


"Lalu siapakah? Apakah orang yang lebih tinggi jeradatnya dari kita?" Ujar raksasa inti ke 9.


"Dasar bodoh, kita adalah kaum paling tinggi derajatnya di bandingkan semua kaum, siapapun pasti akan kalah oleh kita!" Jawab raksasa inti 4 dengan nada marah.


"Aku tidak tau, kita hanya menunggu perintah dewa penghancur" ujar raksasa inti ke 1 bernama Lucius.


Tak berselang lama, pemimpin dari raksasa Guoltom yang mendedikasikan dirinya sebagai dewa penghancur, akhirnya duduk di siangsananya yang megah berlapiskan permata-permata indah, di balik keindahan permata tersebut terdapat ribuan kenangan menyakitkan dari hasil pertumpahan darah kaum yang tertindas, dan itu semua tak lebih dari sekedar pretasi yang di anggapnya sendiri.


Seluruh raksasa inti pun ikut terdiam, begitu pula dengan prajurit mereka yang berjumlah 800 ribu prajurit yang berdiri tegak, mereka di persenjatai berbagai peralatan. Tetapi senjata mereka tidaklah sekuat dan sekokoh milik 30 raksasa inti, dan mereka juga berbeda dari para raksasa yang terus menyerang kaum Jussions. Karena mereka lebih unggul seolah raksasa Guoltom memiliki kasta dalam kehidupan mereka sendiri.


Suasana sangat hening, karena seluruh pasukan siap mendengarkan titah dari sang raja.


"Hari ini aku mendengar sebuah kabar yang mengejutkan, salah satu dari sekian banyaknya kaum rendahan, telah berani membunuh salah satu dari 30 prajurit intiku. Aku ingin kalian menghabisi mereka, membuat diri mereka berada di posisi yang seharusnya, yaitu lemah dan tak berdaya menghadapi kita, tetapi tingkah mereka sudah benar terlaluan. Hukuman yang harus mereka terima adalah kemuskahan, tunjukkan kepada mereka betapa mengerikan kita" ujar Belliost selaku pemimpin dari raksasa Guoltom.


*********


Di daerah kekuasaan pasukan Jussions dimana semua perlengkapan sudah di siapkan, tiba-tiba salah satu prajurit Jussions mengatakan jika seluruh raksasa yang menyerang, tiba tiba saja mundur dan tak diketahui penyebabnya.


Tetapi Yuzao telah mempersiapkan pasukannya yakni pasukan boneka, pasukan hewan bersenjata, pasukan udara, dan beberapa bala tentara lainnya, dan beberapa prajurit yang kemarin juga sempat berperang di dunia Bahesa saat melawan kaum Kania juga.


Yuzao, Ghaida, Slantia serta Goeon dan Vullando jauh memandang dari sebuah proyeksi.


Didepan pasukan Yuzao terdapat ribuan Sirius yang berjejeran saling merapat, Sirius itu di produksi secara massal di perang kali ini.


Pasukan Jussions yang bertugas sebagai pengintai pun terkejut.


"Lapor kami melihat sangat banyak raksasa Guoltom yang memakai jirah, tidak salah lagi mereka adalah para komandan, jumlah mereka sangat banyak!!" Ujar prajurit tersebut membuat Vullando panik.

__ADS_1


"Tch tetap awasi terus mereka" titah Vullando sambil menggertakkan gigi-giginya.


Tampak suara sang prajurit pun seolah terkejut hingga terdengar suara terbata-bata.


"Ada apa, katakan sesuatu!?" Tanya Vullando yang merasa aneh.


"Sang dewa penghancur serta 30 prajurit intinya juga datang" ujar prajurit tersebut sambil terbata ketatukan.


"Dia mengetahui keberadaan kami, barusan saja dewa penghancur tersenyum melihat ke arah kami, uhh uarrhhhhhggg" sambung prajurit tersebut.


"Zzzzz bttzzzz btzzzzz"


"Ada apa, cepat segera mundur dari sana!" titah Vullando.


Tetapi tidak ada jawaban sedikitpun.


"Ehhhh sepertinya dia sudah mati" ujar Ghaida asal ceplos, dan tentu membuat Vullando melototinya tetapi Ghaida membalasnya dengan cengegsan.


"Tunggu bukanya aneh, seolah mereka mengetahui jika kita telah berada disini" ungkap Ghaida penasaran.


"Tentu saja, golemmu terlalu menarik perhatian mereka" jawab Yuzao sederhana.


"Benar juga, sepertinya golemmu mampu membunuh sedikit pasukan raksasa itu" jawab Slantia merendahkan.


"Oi kau meremehkan kemampuan golemku?" Tanya Ghaida tak terima.


"Tenang saja, kita juga tidak akan kalah dalam peperangan kali ini, daratan Drantis inilah yang akan menjadi saksi siapapakah yang akan pantas menjadi penguasa dunia ini" ujar Yuzao dan sontak seluruh yang ada menjadi yakin.


Tentu saja peperangan kali ini akan membuat tanah Drantis luluh lantah, sekaligus mengakhiri penderitaan dari segala kaum yang ada di dunia Dirsiktar.

__ADS_1


__ADS_2