
Vesilestas begitu terkejut melihat sesosok yang di kenalnya, dia sangat akrab dengan Drago di medan perang, tanpa pikir panjang Vesilestas langsung melompat dengan tinggi dan mendarat tepat di hadapan Drago.
"Duaarrr" debu pun bertebaran, seluruh raksasa pasukan Kania melihat mengelilingi Drago dan Vesilestas.
"Kalian semua tahan serangan, biarkan si monyet ini melawanku, kalian serang saja orang lemah yang lainnya saja hehehehehehehe" ujar Drago riang.
"Apa kau yakin, aku harap kau siap menerima kekalahanmu," ujar Vesilestas.
"Tidak usah banyak bicara ayo!!"
Drago lansung memukul Vesilestas dengan kuat, dan menbuatnya terhempas ratusan meter.
"Jadi dia sudah sedikit lebih kuat, baiklah ayo kita bertarung sampai mati, aku sudah muak padamu, Drago."
"Aku juga Vesilestas," dengan cepat Drago sudah berada di atas tubuh Vesilestas, dengan cepat Drago memukul Vesilestas dengan kedua tangannya, semua yang menyaksikan keduanya begitu terkejut, seolah-olah medan perang hanyalah arena tarung bagi mereka berdua, di sela-sela pertarungan raksasa ganas ini tiba-tiba Vesilestas terhempas begitu dahsyat ke belakang, hingga terseret 50 meter, tak hayal semua bebatuan serta puing-puing bangunan di hamtam semua oleh tubuhnya.
"Brengsek, jangan mengangguku!" Ujar Drago marah besar.
"Bukan urusanku, kaunhanya bersenang-senang sendirian, ingatlah untuk saling berbagi momen langka ini." Ujarnya begitu tenang.
"Ohhh itu mirip dengan Diankov" ujar Yuzao yang memandanginya.
"Tidak salah lagi, dia adalah Destane salah satu eksekutif dari pasukan Kania," ujar salah satu prajurit Yuzao.
Ditengah kesombongannya, tanpa di duga oleh Destane, Vesilestas melesat dengan cepat ke tubuhnya, tetapi karena tubuh Destane hanyalah kumlulan dari udara, serangan dari Vesilestas tak berpengaruh padanya, dan dampaknya Vesilestas terlalu maju ke depan hingga cahaya lassengger mengarah kepadanya, tak hayal ledakan dahsyat pun terus terjadi pada Vesilestas, tak tinggal kesempatan Destane langsung mengdorong tubuh Vesilestas ke arah belakang.
Tiba-tiba saja Vesilestas teringat akan hal yang pernah dia dengar dulu saat tinggal di dunia bawah, sekuat apapun dirimu, akan ada siapapun yang akan menujukkan seberapa batasmu.
"Tetapi ini jelas bukan menujukkan batasku, melainkan ini adalah kecurangan," guman Vesilestas dalam serangan dari dua arah.
Tiba-tiba Destane merasakan suatu yang aneh yang mengarah ke dirinya, Destane langsung menghindari serangan tersebut, dan akhirnya Vesilestas langsung melompat ke arah lain.
__ADS_1
"Serangan apa tadi itu, kenapanaku sampai di paksa menghindar, serangannya dari arah sana tadi" ujar Destane sambil melihat arah Luxor.
******
"Ada yang janggal, barusan aku baru saja melihat Destane menghindari sebuah serangan!!"
"Iya, sepertinya kemampuan itu sudah di ketahui kelemahannya." Ujar Rasselof.
Luxor dan Destane saling memandang dengan penuh perselisihan di antara keduanya.
"Yang baru saja di keluarkannya adalah sebuah angin pusaran yang bahkan mampu merobek udara, kekuatan macam apa itu, aku tak pernah melihatnya?" Ujar Destane penuh pertanyaan.
Tak lama kemudian, Luxor membuat kuda kuda dan langsung menyerang Destane dengan serangan-serangan besar, mereka berdua pun terus bertarung dengan menghempaskan apapun yang ada.
******
Vesilestas melompat ke dekat dengan Drago.
"Sial serangan tadi benar-benar dahsyat, wajar saja tubuhku hancur jika di serang ribuan benda itu" guman Vesilestas.
"Majulah, aku akan menghajarmu seperti leluhurku yang melakukannya dulu kekalian, bangsa raksasa Ardanis GRRROAAAAGGGGGHHHHH" teriak Vesilestas marah besar.
"Pasukan kera hitam memang mengerikan, aku tadi padahal kasian padamu, tapi sekarang aku tidak lagi..." Ujar Drago dan menyiapkan kuda-kuda bertarung.
Mereka berdua saling maju dan beradu pukulan, dan masing-masing dari mereka menggunakan serangan kombinasi, hingga 5 menit, di akhiri dengan aduan tinju yang mendirong keduanya kebelakang, lalu keduanya maju kembali, dengan cepat di sela pertarungan Vesilestas meninju leher Drago, tetapi Drago meninju telak keperut Vesilestas, keduanya terhuyung beberapa saat karena sudah mencapai batas.
*******
"Padahal tidak berlansung lama, tetapi mereka sudah kelelahan" ujar Ruqiu.
"Ah Vesilestas terlalu boros dalam menggunakan tenaganya," jawab Yuzao.
__ADS_1
Dari arah depan tiba-tiba terdapat sebuah rantai yang sangat tebal, membentuk sebuah jaring persegi dengan jangkauan yang sangat luas hingga menembus daratan, rantai itu pun terus maju kedepan, melihat hal ini Ruqiu bereaksi, dia mengeluarkan akar yang sangat tebal dengan jumlah yang banyak, lalu menahan rantai itu, tanah kembali berguncang akibat mereka berdua.
Di jauh sana terdapat seorang wanita dengan rambut putih yang panjang mengenakan gaun hitam, di kedua tangan dan kakinya terdapat rantai yang mengekangnya, melihatnya saja sudah membuat Ruqiu yakin bahwa wanita itu yang menggerakkan rantai itu hingga membuat banyak pasukan boneka yang mati.
Akibatnya, peperangan antara prajurit pun berat sebelah, pasukan boneka kembali di pukul mundur, tak habis pikir pasukan Yuzao mengeluarkan pasukan-pasukan mereka lagi, seperti para pasukan hewan yang mengenakan zirah baja serta perlengkapan.
"Siapkan para pasukan boneka udara" ujar Yuzao, dengan segera pasukan boneka dengan menunggangi burung pun keluar dari portal hitam, mereka pun berudara dan menghancurkan formasi pasukan kania dari atas. Tetapi tentu saja musuh utama mereka adalah lasengger yang begitu juat untuk ukuran kecil seperti mereka.
***********
Vesilestas dan Drago masih bertarung dengan dahsyat walau keduanya sudah dalam kewalahan, di mulai dengan Vesilestas menendang perut Drago hingga terdorong kuat kebelakang, lalu Drago memegang erat kaki dari Vesilestas dan melemparkannya dengan keras ke udara serta melompat untuk menghajarnya, mengetahui akan hal itu, Vesilestas segera menperbaiki posisinya di udara dengan ketinggian 70 meter dan masih dalam keadaan melayang di udara.
Dan dengan sigap Vesilestas memujul wajah Drago dengan kuat kenarah bawah. Hingga Drago jatuh ketanah dengan tersungkur, sedangkan Vesilestas mendarat ke tanah dengan baik.
Drago bangun kembali, dan sekilas melihat Vesilestas akan menghajarnya, Drago dengan cepat melakukan kuda-kuda bertahan, dan akhirnya berhasil menahan serangan kuat dari Vesilestas.
Tak lama kemudian, di sela pertarungan panjang mereka, Vesilestas beradu pukulan kembali dengan Drago, tetapi kali ini tangan Drago pun patah, menyadari akan hal itu, Drago berhenti sejenak melihat kondisi tangannya.
"Apa ini sudah waktunya bagiku?" Guman Drago.
"A_apa-apaan itu?" Ujar Vesilestas tak menyangka.
"Sepertinya memang sudah waktunya bagiku untuk kalah darimu," ujar Drago sambil tersenyum lebar terhadap lawannya.
"Impianmu untuk menjadi yang terkuat, kemana?" Tanya Vesilestas heran.
"Dulu aku memang sering meneriaki hal itu, tetapi tujuan utamaku adalah melihat keindahan, aku sudah bosan tinggal di dunia bawah yang oenuh dengan keburukan serta di iriingi oleh darah yang lemah, karena itulah aku memutuskan berdamai dengan bangsa Kania, agar aku bisa naik ke atas dan melihat berbagai pelangi yang menghiasi angkasa"
"Apa kau termakan oleh dongen kuno?"
"Ah iya kau benar, aku sangat menyukai cerita itu dulunya, walau itu adalah hal tabu di dunia bawah, tetapi aku menyukainya, ngomong-ngomong sebelum diriku mati, maukah kau memberi tahuku tujuan utamamu," tanya Drago
__ADS_1