
"jangan bodoh, aku tidak akan melakulan bahkan jika aku sekaratpun tidak akan pernah memenuhi perintahmu." Jawab Rasselof dengan suara lantang.
"KALAU BEGITU," mata Avadmopi terbuka lebar dan memancarkan cahaya merah sehingga membuat Rasselof yang memandangnya lansung berada di dunia dimensi lain.
Begitu gelap, hingga bayang-bayang merah berupa kenang-kenangan pun datang. Lantas Rasselof merasakan hal aneh di tubuhnya.
Sebuah suara pun terdengar di kupingnya dan ternyata itu adalah suara Avadmopi.
"Mereka yang menolak harus merasakan kematian sadis sebanyak 500 kali sekaligus, selama 8 hari 8 malam di dunia ini."
Jiwa dan raga Rasselof terkoyak-koyak, dia melihat berbagai kenangan kematian yang menyakitkan. Hingga dia tak tau berapa ratus kali berteriak kesatikan. Setelah sekian lamanya berada disana Rasselof tetap tak bisa menyesuaikan dirinya melawan rasa sakit.
Hingga akhirnya dia pun menyadari jika ini hanyalah sebuah ilusi yang menipu otaknya.
Tak berselang lama Rasselof pun mencoba berpikir jernih dan melawan balik rasa sakit yang ada. Dia mengeraskan aliran-aliran kekuatan yang ada di dalam tubuhnya, lalu muncul sebuah kenangan lama yang membuat dirinya berpegang teguh terhadap semua yang terjadi pada kaum Kania.
"SEBUAH PERUBAHAN HARUS TERCIPTA" ujar Rasselof.
Nyatanya sekarang Rasselof tengah termenung sekiang detik, dia tidak menyadari jika dirinya telah melalui 4 hari 4 malam di dunia yang di buat oleh Avadmopi, sehingga membuat dirinya basah kuyup oleh keringat yang bercucuran bagaikan air.
"Bagaimana apa kau menyadarinya, kekuatan dari mahluk ciptaanmu?" Tanya Yuzao.
"Jangan banyak berbicara aku akan menyerangnya." Ujar Avadmopi.
Kepala burung elang menyemburkan api raksasa yang begitu besar sehingga menghalangi pandang seluruh tubuhnya dari pandangan Rasselof.
__ADS_1
Tak berselang lama Avadmopi maju dengan cepat dimana tubuhnya terselimuti oleh api. Bahkan, membuat SGR tak mampu menghindarinya, walau begitu Avadmopi hanya melaluinya. Tetapi membuat tubuh SGR terkoyak berantakan.
Tak tinggal diam SGR lansung menyatukan dirinya dengan cepat dan terus merubah bentuk tubuh menjadi lebih berkembang dalam pertarungan. Mereka berdua bertarung tanpa menyentuh dunia Bahesa sedikitpun.
Avadmopi berputar-putar di udara lalu di ikuti dengan tangan SGR yang memanjang tetapi naga perit di ekornya menyerang bertubi-tubi dengan petir yang dahsyat ledakannya. Sehingga memaksa SGR menciptakan sebuah perisai raksasa dan tebal. Tetapi itu tidak berguna karena serangan dari Avadmopi mampu menembus pertahanan apa saja tanpa terhalangi oleh penghalang apapun itu.
Tak ada pilihan lain SGR menciptakan sebuah kapak bermata ganda yang besar seukuran tubuhnya lalu menggunakan sebagai perisai.
"Sialan dia mengetahui tapi itu tidak cukup" ujar Avadmopi karena kali ini serangannya bisa terhalangi.
Kemampuan dari Avadmopi adalah bisa menembus pertahanan tetapi tidak bisa menembus apapun jika itu adalah senjata.
"Seharusnya banyak orang yang tidak mengetahui hal ini, tapi wajar dia adalah salah satu prajurit yang berbakat di pasukan pemburu iblis" ujar Yuzao
Lansung Avadmopi mengarahkan tubuhnya lansung ke SGR dengan kencang, dan saat mereka beradu, SGR terdorong kebelakang dengan jauh, hingga menyeret tubuhnya ke ujung pelindung.
"Arghhhhhhhhhhhh" teriak Rasselof merasakan kesakitan akibat dari racun kelabang.
Salah satu naga di ekor Avadmopi mengikat rangan SGR yang memanjang, dan menahannya.
Tak lupa pula mahluk bertangan empat memukul tempat Rasselof dengan gada raksasanya. Alhasil Rasselof terlempar dan kepala burung menyemprotkan api raksasa di sertai petir raksasa dari 2 naga petir.
Ledakannya begitu dahsyat sehingga membuat pasukan malaikat yang melihat begitu terkejut. Mereka lansung memunculkan sebuah perasaan jika Rasselof telah kalah.
Tetapi Rasselof yang melayang tanpa arah di angkasa pun terlihat dengan tubuh yang hangus dan kedua kaki dan satu tangannya sudah terpotong.
__ADS_1
"Ingatlah impianmu, jika belum sampai apa yang kau impikan maka berusahalah sekuat tenaga." Itu adalah kata-kata dari Gavinstar yang menasehati anak-anak korban perang di suatu dunia. Dia pernah mendengarnya karena pernah satu misi dengan Gavin.
"Salah satu kemampuan kita yang di perhitungkan adalah saat kita mendekati kematian, kita tidak mudah menyerah. Hal itulah yang menbuat kita di perhitungkan di alam semesta ini. Jika kau menemukan sebuah kejahatan maka tumpaslah walaupun sekecil apapun dia. Karena walau hanya secuil mereka mampu membuat penderitaan yang tidak terbayangkan bagi kita. Mau pada orang lain atau dimasa depan nanti." Rasselof bertanya-tanya itu suara siapa, dan siapa yang memberinya perkataan seperti itu.
Rasselof meratapi keadaan, mahluk bernama Avadmopi itu benar-benar kuat, daya racunnya sangat kuat dan cepat penyebarannya. Seluruh tubuhnya sudah melemah sehingga tidak berdaya untuk bergerak. Tubuh besar SGR pun telah meleleh, disaat seperti ini sangat sulit untuk memaksakan regenerasinya entah itu berhasil ataupun tidak.
Tetapi, bangsa kaum kania memiliki kemampuan dimana mereka mampu melepaskan sebuah kekuatan yang berasal dari energi kehidupan. Hanya orang-orang tertentu yang bisa melakukannya dikaum Kania, dan tentu saja Rasselof yang merupakan pemimpin dari kaum kania mampu melakukannya.
Tubuh Rasselofpun bercahaya, dia telah mengaktifkan kekuatan terpendam dari tubuhnya. Yaitu kekuatan dimana menggunakan energi hidup menjadi sebuah kekuatan, tentu saja dia sudah siap untuk mati.
Semua yang memandang pertarunganpun terkejut, namun disisi lain sebuah cahaya hijau menghampirinya.
"Ini, armata?" Ujar Rasselof terkejut.
"Tentu saja apapun yang terjadi aku sudah siap akan apa yang terjadi nanti. Tapi aku tidak ingin apapun yang kau usahakan sia-sia" ujar Gox Armata melalui telepati.
Kali ini tubuh Rasselof benar benar telah pulih dan menjadi lebih kekar dari biasanya.
"Kekekaran tubuhmu itu sepertinya itu kemampuan yang tidak asing, padahal kita sudah bertarung secara adilkan." Ujar Yuzao.
"Aku tidak peduli, lagi pula aku akan segera mati. Tapi sebelum itu terjadi aku akan membunuhmu." Ujar Rasselof sambil maju.
Rasselof mendarat dengan cepat di atas kelabang yang di kaki Avadmopi, palu segera menyusul ke depan. Kelabang lainnya mencoba menghalangi, alhasil Rasselof meninju kelabang itu hingga terlempar jauh, dan akhirnya dia pun melompat ke atas ke arah Yuzao.
Avadmopi yang menyaksikan itu pun lansung menghalaunya dengan menyerang Rasselof menggunakan tombak, disela-sela pertarungannya, Avadmopi mampu mendaratkan ujung tombaknya ke arah Rasselof, melihat hal tersebut Rasselof menggunakan kuda-kuda bertahan. Wakaupun terdorong begitu jauh tetapi tombak keras nan runcing itu tidak melukai Rasselof sedikitpun.
__ADS_1
Tak lama kemudian Rasselof menuju ke tempat Yuzao dengan cara berlari di tombak Avadmopi, tak berselang lama Avadmopi mengalirkan sebuah ledakan di bagian tombaknya. Namun Rasselof mampu memprediksi dengan cepat sehingga dia melompat lebih awal dan di udara dia membuat sebuah tolakan dari udara yang ada di alam, dengan cepat menodorongnya secepat kilat menuju Yuzao.
"DUARRRRRRRR"