
Setelah menghajar Yuzao yang bahkanntaknterlihat lagi entah kemana, Dhoamot menyadari sesuatu di tanganya terdapat ulat lizu yang dengan ganasnya menghancurkan organ tubuh dari Dhoamot, dengan cepat Dhoamot pun memanaskan tubuhnya akan ulat itu musnah tetapj yang terjadi malah semakin parah, ulat Lizu semaki membesar dan bahkan hingga keluar dari tubuh Dhoamot.
"Apakah aku harus menarik kata-kataku?" Ujar Yuzao yang entah dari mana sudah ada berada di depan Dhoamot.
"Ulat ini memang menghancurkan tubuhku, tetapi yang mereka lakukan tidak berdampak apa apa padaku, liat bahkan ada dari mereka yang telah mati karena tidak mendapat bagian" sebagian ulat Lizu ada yang mati karena tubuh Dhoamot telah di penuhi oleh ulat Lizu yang lainnya.
"Berapa umurmu?" Tanya Dhoamot kepada Yuzao.
"23 tahun"
"Begitu ya,baiklah"
Akhirnya seluruh pasukan Dhoamot yang berada di sekitar pun menjauh dari tempat pertarungan antara Yuzao dan Dhoamot, mereka terus bergerak ke langit, lalu di sela-sela waktu, Dhoamot membanting tubuh Yuzao dengan keras ke tanah, twtali dengan sekejap pula Yuzao berada di samping Dhoamot dan bertarung kembali.
Hingga akhirnya di pertarungan yang sangat cepat itu, Yuzao langsung menyeret Dhoamot ke angkasa, tetapi Dhoamot menyadari akan hal itu membuatnya langsung kembali ke daratan. Bagi Dhoamot, angkasa adalah tempat mengerikan dimana dia bisa terbunuh sekejap saja, jika dia ingin berpindah cepat dia cukup berteleportasi ke dunia yang di inginkan, sambil memikirkan solusi ketika ada cela untuk mengjangkau dunia yang lebih luas.
Dhoamot yang memiliki tubuh raksasa di buat kesulitan oleh Yuzao.
"Serangga memang menyebalkan, selain lemah mereka juga lincah"
Bahkan di sela-sela waktu Yuzao berhasil membuat lubang satu persatu di tubuh Dhoamot.
__ADS_1
"Apapun regenerasi yang dimiliki setiap mahluk, tetap saja mereka tidak akan bisa melakukannya lagi ketika tenaga mereka habis," ujar Yuzao di setiap gerakannya. Lalu Dhoamot memutar tubuhnya, menggerakan tubuhnya secara tidak beraturan, hal ini bertujuan agar membuat Yuzao kesulitan.
"Mereka yang lemah akan selalu terdesak dan solusi yang mereka lakukan hanyalah bertarung secara membabi buta" ujar Yuzao dan setiap kata-katanya memang membuat pendengaran Dhoamot menjadi panas.
"SAYANGNYA KAU TERTIPU" ujar Dhoamot bersemangat, tiba-tiba dia berada si belakang Yuzao dan menendang Yuzao dengan keras, tubuh Yuzao pun terbentur oleh ribuan benda keras dan runcing. Tetapi raut wajahnya selalu datar sehingga tidak ada satupun dari serangan Dhoamot yang membuatnya kesatikan.
"BISAKAH KAU BERHENTI MENUNJUKKAN RAUT WAJAH ITU, SANGAT MEMBUATKU KESAL!!" Ujar Dhoamot dan menyerang Yuzao dengan tinjunya dan langsung menghancurkan daratan sekitarnya, dan Yuzao pun masuk jauh ke dalam tanah. Dhoamot menyerang twrus Yuzao dengan tinjunya yang besar.
Lalu Dhoamot menyadari ternyata Yuzao menangkis segala serangannya, dan Dhoamot meningkatkan lagi level kekuatannya. Tak berselang lama pun Yuzao menandukkan kepalanya ke perut Yuzao yang sudah keras karena evolusi dari kekuatannya tadi, hingga Dhoamot merasakan rasa sakit dari serangan Yuzao yang tadi.
Tak tanggung-tanggung Dhoamot di buat terlempar ke udara dan saat itu pula Yuzao melepaskan serangan cepatnya hingga membuat tubuh Dhoamot hancur berkeping-keping.
"Padahal aku telah meniadakan rasa sakit yang ada pada tubuhku, tapi kenapa.... Kenapa dia bisa membuatku merasakan rasa sakit. Ayolah aku telah hidup lama, dia hanya seorang sampah yang barus berusia 23 tahun, aku unggul dalam segi apapun, lagi pula ini bukanlah kemampuan utamaku, kemampuan utamaku masih jauh," guman Dhoamot dan menyembuhkan dirinya lagi seperti semula.
"Brengsek siapa yang bisa percaya dengan musuh!!"
Dhoamot meninju Yuzao tetapi tinjuannya bisa di tahan dengan mudah.
"Sepertinya bukan aku saja yang terus bertambah kuat," guman Dhoamot.
Sekitar 5 menit pertarungan akhirnya Dhoamot di buat terdesak, setiap tingkatan kekuatannya mampu di imbangi oleh Yuzao, lalu tak berselang lama, tanpa di sadari mereka telah bertakan oleh tarung di udara. Melihat kondisi sekitarnya, Dhoamot akhirnya percaya apa yang di katakan oleh Yuzao.
__ADS_1
"Manusia brengsek, kau terlalu meremehkanku, akan ku perluhatkan kemampuan utamaku."
Tubuh Dhoamot berubah bentu, menjadi lebih menyeramkan lagi, tangannya menjadi lebih besar bahkan hampir sebesar badannya, panjang tangannya melebihi tubuhnya, di lihat dari manapun jelas Dhoamot adalah iblis yang mengandalkan serangan tinjunya.
"APA KAU SUDAH SIAP?" Yuzao di buat kaget oleh kecepatan gerakan dari Dhoamot. Yuzao terus-terusan terkena serangan dari Dhoamot, bahkan kali ini serangan dari Yuzao seolah tak mempan bagi Dhoamot.
"Aku mengerti sekarang" ujar Yuzao.
Dari tubuh Yuzao pun keluar sebuah sayap merah pekat. Hal ini sama yang seperti dia lakukan di dunia Abasdonianx, dari sekeliling Yuzao keluar bola-bola merah yang bisa meledak ketika terkena target.
Setelah berbagai serangan di lancarkan, ternyata setiap serangan Yuzao tak berpengaruh sama sekali dalam menghadapi Dhoamot, setiap Dhoamot terkena serangan dia pun malah semakin kuat dan terus bertambah kuat. Yuzao pun mengerti, setiap serangan yang di lakukan terhadap Dhoamot tidak ada satupun yang tidak mengenai target tapi Dhoamot malah menjadi lebih kuat, baginya itu sangatlah sederhana, karena Dhoamot menggunakan serangan fisik dari Yuzao sebagai penambah energinya dalam bertarung, maka tak heran jika Yuzao sedikit kesulitan dalam menghadapinya.
Akhirnya Yuzao meniadakan kekuatannya dan dia pun menggunakan kekuatan lain, gerakannya bahkan lebih lambat dari yang sebelumnya tetapi Dhoamot tidak menghindar karena dia menunggu untuk menghajar Yuzao.
Saat perut Dhoamot mengenai tinjuan dari Yuzao, Dhoamot malah kesakitan, dia merasakan sesuatu yang meledak di dalam perutnya.
Kali ini Yuzao menyerang Dhoamot bertubi-tubi dan mendesaknya.
"Sialan, tak mungkin dia menggunakan kekuatan yang sama dengan pasukan malaikat, siapa kau sebenarnya?"
"Ukirlah namaku di ingatanmu yang sebentar lagi akan mati, salahmu sendiri yang ingin menantangku"
__ADS_1
"Sial tak mungkin!!!" Emosi Dhoamot meledak, rasa sakitnya bahkan di lupakannya dalam sekejap, dia menyerang secara membabi buat, serangan yang penuh amarah, kali ini mereka berdua bertarung dengan sangat dahsyat di langit. Beruntung situasi masih memihak kepada mereka sebagai mahluk yang tak punya hak berada di langit begitu lama, hal ini juga akibat dari Yuzao sendiri, karena setelah berhasil mebgalahkan sang raja iblis dari dunia Trundoltan yang kacau balau, maka dia akan pergi berperang secara besar-besaran di kerajaan Minorse.
Jadi semua malaikat yang beeada dalam ruang lingkup yang cukup luas dengan Minorse telah berkumpul disana untuk menunggu kedatangan sang MUSUH DARI SELURUH MAHLUK.