
~Vesilestas sosok kejam dunia bawah vs Jovanka raksasa Guoltom yang penuh kesombong~
Dari dua ujung wilayah, masing-masing pasukan telah melihat musuhnya.
Tak berselang lama, Sirius akhirnya menerjang dengan cepat ke arah pasukan raksasa Guoltom.
Kali ini semua senjata andalan dari pasukan Jussions telah di modifikasi menjadi lebih unggul dari sebelumnya, sehingga kecepatannya mampu mengalahkan reflek dari pandangan mata.
Jika biasanya saat di hantamkan akan lansung hancur, maka kali ini Sirius ini mampu bertahan hingga 30 kali hantaman dahsyat, tentu saja ini semua karena waktu yang begitu sempit. Tetapi para ahli dari pasukan Yuzao telah menambahkan beberapa perlengkapan.
Sebuah Sirius menghantam pasukan Guoltom, sehingga Sirius pun terpental ke udara lalu berotasi beberapa kali. Lalu dengan timing yang tepat, dengan menggunakan tenaga pendorong dan menolak Sirius ke bawah dan menghantam pasukan Guoltom hingga mereka melayang ke udara. Pertarungan pun terus berlanjut hingga akhirnya Sirius terbang kesana kemari, hentakan dahsyat pun terjadi.
Salah satu dari 30 raksasa inti masuk ke area perang menghancurkan 40 kotak Sirius sekaligus, dan 70 prajurit Guoltom pun mati seketika karena serangannya tersebut. Dia adalah Jovanka, raksasa inti ke 10, tingginya mencapai 800 meter, lalu senhatanya adalah dua palu besar yang seukuran 400 meter. Setengah dari tubuhnya. Serangannya tidak memikirkan sekelilingnya.
"Sangat lama, apa kalian tidak memikirkan tuan dewa yang melihat pertempuran yang membuang - buang waktu ini!" Ujar Jovanka murka dan segera maju kedepan sambil menyerang dan melewati ratusan Sirius.
Tetapi tiba-tiba sebuah layangan pukulan mendarang ke wajahnya, walau cma berkisar jarak 3 meter, tetapi kecepatan yang dimiliki Jovanka tak bisa di remehkan, dengan cepat Jovanka mengarahkan palunya agar saling berhantaman dengan pukulan itu, sontak saja keduanya sama-sama mengalami dorongan kebelakang, berbedanya Jovanka berhasil mengimbangi tubuhnya di tanah.
Sedangkan lawannya barusan terhantam berbagai bukit yang tajam di belakangnya, getaran pun terasa sedikit, sosok yang memiliki ukuran 30 meter tersebut mampu mengimbangi kekuatan dari Jovanka, dan bahkan tidak terluka sedikitpun, benar-benar ajaib.
Dia adalah Vesilestas.
"*******! Berani sekali kau berdiri setelah mengenai seranganku. Tidak ada ampun bagimu!" Ujar Jovanka.
__ADS_1
Melawan sosok yang lebih besar darinya adalah hal yang lumrah bagi Vesilestas.
Tetapi sebagai sosok yang hidup di dunia bawah, tentu di rendahkan adalah hal yang paling menyakitkan, seketika emosinya memuncak.
Vesilestas memukul tanah bertubi-tubi, mengerang keras sehingga dari dalam tanah pun keluar puluhan mahluk seperti ikan piranha bertubuh batu. Mereka bergerak di dalam tanah.
Ikan-ikan tersebut bergerak dengan cepat menuju para prajurit Guoltom, dengan gigi-giginya yang tajam pun mampu merobek tubuh raksasa Guoltom.
"Wahai para leluhur, demi memperbaiki nama kita, pinjamkan aku kekuatan serta tubuh kalian" geram Vesilestas.
Tiba-tiba saja Vesilestas berteriak kencang, tubuhnya mendapatkan pasokan kekuatan besar dari hasil serangan ikan piranha batu tadi. Darah di dalam tubuhnya bertambah pesat membesarkan urat-uratnya yang kuat, hingga ke seluruh tubuhnya dan Vesilestas pun semakin besar, sampai tingginya mencapai 760 meter, piranha tadi pun menghilang.
Jovanka yang sedari tadi menunggu pun sudah bersiap, dia memang sudah berekspetasi besar terhadap Vesilestas. Wajar saja selama puluhan ribu tahun, tidak ada mahluk dari luar raksasa Guoltom yang mampu bersaing dengan para raksasa inti.
Serpihan batu raksasa dari tombak tadi pun jatuh bertebaran ke arah pasukan boneka yang sedang melaju kedepan menuju medan perang. Mereka pun terkena hujaman batu-batu tersebut.
Pasukan boneka di bagi menjadi dua arah untuk menyerang pasukan Guoltom dari samping, tetapi mereka juga di hadang oleh ratusan raksasa Guoltom.
Disisi lain Udaviann harus berhadapan dengan salah satu raksasa inti, yakni raksasa inti ke 29 bernama Pathada.
"Aku penasaran kalian dari mana tetapi aku tidak peduli, karena yang aku inginkan hanyalah kemenangan" ujar Pathada sambil tersenyum licik.
"Duaaarrrrrr" mereka semua pun tertarik melirik ke arah dentuman besar tersebut. Ternyata Vesilestas sedamg bertarung sengit melawan Jovanka.
__ADS_1
Jovanka melayangkan serangan palunya dari bawah ke arah wajah Vesilestas, namun Vesilestas mehindar tetapi Jovanka merotasikan serangan palunya sehingga berhasil mengenai tubuh Vesilestas.
Vesilestas pun melayang ke udara akibat serangan tersebut, Jovanka pun meloncat dengan ke udara dan bersalto untuk menambah kuat dorongan palunya, akhirnya palu tersebut mengarah ke wajah Vesilestas dengan cepat dan membantingnya ke tanah.
Sontak daratan pun bergoncang kuat akibat kedua mahluk bertubuh besar ini saling mendarat ke tanah bersamaan, Jovanka terus menekan palunya ke wajah Vesilestas berharap dia mampu menghancurkannya.
Tetapi yang di harapkan Jovanka tidak kunjung berhasil sehingga Vesilestas membuat gerakan untuk meloloskan diri dari tekanan palunya hingga berhasil.
Vesilestas pun menyerang Jovanka dengan berbagai pukulan, tetapi jovanka terlalu lincah hingga tanpa sadar dia melemparkan tubuh Vesilestas ke arah prajurit Guoltom yang tengah bertarung dengan Sirius. Melihat situasi ini membuat Vesilestas mendarat di atas beberapa raksasa Guoltom sampai tubuh mereka remuk.
Jovanka mengakui betapa kuatnya tubuh yang dimiliki oleh Vesilestas karena bahkan dia selamat dari berbagai serangan dan terus bangkit. Sedangkan Vesilestas mengakui kecepatan dan kelincahan yang dimiliki oleh Jovanka membuatnya sulit untuk mengimbanginya, disini mereka menyadari jika ternyata kemapuan mereka seimbang dengan berbagai kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Beberapa prajurit Guoltom mencoba menyerang Vesilestas tetapi beberapa dari mereka pun di halangi oleh Sirius, tak hanya itu bahkan 1 prajurit Guoltom yang menerobos pun di hajar sekali serangan oleh Vesilestas, dengan sekali remasan di kepala, prajurit Guoltom itu pun mati seketika karena kepalanya hancur.
Lalu Vesilestas menjarah senjatanya yang berupa sebuah kapak raksasa, Vesilestas berputar-putar sehingga sekelilingnya berdebu hingga menghalangi pandangan mata, dan akhirnya Vesilestas melemparkan kapak yang sedari tadi di ikut berputar dengannya.
Melihat sebuah kapak yang melayang ke arahnya, membuat Jovanka tidak menghindar melainkan ingin mementalkan kapak tersebut dengan palunya. Namun, Vesilestas malah datang dari belakang kapak itu dengan cepat sehingga walau sudah mementalkan kapak tadi, Jovanka tidak mampu dengan cepat membalikkan posisinya menjadi menghindar atau bertahan.
Dengan sekali serangannya, Vesilestas mampu membuat Jovanka mundur sejauh ratusan meter, bahkan palunya juga ikut terlepas dari genggaman Jovanka karena saking kuatnya serangan dari Vesilestas.
Sontak Jovanka lansung bertekuk lutut dengan darahnya yang mengucur keluar dari mulutnya, jovanka pun mengingat masa lalunya dulu dimana dirinya terus memperkuat kekuatan tempurnya.
Bersambung
__ADS_1