Musuh Seluruh Mahluk

Musuh Seluruh Mahluk
part 36


__ADS_3

~Kenyataan sebelum perang puncak generasi 199~


"jika kita perhatikan dari hasil dikusi tadi apa kau telah melakukan suatu hal yang membuat si musuh seluruh mahluk mengincar kalian?" Tanya Jevan


"Aku merasakan tidak ada tindakan apapun dari kami yang memancing amarahnya, aku rasa ini murni karena dia ingin menghancurkan kami sebagai salah satu dari sekutu pasukan malaikat" jawab Agnia.


"Lalu dari setiap laporan yang telah kami terima aku merasa seperti ada kejanggalan" ujar Jevan.


"Apa itu?" Tanya Agnia.


"Aku mendapatkan laporan jika kalian memiliki hubungan yang sangat baik dengan mahluk bernama Matgaka, mereka sudah punah karena di basmi oleh si musuh seluruh mahluk, apa kau tau penyebab dari mereka mengalami hal itu?"


"Aku juga sedang menyelidiki hal ini tapi sayang kami juga tidak mengetahui apapun"


"Oh sangat bagus, teruslah berbohong, apa perlu aku yang mengintrogasimu agar semua borokmu terkuak disini?" Dianna kembali menyerang Agnia.


"Urusanku hanya ada pada tuan Jevan, katakan saja sesukamu, aku tidak peduli" jawab Agnia acuh.


"Bagaimana dengan pohon kehidupan?" Ujar Dianna.


Tentu saja Agnia lansung melotot.


"Jadi, apa apa kau yang telah menghabisi pasukan elit kami?" Tanya Agnia tak percaya.


"Benar, akulah yang membinasakan mereka semua sebagai bentuk balas dendam terhadap apa yang kalian lakukan" jawab Dianna.


"Kenapa, padahal kau bisa mendikusikannya dengan kami, dengan itu kami pasti akan menari diri dari sana" ujar Agnia terbata dan lirih, semua yang ada di Gualum akhirnya menyimak baik-baik yang telah terjadi.


"Semuanya telah terlambat, saat aku tiba, salah satu dari kaumku telah mati mengenaskan, padahal dia berteriak untuk berdamai karena dia sadar jika kalian berada dipihak yang sama denganku. Tetapi kalian seperti binatang buas yang menghancurkan mereka semua hanya demi hasrat untuk menambah kekuatan, jauh hari setelah itu kalian juga mengadu domba yang masih tersisa, rencana licik kalian pun berhasil hingga dari dunia pohon kehidupanpu hanya menyisakan satu mahluk asli di sana, jangan lupakan namanya, dia adalah Ruqiu, salah satu pengikut dari si musuh seluruh mahluk, aku menyadari jika peminpin pasukan elit tersebut adalah sahabat karibmu, karena itu aku membunuhnya dengan tragis agar kau tau betapa besar kesalahan yang telah kau lakukan" ujar Dianna dengan dingin.


"Mustahil! Sesama sekutu saling bunuh membunuh"

__ADS_1


"Ini harua ditindaklanjuti"


"Hal seperti ini bisa terjadi?" Ujar Xiongbi tak yakin.


"Tch apa yang kau lakukan Dianna!" Umpat Jevan geram.


"Tidak usah memaksakan dirimu untuk bersikap netral Jevan, berpihak saja padaku. Padahal kau telah tau siapa yang benar akan permasalahan kecil ini"ucap Dianna yakin, Agnia melototinya, dan Jevan menghembuskan nafas panjang serta menaruh telapak tangannya di wajah tanda tak habis pikirnya terhadap Dianna.


"Berbeda dengan Ronjhin yang masih pemula saat selamat di perang puncak lalu dan menghasilkan rivalitas dengan salah satu iblis yang licik hingga menggapai kejayaannya. Kita sudah menggapai masa kejayaan itu sebelum perang puncak generasi 199 terjadi dan kita pun berhasil menumpas berbagai lawan yang kita hadapi, dan kita pun merupakan salah satu dari 100 prajurit yang selamat di tengah pertempuran puncak dulu. Dulu Gualum hanya diisi oleh orang-orang yang sangat penting karena kita terus bertarung tanpa henti menumpas kejahatan yang begitu dahsyat dari waktu ke waktu. Asal kalian tau saja, gelombang serangan musuh paling kecil di generasi 199 tidak pernah terjadi selama 8 juta tahun ini, dan itu merupakan sebuah batu loncatan bagi kalian untuk masa kejayaan" ujar Dianna serius.


"Tetapi tetap saja apa kau lakukan adalah sebuah kesalahan besar, apa kau lupa jika ada masalah di antara kita maka bisa di selesaikan dengan dikusi, padahal aku adalah teman baikmu, kenapa tidak bicarakan padaku" ujar jevan kesal.


"Sudahlah tuan, tidak perlu lagi di permasalahkan kita akan lanjut saja pembahasan ini, masalah antar diriku dengan ratu gunung berkah tidak begitu penting bukan, semuanya sudah terlambat. Memangnya siapa yang bisa diam melihat sahabatnya mati begitu saja, aku sangat terkejut karena aku mengira semua ini adalah perbuatan si musuh seluruh mahluk itu, tapi ingatlah ini ratu gunung berkah walau kita adalah sekutu. Dimanapun kita berada kita akan menjadi musuh dan saling menyerang satu sama lainnya" ucap Agnia dingin.


"Baiklah aku akan senang menurutimu" balas Dianna tersenyum.


"DIAM!" Bentak Jevan, dia tidak akan tinggal diam akan hal ini, walau perkataan Agnia benar bahwa pembahasan kali ini adalah tentang Yuzao.


"Ada kemungkinan mereka berjumpa dari dunia yang mereka jelajahi" ujar Gox Armata.


"Aku tak percaya jika mereka berjumpa hanya karena sebuah kebetulan" jawab Milady.


"Berarti dia juga menjelajahi ke berbagai dunia yang ada lalu memiliki pasukan yang bertugas sebagai ekspedisi" sambung Jevan.


"Gavin bukanya kau lebih tau tentang hal ini, apa pendapatmu tentang setiap langkahnya selama ini?" Tany Milady.


"Dia bergerak dengan hati-hati tanpa meninggalkan jejak, jika memang jejaknya terlihat maka itu hanyalah sebuah jebakan. Ternyata banyaknya pasukan yang hilang adalah terkena jebakan teleportasi ke dunia kehampaan" ujar Gavin murung.


"Apa?" Ujar Jevan tak yakin.


"Benar sebelum kami bertempur melawan Yuzao si musuh seluruh mahluk, kami telah berhadapan dengan salah satu mahluk di dunia kehampaan, jika saja Gavin tidak ada maka kami tidak akan selamat". Jawab Xiongbi.

__ADS_1


"Benar-benar hebat!" Ujar Jevan seolah untuk menyindir Dianna yang sedari tadi merendahkan para pasukan muda.


"Lalu tentang bagaimana dengan pasukannya? Aku mendengar dia juga membawa buronan semesta" ujar Jevan.


"Kalau masalah itu sepertinya dia memiliki pasukan survei yang pergi ke dunia yang mereka dapati, lalu di sana mereka bertugas sebagai perekrut"


"Dan juga sembari mempelajari tentang berbagai dunia yang ada, pastinya ada yang bisa di manfaatkan untuk menjadikan senjata atau melawan musuh-musuhnya"


"Tapi siapa?"


"Dari yang kami lihat sepertinya dia menggunakan pasukan bermekanisme boneka"


"Maksudmu seperti pasukan yang di produksi tanpa batas sehingga sangat efektif untuk di gunakan dalam perang melawan mahluk hidup?"


"Ya tapi dia memiliki varian pasukan yang di gabungkan, itu tidak ada apa-apanya jika tanpa strategi yang pas bukan"


"Jadi dia menggunakan pasukan boneka sebagai pertempuran dalam medan perang dan juga untuk menjelajahi berbagai dunia"


"Aku rasa dia menggunakan pasukan yang berbeda-beda dalam menjelajahi pasukan ini, sehingga sangat mudah dalam menyamar memasuki pemukiman yang ada"


"Cihh benar-benar menyusahkan ku kira dia menggunakan pasukan hanya untuk berperang, ternyata dia juga memiliki teknologi yang menyulitkan kita"


"Sepertinya kita harus menggunakan teknologi yang lebih canggih dalam melacaknya"


"Tolong, biarkan aku saja yang mengurus musuh seluruh mahluk" jawab Gavin.


"sangat egois jika berkata seperti itu Gavinstar, bukanya lebih baik bekerja sama dari pada sok kuat dalam berhadapan dengannya"


"Lagi pula lihatlah, menurut Nabala Isme, kau hampir mati dan seluruh organmu berubah menjadi bentuk yang berbeda seolah kekuatannya mengacak-acak seluruh organ tubuhmu, informasi yang sedikit tetapi sangat mengerikan"


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2