
Amigolf melanjutkan ceritanya.
"Carilah seorang teman yang benar-benar bisa kau percayai, tak peduli seberapa kuat akan dirimu, dunia Kania pasti akan kacau balau dengan sendirinya."
"Kenapa? Apa kau memprediksikan ada yang berkhianat atau ada serangan besar yang akan terjadi pada kaum kita?"
"Bukan itu, tetapi sistem yang telah berjalan selama ini. Telah membuat dunia Kania kacau dari dalam, terlalu banyak keserakahan dan kekacauan, bahkan aku yang menjadi seorang pemimpinpun tak mampu menghilangkan sisi negatif ini."
"Lalu tujuan tuan menyuruhku mencari teman yang bisa aku percayai?"
"Carilah mereka orang yang bisa kau percayai, sebanyak mungkin untuk mengamankan nama baik dunia Kania. Karena terlalu banyak orang-orang yang bermain di belakangmu saat kau menjadi raja nanti."
"Apa itu benar? Jika kita tidak menyatukan kaum kania?"
"Tidak, ini semua karena kesuksesan yang terlalu sering di capai. Kau akan membaca sejarah gelap dari kerajaan kita. Terlalu banyak perebutan kekuasaan, tetap berjuang dan terus berjuang"
"Iya aku akan berjuang, aku akan berjuang hingga aku berani menuju ambang kematian. Aku akan menjadi orang yang akan menyatukan kaum kania...."
Amigolf seolah tenang menutup matanya.
********
"Duarrrrrrrr"
Yuzao lansung menjauh puluhan meter, dia sontak terkejut dengan apa yang baru di saksikannya.
Kali ini Rasselof kembali ke wujud semula, dia sudah keluar dari mode kekuatan dimana tubuhnya hanyalah diisi oleh udara.
"Tak perlu berpikir lebih jauh lagi, dia memang sudah meningkatkan kekuatannya lagi" guman Yuzao.
"Bertarung disini rasanya sangat menyulitkan bagiku, karena aku harus melindungi dunia ini." Ujar Rasselof.
__ADS_1
"Terus apa maumu?" Tanya Yuzao
"Kita akan berduel di angkasa" jawab Rasselof dengan cepat dia berada di bawah perut Yuzao dan meninju dagunya, Yuzao lantas terpental ke udara. Tak sampai disana Rasselof dengan gilanya masih menyerang Yuzao dari arah bawah dan terus menuju angkasa.
******
"Seluruh pasukan malaikat dan beserta sekutunya, aku Rasselof dari pemimpin kaum Kania tengah menghadapi SI MUSUH SELURUH MAHLUK, kalian bisa mengetahuinya dengan kordinat diriku." Itulah pesan yang di baca oleh pasukan malaikat.
Tentu semuanya menjadi heboh, dan tak bisa di percaya jika Yuzao melakukan aksinya di langit ketiga, dimana bahkan iblis yang berada di dunia kegelapan tidak akan melakukannya karena akan bersifat sangat fatal bagi kedepannya.
Para pasukan malaikat dan sekutunya memantau keadaan melalui layar, terlihat Yuzao dan Rasselof bertarung dahsyat di angkasa.
Komandan malaikat bernama Gowthang pun memerintahkan kepada pasukannya untuk membidik bintang zora ke arah Yuzao dan beberapa tim menggunakan teleport untuk menjebak dan menangkap Yuzao. Tetapi tiba-tiba semuanya berubah, salah satu bawahannya datang kepadanya.
"Komandan, Gox Armata ingin berbicara dengan anda di gualum"
"Nanti saja, aku sedang mengurusi sesuatu yang sangat penting" jawab Gowthang.
"Jika anda tidak segera masuk maka Gox Armata akan berkhianat sebagai sekutu malaikat"
Dia pun masuk ke dimensi Gualum.
Tak disangkanya komandan malaikat lainnya juga sangat ramai berada di dalam gualum
"Kebetulan sekali anda akhirnya ingin bergabung disini, akhirnya semuanya bisa lengkap untuk kejadiaan saat ini." Ungkap Gox Armata.
"Lansung ke intinya saja, jangan bertele-tele, kau tau kan ini sedang apa?"
"Aku tau akan hal itu, tapi aku mohon jangan ganggu pertarungan si musuh seluruh mahluk melawan Rasselof!!" Ungkap Gox Armata lantang.
"Apa, kupingku pasti salah dengar" ujar Gowthang serius. Seluruh Gualum tiba-tiba hening seketika.
__ADS_1
"Aku katakan sekali lagi, kita sebaiknya membiarkan Rasselof dan Yuzao bertarung, jika pertarungan keduanya sudah selesai maka baru kita melanjutkan tanggung jawab kita"
"Gox Armata apa yang salah dengan pikiranmu itu, kau tau sekarang bukan hal yang tepat untuk membicarakan tentang omong kosongmu itu. Terlebih, bukanya kau adalah patner terbaik dari Rasselof."
"Karena itulah aku memberikan usulan ini, Rasselof adalah orang yang menjunjung kehormatan tinggi. Dia tidak suka jika pertarungannya di ganggu hingga pertarungannya menjadi berat sebelah, jika kau bersi keras untuk menggangu perang mereka, maka ku jamin jika nanti bangsa Kania akan berkhianat."
Suasana Gualum yang tadinya ramai serasa sunyi, hanya dua orang yang berpengaruh yang saling berbicara.
"Lalu apa kau siap melihat kematiannya?" Tanya Gowthang.
"Dia tidak akan kalah, dia memiliki banyak jenis kekuatan yang dia kuasai, aku yakin dia tidak akan kalah dari si musuh seluruh mahluk"
"Walaupun kau telah melihat betapa banyak pasukan malaikat yang hebat, telah tewas karena dirinya?"
"Aku yakin"
"Kau kira ini pertaruhan, kau seharusnya tau jika taruhan itu hanya di lakukan oleh para iblis dan sekutunya dan sekarang apa kau ingin kami melakukan hal yang sama!!"
"Ini bukan sebuah pertaruhan, ini adalah rasa kepercayaan terhadap sesama teman"
"Kau hanya memplesetannya,"
"Aku setuju dengan apa yang di katakan oleh Gox Armata." Ujar komandan malaikat lainnya.
"Italo, apa-apaan dirimu"ujar Gowthang
"Aku setuju dengan apa yang di katakan Gox Armata, aku mohon komanda pasukan penembak bintang Zora bernama Gowthang. Kita akan saksikan pertarungan mereka, kita seharusnya tau jika dirimu memaksakan diri, maka dua sekutu kita yang memberanikan dirinya memghadapi pasukan iblis akan keluar dari aliansi persekutuan ini. Tetapi, aku tidak melupakan akan ketakutanmu, ketakutanmu bukanlah rasa pengecut melainkan rasa takut akan kehilangan banyak nyawa. Tapi kita tidak boleh meremehkan sekurub pasukan disini, jika memang nanti Rasselof akan kalah, maka kita akan bergerak dan menangkap hidup atau mati si musuh seluruh mahluk." Ujar Italo tenang.
"Baiklah italo, aku akan mendengarkanmu karena ada dua orang yang tidak menyetujui kehendakku. Tetapi kau seharusnya mengingat ini, kenapa harus sampai Gavinstar yang memburunya." Ujar Gowthang dan sembari kekuar dari dimensi Gualum.
"Kata-katanya memang benar, aku merasa seolah kita membuang nyawa Rasselof. Italo, Gox Armata dan yang setuju dengan usulan kalian, bayangkan dikusi ke 40 kita tentang masalah musuh seluruh mahluk di saat Gavinstar di tunjuk sebagai pemburu si musuh seluruh mahluk, jika memang kalian berubah pikiran maka katakan pada kami, agar kita melaksanakan penyerangan dadakan ini" ujar Milady.
__ADS_1
Satu persatu mereka keluar.
Mereka pun menyaksikan pertarungan antar Rasselof dan Yuzao.