
"Aileen..."
"Iyah, tunggu sebentar."
Namaku Aileen, wanita cantik, imut dan selalu ceria berusia 23 tahun. Aku anak tunggal tapi bukan kaya raya, aku hanya terlahir dari keluarga biasa. Tidak susah juga tidak yang kelebihan harta.
"AILEEN, INI GILIRAN MU."
"Baik."
Aku mahasiswi semester akhir manajemen.
"Alieen, mau ikut pulang bareng?"
"Tidak, terimakasih. Aku naik bis hari ini."
Aku sebenarnya sudah menyelesaikan kuliahku, hanya tinggal menunggu wisuda saja. Yang apak itu masih termasuk dalam kategori mahasiswi semester akhir.
Sudah lah, mari lanjutkan keseharian ku.
"Alieen, mau pulang nak."
"Iya buk, laris terus yah buk jualannya."
"Iya, nanti sering-sering mampir ke sini yah."
"Si....ap, pulang dulu buk."
Sedih dan senang bercampur saat ini, hari ini juga hari terakhir aku ke kampus sebagai mahasiswi. Baiklah, sekarang kehidupan seperti apa yang akan aku jalani ke depannya.
Aku hidup sendiri di dunia yang luas ini. Memang aku memiliki teman tapi aku sudah tidak memiliki keluarga lagi. Ibuku telah meninggalkan ku saat melahirkan ku, ibu juga anak tunggal jadi aku tidak memiliki paman atau pun bibi dari ibuku.
__ADS_1
Kedua orang ibu ku juga sudah lama meninggal jadi aku tidak sempat bertemu.
Ayahku anak pertama dari dua bersaudara. Ayahnya ayahku juga sudah meninggal lama sebelum aku lahir.
Sedang ibunya ayah meninggal saat aku SMP. Sedang ayahku meninggal saat aku baru masuk SMA. Jadi selama SMA aku di jaga oleh pamanku adik dari ayahku. Memang tidak serumah hanya di jaga lewat uang saja karena paman adalah abdi negara dan saat aku di terima di universitas pamanku juga meninggal dalam tugas.
Tak perlu mengasihani ku, karena aku tidak butuh rasa kasihan. Paman memang menyimpan beberapa uang tabungan, karena paman juga tidak mempunyai keluarga lagi selain aku. Semua tabungan paman jatuh ke tanganku.
Bagaimana aku masuk universitas, tentu saja bukan dari uang pamanku. Aku mencoba berbagai beasiswa, yah ku pikir itu lah setidaknya hadiah dari Tuhan untukku setelah mengambil semua anggota keluargaku.
Aku tidak pernah menyentuh uang tabungan. Paman, aku hanya akan menyimpannya sebagai uang darurat suatu saat nanti.
Awalnya aku pikir uang paman ini uang curian karena jumlahnya yang tidak masuk akal.
Tabung paman mencapai 1M. Bagaimana seorang abdi negara mempunyai uang sebanyak itu. Tapi setelah surat terakhir yang paman tulis sampai kepada ku. Aku yakin semua uang itu bukan curian.
Tabung itu sudah jadi turun temurun memang di persiapkan untuk ku. Awalnya itu adalah tabungan ibuku lalu di turun kepada ayahku lalu kepada paman. Untunglah mereka berpikir ke depan pikir ku. Tapi meskipun tidak mendapatkan uang ini aku juga masih bisa hidup.
Aku terkenal sebagai gadis gila belanja, gila kerja. Tidak ada waktu untukku selain belajar dan bekerja. Moto hidupku hanya ilmu dan uang. Mungkin karena itu juga aku tidak pernah bisa dekat dengan pria manapun.
Aku juga tidak akan menyesal jika tidak menikah seumur hidupku. Hanya hidup sendirian juga tidak buruk.
Hari yang melelahkan, mari beristirahat sebentar dan kembali bekerja.
Saat aku sudah mulai tertidur, tiba-tiba kasur ku bergoyang.
"Kenapa tempat tidurku bergoyang."
Saat membuka mata ku, aku sudah berada di kereta kuda. Saat melihat keluar jendela
"Ini adalah hutan!"
__ADS_1
"BAGAIMANA AKU BISA BERADA DI SINI...."
Aku kebingungan, sangat bingung bagaimana mimpi bisa senyata ini. Hanya suara langkah kaki kuda yang terus berjalan. Jika ini mimpi apakah aku masih bisa bangun.
Namun, jika aku sudah berpindah alam apa yang menunggu di depan sana? Baiklah sekarang yang perlu aku lakukan adalah tentang.
"ORANG MANA YANG TIDAK PANIK DI SAAT SEPERTI INI, AAAAA...."
Padahal aku sudah berterima saat itu namun, kuda itu terus melangkah kan kakinya tidak ada seorang pun di sini. Bahkan orang yang menunggangi kuda ini tidak ingin memeriksa keadaan ku.
Sempat terpikir oleh ku untuk melompat keluar dari kereta kuda ini namun, kemana tujuan ku selanjutnya. Aku tidak tahu ini dimana dan kemana aku akan di bawa.
Yang bisa ku lakukan saat ini hanya lah
"TIDAK ADA...."
wah aku benar-benar takut kenapa hanya ada pohon di luar, tidak ada satu orang pun yang terlihat. Apakah aku akan di jadikan makanan hewan? Wah pikir negatif mulai memenuhi kepalaku.
Sebentar jika aku mengambil alih kuda yang di depan mungkin saja aku bisa kabur.
"AKU TIDAK BISA MENUNGGANGI KUDA..."
apakah aku bunuh saja orang yang mengendalikan kuda ini? Tapi bagaimana jika aku yang di bunuh olehnya.
Apa yang harus aku lakukan?
Apa yang harus aku lakukan?
Apa yang harus aku lakukan?
Apa yang harus aku lakukan?
__ADS_1
"KU MOHON SELAMATKAN AKU, SIAPAPUN TOLONG..." aku benar-benar tidak ingin menemui keluarga sekarang, biarkan aku hidup sendirian. Aku bahagia, sungguh bahagia.
"TO... LONG..."