
Setelah aku menguasai teknik berkuda aku memutuskan untuk pergi ke laut untuk menemui para peri. Jika memang benar sudah lewat 4 tahun lamanya, apakah mereka masih mengingatku.
Awalnya aku akan pergi sendirian tapi Bacchi bersi keras untuk ikut bersama ku.
"Bacchi, jangan sampai tertinggal yah."
Aku melaju lebih dulu. Bukannya menunggangi secara santai, kami berdua malah balapan kuda. Berbeda dari kuda di dunia asli ku. Kuda di dunia ini sanggup berjalan selama 1 hari 1 malam tanpa henti.
Saat berjalan kaki membutuhkan 3 hari 3 malam, sedang jika menunggangi kuda hanya membutuhkan 1 hari 1 malam.
Aku berangkat saat matahari terbit dan aku juga sampai di laut saat matahari terbit di hari berikutnya.
Tidak seperti perjalan yang dulu. Kali ini aku membawa susu sebagai penahan lapar. Awalnya saya ingin membawa beberapa makanan tapi itu tidak akan bertahan lama karena mereka hanya mempunyai daging.
Aku sudah tiba di tepi laut saat ini. Ketika aku sampai para peri langsung keluar dari air menyambut hangat diriku.
"Tuan putri, selamat datang kembali."
Aku mengatakan langsung apa tujuan ku datang ke sana.
Mereka juga dengan senang hati mengajari. Aku berniat untuk tetap tinggal hingga aku mahir mengendalikan elemen air yang ada pada diriku.
Aku pikir itu akan sangat sulit seperti pertama kali aku belajar menaiki kuda. Tapi ternyata tidak, kunci utama dari menguasai elemen adalah imajinasi yang bagus.
Ketika seseorang ingin mengeluarkan elemen dari dalam diri hal yang pertama harus di lakukan adalah membayangkan elemen itu. Setelah membayang lalu elemen itu seperti akan mengalir di dalam tubuh penggunanya. Jika seluruh tubuh sudah merasakan aliran elemen di dalam dirinya maka dia bisa langsung mengeluarkan elemen itu.
"Akan aku coba."
Saat pertama kali aku mencobanya, aku membuat seluruh pulau hooka menjadi basah. Elemen yang aku miliki terlalu kuat, aku harus bisa mengendalikan elemen di dalam diriku dulu.
__ADS_1
Dalam percobaan kedua aku membuat seluruh air di tipe laut naik kepermukaan.
Harus lebih hati-hati dan selalu kendalikan imajinasi.
Dalam percobaan ketiga aku sudah bisa mengeluarkan dalam jumlah yang sedikit. Tapi kata ratu peri itu terlalu sedikit, jumlah yang aku keluarkan hanya satu tetes. Satu tetes dalam waktu yang lama.
Aku mencoba lagi dan lagi hingga lupa waktu. Setelah satu Minggu aku aku tinggal bersama para peri aku mulai bisa mengendalikan elemen air yang aku miliki.
Saat itu Bacchi tidak bisa ikut masuk ke dalam air untuk tinggal. Aku memerintahkan dia untuk kembali namun, Bacchi menolaknya. Dia berkata bahwa tidak masalah jika dia harus tidur di tepi laut. Hal itu sudah sering dia lakukan.
Setelah satu Minggu aku pun kembali ke kastil. Saat tiba di kastil sebelum masuk ke dalam tepatnya aku ingin mencoba elemen ku, aku khawatir jika aku hanya bisa mengendalikan elemen ini saat aku sedang di dekat laut.
Pada saat itu aku sangat ingin memakan buah pir, sambil mengumpulkan elemen di dalam tubuhku. Aku juga sambil mengingat-ingat bagaimana bentuk, rasa, warna dari buah pir.
Aku kembali membuat pulau hooka menjadi hujan selama kurang lebih 1 menit. Aku dan Bacchi kebasahan. Setelah selesai berendam di kolam pemandian aku ingin makan di ruang makan bersama Bacchi dan Isama.
"Apakah tidak ada tanaman yang bisa di makan di pulau ini, maksud saya seperti tumbuhan yang tumbuh di pulau hooka secara alami?"
Setelah selesai makan aku pun kembali ke kamar ku. Aku yang sudah lelah dan butuh beristirahat. Saat aku tertidur sudah cukup lama tiba-tiba Bacchi mengetuk pintu kamar ku dengan terburu-buru.
"Masuklah!"
"Nyonya saya ingin melaporkan sesuatu. Ada tumbuh aneh yang tumbuh di seluruh pulau hooka. Isama sudah mulai mencari tau di mana saja tanaman itu tumbuh. Saya tidak bisa melaporkan kejadian aneh ini pada tuan, jadi menurut saya sebaiknya nyonya memastikan masalah ini dulu. Jika berada dalam keadaan darurat maka saya akan membawa nyonya keluar dari pulau hooka."
Baru pertama kali aku melihat Bacchi sepanik itu, apa sebenarnya yang tumbuh di pulau hooka. Aku sebenarnya takut saat Bacchi menjelaskan, jika ini memang akan menjadi keadaan darurat maka aku sebagai nyonya akan bertanggung jawab sepenuhnya.
Aku pun mengintip dari jendela sebenarnya tanaman seperti apa yang tiba-tiba tumbuh di pulau hooka. Aku mengira bahwa yang tumbuh adalah tanaman yang bisa memakan manusia tapi setelah aku intip di jendela kenapa tidak terlihat sama sekali.
"Bacchi, apakah tanaman itu sangat kecil ukurannya?"
__ADS_1
"Iya nyonya."
"Saya akan turun untuk memastikannya."
"Tapi nyonya, saya khawatir bagaimana jika tanaman itu mengeluarkan racun."
"Begini saja, saat Isama kembali saya akan melihat gambar dari dia."
Isama pergi sekitar 3 hari lamanya untuk memeriksa seluruh pulau hooka. Saat Isama kembali dia tetap tidak menemukan jawaban apapun.
"Isama, gambar kan bagaimana tanaman itu."
"Baik nyonya sesuai dengan keinginan anda."
Isama pun langsung menggambar dengan sangat hati-hati. Dan saat aku melihat gambar itu aku merasa familiar dengan tanaman itu.
Ingat saat itu aku sedang membayangkan pir bersama dengan aku membayangkan elemen air yang ingin aku keluarkan. Gambar yang Isama tunjukkan pada ku adalah
Aku adalah maniak pir. Aku sangat menyukai buah itu di rumahku ada satu pohon pir yang aku rawat dari masih tunas jadi aku tau bagaimana tunas dari pir. Dan yang tumbuh di pulau hooka saat itu adalah tunas pir.
Tapi aku tidak ingin bertaruh banyak, meski aku sangat yakin bahwa itu adalah tunas buah pir. Aku kembali memikirkan bagaimana jika yang tumbuh akan berbeda di pulau hooka.
Aku mengambil keputusan dengan mencabut seluruh tunas itu. Aku tidak sendirian dalam menjalankan pekerjaan itu, aku ditemani oleh Bacchi, Isama dan para peri. Butuh waktu sekitar 2 Minggu untuk mencabut seluruh tunas yang ada di pulau hooka.
Tapi aku juga menyisakan satu tunas di belakang kastil. Aku hanya ingin memastikan apa yang akan tumbuh jika aku membiarkannya.
Aku mencoba memberikan air dari elemen yang aku hasilkan sambil membayangkan bagaimana buah pir itu. Saat aku kembali memeriksa tanaman itu tunasnya sudah berubah menjadi pohon. Saat melihat itu aku yakin kalau itu adalah pohon pir. Butuh 4 hari sampai buah pir nya bisa di panen, saat aku memetik lalu memakan langsung buah pir itu. Aku tau bahwa itu benar-benar buah kesukaanku.
__ADS_1
Sebenarnya aku diam-diam membesarkan satu tunas ini. Aku hanya tidak ingin Bacchi dan Isama khawatir terhadap ku. Aku yakin jika aku memberi tau pada mereka, mereka akan langsung melarang ku.