
Saat ini memang masih tidak berasa bahwa aku adalah wanita satu-satunya di kastil ini. Namun, di sisi lain aku juga takut bagaimana jika semua penghuni kastil telah kembali.
Pikiran ku tidak bisa berpikir positif, bagaimana jika aku di gilir untuk memuaskan nafsu mereka, meski Bacchi mengatakan bahwa mereka biasa melakukan dengan wanita bayaran di bar. Tapi tetap saja semua akan berbeda saat mereka melihat langsung wanita yang ada di kastil sendirian.
Aku berencana kabur malam ini namun, kemana aku harus pergi. Jika ini adalah pulang sendiri, berarti aku harus menyebrang lautan. Seberapa jauh yang harus aku seberang jika ingin sampai ke pulau yang lain.
"Bacchi!"
"Iya, nyonya!"
"Apakah kamu tau siapa namaku?"
"Tentu nyonya."
"Sebutkan lah!"
"Dengan segalanya hormat nyonya Aileen."
Dia tahu nama asli ku. Tunggu, kenapa namaku sama dengan nama ku di dunia asalku. Oh, tunggu bagaimana dengan wajahku. Memang ada kaca di kamarku tapi aku belum sempat melihat wajah ku sendiri.
"Bacchi, aku ingin pergi ke kamarku sekarang."
"Tentu nyonya, mari saya antar."
Saat sampai di kamar hal pertama yang aku lakukan adalah melihat kaca. Saat aku melihat wajah ku sendiri di kaca itu, benar-benar tidak ada bedanya dengan wajahku di dunia asalku. Tapi Bacchi mengatakan bahwa aku punya keluarga di sini. Apakah ini memang tubuh asli ku atau ini adalah tubuh wanita yang sebenarnya hidup di sini?
Tapi jika ini bukan tubuhku, dimana jiwa dari pemilik tubuh ini, apakah kamu bertukar jiwa. Jika itu benar maka tamat lah riwayatku. Bagaimana jika aku sudah kembali ke tubuh asliku dan ternyata kehidupan sudah di ubah oleh pemilik jiwa dari tubuh ini.
Semakin aku memikirkannya semakin besar juga keinginan untuk kabur. Tujuan aku untuk kabur adalah untuk mencari informasi supaya bisa kembali, aku tidak ingin riwayatku tamat di dunia asalku.
"Bacchi!"
__ADS_1
"Iya nyonya."
"Kapan tuan kembali?"
"Lusa nyonya."
"Kamu boleh pergi, aku ingin beristirahat."
Berarti aku hanya punya waktu sekitar 2 hari dari sekarang. Tapi jika aku ketahuan dan tidak berhasil sampai ke pulau terdekat, apa yang akan terjadi padaku.
"Aaaa... Untuk sekarang aku akan tidur saja."
Untunglah malam tadi aku bisa tidur dengan nyenyak walau di tempat baru, aku tidak menyangka bahwa tubuhku bisa beradaptasi dengan mudah.
Apa yang akan terjadi di pagi hari ini yah,
"Tok... Tok... Nyonya. Apakah nyonya sudah bangun."
"Iya, bukalah pintunya!"
"Saya datang ingin mengantarkan sarapan, setelah sarapan nyonya bisa langsung mandi. Jika airnya sudah dingin bagi nyonya, saya akan menyiapkan ulang."
"Terima kasih, Bacchi. Kamu boleh pergi."
Sarapan pagi pertama di sini adalah roti dengan susu hangat, Sangat simpel.
Jika lebih dari ini, aku juga tidak bisa menghabiskannya. Karena aku tidak biasa sarapan aku hanya meminum susu di pagi hari biasanya.
Setelah mandi mari pikir kembali cara untuk bisa kabur. Aku sudah selesai sarapan, sebenarnya aku ingin memanggil Bacchi namun, aku tidak tau bagaimana caranya. Tidak mungkinkan jika aku meneriaki Bacchi dari kamar.
Jadi aku memutuskan untuk mengantar sendiri piring dan gelas ini ke dapur tempat Isama bekerja. Saat menuju dapur, aku sangat memperhatikan keseluruhan kastil ini. "Bukankah ini terlalu suram?"
__ADS_1
Benar-benar tidak ada lukisan atau pajangan sama sekali, biasa di kastil yang aku lihat di film atau komik ada beberapa patung yang terpasang tapi kastil ini tidak memilikinya.
Dan kenapa aku merasa di sini masih malam, apakah karena ini kastil di tengah hutan. Saking tinggi dan besar pohon yang ada hingga menutup sinar matahari.
"Pagi Isama!"
Seperti yang di harapkan, Isama hanya menunduk hormat tanpa mengatakan apapun.
"Yah, aku pikir juga akan sulit untuk menerima anggota baru di kastil ini."
"Terima kasih untuk sarapan pagi ini, aku menyukainya."
Aku memang tidak berharap bisa di terima oleh penghuni kastil ini, tapi setidaknya biarkan lah aku berbuat baik pada mereka.
Setelah mengembalikan piring dan gelas, aku pergi ke bak mandi yang sudah di siapkan oleh Bacchi. Tanpa sadar aku tidak membawa baju ganti, kemarin yang membawakan baju untuk ganti adalah Bacchi jadi aku akan memakai baju kemarin saja setelah sampai di kamar baru ganti yang baru.
Saat aku sudah sampai di kamar dan membuka lemari tidak ada baju di dalamnya satu pun.
"Apa yang akan aku pakai?"
"Tok... Tok... Apakah nyonya di dalam?"
"Iya Bacchi, masuklah!"
"Maafkan saya!"
Bacchi bersujud saat meminta maaf,
"Kenapa kamu bersujud?"
"Saya memintanya maaf yang sebesar besarnya, saya berjanji tidak akan melakukannya lagi. Saya siap menerima hukuman dari nyonya."
__ADS_1
"Bacchi, apa yang sedang kamu lakukan?"