
"Apakah berpelukan memang seperti itu, dulu aku pernah baca Peluk atau pelukan adalah sebuah bentuk keintiman fisik yang biasanya dilakukan dengan menyentuh atau memegang erat seputar bagian badan seseorang, beberapa orang sekaligus, ataupun hewan peliharaan. Pelukan merupakan tanda dari perasaan cinta atau kasih sayang maupun penghargaan. Tapi kenapa aku tidak merasakan hal itu tadi?" Gumang tuan setelah Aileen meninggalkan kamar tuan.
Keesokan harinya aku bersiap untuk latihan bersama dengan tuan, meski aku meragukan cara tuan mengajar. Dia memang di akui banyak orang tentang kekuatan dan kehebatannya tapi bagaimana dengan cara mengajarnya?
Oh, iya. Pagi ini aku menemukan sesuatu yang sangat tidak terpikirkan oleh ku sebelumnya. Di dalam kamar ku memang tidak ada lemari sama sekali, seluruh baju ku hanya bachi yang tau di mana letaknya.
Tapi pagi ini Diana mengetuk pintu kamar ku dengan wajah yang bingung, lalu berkata...
"Nyonya, pakaian yang mana yang harus saya bawa pagi ini. Maaf menanyakan lah sepele seperti ini tapi saya sangat kebingungan?"
Aku terkejut dengan perkataan Diana, bukannya bajuku hanya ada dua?
"Antarkan aku ke ruang pakaian!"
Aku pikir ruang pakaiannya cukup jauh dari kamar ku ternyata ruang itu tepat di depan kamar ku. Saat masuk aku tercengang melihat semua pakaian mewah yang warna warni.
Apakah selama ini aku memang sudah di siapkan baju sebanyak ini dan tentang dua baju hitam yang selalu ku pakai, itu hanya akal-akalan Bachi saja?
__ADS_1
Karena aku ingin berlatih maka aku tidak akan memakai gaun pagi ini.
Memang agak sedikit tidak nyaman karena area perut ku kelihatan namun, hanya baju ini yang cocok.
Aku pergi dengan di antara Diana keruang bawah tanah, tempat tuan biasanya latihan tapi tuan tidak ada di sana. Kami kembali masuk ke kastil dan pergi ke ruang kerja tuan tapi lagi-lagi tuan tidak ada yang kami temui adalah tuan tangan kanan Ezekiel dan tuan tangan kiri Qesharak. Kenapa nama mereka sangat sulit untuk di ucapkan.
"Semangat pagi nyonya!" Sapa Qesharak dengan ceria dan santai.
"Selamat pagi nyonya, ada keperluan apa anda datang kesini?" Sapa Ezekiel dengan penuh kewibawaan.
Karena pangkat mereka tinggi jadi aku mengunakan bahasa yang lebih formal pada mereka berdua berbeda dengan cara ku berbicara dengan Diana.
"Tuan?" Ucap Qesharak.
"Tuan besar, hari ini kami belum melihat tuan besar nyonya." Sahut Ezekiel.
__ADS_1
Dimana sebenarnya tuan berada, bukankah tuan sudah berjanji akan melatih ku. Saat itu aku marah karena tuan mengingkari janjinya, aku memutuskan untuk berlatih bersama Diana saja.
Aku mengambil pedang kayu di gudang, saat di ana aku baru ingat kalau beberapa hari yang lalu aku membuat miniatur kapal dan naga berkepala lima dari kayu.
Aku berencana untuk membagikannya malam nanti.
"Apakah kamu bisa menggunakan pedang?" Tanya ku pada Diana.
Dan dengan lugunya dia menggelengkan kepalanya. Jika aku meminta Ezekiel atau Qesharak untuk melatih ku pasti mereka akan menolaknya.
"Tuan sebenarnya apa yang anda inginkan..." keluh ku dalam hati.
Aku memutuskan untuk pergi ke halaman belakang melihat pohon pir ku, Dan ternyata tuan juga berada di sana. Tuan berdiri tegak sambil memegang pedang kebanggaannya lalu memperhatikan pohon pir ku dengan sangat teliti.
"Apa yang sedang tuan lakukan, saya mencari tuan kemana-mana. Bisa-bisanya tuan melanggar janji yang tuan buat sendiri." Ucap ku dengan marah.
"Jangan mendekat!"
__ADS_1
Kenapa, apa yang tuan lakukan di sana. Apakah tuan juga berfikir kalau pohon pir ku itu pohon sihir?