
Baiklah mari mulai mencari siapa indentitas yang sedang ada pada ku saat ini.
"Kenapa kalian memanggil saya tuan putri?"
Semua peri yang berada di sana kebingungan, jika mereka bingung apa lagi dengan aku yang tidak tau apa-apa.
"Jika anda berkenan, saya akan membawa anda masuk ke dalam desa kami. Saya akan menjelaskan semuanya di sana."
Aku melihat ke arah tuan, jika tuan tidak mengizinkan aku maka semua berakhir.
Namun, syukurlah tuan menganggukkan kepalanya dengan lembut. Aku akan menganggap itu seperti sebuah tanda perizinan di sepakati.
Aku masuk ke dalam air. Awalnya aku tahu bagaimana cara aku bernafas di dalam air. Tapi setelah aku masuk, aku bernafas seperti biasa. Sudahlah nanti aku bisa bertanya pada ratu peri.
Ratu peri mulai menjelaskan bagaimana mereka bisa ada di dunia. Mereka berasal dari kekuatan ketulusan, cinta, kekuasaan, kekuatan, keadilan dan kesabaran. Semua sifat itu bersatu dalam diri seorang penguasa atau seorang raja.
Di benua ini hanya ada lima kerajaan. Dan di setiap kerajaan memiliki peri dengan elemen yang berbeda. Para ratu peri terlahir dari penguasa awal di benua ini.
Dan semua kekuatan yang di beri dari peri kepada sang penguasa akan terus di wariskan pada pewaris tahta. Namun, semua sihir sekarang di anggap tidak adil karena yang mempunyai hanya sang pemilik tanta kepemimpinan. Banyak dari kalangan yang bukan penerus tahta ingin duduk di kursi kekuasaan, lalu banyak juga yang ingin merebut kekuatan dari sang pemilik tahta.
Semua di anggap dongeng di era sekarang. Semua yang memilik status sebagai pewaris tahta dan memiliki kekuatan dari peri kebanyakan menyembunyikan diri mereka. Persaingan perebutan tahta semakin kejam, orang rakus akan kekuatan juga semakin menjadi-jadi.
Dari lima kerajaan yang memang benar pewaris sebenarnya yang menjabat hanya kerajaan yang memiliki kekuatan elemen tanah. Sedang aku sebenarnya adalah pewaris dari kerajaan yang dulunya di beri kekuatan oleh peri air. Karena itu mereka menyebutku tuan putri.
Tapi para peri tidak tau nama kerajaan mana yang dulu para leluhur mereka berikan kekuatan. Para peri juga sering menjadi buruan para orang rakus dan tamak, jadi sekarang jarang sekali para peri muncul ke permukaan. Mereka hanya tinggal dengan tenang di dalam elemen mereka.
Jadi sebenarnya aku adalah seorang putri. Aku bingung, apakah aku di utus untuk merebut kembali tahta yang seharusnya jadi milikku atau hidup damai sesuai keinginan ku. Tapi yang aku tau pasti adalah aku ingin menguasai kekuatan air yang ada pada diriku.
Saat berada di desa air para peri memberiku makanan. Setelah selesai makan aku mulai berbicara santai dengan para peri.
"Tuan putri, apakah anda butuh pertolongan kami. Kami akan memberikan nyawa kami untuk membuat tuan putri lepas dari monster menyeramkan itu."
"Ratu peri, anda tidak perlu khawatir. Orang yang anda sebut monster itu adalah suami saya."
"Bukannya beberapa hari yang lalu anda di culik oleh monster itu?"
"Bukan di culik, melainkan di jemput."
__ADS_1
"Maafkan kami karena sudah salah paham."
"Tidak papa, dia memang monster yang menjengkelkan."
"Jika tuan putri ingin melatih kekuatan anda, kami dengan senang hati akan membantu tuan putri latihan."
"Tentu, saya dengan senang hati menerima tawaran itu. Namun, saya mungkin akan jarang ke sini."
"Kamu semua akan selalu menunggu kedatangan tuan putri."
"Terima kasih, kalau begitu saya pamit undur diri."
Aku pergi dari desa para peri menuju tepi laut, saat aku muncul dari bawah air ada seseorang yang sedang berdiri tegak menghadap arah laut. Aku pikir tuan akan kembali lebih dulu ternyata tuan masih menunggu aku dengan sabar.
"Tuan, apakah anda membawa kuda?"
"Tidak."
Hilang sudah harapan ku untuk pulang lebih cepat. Tuan hanya berjalan kaki sambil mengikuti aku. Saat aku berjalan tuan menjauh dariku seperti tidak ingin kehadirannya di ketahui oleh aku. Padahal kan aku sudah tau kalau tuan mengikuti aku.
Biarkanlah tuan melakukan apa yang dia mau. Aku kembali berjalan tanpa henti selama 3 hari 3 malam menuju kastil.
Aku pun sampai di kastil dengan selamat dan kelelahan. Saat tiba di kastil aku meminta Bacchi menyiapkan kolam pemandian untuk ku. Aku merendam diriku hingga tertidur, aku sangat menyukai air hangat dan harum yang di siapkan oleh Bacchi.
Saat aku terbangun dari tidur ku, aku melihat ada orang lain di dalam kolam yang sedang aku pakai. Dia menutup matanya juga seperti seseorang yang sedang tertidur.
Karena aku tidak ingin membangun dia, aku keluar perlahan dari kolam. Dan segera keluar setelah memakai pakaian.
Aku menghampiri Bacchi dengan terengah-engah.
"Bacchi, ada seseorang yang berendam bersama saya."
"Itu tuan."
"Tuan!"
"Iya nyonya itu tuan."
__ADS_1
"Kenapa tuan ada di kolam pemandian yang sama dengan saya?"
"Karena kolam pemandian itu memang untuk tuan dan nyonya."
"Kenapa kamu tidak membangunkan saya ketika tuan ingin masuk ke dalam kolam?"
"Tuan melarang saya untuk melakukan hal itu."
Aku tidak habis pikir, apa yang sebenarnya tuan pikirkan. Apakah dia ingin melakukan sesuatu padaku. Berarti tuan sudah melihat seluruh tubuh ku.
"AAAAAA....."
tuan benar-benar membuat ku kesal.
"Bacchi, saya lapar!"
"Mari saya antar ke ruang makan."
Aku sudah berhari-hari tidak makan. Walau saat di desa para peri aku mendapatkan makan. Tapi itu tidak cukup untuk mengembalikan kekuatan yang sudah berhari-hari aku keluarkan.
Aku makan dengan enam hidangan yang berbeda. Tapi aku mulai bertanya-tanya kenapa hanya ada daging yang di masak oleh Isama. Apakah mereka tidak memiliki sayur atau buah.
Setelah makan aku pun kembali ke kamar. Aku sangat mengantuk. Saat melihat kasur yang empuk itu aku langsung tertidur lelap tanpa berpamitan dengan Bacchi.
Hari yang penuh dengan kejutan, aku menyukai kehidupan yang baru ini. Aku juga mulai terbiasa tinggal di sini. Meski hubungan ku dengan penghuni lain masih canggung karena di batasi oleh tuan. Tapi aku akan mencari cara lain untuk bisa dekat dengan semua penghuni.
"MORNING... MORNING..."
kenapa aku mendengar suara alarm di kamar mu yang dulu. Mungkin karena aku terlalu rindu pada dunia ku yang lama. Hingga membuatku mendengar dengan jelas suara alarm ku dulu.
"Tok... Tok... Aileen, Aileen, Aileen. Apa yang sedang kau lakukan. Kau tidak ingin mengikuti wisuda ya. Cepat bangun."
Kenapa ada suara Aiyis. Apakah aku juga sangat merindukan Aiyis hingga bisa mendengar suara Aiyis.
"Aileen bangun." Di saat yang bersamaan Aiyis menyiram ku dengan air.
"Tolong..." Teriak Ku.
__ADS_1
"Cepat bangun, kita hampir terlambat."
Aku tidak bermimpi, Aiyis benar-benar ada di depan ku sekarang. Apakah aku sudah kembali ke dunia asalku atau semua yang terjadi hanyalah mimpi yang ku alami.