My Another Life

My Another Life
tidak bisa seperti ini terus


__ADS_3

Karena sudah seminggu aku tidak ke kolam pemandian jadi aku memerintahkan Bacchi untuk membawa air dan selembar kain untuk membersihkan tubuh setiap tiga kali sehari.


Aku sebenarnya sempat berpikir, kenapa tuan tidak mencari ku, apakah tua tidak penasaran aku kenapa, tapi setelah di pikir-pikir kembali siapa aku. Kenapa tuan harus memperdulikan aku, tuan menikahi aku hanya karena menerima aku sebagai bayaran dari bibiku yang jahat itu.


Bagaimana kah kehidupan wanita yang sedang aku perankan ini, dia pasti kesulitan selama hidupnya. Biarkan lah dia di dunia aku untuk bersenang-senang sementara. Kalau aku sudah menemukan cara untuk kembali, dia juga akan berjuang kembali. Jadi aku pikir tidak boleh menyusahkan pemilik asli identitas yang sedang aku pakai ini.


Jika aku di dalam kamar terus aku juga tidak akan menemukan cara untuk kembali ke dunia asalku.


"Bacchi!"


"Iya, nyonya."


"Masuklah!"


"Bacchi, apakah di sini ada perpustakaan?"


"Tidak ada nyonya."


Sebentar, bukankah tuan memakai penutup mata


"Bacchi, apakah tuan buta?"


"Saya tidak bisa menjawab nya, maafkan saya nyonya."


Kenapa Bacchi sampai tidak bisa menjawab pertanyaan itu, apakah di dunia ini ada sebuah kutukan, sudahlah mungkin karena itu jadi tuan tidak membuat perpustakaan di sini.


"Di mana perpustakaan terdekat dari sini?"


"Di tengah kota."


"Butuh waktu berapa lama untuk sampai ke sana?"


"Jika berjalan kaki mungkin sekitar satu Minggu, jika menaiki kuda tiga hingga empat hari."


Bagaimana bisa aku pergi kesana, jika aku ingin kabur pasti akan memakan waktu berhari-hari, apalagi sekarang tuan ada di kastil pasti saat ini kastil sangat ramai. Bisakah aku kabur tanpa ketahuan.


"Bacchi, apakah kamu punya sebuah peta?"

__ADS_1


"Saya tidak mempunyai, namun tuan tangan kanan pasti memilikinya."


Jika harus minta pada tuan tangan kanan berarti sama saja meminta kepada tuan yah.


"Apakah nyonya ingin pergi ke perpustakaan?"


"Bisakah saya pergi tanpa ketahuan?"


"Kenapa harus diam-diam?"


Aku keceplosan, seharusnya aku tidak berkata seperti itu.


"Tidak Bacchi lupakan lah."


"Baik nyonya sesuai keinginan anda."


Aku sangat bosan hidup ku rasanya penuh dengan kekangan. Aku selalu merasa asing pada setiap tempat di sini, aku selalu merasa takut melangkah kemana pun.


"Bacchi?"


"Menurut mu untuk apa saya ada di sini?"


"Saya tidak tau nyonya."


"Jujurlah!"


"Menurut saya anda ada di sini untuk mengubah pulau dan isi pulau ini menjadi lebih baik."


"Benarkah, apakah kamu tidak berpikir saya akan menjadi pemuas nafsu kalian?"


"Siapa yang berani melakukan itu, orang yang berani melakukan itu pasti akan di siksa hingga akhir hayat oleh tuan."


"Kenapa kamu berpikir begitu?"


"Entahlah, saya juga sebenarnya tidak bisa menjelaskan bagaimana saya bisa berpikir begitu. Namun, saya adalah salah satu orang terlama yang hidup di bawah perintah tuan, saat tuan memerintahkan saya untuk selalu ada di samping anda sama merasakan bahwa saya tidak boleh membuat kesalahan apapun, tidak boleh membuat anda terluka sedikitpun. Saya merasa semua itu saat tuan memberi perhatian langsung kepada saya untuk pertama kalinya. Selama saya bekerja di sini saya tidak pernah dapat perhatian langsung dari tuan semua perintah pasti lewat tuan tangan kanan."


Setelah mendengar perkataan Bacchi aku mulai merasa bersalah kepada tuan, apakah hanya pikiran ku saja yang menganggap tuan jahat.

__ADS_1


"Bacchi, di mana tuan sekarang?"


"Kemungkinan besar tuan ada di tempat latihan."


"Apakah penghuni lain juga sedang di sana?"


"Tidak nyonya, tempat latihan tuan khusus yang berada di ruang bawah tanah."


Apakah aku menemuinya sekarang atau nanti saja.


"Bacchi, menurut mu aku harus menunggu atau menghampiri tuan."


"Saya tidak berani menyarankan, maaf nyonya."


Bacchi memang terlihat sangat segan pada tuan.


"Bacchi antarkan saya ke ruang latihan bawah tanah, tempat tuan sekarang berada."


"Baik nyonya."


Aku pikir hanya perlu pergi kebawah, ternyata tidak. Tempat itu tidak berada di dalam kastil, kami perlu keluar dulu melewati beberapa pohon.


"Di sini nyonya tempatnya?"


Saat itu Bacchi hanya berdiri di sebuah pohon besar, aku kebingungan. Bukankah Bacchi mengatakan bahwa itu adalah ruang bawah tanah kenapa kami malah pergi ke hutan.


"Bacchi hanya ada pohon besar di sini!"


"Ini nyonya pintu menuju ruang bawah tanah." Bacchi menunjuk ke arah pohon besar itu.


"Bagaimana cara masuk ke dalam sini?"


"Hanya orang yang di izinkan oleh tuan saja yang bisa masuk ke dalam."


Jika harus meminta izin, sepertinya itu tidak akan berhasil. Kalau begitu aku akan menemuinya saat dia sudah selesai latihan.


Saat aku ingin pergi tiba-tiba ada sebuah lubang besar di pohon itu seperti sebuah pintu. Aku dan Bacchi pun terkejut, kami sama-sama baru pertama kali melihat hal seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2