
Aku akan membawa buah pir ini ke dalam kastil agar Bacchi dan Isama bisa mencoba.
"Di mana mereka saat ini?"
Aku mencari keseluruhan kastil namun, mereka tidak ada. Kemana sebenarnya mereka berdua. Tapi ada satu tempat yang belum aku datangi yaitu ruang bawah tanah.
Saat aku sampai di sana aku melihat Bacchi dan Isama seperti sedang sangat serius membicarakan sesuatu.
Aku tidak ingin mengganggu mereka, jadi aku memutuskan untuk menunggu. Aku kembali ke dalam kamar ku.
"Apa yang sedang mereka bicarakan yah sampai harus pergi ke ruang bawah tanah."
Tidak lama setelah itu Bacchi mengetuk pintu kamar ku.
"Nyonya, saya ingin membicarakan sesuatu dengan nyonya."
"Masuklah!"
Namun, saat masuk mereka berdua menodong pedang mereka kepada ku. Aku bingung, terkejut dan tidak percaya dengan aoa yang sedang mereka lakukan.
"Siapa kamu sebenarnya?"
Bacchi menanyakan hal itu dengan sangat serius.
"Saya adalah Aileen."
"Jangan berbohong!" Isama mengatakan hal itu dengan sangat lantang sambil menggoreskan pedangnya di leher ku.
__ADS_1
Aku tidak bisa bertahan apapun lagi. Aku tidak paham apa yang mereka maksud, saat ini aku memang benar-benar aku. Tapi jika mereka mulai menyadari bahwa aku bukanlah Aileen yang sama dengan pemilik identitas asli ini. Mereka memang tidak salah.
Karena aku yang tidak bisa menjawab apapun dan mereka yang terus-menerus tidak percaya dengan apa yang aku katakan akhirnya aku di bawa ke penjara bawah Tanah.
Aku harus menunggu hingga tuan kembali dan itu tidak ada yang tau kapan pastinya. Aku tidak di beri makan, aku hanya di kurung di sebuah ruang yang besarnya sekitar 1 × 2 meter.
Aku tidak tau sudah berapa lama aku di dama sini meski aku tidak di beri makan tapi aku masih mempunyai elemen air yang bisa kau minum. Aku juga mencoba ekperimen menumbuhkan tunas pir di dalam penjara bawah tanah dan itu berhasil. Mereka tidak pernah memeriksa ku sekali pun aku mulai menghitung hari yang aku lewati dan sudah 5 bulan berlalu. Untuk waktu saat pertama kali masuk ke dalam penjara bawah tanah ini kau tidak menghitungnya. Jadi sepertinya aku sudah di kurung lebih dari 6 bulan lamanya.
Aku sebenarnya khawatir akan di eksekusi oleh tuan saat tuan sudah kembali. Mungkin mereka mulai menyelidiki bagaimana sikap dan sifat dari Aileen yang merupakan identitas asli yang ku pinjam.
Tapi aku juga ingat bahwa semua ini hanyalah mimpi yang sangat terasa nyata bagiku. Jadi meskipun aku di eksekusi, aku masih bisa hidup.
"Tapi sampai kapan aku akan di kurung di dalam sini?" Teriak ku.
Setelah aku berteriak seperti itu ada seseorang yang datang. Oh iya bagaimana caranya pohon pir bisa tumbuh di dalam penjara yang berukuran 1×2 meter itu. Aku hanya membayangkan sebuah tunas yang langsung berbuah dan itu berhasil.
Karena penjara bawah tanah itu sangat gelap aku tidak bisa melihat siapa yang sedang memeriksa ku. Aku jika tidak mengatakan apapun saat ada yang masuk ke dalam.
"Apakah kamu adalah istri ku, orang yang sama saat pertama kali datang ke kastil ini?"
Aku tau itu suara siapa, itu adalah suara tuan. Jika tuan menanyakan hal itu tentu saja aku akan menjawab iya, karena yang tuan tanya adalah apakah aku benar orang yang sama saat pertama kali datang ke kastil. Aku memang memulai semua ini di kereta menuju kastil.
"Iya." Aku hanya menjawab seperti itu. Aku tidak ingin mengatakan hal lain, aku sudah benar-benar pasrah.
"Mendekat lah!" Aku pun dengan pasrah mendekat ke sumber suara tuan.
Lalu tangan tuan menyentuh bibir ku dengan sangat lembut. Aku juga merasakan sesuatu yang lain. Ada sebuah cairan yang tuan letakkan di bibir ku. Setelah tuan melakukan hal itu aku sadar bahwa yang ada di jari tuan saat tuan menyentuh bibir ku adalah darah.
__ADS_1
Kenapa tuan meletakkan darah di bibir ku.
"Itu adalah sumpah setia ku padamu."
Tuan mengatakan hal itu. Sumpah setia untuk apa, kenapa tuan harus bersumpah setia padaku. Bukannya dia penguasa di pulau ini.
"Keluarlah!"
Tuan membuka kunci di penjara itu. Setelah aku keluar, tuan menutup mataku dengan kain yang dia pakai untuk menutup matanya.
Aku tidak tau kemana tuan akan membawaku. Tapi aku tidak berjalan dengan kakiku melainkan di gendong oleh tuan sebenarnya aku ingin memberontak saat itu namun, firasat ku mengatakan bahwa itu bukan saat yang tepat.
Aku pun hanya mengikuti apa yang tuan katakan padaku, dan menerima semua yang tuan lakukan kepadaku.
Mungkin sudah sekitar 5 menit aku di gendong oleh tuan. Lalu aku pun di turunkan. Aku tidak tau di mana tepatnya aku di turunkan tapi yang pasti ini di depan kastil.
"Lihatlah dengan benar!"
Aku sangat terkejut saat tuan mengatakan hal itu. Lihatlah! Perintah untuk siap itu.
"Aku telah bersumpah setia kepadanya."
Apa ini, kenapa ini terlihat seperti pengumuman yang menegangkan.
"Jika di antara kalian ada yang tidak terima. Pergi sekarang dari pulau ini."
Ini sudah tidak benar, tunggu-tunggu.
__ADS_1
Aku melepas kan penutup mata yang berada di mataku.
Aku melihat seluruh penghuni kastil ada di bawah. Ternyata aku sedang berada di balkon. Semua terlihat sangat ketakutan. Ini salah kenapa semuanya seperti sedang di hukum.