
Mari lihat dulu aku akan di bawa kemana saat ini, jika memang dalam kondisi yang buruk selanjutnya. Maka aku akan mencoba segala cara untuk kabur.
Langkah kita itu mulai melambat, aku pikir ini sudah hampir sampai. Tampak jelas saat aku menginap di kaca kecil dalam kereta kuda. Ada kastil yang penuh dengan daun di tengah hutan.
Apakah ini tujuanku, aku akan di antar ke sini? Saat sudah sampai ada seorang lelaki muda menyambut ku dengan penuh semangat.
"Selamat datang nyonya." Ucapnya ramah.
Sepertinya situasi saat ini tidak seburuk yang aku bayangkanlah.
"Nyonya?" Tanyaku heran, kenapa dia memanggilku seperti itu.
"Tentu nyonya karena nyonya sudah menikah dengan tuan." Jawabnya.
Aku ternyata di nikahkan dengan pemilik kasti horor ini yah.
"Perkenalkan nama saya Bacchi, saya yang akan merus semua kebutuhan nyonya."
"Semua?"
"Benar, semua dari bangun tidur hingga tidur lagi."
"Terima kasih sebelumnya, bisa kah kamu menjelaskan semua situs di sini sekarang."
Bacchi menjelaskan semua situasi saat ini padaku. Aku adalah anak bangsa miskin yang di rawat oleh bibiku, Karena tidak bisa membayar kesatria yang sudah dia sewa akhirnya aku di jadikan jaminan oleh bibiku.
Dan sekarang aku menjadi istri dari kesatria mahal itu, awalnya bibi menawarkan untuk menjual semua organ ku namun, kesatria itu malah menolaknya dan meminta agar aku menikahinya saja.
Jadi bisa di simpulkan saat ini bahwa aku telah di buang ke orang yang tidak di kenal.
"Ayo masuk nyonya, saya akan menunjukkan kamar tidur nyonya." Ucap Bacchi.
Aku pun mengikutinya, dan ternyata aku tidak membawa satu barang apapun selain tubuh dan pakaian yang saat ini ku pakai.
Aku masuk perlahan ke dalam kastil itu, kastil itu sangat sunyi hanya ada aku dan Bacchi. "Apakah hanya ada kamu di sini?"
"Tidak, ada sekitar 25 orang yang tinggal di sini."
"Kenapa terlihat sangat sunyi?"
"Karena mereka sedang ada tugas di luar jadi yang tersisa hanya aku dan Isama."
"Isama?"
__ADS_1
"Benar, Isama dia bertugas memasak."
Jadi saat ini yang ada hanya lah Bacchi dan Isama. Sepertinya mereka semua orang baik.
Aku akan mencoba menikmati kehidupan di sini pelan-pelan.
Tidak buruk, hanya agak gelap. "Terima kasih sudah mengantarkan saya."
"Tentu nyonya, sudah menjadi tugas saya."
Baiklah, apa yang harus aku lakukan sekarang.
Aku mengelilingi setiap sudut kamar itu, tidak ada benda yang aneh. Hanya seperti kamar pada umumnya. "TOK... TOK..." suara ketukan pintu.
"Saya sudah menyiapkan air panas untuk nyonya mandi."
"Terima kasih."
Aku pikir Bacchi hanya bertugas menyiapkan air panas untuk mandi namun, aku sangat terkejut saat dia juga ikut ke dalam ruang kolam besar ini.
"Apa yang sedang kamu lakukan?"
"Memandikan!" ( terkejut )
"Benar, tugas saya adalah selalu mempersiapkan segala kebutuhan nyonya."
"Bisakah saya mandi sendiri saja, saya tidak terbiasa dengan hal itu."
"Apak ini perintah?"
"Iyah, ini perintah."
"Baiklah, saya akan undur diri sekarang."
Syukurlah dia mau menuju apa yang aku katakan, aku tidak bisa membayangkan jika aku di mandikan oleh seorang laki-laki.
Air ini sangat enak, baunya harum, hangat sangat pas. Bacchi sungguh ahli.
"Permisi nyonya, sudah waktunya nyonya untuk makan."
"Oh, baiklah."
"Saya akan membantu nyonya memakai pakaian."
__ADS_1
"Tidak tidak perlu."
"Apakah ini perintah?"
"Iya."
Bagaimana bisa dia masih berpikir untuk memakai baju untuk ku, untuk lah dia anak yang penurut. "Saya akan masuk nyonya untuk mengantarkan pakaian."
"Masuklah, tanpa melihatku sedikitpun."
"Baik nyonya."
Ini pas untuk ku, bagaimana bisa dia tau ukuran bajuku. Saat sudah selesai memakai baju itu aku pun keluar. Dan ada Bacchi yang menungguku di depan pintu.
"Mari nyonya saya antar."
Aku pun mengikutinya ke ruang makan, tapi ada yang aneh bukan seperti ruang makan kastil pada umumnya, yang ku lihat di cerita. Ini lebih seperti sebuah bar di isekai.
"Silahkan duduk nyonya."
"Terima kasih."
Saat itu aku juga untuk pertama kalinya melihat Isama. Karena namanya Isama aku pikir dia seorang wanita tapi ternyata salah Isama adalah seorang laki-laki muda.
"Silahkan di nikmati, jika seleranya tidak sesuai dengan anda. Akan saya ganti secepatnya." Tanpa ekspresi Isama hanya mengantarkan makanan itu kemeja.
"Senang bertemu denganmu Isama, Terimakasih karena sudah memasak untukku." Dia hanya menundukkan kepalanya sopan.
Aku menikmati semua makanan yang ada di meja, aku pikir Bacchi akan ikut makan bersamaku ternya tidak dia hanya duduk di depan tempat masak bersama Isama.
"Apakah kalian ingin bergabung bersamaku?"
Aku pikir mereka juga pasti lapar.
"Apakah ini perintah?" Lagi-lagi pertanyaan itu keluar dari mulut Bacchi.
"Tidak, itu bukan perintah melainkan tawaran."
"Jika itu adalah tawaran maka saya akan menerimanya dengan senang hati."
Syukurlah Bacchi mau menemani ku makan Bersama.
__ADS_1