
••••••••••••••••
akhirnya Raihan mengizinkan Dion untuk ikut mengantar Kayla.
Selama diperjalanan, Raihan selalu mendesah... seperti memikirkan Sesuatu dan sesekali melirik Kayla.
Kayla menyadari Raihan yang diam diam meliriknya.
"Rai. apa ada sesuatu yang ingin kamu katakan?." Tegur Kayla pada Raihan.
"tidak ada..." jawab Raihan pada Kayla.
"Hey bayi gede... kalau lagi nyetir harus Fokus dong." selah Dion dengan nada sedikit risih melihat Raihan melirik Kayla diam-diam.
"Berisik lo, masih untung gua ngak telantarin dijalanan lo." jawab Raihan Dingin.
Raihan berencana mengantar Dion terlebih dahulu, agar dia bisa lebih leluasa untuk berbincang dengan Kayla.
"turun...." ucap Raihan Dingin.
"kenapa langsung ke rumah gue." Tanya Dion ketus.
"iyalah, rumah lo dekat dengan sekolah, lo jalan aja pasti sampe. sana turun." Jawab Raihan santai.
Tanpa menjawab ocehan Raihan. Dion akhirnya turun dari mobil Raihan. Kayla hanya bisa diam melihat mereka berdua. Raihan pun menjalankan mobilnya untuk mengantar Kayla pulang.
"Kayla. apa aku bisa main kerumahmu?." Tanya Raihan dengan muka yang memerah.
"Tentu saja. kau boleh datang kapanpun yang kau mau." Ucap Kayla dengan senyum membuat Raihan semakin tersipu malu.
••••••••••••••
"makasih ya, udah nganterin." ucap Kayla.
Raihan hanya melemparkan senyuman pada Kayla dan menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
•••••••••••••
__ADS_1
Rumah Raihan
Sampainya Raihan dirumahnya. dia melihat ada sosok Pria paruhbaya. yang tak lain adalah kakeknya. Raut wajah yang tadi bahagia perlahan-lahan menghilang setelah melihat kakeknya.
"kenapa hanya berdiri? kau tidak mau menyapa kakekmu.?" Tegur kakek Jhon.
Raihan tidak menjawab pertanyaan kakeknya. dan berjalan menuju kamarnya.
"Aku akan membawamu ke Paris. kau akan tinggal denganku.. jadi kau harus menggikuti kemauanku." Lanjut Kakek Jhon Dingin.
"Aku tidak akan mengikutimu, dan jangan Harap kakek bisa membawaku pergi dari sini." jawab Raihan tak kalah dingin dari kakeknya.
Kakek Jhon sangat emosi mendengar jawaban dari cucu satu-satunya. dan akhirnya dia melangkah kearah Raihan.
"Plakk." satu tamparan yang melayang kepipi Raihan...
"Karena sikapmu ini. aku ingin membawamu.. Terisa dan Hans tidak tau cara mendidik anak hingga menjadi berandalan seperti ini." Jawab Kakek Jhon dingin.
Tanpa memjawab ocehan Kakeknya Raihan masuk kemarnya dan mengganti pakainya lalu hendak keluar Rumah.
"aku tidak tahan dirumah jika ada kakek. jangan urusi urusanku." Jawab Raihan sambil melangkah keluar rumah..
Raihan melajukan mobil. Dengan perasaan Terluka, dia tidak bermaksud bersikap dingin dengan kakeknya.. hanya saja dia sudah terlanjur membenci Kakeknya.
karena tidak tau kemana arah yang akan di tujuh, akhirnya dia memutuskan untuk kerumah kayla.
••••••••••••••
Rumah Kayla
Raihan telah sampai dirumah Kayla dan memencet bel yang ada didepan pintu rumah.
"eh, den Raihan. cari non Kayla ya?." Tegur Bibi yang membuka pintu untuk Raihan.
"iya Bi, Kayla nya Ada?." Tanya Raihan dengan rama.
"iya ada, mari den Bibi antar." ujar Bibi ira.
__ADS_1
"tidak perlu bi, saya bisa sendiri." jawab Raihan sambil melangkah masuk kedalam.
•••••••••••••••
"Hey, boleh aku pinjam Kayla?." ucap Raihan ketus, yang tengah berjalan kearah Nisa dan Evan.
"Eh, Raihan. Iya boleh." jawab Nisa.
Raihan tidak membalas ucapan nisa, hanya melemparkan senyuman dan bejalan mendekati Kayla..
"ya ampun, Raihan tersenyum??? ini pertama kalinya aku melihatnya tersenyum, dia menjadi sangat tampan." Ucap Nisa dalam batinnya.
Raihan menarik tangan Kayla dan membawanya keluar rumah dengan tergesah gesah.
"Raihan, kamu menyakitiku, genggamanmu sangat kuat sampai-sampai menyakiti pergelangan tanganku." Ucap Kayla sambil menarik tanganya yang dipegang oleh Raihan.
"maafkan aku, aku tidak maksud menya__." Kata Raihan yang terhenti karena tangan yang kecil nan lembut itu menyentuh pipinya.
"Rai, ada apa dengan wajahmu? kenapa bisa seperti ini? apa kau sedang bertengkar dengan seseorang hingga dia memukulmu?." tanya Kayla yang Khawatir sambil memegang pipi Raihan
tanpa sadar Raihan menitikan Air matanya, dia merasa dunianya Hancur. Kayla merasakan Apa yang tengah di alami oleh Raihan.
"Kayla, bisa kah kau menemaniku sebentar saja." ucak Raihan yang berbaring pangkuan Kayla sambil menutupi matanya.
"aku akan menemani sampai pikiranmu membaik." ucap Kayla sambil mengelus kepala Raihan..
"Rai, mukamu terluka, sebaiknya aku ambil obat untuk mengobati lukamu." ujar kayla sambil memegang wajah Raihan yang ditampar oleh kakeknya.
"tidak perlu. cukup ada kau disampingku itu sudah seperti obat bagiku." selah Raihan menatap Kayla. sambil bangun dari tidurnya
"Kayla, tidak bisakah kau mencintaiku juga? aku sangat mencintaimu. aku takut kehilanganmu. saat pikiranku kacau, aku langsung teringat olehmu." lanjut Raihan sambil memeluk Kayla.
Kayla hanya terdiam mendengar pengakuan dari Raihan, pikirannya menjadi tak karuan. Kayla merasa sedang bermimpi.
Hati kayla menjadi Deg-deggan Saat dipeluk Raihan.. dan kayla merasakan kenyamanan saat berada dekat Raihan, seperti ada sesuatu yang memaksa masuk kedalam Hatinya......
{Mohon Maaf Ya🙏🙏 Terlalu Banyak Typonya. Jangan Lupa Like Dan Komentarnya ya Teman"}☺
__ADS_1