
Nisa dan Kayla kelelahan karena tertawa mati matian melihat Evan yang sedang kesal. akhirnya Kayla memutuskan untuk menghampiri Raihan dan Dion. sementara Nisa pergi mengampiri Evan.
saat Kayla menaiki anak tangga terakhir. ia mendengar suara tawa Raihan dan Dion.. mendengar suara itu kembuat Kayla penasaran, akhirnya ia memutuskan untuk menguping pembicaraan mereka.
"udah udah.. cukup tertawanya.. tapi sumpah gue ngak taga... ingin rasanya memeluknya saat dia merasa bersalah. tapi biarin aja. itu pelejaran untuknya." ucap Raihan.
"hahaaha iya, sama. gue juga gemas..Dah lah, biarin aja sekali kali kita kerjain.. lumayan untuk balasan jalan kaki.." Ucap Dion.
"yaudah. terus gimana nih.. dramanya masih lanjut nih?. gue sih maunya lanjut." Tanya Dion.
"yakin lo Yon?. gue sih ngikut aja.. tapi Gue pengen manja manja dengan Kayla. yaudah deh kita terusin aja." jawab Raihan.
Kayla pun membuka pintu dengan kasar dan langsung masuk begitu saja.
"udah puas dramanya?" ucap Kayla dingin
"kay___" panggil Raihan terpotong.
"APA!!!." kesal Kayla.
"maaf Kay. oke kita salah tapikan kamu juga salah ninggalin Kita berdua.." belah Raihan.
"oh. mau bales dendam? mau cuekin aku.. ngambek ngambekan.. karna aku salah dengan Hormat mohon maaf sebesar besarnya." ucap Kayla.
"kay. maafin kita yaaa,, kita nyesal.."
"aku ikutin permainan dia". Dion menunjuk kearah Raihan yang ketakutan.
"SUDAH CUKUP!!...sekarang kalian berdua turun untuk makan malam. lalu pulang kerumah kalian masing-masing.." ucap Kayla dengan emosi dan kembali membanting pintu kamar.
Raihan dan Dion pun saling pandang. ada rasa ketakutan saat melihat kayla emosi.... merekapun bergegas keluar kamar mengejar Kayla tanpa memperdulikan orang di sekitarnya.
"Main kejar kejaran ya?" tanya Evan melihat Raihan dan Dion.
__ADS_1
"entahlah.. gue mau cari Kayla.." Nisa pun berjalan kearah dapur. karena tau bahwa kayla berada didapur..
"terus gue gimana?"
"lo bukan anak kecil lagi ya van.... lakuin apa yang bisa di lakuin." teriak Nisa membuat Evan kesal.
Raihan dan Dion belum menemukan keberadaan Kaila. hampir diseluruh bagian rumah mereka mencari, tapi hanya satu tempat belum mereka periksa..
karena kelelahan mencari Kaila akhirnya mereka memutuskan untuk istrahat sejenak di depan tv.
"udah selesai pak, kejar kejarannya?" ucap Evan sambil menikmati cemilannya.
"buta ya?" kesal Raihan mengambil cemilan evan.
"enak benar tuh tangan main ambil makanan orang. ngak liat apa mata gue masih normal." ucap Evan tidak terima dengan perkataan Raihan.
"bisa diam ngak??" Dion mulai kesal
"santai bro.." ucap Evan sambil mengangkat kedua jarinya berbentuk v
"oh iya Kayla. tau ngga dia ada dimana?." tanya Raihan yang baru saja mengingat Kaila.
"noh di dapur bareng bi ija dan nisa..." jawab Evan menikmati cemilan tanpa melihat ke arah Raihan dan Dion.
"bilang dong dari tadi.." ucap Rahian dan Dion barengan sambil memukul Evan yang sedang asyik ngemil.
"WOI.. BUKANNYA BILANG TERIMAKASIH MALAH MUKUL.. KAGAK ADA AKHLAK LU BERDUA." teriak Evan kesal.
"tuh kan.. gara-gara dua sejoli itu makananku jatuh." gumam Evan sambil membersikan makanan yang terjatuh.
Mereka melihat Kayla menyiapkan makanan diatas meja dan dibantu oleh nisa dan bi ija..
"eh. baru juga bibi mau panggil. udah dateng aja den. ayo sini duduk." ucap Bi Ija mempersilahkan Raihan dan Dion..
__ADS_1
"Evan biar aku yang panggilin." ucap Nisa
semua sudah berkumpul di meja makan. tidak ada suara yang keluar dari mulut kayla, Raihan dn Dion. hanya Nisa dan Evan yang tidak henti hentinya bertengkar di meja makan.
"Woi Van. bisa ngga kalau makan tuh jangan main ponsel mulu." kesal Nisa.
"cemburu yaaaa.... suka hati aku lah kenapa lu yang sensi.." ledek Evan.
"pede banget jadi cowok. kay.. kok kita bisa temanan sama cowok kek gini sih... lo dari planet lain yaa Van... kepedean mencapai klimaks." ucap Nisa.
"Kalian mau makan atau lanjut bertengkar. kalau masih mau lanjut nanti aku siapin ring buat kalian berdua. tinggal pilih aja.. mau bertengkar pakai pakai apa? kampak, mesin pemotong rumput, atau mau pakai pistol." ucap Kayla dengan tersenyum jahat pada kedua temannya.. membuat Nisa dan Evan saling memandang dan saling menyalahkan dengan melemparkan masing masing ekspresi kesal.
sementara Raihan dan Dion. saling lirik dan melemparkan kode.. seketika mereka berdua beranjak dari meja makan dan langsung mendekatkan diri dan meminta maaf pada Kayla. di luar dugaan Kayla, bahwa Raihan dan Dion sampai memohon ampun dengan duduk dihadapannya seperti anak kecil yang dihukum karena ketahuan melakukan kesalahan pada ibunya.
"he,-heiiii.. apa yang kalian lakukan. ayo berdirii.." ucap Kayla pada mereka berdua..
"Ada apa ini?? bukannya makan malah duduk dilantai. kalian bedua kenapa sih." tanya Evan yang tidak mengerti situasi.
"DIAMMM". Ucap Raihan dan Dion barengan. langsung membuat Evan menutup rapat rapat mulutnya dan melanjutkan menyantap makanannya.
"Kay.. kita berdua salah.. jadi jangan marah yaa. kamu bisa lakuin apa aja atau minta apa aja asal kamu ngga maralah lagi. kami benar-benar nyesal" ucap Rehan dan di anggukan dengan Dion.
"apa aja??" tanya Kayla dengan senyum yang tak biasa membuat keduanya ketakutan. tapi mereka menganggukan kepala mereka sebagai jawaban.
"tapi permintaannya jangan yang aneh-aneh ya sayang." ucap Dion
"sayang sayang. siapa yang lo panggil sayang? kayla?. sadar bosss dia pacar gue.." Kesal Raihan menatap Dion dengan tatap membunuh.
"uhhh tuhkan. belum berapa lama bertengkar lagi. kapan sih akurnya. aku mau kalian berdua akur.. aku juga minta maaf karena meninggalkan kelian begitu saja.. untuk permintaanku yang aneh-aneh itu lupakan saja.." ucap Kayla menyerah.
"hah? aneh-aneh. berarti di otak kecil kamu itu sedang merencanakan hal anehnya." ucap Raihan yang langsung berdiri dengan wajah sedikit kesal begitu pula dengan Dion.
"mmm ngga ngga. udah makan yuk. makanannya udah mau dingin.. hehehe." Kayla langsung berdiri dan membawah Raihan dan Dion ketempat duduk mereka.
__ADS_1
"wah... dasarr cewek.. ngga perna mauh mengalah." kesal dion dan di anggukan oleh Dion Dan Evan.
"Kesal kan. memahami cewek butuh 40 bab. ngga deh 500 bab kali.. cewek kerjanya menindas cowok." sambung Evan yang ikutan kesal. membuat Nisa dan Kayla menatapnya..