
merasa ada tatapan tajam dari Kayla dan Nisa. Evan kembali diam dan menyantap makanannya..
Raihan dan Dion pun balik kerumah mereka masing masing setelah selesai makan. sedangankan Nisa dan evan tinggal dirumah untuk menemani Kayla sampai kedua orang tuanya kembali ke indonesia.
kini mereka berlima kembali menjalankan aktifitas mereka sebagai siswa. libur yang panjang telah usai.
saat memasuki halam sekolah.. semua mata tertujuh pada mereka berlima. pasalnya salama ini mereka hanya melihat pertengkaran antara Raihan dan Dion dan membuat jarak pada evan. berbeda dengan sekarang. saat ini mereka bercengrama ria sambil berjalan memasuki sekolah bagaikan sahabat yang sudah terjalin ramah.
berbeda dengan Kayla dan Nisa. mereka
merasah risi menjadi bahan tontonan satu sekolah. walaupun sering dilihatin siswa lainnya namun kali ini berbeda. para indolah sekolah bersatu..
sesampainya mereka dikelas. terlihat jelas wajah murung kayla. namun tidak ada yang perduli dengan moodnya kecuali nisa.
saat masuk pelajar tiga sejoli itu tidak memperdulikan Kayla dan Nisa. mereka bertiga sibuk kerja sama untuk menyelesaikan tugas dan untuk pertama kali Raihan ingin fokus pada pelajaran. bahkan sampai kelas selesai mereka bersikap bodo amat berasa dunia hanya milik mereka bertiga.
"kenapa hemm? cemberut gini." tanya nisa sambil mencubit pipi mbem kayla. Kayla hanya menatap nisa dengan cemberut lalu beralih melihat Raihan Dion dan evan yang sedang asyik bermain bersama.
__ADS_1
"huffftt." kayla mendesah kesal karena merasa terbaikan. melihat Kayla membuat Nisa paham dengan Mood kayla saat ini..
Nisa pun meninggalkan Kayla sendiri dan ikut bergabung dengan teman laki-lakinya.
"gaess.. bahas apaan sih?? asik bener. gabung dong." sela Nisa merangkul pundak Dion dan Evan.
"apaan sih" kesal mereka berdua sambil melepaskan rangkulan Nisa.
"ganggu tau ngga. lagi asik gini. kapan sih kamu tuh ngasi aku waktu sedikit aja buat bahagia? Nisaa aku pengen tenang jangan digangguin dong." kesal Evan pada Nisa. menurutnya Nisa bagaikan penganggu kebahagiaannya. namun sebenarnya dia sayang pada nisa begitu juga dengan Kayla. Evan sudah menganggap keduanya sebagai adik dan harus dia jaga.
"oh jadi gitu. ternyata pikiran kamu gini ya selama ini.. tenang aja. aku bakal buat kamu bahagia.. akan kuberi full spoiler anime yang belum kamu tonton. hahahahah" ucap Nisa dengan tertawa jahat lalu meninggalkan mereka bertigaa.
"Sa?? kamu ngga papa?"
"kapan Kay?? kapan? kapan dia akan melihatku sebagai wanita? berapa lama lagi aku seperti ini?" kesal Nisa dan menangis terisak-isak memeluk Kayla, Kayla pun membalas pelukan Nisa dengan mengelus-elus pundak sahabatnya itu untuk menenangkannya.
kayla sangat bingung di buat Nisa, dia? siapa dia? sejak kapan Nisa menangis hanya karena seseorang tidak melihatnya sama sekali. begitu banyak pertanyaan yang ada di kapalanya untuk Nisa. tapi melihat kondisi Nisa sekarang sepertinya kurang baik jika langsung bertanyan.
__ADS_1
"Sa.. pelajaran terakhir ngga masuk. kata gurunya bisa pulang lebih awal. mau pulang lebih awal nggak?" ajak Kayla dengan hati-hati dan di angguki oleh Nisa.
Nisa pun langsung bergegas mengambil tasnya dan langsung berjalan keluar kelas tanpa menunggu kayla. saat kayla mengrjarnya ia sempat berhenti dengan Tiga sejoli itu.
"Han. Raihan, aku pulang deluan ya bareng Nisa. dia udah nungguin di parkiran." ucap Kayla.
"lah, kapan keluarnya tuh anak. kok aku ngga tau?. terus aku gimana dong. aku bareng kalian ya.!" ucap Evan.
"ngga mau aku anter? sekalian aja." usul Raihan.
"ngga. kami para cewek juga ingin punya waktu berdua tanpa cowok. dan Evan, toh ada dua makhluk gaib di semping kiri kanan kamu, mereka bisa tuh anterin kamu pulang." Tolak Kayla dengan tegas.
"maksudnya dua makhluk gaib tuh aku sama Raihan? ngga liat kita kesat mata gini?.." selah Dion.
tanpa membalas perkataan Dion, Kayla pun bergegas ke perkiran takut Nisa menunggunya terlalu lama.
sampai di parkiran Kayla mencari-cari Nisa. ternyata Nisa sudah berada dalam Mobil dan menangis sejadi-jadinya.
__ADS_1
"lah. bukannya mobilnya aku kunci ya? kok dia bisa di dalem?" tanya Kayla pada dirinya sendiri sambil mencari-cari kunci mobilnya. ternaya memang tidak ada kunci dengannya. ia pun memutuskan masuk ke dalam mobil.
"kita langsung jalan aja ya" ucap Kayla saat masuk kedalam mobil dan di angguki oleh Nisa.