
•••••••••••••
Ke Esokkan Harinya
mereka semua berkumpul dirumah Kayla. Tetapi Raihan belum juga muncul, Kayla sempat kesal, berpikir Raihan tidak akan datang.
"sudahlah Kayla, Raihan tidak akan datang." ucap Evan.
"Tidak, Raihan bukan orang yang tidak menepati janjinya, dia pasti datang. aku yakin itu. jadi tolong, tunggulah sebentar saja." jawab Kayla dengan gelisa.
beberapa menit kemudian, akhirnya Raihan datang. Alasan Raihan lambat datang karena ketiduran.
"Kenapa belum berangkat!?." tanya Raihan dingin.
"kami menunggumu. Berandalan." Gerutuh Dion.
"gue ngak suruh lo nunggu gue, Upil." Ucap Raihan sambil memukul kepala Dion.
"apa lo bilang." ucap Dion kesal.
"upil!.... upil..." ucap Raihan Kesal.
"kerangajar lo ya, emang pantes gue mangil lo berandalan." ucap Dion membalas pukulan Raihan.
Raihan dan Dion akhirnya berantam.... tidak ada hari tanpa berantam... Kayla bingung harus berbuat apa pada mereka berdua.
"ehemm, masih mau lanjutin pertengkarannya?." selah Kayla, sambil menjewer kuping Raihan dan Dion..
"aa--aaa ampun Kayla." ucap mereka serempak.
"wow, ini moment langka, Raihan minta ampun sama Kayla." Nisa yang terkejut menyaksikan Kayla, menghentikan pertengkaran Raihan dan Dion.
"sudalah. kalian bukan anak kecil lagi, masa mau berantam terus, nggak malu apa dilihatin sama anak kecil." sambung Evan dengan santai. membuat kedua pria itu menjadi kesal dan mendekati Evan.
"Apa lo bilang, lo mau mati ya." ucap Raihan dan Dion serempak yang mendekati Evan.
"kalian yang cowok. mau niat pergi apa ngak sih? mau kita tinggal? yaudah kalau mau berantem silahkan dilanjutin. Nisa yuk, kita berdua aja yang pergi." ujar Kayla yang sudah lelah menghadapi mereka.
Kayla pun meninggalkan mereka yang sedang bertengkar. mendengar perkataan Kayla, akhirnya mereka berhenti bertengkar dan mengejar Kayla dan Nisa....
•••••••••••••••••
Saat tiba ditaman Bermain, mereka banyak menghabiskan waktu bersama,....
__ADS_1
"Heii, gimana kalau kita pisah disini, nanti kumpul disini lagi saat kembang api mau dinyalakan." saran Evan.
"Tumben otak lo berfungsi." ucap Raihan dengan Datar.
"ok, gue setujuh." sambung Dion.
"kalau gitu. gue sama Nisa." lanjut Evan.
"Geu sama Kayla. upil sendiri aja, dia udah gede." Ucap Raihan sambil berjalan mendekat Kayla.
"Dasar bayi manja. biar Kayla yang nentuin dia mau sama siapa. Kayla. kamu mau sama aku atau bayi gede?." tanya Dion sambil menatap kayla. Raihan pun ikut menatap Kayla.
"mmm kalau begitu kami pergi ya, kalya selamat sibuk memilih ya." selah Nisa sambil memegang tangan Evan untuk menjauh Dari mereka.
"aduh. gue paling ngak bisa kalau disuruh memilih antara mereka berdua."
"tidak, aku tidak akan memilih di antara kalian berdua. bagaimana kalau kalian yang mengikutiku." ucap Kayla sambil menggandeng tangan mereka berdua dan lembut.
"Baiklah, kalau begitu pertama-tama kita naik wahana." ujar Raihan.
"nggak, kita harus naik komedi putar." sambung Dion.
"wahana." ucap Raihan dengan kesal
"wahana." ucap Raihan semakin kesal.
"kome______ " kata Dion yang terhenti
"Stop...... kali ini kalian berdua harus mengikuti kemuanku, jadi jangan bertengkar ya, atau tidak aku akan pergi mencari Evan dan Nisa dan meninggalkan kalian berdua." selah Kayla menghentikan pertengkaran mereka dengan lembut.
"Baiklah." lirih mereka dengan nada yang sedikit murung..
"Akur seperti ini kan bagus. mmmm aku lapar, yuk kita ke toko roti yang disana." ujar Kayla sambil menarik tangan mereka berdua.
•••••••••••••••
sampainya mereka di Toko roti, mereka melihat-lihat yang ingin mereka pesan..
"mbak, saya mau Donat rasa coklat satu." ucap Kayla pada pelayan toko.
"saya Rasa Vanila." sambung Dion.
"Gue rasa stroberi." ucap Raihan dengan dingin.
__ADS_1
"baiklah." ucap pelayan toko itu.
••••••••••••
setelah memesan donat, mereka akhirnya pergi untuk mencari tempat duduk...
"Kita duduk disini ya." ucap Kayla sambil mengeluarkan Donat yang tadi dia pesan, begitu juga dengan Raihan dan Dion.
"La, mau cobain yang rasa coklat ngak.?" ujar dion.
"boleh, sini gue cobain." ucap Kayla.
"wahh,,, enak banget yon. lain kali gue juga mau beli yang rasa coklat." jawab Kayla dengan senyum
melihat ekspresi wajah Kayla yang tersenyum karena mencicipi donat Dion, membuatnya kesal.
"nih, cicipi juga punya gue, punya gue lebih enak daripada dia." ucap Raihan dengan ketus.
"Dasar bayi gede..." ejek Dion pada Raihan.
"apa lo bilang." tanya Raihan dengan kesal.
"Bayo gede, bayi gede." ejek Dion.
akhirnya mereka kembali bertengkar hanya karena masalah sepeleh. Kayla sudah tidak mampu menghadapi mereka, dan membiarkan mereka bertengakar, layaknya kucing dan tikus.
"Raihan, Dion, aku haus. tapi malas gerak" ucap kayla, setelah Dion dan Raihan selesai bertengkar.
"baiklah, karena kamu cewek, Dion yang pergi cari air, dan gue yang nemanin lo disini." ucap Raihan dengan santai...
"nah, gue setu__ eh bentar. lo bilang apa tadi??" tanya Dion yang tidak sadar dengan perkataan Raihan.
"gue bilang, lo yang nyari air buat kita berdua. gue nemanin Kayla disini." jawab Raihan...
"enak aja lo ngomong bayi gede. gue yang disini nemanin Kayla, lo yang pergi cari air." sambung Dion.
"kalau gue bilang lo ya lo." ucap Raihan kesal.
"yaudah, kalau kalian tidak ada yang mau mengalah, biar aku sendiri yang cari air buat kalian berdua." selah Kayla karena tau, unjung dari perdebatan mereka adalah berantam.
"jangan, baiklah, kali ini gue mengala sama anak bayi." ucap Dion dan lekas pergi mencari air buat mereka.
•••••••••••••••••••
__ADS_1
{Mohon Maaf🙏🙏 Ya, Terlalu Banyak Typo nya. Jangan lupa Like Dan Komentarnya ya Teman"}