
••••••••••••
Seiring berjalannya waktu, Dion dan Kayla semakin dekat, layaknya orang pacaran. sering istirahat bareng, pulang bareng, keluar bareng dan bahkan jika waktu liburan tiba, kadang Dion menggikuti Nisa dan Evan main kerumah Kayla.
"Kayla, Evan, Dion, ke kantin yuk, udah laper nih." rengek Nisa pada sahabatnya
merekapun meninggalkan kelas, menuju kantin, mereka hanya membeli beberapa makanan dan minum lalu kambali lagi kekelas.
Selama mereka berjalan menuju kelas, tidak biasanya siswa-siswa berkumpul sambil berbisik-bisik dengan raut wajah yang ketakutan.
"Waduh gawat nih, masa skorsing Raihan udah selesai," kata salah satu siswa yang berkumpul.
"iya, habislah kita." sambung siswa yang lain
"ya, walaupun Raihan sangat ganteng, tapi aku belum siap dilempar dari lantai dua TT" ucap siswi yang juga ketakutan....
"Hmm, siapa Raihan? kok semua orang takut padanya? emang Raihan itu menakutkan ya!?" Tanya Kayla pada batinnya
"Hmmm, ternyata keributan ini disebabkan kembalinya Raihan, karena masa skorsingnya sudah selesai huuft." kata Dion sambil menghela nafas.
"mmm, Raihan? siapa Raihan!? dan orangnya seperti apa Dion!?." Tanya Kayla pada Dion,
"BRUKKK" makanan dan minuman yang dipegang Kayla terjatuh, akibat senggolan Dari pria yang sangat Tampan,
__ADS_1
"Hei! jangan berdiri di jalan dong! ngalangin jalan orang saja." Ucap Raihan dengan nada tinggi dan menatap dingin kayla.
"hah!? kamu bukannya minta maaf malah nyalahin orang, kamu yang seharusnya jalan pakai mata. ngak liat apa kalau gue dari tadi berdiri dipinggir. bukan ditengah jalan pak." ucap Kayla pada Raihan dengan sedikit menekan bagian pak. sambil menahan emosinya.
melihat tingkah Kayla, membuat semua orang kaget, pasalnya baru pertama kali ada orang yang membentak balik Raihan.
"Aduh, Kayla bakal dalam masalah nih, hey siapa pun tolongin Kayla." ucap dari siswa yang ikut menyaksikan mereka berdua.
Raihan semakin emosi mendengar perkataan Kayla, sampai-sampai Raihan mengangkat kera baju kayla. untungnya ada Dion yang menghentikan aksi Raihan.
"Han, lo apa-apaan sih, jangan pukulin cewe dong." tegas Dion membuat Raihan melepaskan tangannya dari Kayla.
"Jangan sampai gue, liat lo muncul dihadapan gue lagi, kalau sampai gue melihat lo, gue ngak bakal lepasin lo." ucap Raihan pada Kayla tanpa mendengarkan perkataan Dion
"Hahahah." tawa Kayla terbahak bahak,.
"Nih makanan gue, buat lu aja, gue ikhlas kok,". kata Kayla, pada Raihan dengan menghentikan tawanya
"la, kok lo kasih ke dia sih" bisik Nisa pada Kayla.
"udah nih, ambil aja, ngak usah sungkan sama gue, pakai muka galak segala. gue ngak bakal takut sama lo meski lo bentak gue, udah nih ambil, daripada lo mati kelaparan." ucap Kayla tanpa mempedulikan bisikan Nisa dan menarik tangan Raihan untuk mengambil makanannya
"yaudah, gue ambil karna lo maksa, tapi untuk kali ini aja." jawab Raihan dengan ketus sambil menarik tangannya yang dipegang oleh kayla. dan pergi meninggalkan mereka.
__ADS_1
••••••••••••••
Mereka yang terheran heran pada kelakuan kayla,,, merasa tak percaya bahwa Kayla sama sekali tidak takut pada Raihan,, membuat kedua sahabatnya pusing.
"la,,,, la,,, kayla, kok lo kasih makananya ke dia, padahl dia udah jahat sama lo," ucap Nisa dengan kesal.
"iya nih. lo hampir aja mati karena dia tau ngak." sambung Evan dengan nada yang kesal.
"iyadeh iya, maaf ya, emang dia siapa kok kalian seperti takut melihatnya, dan juga siapa Raihan yang tadi kalian sebut-sebut."
"huuft," Dion menghela nafas.
"Dia Raihan, kayla" kata Nisa
"Dia Raihan!? maksudnya gimana ya!?" kata Kayla dengan tanda tanya
"iya, dia Raihan,,, orang yang tadi bertengkar denganmu." lirih Dion
sebenarnya Dion juga tidak perna takut ada Raihan, karna Dion perna bersahabatan dengan Raihan, karna suatu kejadian membuar Raihan sangat membenci Dion
"What,,, jadi selama ini lo ngak kenal Raihan ya?" kata Evan
"iya, gue ngak kenal Raihan tuh yang mana, dan gue baru tahu hari ini, itupun dari kalian, tapi menurut gue Raihan bukan orang yang kejam seperti yang mereka bilang, melainkan seperti orang yang butuh teman." ucap Kayla dengan lantang. sambil berjalan menujuh kelas.
__ADS_1
mereka pun kembali kekelas, dan kayla terus menerus memikirkan Raihan, karena baginya Raihan sebenarnya orang yang baik.....