
••••••••••••••••••
Melihat hal yang tidak biasa dijumpainya. Evan akhirnya memutuskan akan membantu mereka berdua, untuk mengambil hati Kayla agar tidak marah lagi. Kerena ini pertama kalinya bagi Evan Menolong dua pria tertampan disekolahnya.
"Baiklah... aku akan bantu... pertama-tama kalian berdua harus baikkan." Ujar Evan untuk membuat mereka berdua baikkan.
Raihan dan Dion akhirnya baikkan walaupun itu terpaksa. demi Kayla.
"nah. Raihan coba kamu telfon Kayla." ucap Evan menyuruh Raihan.
Tanpa menjawab perkataan Evan. Raihan Langsung mengambil ponselnya untuk menelfon Kayla.
"terus... gue harus ngapain Van?." tanya Dion cemberut.
"lo diam aja dulu. kalau Kayla nggak angkat nanti malam kita kerumahnya." jelas Evan.
"maaf. nomor yang anda tuju, sedang sibuk.. silahkan tinggalkan pe____" Raihan langsung mematikan panggilan. karena Kayla tidak mengangkatnya..
"sial... kenapa dia tidak mengangkatnya." ucap Raihan kesal sambil membuang handphone nya...
"itu karena dia sudah sangat marah. coba Dion yang telfon Kayla." Ucap Evan santai.
Dion langsung mengambil handphone nya. dan menelfon Kayla. namun hasilnya tetap sama...
karena sudah cukup kesal diabaikan oleh Kayla. Raihan langsung mengambil handphone Dion, yang sedang dipegang Dion.. dan membuang handphone Dion seperti dia membuang handphone nya.
"Anjayyy, handphone gue kenapa lo buang." ucap Dion kesal sambil menjintak kepala Raihan.
"handphon lo rusak. jadi dibuang aja, udah nggak guna lagi." jeas Raihan dengan wajah malas..
"enak aja lo ngomong.. gimana kalau Orang tuaku menelfon. lo mau tanggung jawab?." ucap Dion kesal.
"Anak mami. tenang nanti gue beliin yang baru.. yang lebih canggih. biar nggak dirijek lagi." jawab Raihan sambil menepuk nepuk Bahu Dion..
"tidak perlu,... gue juga punya uang buat beli handphone yang lebih Canggih." jawab ketus Dion dengan sedikit ejekkan. sambil mengambil handphone nya...
"pantesan saja, kayla ngambeknya lama. ternyata kesusahan mengurus 2 bayi." celetuh Evan dalam batinnya.
"sudah... dari pada berantam terus, mending kalian pulang, nanti malam kita kerumah kayla."
__ADS_1
mereka akhir pulang tanpa berhasil mengambil hati Kayla yang sedang marah..
•••••••••••••••
**Malam
Rumah Kayla**
mereka akhirnya berkumpul dan pergi kerumah Kayla. mereka menekan bel rumah Kayla. dan yang membuka pintu untuk mereka adalah Nisa.
"Nisa. Kayla mana???." tanya Evan.
"Lagi ngemil didalam." Jawab Nisa.
"Nis.. Siapa yang datang?." teriak Kayla dari dalam.
"Evan, Kay.." ucap Nisa dengan nada agak sedikit keras.
"tumben tuh anak nggak langsung masuk.." ucap Kayla sambil berjalan menujuh teras.
Saat kayla sudah berada di teras. dia sempat kaget. karena Evan datanganya barengan dengan dua makhluk yang membuatnya kesal.
"Maaf. Anda salah orang...." ucap Kayla Ketus.
"Kayla.. ayolah.. aku pacarmu. tidak mungkin aku salah orang." ucap Raihan.
"kay,, kita janji nggak bakal berantam lagi." selah Dion..
melihat tingkah mereka berdua. membuat Kayla gemas. Akhirnya Kayla memutuskan untuk mengerjai mereka berdua....
" ehmm, pacar? aku nggak punya Pacar... emang kalian berdua punya salah ya denganku?." tanya Kayla dingin. tentunya dia sedang berbohong.
"ayolah... masa benaran, kau mau mencampakan kita bedua.." celutuh Raihan..
"udah Ah,, aku kesal sama kalian berdua. pulang sana. aku mau tidur." ulas Kayla pura-pura kesal..
"Kayla. aku benar-benar minta maaf. dia yang mulai deluan." ucap Dion menyesal.
"iya-iya aku udah maafin kamu yon,." ucap Kayla dengan senyum.
__ADS_1
"Aku dimaafin juga??" Tanya Raihan semangat. namun di abaikan oleh Kayla.
Kayla berniat untuk mengerjai Raihan lebih lama. agar Raihan tidak mengulanginya lagi... karena hanya ini jalan satu-satunya agar mereka tidak berantam setiap ketemu..
"Terimakasih Kayla. kalau begitu aku pulang dulu,.. soalnya aku harus nemenin ibuku." ucap Dion pergi meninggalkan mereka semua...
Evan dan Nisa sudah masuk kedalam. menikmati cemilan yang ada diatas meja. Kayla pun ikut masuk kedalam rumah, dan di ekor Raihan..
Raihan tidak ingin jauh dari kayla. seperti anak yang haus akan kasih sayang...
"sweety,, aku minta maaf.. jangan abaikan aku." rengek Raihan sambil memeluk tangan Kayla...
"lepas... kamu sudah membuatku kesal, Rai." ucap Kayla masih pura-pura ngambek..
Nisa dan Evan tau kalau Kayla sedang pura-pura marah.. mereka memutuskan masuk kekamar masing-masing untuk tidur. berhubung Nisa dan Evan menginap dirumah Kayla sampai ayah dan ibu kayla balik dari korea.
"kay,, kita ke atas deluan ya. kalian berdua, selesain aja masalah kalian dulu. yuk Van. nggak usah ngemil terus ntar berutmu jadi buncit." ucap Nisa sambil menarik tangan Evan.
mereka berduapun pergi kekamar. dan yang tersisah diruang tengah hanya ada Raihan dan Kayla...
"Apa kamu akan mengabaikanku selamanya?" ucap Raihan cemberut.
Kayla sudah tidak tahan melihat Raihan yang cemberut seperti bayi itu. membuatnya gemas.
"kenapa kau begitu imut.? itu membuatku sakit hati." Ucap Kayla sambil memegang kedua pipi Raigan. membuat Raihan menatapnya.
"Maafkan aku,,, karena pacarmu ini sangat imut... apa kau masih marah denganku?." ucap Raihan. sambil memegang tangan kayla yang berada di pipinya.
ucapan Raihan membuat Kayla tersenyum bahagia karena memiliki pacar yang imut dan tampan,,..
"Aku tidak bisa marah denganmu Rai. aku hanya kesal. kamu tidak mendengarkan perkataanku kemarin." jelas Kayla dengan nada yang lembut.
"itu sama saja, kau masih marah denganku." gerutuh Raihan.
"baiklah. aku sudah memaafkanmu. jadi jangan cemberut lagi ya.. sekarang aku lapar, kita makan yuk. tadi bi ira sudah memasak makanan." ucap Kayla menarik tangan Raihan. dengan tergesah-gesah...
setelah mereka selesai makan. mereka duduk sejenak.. Raihan memutuskan untuk pulang karena dia sudah terlalu lama diruma Kayla..
••••••••••••••••
__ADS_1
{Mohon Maaf Ya🙏🙏 Terlalu Banyak Typonya. Jangan Lupa Like Dan Komentarnya ya Teman"}☺