
••••••••••••
kayla berniat menyusul Raihan, Dion yang sadar. bahwa Kayla tidak mempercayai omongannya. terlihat jelas pada muka Kayla.
"Kayla..." Lirih Dion.
"Yon, ikut denganku." ujar Kayla sambil menarik tangan Dion dan pergi ketempat yang sedikit jauh dari Nisa dan Evan.
Nisa dan evan hanya saling melemparkan pandangan. saat Nisa menatap Evan, Evan langsung memalingkan pandangannya. karena takut, kalau Nisa akan mengetahui kalau dia tengah berbohong.
"Van,,, coba tatap aku." Tanya Nisa mulai curiga, namun tidak digubris oleh Evan.
"Sepertinya kau tahu sesuatu., " sambung Nisa sambil mendekatkan mukannya pda Evan.
"Apaan sih.." Ucap Evan yang spontan mendorang Nisa menjauh darinya. dan hendak pergi meninggalkan Nisa sendiri.
"Tinggalin aja terus.. emang gue diciptain untuk ditanggalin." celetuh Nisa yang menghentikan Langkah Evan.
"bukannya mau ninggalin. gue mau ke WC, lo mau ikut?." jawab Evan sambil mendesah.
"Yaudah, pergi sana...." ucap Nisa dengan meninggikan nada suaranya.
••••••••••••••••
diwaktu yang sama Kayla sibuk berbicara dengan Dion, Kayla ingin mencari tahu sebenarnya. karna dia tahu kalau Dion sedang berbohong.
"Ceritakan padaku yang sebenarnya yon." ujar Kayla memaksa Dion untuk jujur. namun Dion masih tetap Djam.
"jika kau tidak mengatakannya tidak masalah. aku akan mencari tahunya sendiri." ucap Kayla dan hendak pergi.
"Mau kemana?." ucap Dion sambil menarik tangan Kayla.
__ADS_1
"pergi ketempat Raihan, dan mencari tahu semuanya." jawab Kayla ketus.
Dion tahu. bahwa kakek Jhon sedang berada dirumah Raihan. Dion takut jika kayla melihat Raihan yang tidak dapat dikontrol lagi amarahnya.
Walaupun Dion ingin menghentikan Kayla. semuanya itu tidak akan membuahkan hasil,. Kayla anak yang keras kepala. Akhirnya Dion memutuskan untuk menemani Kayla Pergi kerumah Raihan.
"Aku akan mengantarmu.." ujar Dion dan menarik tangan Kayla. dan hendak masuk kedalam mobil.
•••••••••••••
Raihan masih bertengkar dengan kakeknya. mendengar semua yang telah dikatakan oleh kakeknya hanya membuatnya semakin naik darah.
Kayla dan Dion telah sampai dirumah Raihan. mereka mendengar suara yang sedang bertengkar. medengar suara itu membuat Kayla gelisa. pasalnya dia sedang mendengar Raihan sedang marah.
"Brukkk." suara pintu.
"RAIHAN...." teriak Kayla yang tergesah Gesah.
"na_nak Dion." Ucap Kakek Jhon kaget..
"Iya.... Apa kakek segelisa itu melihatku ada disini?." Jawab Dion dingin.
"Tunggu.. apa yang terjadi di antara kalian.. Dion kenapa bisa kenal dengan kakek ini.. dan siapa sebenarnya kakek ini." Tanya Kayla yang pikirannya penuh tanda Tanya.
"Kayla. nanti aku jelaskan... Pak tua yang kau lihat itu adalah kakekku." jelas Raihan dan menarik Kayla masuk kedalam kamarnya.
Raihan menyuruh Kayla untuk tetap berada didalam kamarnya.. kemudian dia turun kembali untuk menyelesaikan semuanya. kebetulan Dion juga datang.
"Raihan. sebaiknya kamu menyusul ayah dan ibumu di Paris. dan kebetulan nenekmu juga merindukanmu." ucap Kakek Jhon mengalihkan pembicaraan.
"Apa kau berebcana untuk mengirimku, Agar aku tidak bertemu dengan anak ini??." ucap Raihan sambil menunjuk Dion.
__ADS_1
"Jangan membuatku semakin membencimu." sambung Raihan..
"Mengapa kakek begitu tega dengan Kami.. apa kesalahan yang kami perbuat hingga kakek memisahkan kami." selah Dion yang tadi diam.
"Bagaimna bisa kalian bertemu kembali.? dan bagaiman bisa kalian bisa akur seperti ini lagi?" Tanya Kakek Jhon mengubah topik pembicaraan.
"Jangan berbicara seolah-olah tidak mengetahui apa-apa. kami memang dipertemukan oleh takdir... Kami akur karena Anak ini sahabatku, dan membuat kami bermusuhan itu adalah ulah kalian." jelas Raihan datar. namun membuat Dion tersentuh. ternyata Raihan masih menganggapnya sahabat.
"Jangan menatapku seperti itu... itu membuatku jijik." Sambung Raihan Yang sadar bahwa Dion menatapnya dengan tatapan Haru.
"baiklah, maafkan Kakek. saat itu kakek khilaf. dan sekarang kakek hanya ingin meminta Maaf ada kalian. bagaimana cara kakek agar kalian mau memaafkan kakek." ucap Kakek Jhon...
"Permintaan kami simpel. kami akan memaafkan kakek, dengan Satu syarat." ucap Raihan..
"Apa itu.. kakek akan turuti syarat itu..." ucap Kakek Jhon penih harapan.
"Tinggalkan negara ini, dan menetaplah di Paris." ucap Raihan dan Dion barengan...
"Bagaimana mungkin.. kakek sangat merindukanmu Raihan." ucap Kakek Jhon kecewa.
"terserah kakek. itu syarat dari kami agar bisa memaafkan kakek." ucap Raihan dingin.
"Baiklah, buat kalian, jalan-jalanlah ke Paris biat aku dapat melihat muka cucu kakek lagi " Ucap Kakek Jhon menerima syarat dari mereka dengan berat hati.
"tentu saja kami akan berkunjung sesekali. lagian disana ada nenek yang kurindukan. Yon, kita naik ke Atas dan kemasih barang kakek. kita akan mengantarnya malam ini." ucap Raihan Sambil berdiri...
Dion pun mengikitu Raiha. mereka pergi kekamar kakek Jhon, dan memasukan semua barang-barang Kakek. dan mengantar kakek ke bandara untuk terbang ke Paris.
••••••••••••••••
{Maaf Ya🙏🙏 Terlalu Banyak Typonya. Jangan Lupa Like Dan Komentarnya ya Teman"}☺
__ADS_1